2 HATI YANG TERSAKITI

2 HATI YANG TERSAKITI
Season 2 - 24. Rangko Cave & Bukit Cinta


__ADS_3

...🌷Selamat Membaca🌷...


Setelah keseruan di tepi pantai, kini para muda-mudi itu kembali ke penginapan. Sebentar lagi waktu makan malam akan segera tiba. Mereka harus bersih-bersih dan berganti pakaian terlebih dahulu karena bermain di pantai membuat baju mereka basah dan kotor.



Kini Dira dan teman-teman telah duduk di meja makan cukup besar yang berada di restoran penginapan mereka. Berbagai jenis makanan telah terhidang dan sangat menggugah selera, apalagi masakan Indonesia yang kaya akan bumbu dan rempah. Semua mata memandang ngiler ke arah makanan tersebut.


"Bisa kita makan sekarang?" tanya Gio yang sepertinya sudah tidak sabar.


"Tunggu apalagi?" sahut Hanna lantas bersiap.


"Sebelum makan, jangan lupa berdo'a ya teman-teman." Dira mengingatkan.


Setelah berdo'a, makan malam pun dimulai. Semua tampak sangat menikmati hidangan yang tersedia. Tak jarang, mereka juga saling melempar lelucon yang membuat acara makan menjadi semakin ceria.


"Setelah ini, ada acara apa?" tanya Luna yang sudah terlebih dahulu menyelesaikan makan malamnya.


"Hm, belum ditentukan. Apa sebaiknya untuk malam ini, kita beristirahat saja agar besok lebih fresh untuk memulai petualangan yang lebih seru." lingga yang menjawab.


"Ide bagus, memang sebaiknya begitu." Semua orang mengiyakan ucapan Lingga.


Makan malam berakhir, semua kembali ke kamar masing-masing.


...****************...


Pagi yang cerah menyambut sekumpulan muda mudi yang sudah bersiap ingin memulai hari. Perut sudah terisi dan mereka telah memiliki tenaga untuk memulai misi liburan yang telah direncanakan. Tepat pukul 10 pagi, mereka berangkat menggunakan mobil dan sopir sewaan. Karena tak ada satu pun yang mengetahui seluk beluk tempat yang akan mereka kunjungi, maka seorang tour guide diminta untuk mendampingi perjalanan pada hari itu.

__ADS_1


Tempat wisata pertama yang mereka kunjungi adalah Goa Rangko, sebuah goa alami yang terdapat di Desa Rangko. Untuk bisa sampai di Desa Rangko membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit dari hotel.


Sesampainya di Desa Rangko, mereka harus menyewa kapal nelayan yang banyak berlabuh disekitar area dermaga untuk bisa sampai di Goa Rangko. Perjalanan laut menggunakan kapal itu membutuhkan waktu 45 menit.


Setelah turun dari kapal, Dira dan kawan-kawan harus berjalan dari bibir pantai menuju goa kurang lebih 15 menit. Memasuki kawasan goa, mereka melewati jalanan hutan dan tebing-tebing yang licin. Para perempuan berpegangan pada pasangan masing-masing agar tidak jatuh. Sementara Yura harus dibantu tour guide karena sepertinya Reyhan tidak peka untuk hal yang satu itu.


Sepanjang perjalanan, pandangan Reyhan selalu tertuju pada Yura yang terlihat bergandengan tangan dengan tour guide muda yang memiliki wajah lumayan tampan, hal itu tanpa disangka membuat perasaannya sedikit terusik. Namun, dengan cepat ia mengabaikan rasa itu dan lebih memilih untuk fokus pada jalanan di depannya.


Kini mereka semua sudah berada di mulut gua. Untuk bisa masuk ke dalam, mereka harus membayar tiket masuk sebesar Rp20.000 per orang. Reyhan yang kebetulan berada di barisan paling depan, tanpa pikir panjang langsung mengeluarkan sejumlah uang untuk membayar.


Memasuki bagian dalam goa, telah tersedia tangga yang terdiri dari susunan bebatuan dan sisi kanan tangga dipasang papan sebagai pegangan tangan dan pengaman. Mereka menaiki tangga tersebut dengan hati-hati.


