
...🌷Selamat Membaca🌷...
Radi terus menggerutu di tempatnya, sebelah kaki digunakannya untuk mengetuk-ngetuk lantai demi melampiaskan rasa kesal karena menunggu orang-orang di sekelilingnya selesai bicara.
Bayangkan saja, jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam, pesta sudah berakhir dari dua jam yang lalu, tapi beberapa rekan bisnis Radi masih menahannya di aula pesta hanya untuk mengobrol tidak jelas. Padahal ini adalah malam pertamanya dengan Rina, tapi tampaknya para pria berstatus pengusaha itu tak ingin ia bahagia malam ini.
"Haha, lihatlah! Pria ini sepertinya sudah tidak sabar untuk menyusul sang istri ke dalam kamar!" ledek salah seorang pria yang berada di perkumpulan itu.
"Terlambat. Palingan istrinya juga sudah tertidur lelap. Kasihan sekali!" Pria lainnya ikut menimpali. Mereka memang sengaja ingin mengerjai Radi di hari bahagianya ini.
"Hm, aku jadi merindukan istriku. Bagaimana kalau kita akhiri saja perbincangan ini?" ajak pria lainnya.
Mata Radi berbinar mendengar ucapan pria yang ketiga, setelah tadi ia harus dibuat dongkol mendapat ledekan dua pria sebelumnya.
"Baiklah-baiklah..." Semua setuju dan perlahan bangkit dari duduknya masing-masing.
Sebelum pergi, para pria yang terhitung berjumlah tujuh orang itu bersalaman dengan Radi, memberi selamat juga do'a.
"Terima kasih." Setelah memastikan semuanya pergi, Radi langsung melesat ke kamar hotel yang menjadi kamar pengantinnya dan Rina.
Cklekk
Saat pintu terbuka, Radi seketika menghempaskan napas berat. Ia kecewa saat melihat istrinya sudah bergelung nyaman di dalam selimut. Harapan untuk mendapatkan malam pertama yang indah, pupus sudah. Dengan gontai, ia melangkahkan kakinya ke tepi tempat tidur. Diperhatikannya wajah ayu kekasih hatinya itu dengan seksama.
"Manis sekali..." Meski tanpa make up, wajah Rina justru terlihat semakin bersinar di mata Radi.
Cup
Radi memberikan kecupan lembut di kening sang istri, sebagai ungkapan betapa ia menyayangi wanita yang tengah tertidur itu.
"Selamat tidur, sayang. Mimpi indah..." bisiknya.
Radi berlalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah ini ia akan menyusul sang istri ke alam mimpi.
.......
__ADS_1
Rina membuka matanya saat mendengar suara gemericik air di kamar mandi. Wanita itu sebenarnya belum tidur, ia hanya berpura-pura. Ia masih ragu untuk menyerahkan diri malam ini pada Radi, tapi setelah mendengar sendiri bagaimana cara pria itu memperlakukannya tadi, membuat keraguan di hatinya berganti menjadi keyakinan.
"Aku harus bersiap-siap..." Wanita itu segera menyibak selimut dan turun dari tempat tidur. Ia berjalan menuju meja rias dan bercermin sebentar.
Wajah ayu itu memerah tatkala menatap pantulan dirinya di cermin. "Sepertinya baju ini terlalu seksi, sebaiknya ganti yang lain saja..."
Di saat suaminya masih berada di tempat pesta, Rina memilih untuk ke kamar terlebih dulu. Ia membersihkan diri dan mengganti gaun pengantinnya dengan sebuah lingerie putih yang sangat menawan, tapi sepertinya lingerie itu terlalu seksi hingga ia ingin menggantinya.
Cklek
Belum sempat beranjak dari depan cermin, suara pintu kamar mandi yang terbuka membuat tubuh Rina terlonjak kaget. Ia langsung mengikat tali jubah tipisnya yang tadi sempat dibuka. Jubah tipis itu sudah satu set dengan lingerie putih yang dikenakannya.
"Bagaimana ini?" Tubuh Rina bergetar gelisah, ia sungguh sangat malu. Apalagi ini kali pertama untuknya berpenampilan seterbuka ini di depan Radi.
"Sayang... " Radi yang baru keluar dari kamar mandi melotot tak percaya melihat Rina yang sudah bangun dari tidurnya dan kini tengah berdiri di depan cermin dengan penampilan yang wow... sungguh menggoda.
Rina tak menjawab, kepalanya tertunduk dengan wajah yang semakin memerah.
PLUKK
"Kenapa bangun, hm?" bisik Radi tepat di telinga Rina. Darah wanita itu berdesir hebat saat merasakan hembusan napas suaminya tepat di kuduknya, tubuhnya meremang.
"Kau mempersiapkan ini semua untukku?" Radi bertanya lagi saat tidak mendapat jawaban apapun dari istrinya.
