
"Jester dengarkan aku, maaf aku membohongimu tapi aku baru mengenalnya dihari itu juga. Dia menemui ku dikelas bersama Selena dan dia mengatakan kalau dia ingin menyelesaikan masalahnya denganmu, aku yang juga ingin membantumu pun akhirnya setuju. Aku rasa Luke dan Harry tidak mengetahui semuanya dari awal" ucap Naomi
"Kalau maling ngaku, penjara akan penuh" sindir kak Jester
Jester!! Aku tidak pernah terpikirkan untuk meninggalkanmu!! Kamu cuma sedang kacau, kamu over thinking kepadaku!!" bentak Naomi yang tersinggung atas sindiran kak Jester
Saat itu aku ingin melerai keduanya, namun ketika kaki ini hendak melangkah keluar dari ruang makan saat itu Selena menarik lenganku agar aku tetap ditempat. Aku memberi gestur wajah yang menanyakan kenapa aku tidak boleh melerai mereka, tapi Selena hanya menggelengkan kepalanya.
"Aku yang kacau?! Aku katamu?!! Pikiranmu yang kacau!! Aku tidak butuh Luna di kehidupanku tapi kamu memaksakan kehendak mu menghadirkan Luna!!" kak Jester pun membentak balik Naomi, tubuhku bergetar ketika itu. Aku tidak menyangka kak Jester akan tega untuk membentak Naomi seperti itu, semua karena aku... :(
"Aku hanya mencarikan jalan terbaik... Terbaik untuk hatimu..." belum juga selesai Naomi berbicara, kak Jester memotongnya.
"Kamu si paling mengerti hatiku, gimana kalau aku berpacaran sama Camilla hari ini?! Apa yang akan kamu katakan tentang hatiku kalau aku memutuskan untuk berpacaran dengannya?!!" timpal kak Jester yang memotong perkataan Naomi
Aku dan Selena sama - sama terkejut ketika itu, perkataan kak Jester membuat aku dan Selena saling bertatapan mata. Dari raut wajah kaget Selena, sepertinya dia memikirkan hal yang sama denganku. Bagaimana mungkin kak Jester tega mengatakan hal seperti itu tepat dihadapan Naomi? Sejak kapan dia menjadi orang tega seperti ini?
"Aku akan buktikan padamu hari ini aku akan berpacaran dengannya!!" tegas kak Jester mengatakannya, meski mungkin itu hanya sekedar ancaman tapi aku tidak bisa membenarkan perkataannya.
Jangankan Naomi, saat itu pun aku ingin menangis. Aku seakan benar - benar berada dihadapannya dan dia membentak ku seperti itu, aku sudah tidak tahan lagi dan aku berpikir untuk menjadi penengah bagi mereka. Tapi saat itu aku dan Selena berdebat dengan bisikan, Selena tetap memaksa jika mereka berdua harus menyelesaikan masalah ini sendiri.
"Baik... Baik Jester aku paham, Lakukanlah!!" tiba - tiba Naomi berteriak ketika mengatakannya
Aku dan Selena yang saat itu berdebat di ruang makan tiba - tiba dikejutkan dengan teriakan Naomi. Ketika itu aku dan Selena kembali menaruh perhatian ke Naomi dan kak Jester yang bertengkar di koridor rumah dekat dengan pintu masuk ke ruang makan.
Dalam hati aku berkata "Naomi?! Apa yang kamu pikirkan?! Kamu gak boleh mengatakan hal seperti itu!"
"Tenang saja... Aku masih rumahmu... Sejauh apapun kamu akan pergi, aku masih akan menjadi rumahmu" terbata Naomi mengatakannya, suara sesenggukan nya begitu terdengar di telingaku yang menguping pertengkaran mereka.
Seketika itu aku memahami kenapa Naomi mengatakan jika dia akan mengerti jika pada akhirnya kak Jester akan selingkuh dengan orang bernama Camilla itu, dia bukan ingin melepaskan kak Jester dan merelakannya namun dia ingin agar kak Jester bisa membalas keegoisan Naomi kepadanya. Aku ingin berlari memeluknya namun aku sadar jika Selena benar, ini adalah ujian cinta mereka berdua.
Tapi aku sadar... Ini semua karena ulahku...
"Jika kamu ingin kembali... Aku akan selalu ditempat yang sama, jangan sungkan..." ucap Naomi lagi dengan suara yang begitu berat, dia berusaha sangat keras untuk bisa mengatakannya meski tangisan membuatnya tidak mampu lagi untuk membuatnya dapat berbicara normal.
__ADS_1
Setelah mengucapkannya, dari balik pintu aku melihat Naomi berlari menuju kamar. Bersamaan dengan itu aku dan Selena keluar dari dalam ruang makan, aku melihat kak Jester begitu menyesal menatap perginya Naomi. Aku sadar jika kak Jester benar - benar hanya mengancam Naomi dengan perkataannya, saat itu aku berpikir tentang apa yang sebenarnya telah kak Jester, kak Luke dan kak Harry bicarakan tentang aku.