Tak ada penerangan khusus di dalam goa. Hanya sinar matahari yang menerobos masuk dari celah-celah gua yang membuat beberapa sisi gua bercahaya remang-remang. Di situlah keunikan goa tersebut. Sinar matahari yang masuk tersebut tidak hanya memudahkan pengunjung melihat pijakan dan dasar goa tetapi juga dasar kolam dengan air yang biru jernih.




"Wah, airnya terlihat sangat segar..." Yovan segera berlari ke tepian kolam air asin sedalam 7 meter dengan air yang jernih dan segar yang ada di dalam goa, ia melepas ranselnya dan meletakannya asal di bebatuan. Tak lupa ia juga melepas sepatu beserta kaus kaki, dan selanjutnya mencelupkan kedua kakinya ke dalam air, meresapi kesejukan air yang membuat lelahnya sedikit berkurang.


Melihat aksi Yovan, membuat yang lainnya ikutan masuk ke dalam air. Kebetulan mereka semua membawa baju ganti karena memang sudah ada niatan untuk berenang di kolam goa yang terkenal dengan kejernihan airnya itu.


Pengunjung goa pada siang itu tidak terlalu ramai, jadi Dira dan teman-temannya bisa lebih leluasa untuk mengeksplorasi setiap sudut goa. Tak lupa, mereka juga mengabadikan momen berharga itu dengan berfoto bersama.


Suasana yang damai, tenang, dan sunyi ditambah lagi dengan suhu udara yang sejuk dan segar saat berada di dalam goa, membuat semuanya betah untuk berlama-lama di sana.


Tidak hanya terkenal dengan air warna birunya yang jernih, kolam di Goa Rangko ini juga memiliki koral-koral yang menawan yang bisa kamu lihat sambil menyelam.

__ADS_1


Semuanya nampak menikmati kegiatan di dalam goa, dan tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang, mereka harus keluar dari goa karena perut sudah terasa lapar. Tadi mereka cuma mengganjal perut dengan minuman dan cemilan seadanya yang dibawa dari hotel.


...****************...


Setelah menghabiskan waktu dua jam untuk makan dan beristirahat sejenak, kini Dira CS kembali melanjutkan perjalanan. Sebelum pulang ke hotel, mereka akan singgah sebentar di tempat wisata terkenal lainnya yang kebetulan searah dengan jalan menuju ke Local Collection Hotel. Tempat itu adalah Bukit Cinta, tempat yang dikenal romantis karena sering dijadikan tujuan bagi para pasangan kekasih untuk menghabiskan waktu bersama, menikmati pemandangan dan juga berfoto.


Awalnya, tempat wisata itu sama sekali tidak memiliki nama. Hanya karena banyak orang yang datang bersama pasangan kekasihnya hanya untuk sekedar mengobrol dan berfoto, maka bukit itu dinamai dengan Bukit Cinta. Ditambah lagi dengan pemandangan bahari yang indah, juga suasana yang romantis. Maka, tidak lengkap rasanya jika datang ke tempat ini seorang diri.


Sesampainya di kaki bukit, Dira dan teman-teman yang masih dipandu oleh tour guide harus berjalan mendaki menuju puncak untuk bisa menikmati berbagai pemandangan indah yang tersaji di lokasi. Pendakiannya memakan waktu kurang lebih 30 menit.


Akhirnya mereka sampai di puncak tepat pada pukul 5 sore. Sengaja mengambil waktu sore agar mereka bisa menikmati matahari terbenam dari atas bukit. Sembari menunggu sunset, tak lupa mereka berfoto. Tiga pasangan yang ada di sana, yakni Dira-Linga, Yovan-Luna serta Hanna-Gio tak lupa berselfie dan berfoto mesra. Yura yang stand by dengan kameranya tidak lupa membidik pasangan-pasangan muda yang sedang dimabuk cinta tersebut.



Setelah menyaksikan sunset, mereka semua menuruni bukit karena hari sudah mulai gelap. Mereka menutup liburan hari ini dengan kembali ke hotel untuk beristirahat setelah menghabiskan seharian waktu di luar.


Esok, hari yang lebih seru sudah menanti.


...Bersambung...


Hai readers tercinta...


Semoga masih ada yang nungguin cerita saya yang jarang sekali update ini😌


...Mohon dukungannya dengan Vote, Like dan Comment...


...Terima kasih sudah membaca 🤗...

__ADS_1


__ADS_2