"M-mas..." Rina memberanikan diri mengangkat kepalanya. Seketika matanya bertatapan dengan mata suaminya di dalam cermin. Wajah itu semakin merona hebat.
"Cantik dan menggoda..." puji Radi dengan suara mulai berat. Pria itu membalik pelan tubuh Rina agar menghadap ke arahnya.
"M-mas, aku..." Rina tidak sanggup berkata-kata, ia terlalu malu hingga kembali menundukkan kepalanya.
"Lihat Mas!" Radi merangkum wajah mungil Rina dan mengangkatnya. Mata bening itu menatapnya malu-malu.
Radi yang tak tahan segera membawa wajah itu mendekat dan menempelkan kedua bibir mereka. Mata Rina melotot, tangannya meremas gaun tidurnya di bawah sana.
Hanya sebuah ciuman singkat, Radi memberi jarak sedikit pada wajah mereka. "Balas ciuman Mas!" pintanya lirih dan kemudian menautkan kembali dua benda kenyal itu. Kali ini tidak hanya ciuman, Radi memagut dan mel*mat bibir Rina dengan panas. Wanita itu berusaha mengimbangi ciuman suaminya yang sangat lihai.
__ADS_1
Setelah dirasa bahwa pasokan udara menipis, Radi segera menghentikan ciuman panjangnya. Ia memandang wajah cantik istrinya yang terlihat sangat menggairahkan saat merona.
"Boleh?" Radi yang sudah tidak sabar untuk menyesap manis istrinya pun langsung meminta izin. Ia tak ingin memaksa jika wanita itu belum siap.
Rina tak bersuara, ia hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban.
Tak ingin membuang waktu, Radi langsung menggendong tubuh Rina dan membawanya ke mu ranjang. Direbahkannya secara perlahan tubuh mungil nan ramping itu di sana. Sekarang posisinya, Radi ada di atas tubuh Rina.
Mereka berdua saling menatap penuh cinta. Jemari Radi bergerak ke atas, merapikan helaian rambut panjang Rina yang menutupi wajahnya. Tidak hanya itu, kini jemari itu menyusuri wajah mulus Rina dengan gerakan sensual. Mulai dari kening, mata, hidung, pipi dan berakhir di bibir pink alami milik Rina.
Cup
Satu kecupan singkat diberikan Radi di bibir itu, disusul dengan kecupan lainnya di kening dan kedua belah pipi. Rina memejamkan mata, menikmati kasih sayang yang diberikan suaminya.
Setelah selesai dengan kecupannya, Radi beralih kembali ke bagian favoritnya dan bermain lama di sana. Ia mengecup dan mem*gut bibir itu dengan segenap cinta juga dibarengi *****. Kali ini Rina berinisiatif sendiri untuk membalas ciuman suaminya, bahkan tangannya sudah mengalung indah di leher prianya. Pagutan itu menjadi semakin panas dan liar. Radi menyudahi aksinya di bibir Rina dan berpindah ke leher jenjang wanitanya. Memberikan banyak tanda kepemilikannya di sana.
Pemanasan itu terus berlangsung, keduanya sudah berada dalam keadaan polos. Semua jenis kain yang melekat sudah teronggok tak berharga di lantai kamar. Sekarang, keduanya akan memasuki inti permainan.
"Pelan-pelan, Mas!" lirih Rina dengan pandangan sayu. Sudah lama ia tidak bercinta dan rasanya sedikit takut.
Radi tersenyum lalu mengecup sekilas bibir Rina. Sebelum memulai, pria itu menjangkau selimut dan menutupi tubuh polos keduanya. Setelah itu, suara ******* juga erangan menjadi melodi indah bagi sejoli yang sedang dimabuk cinta.
.......
Pukul tiga dini hari, kegiatan panas yang menguras keringat itu baru selesai. Radi sudah jatuh terlelap karena kelelahan setelah menyemburkan benihnya berulang kali di rahim sang istri. Sementara Rina masih terjaga, ia tidak bisa tidur.
Percintaannya malam ini sungguh luar biasa. Rina tidak pernah merasakan hal yang mendebarkan juga menyenangkan seperti ini di pernikahan sebelumnya. Radi sangat jago dalam membuainya dengan segala ucapan dan juga sentuhannya. Ia merasa beruntung bisa menjadi wanitanya Radi.
"Aku mencintaimu, Mas..." Rina mengelus sayang kepala Radi yang saat ini bersembunyi di dadanya. Pria itu tertidur sembari memeluk pinggangnya. Lama terjaga, mata Rina perlahan terpejam, rasa kantuk telah menjemputnya. Lalu, wanita itu menyusul suaminya ke alam mimpi.
...Bersambung...
Jangan lupa Vote, Like & Comment
Terima kasih sudah membaca😊
__ADS_1
Sorry kalau feelnya nggak dapat, belum berpengalaman soalnya😌