
"Tolong beritahu aku nama teman kak Harry yang berpenampilan seperti Harry Potter itu" pintaku pada kak Harry, tiba - tiba kedua tangannya menggenggam kedua pundakku.
"Hei jangan terburu - buru, setidaknya jika suka pada seseorang kamu harus tahu dulu asal - usulnya" jawab kak Harry seakan ingin menolak permintaanku
Dalam hatiku tentu saja kesal dengan ucapan kak Harry, bisa - bisanya dia seperti cenayang yang menebak isi otakku. Malu aku dibuatnya tapi kesempatan ini mungkin tidak akan datang lagi kan?
"Tapi..." timpal ku menggantung, dengan helaan nafas kak Harry melepaskan kedua tangannya dari pundakku.
"Dia bernama Jester, kalau kamu suka padanya maka kamu sedang sial. Dia tidak tertarik pada banyak wanita yang mendekatinya dengan alasan tidak merasakan cinta, jadi dia bukan pria yang cocok untuk kamu dekati diawal semester pertamamu bersekolah disini" ucap kak Harry, aku pun tertawa kecil.
Kenapa aku tertawa? tentu saja aku tertawa karena teringat akan kutukanku padanya... "Maaf ya kak Jester" ucapku dalam hati.
Baiklah 'Jester' akan aku ingat nama itu dan tidak akan pernah aku lupakan, namanya cukup unik dengan penampilan culunnya. Mungkinkah dia orang biasa sepertiku atau malah dia adalah orang kaya yang arogan?
"Kenapa kamu bisa tertarik padanya?" tanya kak Harry padaku, aku termenung sejenak menatap matanya.
"Karena... dia muncul dalam..." belum selesai kalimatku, seseorang datang mendekat dan memukul kepala kak Harry dengan cukup keras.
"Bisa - bisanya kamu menghilang dan godain adik kelas, dasar rubah bodoh!" ucap pria berbadan besar mirip gorila itu, aku menyempatkan diri untuk menatap tanda pengenalnya yang tertulis 'Luke'
Bahkan pikiranku tentang kak Harry yang ku anggap seperti rubah ternyata memang menjadi kenyataan, aahahaha.. pria besar bernama Luke itu memanggil kak Harry dengan sebutan rubah bodoh. Mungkin saja kan jika gorilla juga akan menjadi panggilan bagi kakak Luke itu. Ingin sekali aku tertawa namun aku takut jika dianggap tidak sopan pada kakak kelas.
"Hei kamu! apapun yang dijanjikan dia padamu, itu hanya tipuan muslihatnya. Dia ini playboy cap kadal" ucap kak Luke memperingatkan ku
"Gorila bodoh!! sakit tahu!! lagian aku tidak sedang menggodanya!!" bentak kak Harry, lalu tangan kekar kak Luke melingkar dileher kak Harry dan menyeretnya begitu saja untuk menjauhiku.
Benar saja... Gorila bodoh... hahahaha aku tertawa terbahak - bahak namun dalam hati. Apa aku memiliki bakat cenayang ya dan bisa meramalkan masa depan?
"Eeeh kak Luke... tunggu" ucapku, perkataanku membuat kak Luke menghentikan langkahnya dan menoleh menatapku tanpa kata.
"Aku ingin dekat dengan teman kalian... bo.." belum selesai ucapanku, kak Luke pun memotong.
__ADS_1
"Sia - sia, dia tidak akan tertarik padamu. Kamu lihat kakak kelasmu yang berdiri tepat di sebelah pintu lobby itu?" ucap kak Luke sembari menunjuk siswi yang mengatur para siswa dan siswi baru untuk masuk kedalam lobby, aku menatap siswi itu dan memperhatikan wajahnya dan penampilannya yang begitu cantik.
"Namanya Natalie, Dia cantik, kaya, pintar, dan sexy. Tapi Jester menolaknya hanya karena dia tidak merasakan cinta padanya, coba kamu bandingkan dulu dirimu dengannya lalu pikirkan lagi tentang permintaanmu" ucap kak Luke lalu kembali berjalan meninggalkanku
Aku tertawa kecil saat itu, apakah kutukanku benar - benar bekerja dengan baik? entahlah... aku tidak mau berfikir berlebihan, aku berjalan mendekati kursi taman tempat tadi aku duduk. Disana aku menatap langit cerah dengan senyum merekah, "Aku bertemu pangeranku..." ucapku dalam hati dan tidak lama setelahnya Selena terlihat berjalan mendekatiku.
Aku menyambutnya dengan senyuman dan senyuman itu membuatnya terlihat senang, dia bertanya padaku apa yang membuat senyumku tiba - tiba merekah dan aku menjawab jika aku bertemu pria dalam imajinasiku. Selena pun tertawa terbahak - bahak sembari mengejekku, dia bilang aku berhalusinasi karena sakit ku. Aku bersikeras mengatakan jika aku benar - benar bertemu dengannya, tapi hanya suara tawa Selena yang aku dengar.
Sepanjang hari aku dan Selena terus membahas tentang kak Jester, hingga pada Sore harinya kami pun bersepakat untuk mencari kak Jester disekolah pada keesokan harinya ketika masa orientasi siswa dilangsungkan untuk membuktikan apa dia nyata atau tidak.
Setelah kesepakatan itu, aku pun pulang karena ayah sudah menyelesaikan seluruh tugasnya. Sesampainya di rumah, ibu menatapku dengan heran karena katanya wajahku lebih berseri - seri dari biasanya. Aku mengatakan jika ibu berlebihan, namun jika aku rasakan... hatiku memang merasa sangat senang dengan pertemuan tidak disengaja itu...
Pangeranku... aku ingin segera bisa akrab denganmu...
