
Tatapan mata penuh kecurigaan dari kak Harry dan juga tatapan penuh kebencian dari kak Luke membuatku ketakutan untuk tetap berada di ruangan itu, perasaan penuh rasa bersalah yang menyelimuti ku semakin besar saat aku mengingat semua momen - momen kami. Mereka begitu berharap banyak padaku untuk dapat memberikan kebahagiaan kepada kak Jester sahabat mereka, namun yang aku lakukan hanyalah memberikan luka dalam yang sangat besar pada hatinya.
Aku dan Selena berjalan menuju salah satu sofa yang berhadapan dengan mereka, siap maupun tidak bagiku ini sudah tidak dapat lagi dihindari. Jikapun aku bisa menghindarinya, aku sudah membulatkan tekat untuk menghadapi semua rintangan untuk memenuhi impian terakhirku. Salah satunya tentu saja menghadapi mereka ini, kak Luke dan kak Harry... Aku siap untuk semua kemungkinan.
"Ceritakan lah, kami akan mencoba untuk mendengarkannya dan kami harap kamu jujur kali ini" ucap kak Harry ketika aku dan Selena sudah duduk di sofa tepat dihadapannya.
Aku menarik nafas dalam - dalam lalu menghembuskannya perlahan, aku mencoba untuk mencari celah dari kebohonganku yang akan aku ceritakan kepada mereka agar kebenaran tentang kondisi kesehatanku tidak dapat mereka ketahui. Ketenangan kak Harry membuatku sedikit khawatir, aku tahu dia adalah orang yang sangat teliti dan juga tidak mudah untuk dibohongi dan jelas berbeda dengan kak Luke. Tidak perlu aku jelaskan aku rasa mengapa dia berbeda :)
"Baik, aku akan ceritakan kenapa aku sempat menolaknya, kenapa aku menghilang setelahnya, kenapa aku hadir kembali dan terakhir tentang apa yang aku inginkan dari kehadiranku" ucapku bersiap untuk menceritakan kebohonganku... Lagi...
"Pertama... Kalian tentu tahu seberapa besar aku mencintainya kan?" tanyaku
"Sudahlah, itu hanya omong kosong" jawab kak Luke terdengar sedikit marah, aku tersenyum kepadanya.
"Tidak, itu bukan omong kosong. Itu benar - benar yang aku rasakan" timpal ku
"Berhenti berbohong!! Apa yang kamu laku..." belum selesai kak Luke berkata, aku memotongnya.
"Ada kalimat bijak mengatakan 'Jika kamu tidak bisa membahagiakan orang yang kamu cintai, lepaskan dia... Biarkan dia mencari kebahagiaannya dan jangan kamu kekang dia bersamamu', apa kalian pernah membacanya atau mungkin mendengarnya?" ucapku, perkataanku saat itu membuat mereka terdiam.
"Aku tidak bisa memberikannya kebahagiaan karena aku...." sejenak aku menggantung kalimatku, aku kembali mengatur nafasku sejenak karena entah mengapa aku tiba - tiba ingin menangis saat itu.
"Aku akan pergi ketempat yang jauh dan tidak akan bisa kembali lagi" ucapku meneruskan kalimat yang sempat aku gantung
"Alasan itu tidak masuk akal, kamu berpacaran dengan anak orang kaya di negara ini loh. Negara mana yang gak bisa dikunjungi Jester?" tanya kak Harry
"Itulah masalahnya... aku terlalu muda saat itu sampai aku tidak bisa berpikir sejauh itu, itulah kesalahan terbesarku saat masih muda..." jawabku penuh penyesalan, kami pun kembali terdiam dan saat itu aku merasa kebohonganku berhasil mempengaruhi mereka.
__ADS_1
"Kedua... Aku memutuskan untuk pergi dari kota ini menuju desa paling pelosok untuk menghindari kemungkinan kak Jester mencariku, aku mengurung diriku dan terus bersembunyi agar dia... Dapat menemukan kebahagiaannya..." ucapku memecah keheningan
"Apa maksudmu?" tanya kak Luke
"Aku yakin kak Jester berusaha untuk terus mencariku... Aku tidak akan mampu jika melihatnya menderita karena ku, dengan pergi jauh darinya setidaknya aku hanya akan dihantui rasa bersalahku padanya dan tidak bertatapan mata dengannya secara langsung" jawabku
"Dia memang mencari mu kemana - mana, kamu tidak akan pernah bisa membayangkan seberapa terpuruknya Jester saat itu" timpal kak Luke
"Maafkan aku untuk itu... Aku mengecewakan kalian" ucapku penuh rasa bersalah, hampir bersamaan saat itu kak Luke dan kak Harry menghela nafas mereka.