Perlahan tatapan mata kak Jester beralih menatapku yang masih mematung menatapnya, baik mataku dan matanya sama - sama menunjukkan penyesalan. Mungkin kak Jester menyesal dengan apa yang baru saja terjadi antara dirinya dengan Naomi, sedangkan aku... Aku menyesal sudah menjadi penyebab kak Jester seperti ini, aku... Memang seharusnya tidak kembali berada disekitarnya.
"Kenapa... Kenapa kalian menatapku seperti itu? Dia jelas - jelas akan meninggalkanku, kan? Aku terlalu pintar untuk mengetahui sandiwaranya, dan kamu.... Kamu tidak akan bisa menghancurkan hatiku untuk kedua kalinya!!" dengan bentakan kak Jester mengatakannya padaku
Menghancurkan hatinya untuk kedua kali... Yaah, itu dia, sebuah kata yang menambah rasa bersalahku padanya. Sakit hati yang dialami kak Jester yang membuatnya menjadi seperti ini, dan aku... Aku lah yang seharusnya menjadi sasaran kemarahannya, bukan Naomi yang tidak tahu apapun...
Kehadiranku benar - benar membuka kotak pandora di hatinya, aku hanya menyisakan luka yang menganga dan membuatnya sulit untuk berdamai dengan hatinya sendiri.
"Kak... Bisa kita bicara berdua? Aku akan menjelas..." belum selesai aku berkata, kak Jester memotongnya.
"Tidak!! Tidak ada yang perlu kamu jelaskan padaku!! Aku sudah tahu semuanya!! Kamu sengaja mendekatkan Naomi dan Selena di sekitarku agar mereka menjadi penghalangku berpacaran dengan siapapun selain dirimu, kan?" timpal kak Jester dengan bentakan
Apa? Apa yang dia katakan? Aku tidak paham, tapi satu yang bisa aku pastikan dari perkataannya... Itu adalah hal yang dibicarakan antara kak Jester, kak Luke dan kak Harry yang sejak tadi membuatku penasaran. Tuduhan yang mereka tujukan padaku, meski aku tidak memahami apa yang sebenarnya mereka bertiga pikirkan.
"Maaf kak.... Maafkan aku..." terbata aku mengatakannya, aku sudah tidak mampu lagi untuk menahan air mataku. Aku membiarkan air mata ini menetes dan membasahi pipiku, perlahan aku menundukkan kepalaku.
"Sudah aku duga!! Luke dan Harry benar menilai mu!!" bentak kak Jester lagi, aku langsung menggelengkan kepalaku untuk menolak tuduhannya karena mulutku masih tidak dapat untuk berkata.
"Kamu salah paham tentang aku, sadarlah kak... Aku meminta maaf karena telah menjadikanmu seperti ini... Kamu tidak seperti ini sebelum aku melukai hatimu..." ucapku terbata, tangisanku benar - benar membuatku kesulitan untuk berbicara.
Tiba - tiba Selena berjalan mendekati kak Jester dan berdiri tegak dihadapannya, kepalanya mendongak untuk menatap wajah kak Jester. Aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan saat itu, tapi rasa penasaranku tidak berlangsung lama ketika Selena mengatakan...
"Kak, gimana caranya Luna merencanakan pertemuan mu dengan Naomi sedangkan kamu bertemu dengannya karena kamu yang menarik lengan Naomi diparkiran kampus?" tanya Selena dengan tekanan, dari suaranya aku paham Selena sedang marah.
"Gimana caranya Luna mengatur pertemuanku denganmu sedangkan aku saja kaget bertemu denganmu di pintu masuk lobby kampus? aku tidak pernah menyangka pria yang diceritakan Naomi adalah kamu, dan bagaimana cara Luna mengatur agar aku dan Naomi bertengkar hebat karena rencana jahat ku bersama Camilla karena berebut kamu!! Sadarlah kalau kamu baru saja berpikiran bodoh!!" bentak Selena begitu emosi, aku melihatnya sampai gemetaran menahan emosinya.
Setelah kalimat terakhirnya itu, Selena berbalik menatapku lalu menggenggam lenganku. Aku menatap wajahnya, namun saat itu Selena menunduk. Aku cukup terkejut dengan apa yang sudah dia katakan, aku penasaran dengan cerita lengkap yang terjadi diantara kak Jester, Naomi dan Selena selama ini.
"Jujur saja aku kecewa padamu kak, aku rasa Naomi dan Luna juga berpikiran yang sama denganku" celetuk Selena sembari berjalan menarik lenganku untuk menuju ke kamar Naomi
Aku sempat menoleh kebelakang untuk menatap kak Jester yang terlihat membatu ditempatnya sembari melihat kami yang terus berjalan meninggalkannya, sepertinya apa yang dikatakan Selena saat itu menjadi bahan pertimbangan yang sedang kak Jester pikirkan tentangku, Naomi dan juga Selena. Aku yakin kak Jester bisa menarik kesimpulan jika kami tidak seperti yang dikatakan kak Luke dan kak Harry, mungkin dia akan mempertimbangkan apa yang Selena katakan.
