
...🌷Selamat Membaca🌷...
Lingga dan Dira berjalan menyusuri pantai sembari bergandengan tangan. Penampilan keduanya terlihat serasi, Lingga menggunakan kemeja hawaii polos berwarna putih dilengkapi dengan celana sepanjang lutut serta sandal jepit berbahan karet, sementara itu Dira sendiri tampak memesona dengan midi dress simple dengan motif bunga-bunga kecil dan sandal T-strap, rambut sepunggungnya dibiarkan tergerai indah. Beberapa kali hembusan angin laut mengacak lembut surai panjang Dira dan dengan penuh perhatian Lingga akan merapikannya sambil melemparkan senyuman hangat.
Ckrekk
"Mereka berdua terlihat sangat menggemaskan!" Tak hentinya Yura memuji pasangan Lingga dan Dira yang saat ini tengah menjadi objek fotonya. Sengaja ia membawa kamera mahal kesayangannya hanya untuk mengabadikan momen-momen manis seperti ini.
"Hm..." Cowok di sebelah Yura hanya berdehem dengan pandangan lurus ke pantai. Dialah Reyhan, yang awalnya menolak diajak untuk melihat sunset karena ingin beristirahat, tapi dengan bujuk rayu Yura, akhirnya cowok itu mau dengan terpaksa.
Yura menoleh, menatap cowok pujaannya dengan sendu. Seandainya mereka adalah pasangan kekasih, tentu mereka bisa menikmati momen indah seperti yang lainnya. Jujur, Yura sangatlah iri melihat keromantisan tiga pasangan yang sedang bermain mesra di tepi pantai itu.
"Malam ini, aku akan mencoba..." Yura sudah bertekad di dalam hati kalau ia akan menyatakan perasaannya pada Lingga. Diterima ataupun ditolak, ia akan menerimanya dengan lapang dada.
.......
__ADS_1
Di sudut pantai yang lain, Luna dan Yovan memilih untuk berjalan dengan bertelanjang kaki memasuki air laut, rasanya sejuk dan menyenangkan ketika air asin itu menyelimuti kaki mereka. Tak lupa juga, keduanya mengabadikan kebersamaan itu dengan kamera ponsel masing-masing. Sementara pasangan lainnya, yakni Gio dan Hanna sedang sibuk ber-selfie ria dengan latar belakang laut yang langitnya mulai menguning.
"Woah... indahnya!" Dira berlari ke bibir pantai demi bisa melihat dengan jelas swastamita, dimana matahari menghilang di bawah garis cakrawala di sebelah barat.
Lingga tersenyum melihat keantusiasan Dira, diam-diam ia memotret kekasihnya itu dari belakang dan tanpa pikir panjang, ia langsung menjadikannya wallpaper ponsel.
"Love you..." Selesai menyimpan ponselnya di saku celana, Lingga lantas menghampiri Dira dan berbisik pelan di telinga gadis itu.
Cup
Lingga kembali memperbesar jarak di antara dirinya dan Dira setelah sebelumnya memberikan sebuah kecupan di kening sang kekasih. Awalnya, ia berkeinginan untuk mengecup bibir merah muda milik Dira, tapi ia urungkan karena merasa jika hal tersebut terlalu intim dan belum saatnya.
"Bee..." panggil Lingga begitu melihat jika Dira hanya diam terpaku dengan wajah memerah. Ia cemas kalau Dira marah karena telah lancang menciumnya, tapi bukankah Dira sendiri tidak menolak dan justru memejamkan mata.
__ADS_1
"Bee..."
BRUKK
Dira langsung menubruk tubuh Lingga dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang kekasihnya. Sungguh, ia merasa malu karena berpikir Lingga akan menciumnya di bibir, sampai-sampai ia dengan percaya dirinya langsung memejamkan mata.
"Aku malu, Bee..." lirih Dira yang masih bisa terdengar jelas oleh Lingga.
Lingga terkekeh dan balik mendekap erat tubuh Dira. "You're so cute, Bee..."
Tak jauh dari sana, Yura bersorak kecil melihat keromantisan Lingga dan Dira, dan tentunya tak lupa ia abadikan dalam bidikannya. Di sampingnya, Reyhan langsung bernapas lega, jika saja Lingga berani mencium bibir sang adik, maka ia berniat memberi hadiah tak terlupakan untuknya.
...Bersambung...
Tes dulu...
__ADS_1
Masih adakah yang baca setelah sekian lama?