"Lalu kenapa kamu kembali hadir?" tanya kak Harry, aku terdiam sesaat setelah mendengar pertanyaan kak Harry.
Dalam hati aku juga bertanya pertanyaan yang sama dengannya, "Kenapa tiba - tiba aku memutuskan untuk memilih jalan ini? Kenapa tiba - tiba aku menginginkan bersama kak Jester sebelum aku meninggal?" pertanyaan itu muncul di dalam benakku sampai membuatku melamun, lamunan ini terhenti ketika tepukan ringan tangan Selena di pundak menyadarkan ku. Aku menoleh menatapnya yang terlihat begitu mengkhawatirkan aku, entah apa yang ada didalam benak Selena saat itu.
Perahan aku kembali menatap kak Luke dan kak Harry yang masih terdiam menunggu jawabanku, dari tatapan keduanya aku meyakini jika mereka masih sangat menaruh kecurigaan padaku. Mungkin apapun yang akan aku katakan pada mereka saat ini, semua akan percuma. Tapi mengingat mereka adalah halangan terakhirku untuk memenuhi semua mimpi terakhirku, maka aku harus berusaha sekuat tenaga untuk meyakinkan mereka meski diriku pun tiba - tiba dihantui keraguan.
"Kamu pikir kami akan percaya dengan jawabanmu?" timpal kak Luke dengan nada bicara yang meninggi
Sesuai dugaanku, jawaban bohong apapun tidak akan mampu membuat mereka merasa puas. Mungkin mereka tertipu dengan ceritaku tapi tidak dengan alasan mengapa aku kembali ke kehidupan kak Jester setelah sekian lama aku menghilang darinya, aku terpojok oleh pertanyaan kak Harry yang sebenarnya juga sudah aku tanyakan hal yang sama jauh - jauh hari sebelumnya pada diriku sendiri. "Kenapa baru sekarang? Kenapa tidak aku terus menghilang darinya? Kenapa aku harus kembali mengais impian - impianku yang telah lama aku kubur? kenapa?" aku tidak mampu untuk menjawabnya sampai...
"Menurutku apapun yang tejadi, Luna hanya ingin menyelesaikan hubungannya dengan kak Jester. Tidak perlu kita mencari tahu alasan kenapa dia kembali lagi setelah sekian lama, nyatanya Luna tidak pernah sedikitpun mengganggu kehidupan Naomi dan kak Jester. Apa lagi yang kalian inginkan dari Luna?" ucap Selena memecahkan lamunanku
Seketika itu aku tersadar tentang alasan kenapa aku melakukan ini di detik - detik terakhirku, begitu pula dengan pertanyaan kak Justin yang sempat dia tanyakan saat kami bertemu di kampus. Dia bertanya 'Kenapa kamu memilih jalan ini di detik - detik terakhirku?' dan saat itu aku hanya menjawabnya dengan jawaban 'aku tidak mau menjawabnya' tapi yang sebenarnya adalah... Aku tidak tahu apa yang harus aku jawab dari pertanyaan itu.
Tapi perkataan Selena menyadarkanku, tidak peduli apapun alasanku karena aku hanya ingin berada disisinya sampai akhir hidupku. Aku sudah membulatkan tekadku sebelumnya jika aku hanya ingin menyelesaikan semuanya bersama kak Jester sampai tidak akan ada lagi penyesalan diantara aku dengan dirinya. Aku hanya ingin menemaninya semampuku tanpa memikirkan siapa yang akan jadi pilihannya di akhir ceritaku nanti, aku akan menyerahkan pilihan itu kepada kak Jester.