__ADS_1
Didalam kamar aku melihat Naomi duduk meringkuk di kasur bersandar pada dipan, suara tangisannya begitu terdengar memilukan. Nafasnya yang sesenggukan menambah pancaran kesedihan yang dialami oleh Naomi, aku berlari mendekatinya lalu memeluknya dengan erat.
"Maafkan aku Naomi... Kamu dan kak Jester bertengkar seperti ini karena aku.." ucapku ketika memeluknya, pecahlah tangisanku ketika itu.
"Udah ya Naomi... Maaf kamu dan kak Jester seperti ini... Semua salahku, kak Jester tidak berniat seperti itu. Aku yakin itu" ucapku lagi berusaha untuk menenangkan Naomi meski aku pun sudah tidak bisa tenang dengan semua yang terjadi, aku begitu takut hubungan kak Jester dan Naomi kandas karena ku.
"Bangunkan aku.. Tolong... Aku pasti dalam mimpi buruk... Jester... Tolong aku..." terdengar memilukan Naomi mengatakannya, suaranya yang terputus - putus karena sesenggukan menambah rasa bersalahku.
"Kamu tidak bermimpi!!" tiba - tiba Selena membentak, aku langsung melepaskan pelukanku lalu mengalihkan pandanganku untuk menatap Selena yang berdiri tidak jauh dariku dan Naomi
"Selena!!" bentak ku, ini bukan saatnya Selena untuk berkata hal yang tidak perlu. Aku marah padanya, aku tidak menyangka dia tetap tidak mau sedikit lebih lembut pada Naomi setelah dia tahu apa yang baru saja menimpa Naomi.
"Uurrghh!! Semua cowok sama aja!!! Ini alasan kenapa aku membenci mereka!!" timpal Selena dengan teriakan
"Tidak!! Tidak... Jester berbeda... Aku cuma sedang bermimpi buruk... Jester pasti akan segera membangunkan ku, dia akan menolongku... Dan pasti akan menolongku.." timpal Naomi
Aku kembali menatap Naomi dan cukup terkejut dengan apa yang baru saja dia katakan, dia masih meyakini jika kak Jester yang dia lihat saat ini adalah kak Jester didalam mimpi buruknya. Entah karena keyakinannya atau karena besarnya rasa cinta yang dimiliki Naomi untuk kak Jester yang membuatnya merasa jika kak Jester yang jahat adalah kak Jester didalam mimpi buruk. Ditengah kagetnya aku saat itu, hal yang tidak pernah aku sangka terjadi.
PLAKK!!!
Suara tamparan keras dari Selena kepada Naomi tiba - tiba terjadi begitu saja...
Aku kaget... Aku sampai membatu sejenak melihat Selena yang menampar keras Naomi sampai membuat tubuh Naomi yang semula duduk menjadi terjatuh ke kasur. Aku berdiri dan mendorong Selena dengan kuat sampai membuatnya terjatuh dilantai, sikap yang ditunjukkan Selena membuat aku marah saat itu.
"Selena!! Kamu ngapain?!!" bentak ku, tidak lama Selena berdiri dan seakan hendak kembali menampar Naomi.
Aku menghalangi langkahnya namun begitu kerasnya keinginan Selena untuk terus berjalan mendekati Naomi, "Kenapa? Kenapa kamu seperti ini Selena?!! Apa kamu tidak punya perasaan? Apa kamu benar - benar menjadi seseorang yang sudah tidak aku kenal?!" tanyaku dalam hati
"Apa kamu sudah sadar?!! Sudah sadar kan?!! Ini bukan mimpi, Naomi!!" bentak Selena ketika aku dan dia saling dorong, kepalaku pusing saat itu dan mataku mulai berkunang - kunang. Selena terlalu kuat untukku, aku kehabisan nafas karena aksi saling dorongku dengannya.
"Tampar lagi... Aku.. Masih belum sadar... Dari mimpi buruk ku...." terbata Naomi menimpali bentakan Selena, aku menoleh menatap Naomi yang perlahan kembali duduk setelah sebelumnya terjatuh.
"Kamu!!!" bentak Selena, tapi ketika itu Naomi terjatuh lagi ke kasur dan sepertinya dia pingsan...
__ADS_1
Melihatnya pingsan membuatku panik, ketika itu aku dan Selena segera mendekati Naomi tapi... Tiba - tiba hidungku mimisan, Selena terkejut menatapku dengan darah yang mengalir di hidung.
Sayangnya aku tidak mendengar apa yang dikatakan Selena ketika aku dan dia saling bertatapan mata... Pandanganku pun menjadi kabur lalu aku... Pingsan...