Malam berganti pagi, seperti biasa aku berangkat sekolah diantar ayah menuju rumah keluarga Parker untuk menjemput Selena lalu bersama - sama kami berangkat sekolah. Begitu sampai depan lobby sekolah, aku memeluk ayah dari belakang sebelum aku turun menyusul Selena. Itu menjadi kebiasaan baruku akhir - akhir ini, aku senang melakukannya meski tindakan itu ternyata menjadi awal bencana untukku...
Aku dan Selena yang kemarin sepakat untuk mencari keberadaan kak Jester di sekolah pun memutuskan untuk berkeliling sekolah, tapi sayangnya setelah lama berkeliling aku dan Selena tidak menemukannya. Selena pun mengejekku dan mengatakan jika waktu itu aku hanya berhalusinasi, jujur aku kesal dengan perkataan Selena tapi aku tidak mau patah arang karena aku yakin pangeranku benar nyata.
Ada tiga siswi yang menatap kami dengan begitu tajam, aku tidak mengerti mengapa mereka menatap kami seperti itu. Aku merasa kita tidak melakukan apa pun yang pantas untuk mendapatkan tatapan seperti itu, aku ingin menjawab pertanyaan mereka dengan ramah tapi tiba - tiba Selena menarik lenganku untuk pergi dari tempat itu.
"Hei!! aku bicara dengan kalian!!" bentak salah satu siswi itu kepada kami, namun Selena terus menarik lenganku dan seakan meminta aku untuk tidak menggubris mereka.
Salah satu dari siswi itu berlari lalu mendorongku dengan sangat keras sampai aku dan Selena terjatuh ke lantai, aku merintih kesakitan dan tiba - tiba kaki siswi itu menginjak kakiku dengan sangat keras. Teriakan kesakitanku seakan tidak mereka gubris sampai Selena yang berdiri dan mendorong siswi yang menginjak kakiku itu, namun siswi lainnya mendorong Selena hingga dia terjatuh lagi.
"Apa mau kalian?!" bentak Selena pada mereka
"Gak sopan! ketika kakak kelasmu bertanya, kamu harus diam ditempat dan menjawab pertanyaan kami!!" bentak salah satu dari mereka
"Natalie!!!" teriak seorang pria yang menarik perhatianku, Selena dan ketiga wanita yang menyakiti kami itu.
Aku mengenal suara itu dan perlahan aku menatap sumber suara, dugaanku benar... kak Justin datang menolongku dan Selena. Kak Justin berlari dan membantuku untuk berdiri, namun aku tidak mampu untuk berdiri karena rasa nyeri dari injakan salah satu dari mereka membuatku tidak tahan.
__ADS_1
"Ooh... teman Justin ya, pantas saja bau - bau kemiskinan begitu tercium darinya" ucap siswi bernama kak Natalie itu kepadaku dan Selena, dengan segera Selena berjalan mendekati kak Natalie.
"Aku dan dia dari keluarga Parker! jangan merendahkan kami!!" bentak Selena
"Siapa keluarga Parker, Ayara?" tanya kak Natalie kepada teman disebelahnya
"Direktur keuangan di perusahan orang tuamu" jawab kak Ayara, lalu kak Natalie pun tertawa terbahak - bahak sembari mendorong dahi Selena dengan keras.
"Ya ampun, aku dari keluarga Southgate. CEO keluargamu" dengan sombongnya kak Natalie saat mengatakannya, Selena pun terdiam seketika mendengar perkataan kak Natalie.
"Tapi bukankah keluarga Parker hanya punya satu anak, aku benarkan Coralia?" tanya kak Ayara pada kak Coralia, dengan segera tangan kak Coralia menyentuh layar handphone miliknya dan mencari sesuatu disana.
"Benar, nama anaknya Selena dan artinya di depanmu itu Selena" ucap kak Coralia, lalu serentak mereka semua menatapku.
"Kamu siapa?" tanya kak Coralia padaku
"Itu tidak penting, hentikan Natalie... mereka cuma tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa" timpal kak Justin
"Tunggu! aku ingat, aku melihatmu memeluk supir Selena tadi pagi!!" agak berteriak kak Ayana mengucapkannya, aku pun terkejut dengan ucapan kak Ayana saat itu.
Tatapan mataku langsung menatap mata kak Ayana, sedangkan mereka bertiga tersenyum sinis terkesan merendahkan ku. Aku bingung dan takut melihat tatapan mereka kepadaku, apalagi ketika aku melihat kak Natalie berjalan mendekatiku... tidak terasa tubuhku bergemetar.
"Cukup Natalie!! apa kamu ingin aku melapor pada Jester?!!" bentak kak Justin
Aku dan Selena terkejut dengan teriakan kak Justin saat itu, serentak kami menatap kak Justin yang saat itu terlihat begitu marah pada kak Natalie. Aku tidak tahu apa yang terjadi dan siapa sebenarnya kak Jester yang mampu membuat kak Natalie, kak Ayara dan kak Coralia terdiam, namun disisi lain... aku merasa lega jika pangeranku benar - benar.... nyata...
"Apa peduli Jester sama anak ini? dia tidak akan bereaksi apa pun saat aku mengganggunya, jangan merasa kamu dilindungi Jester lalu bisa berbuat seenaknya" timpal kak Natalie
"Aku yang akan menggantikan dia menjadi korbanmu!!" bentak kak Justin saat itu
"Tidak aku saja!! lepaskan dia!!!" timpal Selena juga dengan bentakan
__ADS_1
"Ahahaha... tenang saja, kalian semua akan jadi korbanku. Jadi nikmati saja prosesnya" ucap kak Natalie lalu berjalan melewati ku dan dengan sengaja nya menabrak bahuku cukup keras.