"Tapi..." belum selesai kak Harry berkata, aku memotongnya
__ADS_1
"Saat aku mencoba untuk melakukan sesuatu didalam hidupku, aku selalu berpikir bagaimana kalau tidak berjalan sesuai harapan. Aku terlalu memikirkannya karena aku tidak ingin gagal, menyesalinya, atau apapun itu dan pikiran - pikiran itu selalu muncul di kepalaku" timpal ku, aku sejenak terdiam lalu aku menghela nafasku.
"... Aku benci diriku... Yang seperti itu" ucapku meneruskan kalimatku yang sebelumnya sempat aku gantung, lalu aku pun tersenyum menatap kak Harry dan kak Luke.
"Karena itu aku tidak ingin menjadi diriku yang dulu lagi, aku tidak ingin ragu - ragu lagi, aku tidak ingin berpikir berlebihan tentang apa, siapa, dimana, bagaimana, dan kapan... Aku hanya ingin hidup sesuai dengan apa yang aku inginkan agar tidak ada lagi penyesalan didalam hidupku" ucapku, saat itu aku melihat tatapan mata kak Luke dan kak Harry pun berubah padaku.
"Maaf aku sudah mengecewakan kalian, maaf aku sudah membuat sahabat kalian terluka, maaf aku sudah membuat kekacauan yang tidak perlu di hidup kalian dan maaf... Diriku yang dulu membuat kalian menderita, aku tidak ingin itu terulang dan izinkan aku untuk melakukan apapun yang aku inginkan kedepannya bersama kak Jester dan Naomi..." ucapku
"Haah... Aku jadi tidak bisa menilai mana yang benar dan salah kalau kamu sampai mengatakan seperti itu" timpal kak Luke
"Jujur saja aku tidak membayangkan pertemuan kita akan berakhir seperti ini, aku pikir kita akan saling balas kata - kata dengan penuh emosi" timpal kak Harry
"Aku juga... Berpikir seperti itu..." gumam Selena, namun gumaman itu sepertinya terdengar oleh kak Luke dan kak Harry yang membuat keduanya tiba - tiba terpancing emosi.
"Aku masih tidak terima kamu mau memisahkan Jester dengan Naomi pakai bantuan Camilla!!" serentak keduanya mengatakan hal yang sama
Setelahnya keduanya pun saling serang kata - kata, meski aku tidak paham apa yang terjadi diantara mereka bertiga namun dengan menyebut kata ingin memisahkan kak Jester dengan Naomi yang dilakukan oleh Selena dengan bantuan Camilla membuat aku sedikit paham kenapa kak Luke dan kak Harry semarah itu pada Selena. Tapi mereka harus tahu, Selena melakukan hal itu karena aku yang memintanya dan mengikatnya dengan janji diantara aku dengan Selena.
Aku tertawa mendengar Selena, kak Luke dan kak Harry bersitegang membahas kesalahan Selena, karena tawaku juga pada akhirnya mereka bertiga terdiam dan serentak menatapku dengan wajah keheranan.
"Apa yang kamu tertawakan?!" serentak kak Luke, kak Harry dan Selena mengatakannya
"Maaf maaf... Aku cuma tidak menyangka kalau kalian sudah seakrab ini" jawabku
"Kami sedang bertengkar, darimana kamu mengatakan kami ini akrab?!" kembali mereka serentak mengatakannya, aku hanya merespon mereka dengan sebuah gestur jari yang menunjukkan jika mereka kompak mengatakan sesuatu bersama - sama.
Mereka pun sibuk membantah, namun aku hanya menanggapinya dengan sebuah tawa. Sampai beberapa saat akhirnya kami pun memutuskan untuk melupakan semua masa lalu dan menatap kedepan tentang hubungan kami semua, meski ancaman dari kak Luke dan kak Harry tetap harus aku terima. Mereka tidak ingin aku dan Selena memisahkan kak Jester dari Naomi, dengan tegas aku mengatakan jika itu bukanlah tujuanku dan aku sudah berjanji kepada mereka jika aku hanya fokus pada impian terakhirku dan berharap mereka bisa menjadi bagian dari mimpi itu.
__ADS_1
Semua berjalan dengan baik meski kebohongan demi kebohongan sudah aku susun dengan rapih, tapi... Entah sampai kapan ini akan berlangsung, aku harap semua akan berjalan sesuai rencanaku.