
Aku melewati kompetisi dengan sangat baik, menjadi juara satu pada kompetisi hari ketiga dengan poin yang terpaut jauh dari Manda yang menjadi juara kedua dan Peter yang menjadi juara ke enam. Hari ini satu teman kami gugur dan tiga belas lainnya harus bersiap untuk mempersiapkan diri pada tantangan hari keempat, dihari itu peserta lain mulai menatapku dengan cara berbeda.
Mereka melihatku sebagai juara dan bukan lagi calon juara, teman - teman termasuk Peter dan Manda sangat terintimidasi dengan apa yang baru saja aku tampilkan dihadapan mereka. Aku menyanyikan lagu dari Mariah Carey dengan judul Emotions dengan sempurna, begitu pula dengan penilaian para juri yaitu Grece, Yohan dan tuan Jhonson.
Satu komentar Grece pada saat itu yang membuatku kepikiran hingga saat ini, ketika itu Grece berkata padaku tentang pemilihan lagu yang aku pilih untuk tampil dihari ketiga ini. Grece mengatakan jika sepertinya aku ingin segera menjadi juara dengan menampilkan lagu yang sulit untuk dibawakan dengan sempurna, namun aku berhasil. Ketika itu aku hanya tertawa menanggapi perkataan Grece, tapi setelah hari itu lewat... aku rasa Grece ada benarnya.
Sejak ayah mengatakan akan mengantarku menuju ibukota ketika kompetisi ini selesai, aku terlalu bersemangat untuk segera menyelesaikan kompetisi ini. Sepertinya sisi buruk ku kembali muncul dan mulai mengacau fokusku saat ini, rasa ingin segera mengakhiri kompetisi secepat mungkin sangat menggebu. Percayalah.... bahkan keinginanku sudah tidak ada pada kompetisi ini... itu yang membuatku mulai tidak.... bergairah.
Dua hari berlalu dan kini menjadi hari kompetisi ku yang keempat, aku sudah tidak memiliki semangat seperti sebelum - sebelumnya. Seperti biasa ketika itu ayah mengantarku ke gedung serba guna desa dan kami melihat rombongan penonton yang membeludak, namun rasa gugup sudah tidak ada didalam hatiku. Ayah mengkhawatirkan gairahku berkompetisi sampai mengatakan tentang tanggung jawab dan penyesalan, aku memahami maksud ayah saat itu yang ingin aku tetap fokus pada kompetisi ku.
Tapi kadang aku berpikir tentang aku yang sudah memiliki kontrak dengan Tamamo Grup, peserta lain juga sudah menganggap diriku tidak terkejar bahkan oleh Manda sekalipun, dan desa juga sudah mulai didatangi oleh para wisatawan... bukankah tujuanku sudah aku selesaikan semua?
Yaah... aku tahu jika kompetisi bahkan belum sampai pada per delapan final, masih ada per empat final dan terakhir final untuk menentukan tiga besar, tapi para kompetitor ku saja sudah menyerah untuk bersaing denganku. Aku hanya tinggal menunggu pengukuhan sebagai pemenang, tidak lebih dari itu...
Mungkin terdengar sombong... tapi aku tidak mengada - ada, pada hari keempat ketika aku membawakan lagu dari The Cranberries dengan judul Zombie... lagi dan lagi komentar positif dan sempurna aku dapatkan, aku kembali menjadi pemenang pada hari keempat kompetisi, meninggalkan poin Manda di posisi ke tiga dan Peter pada posisi kedua, dan satu orang gugur lagi pada hari itu.
Aku kembali melaju bahkan sampai pada per delapan final bersama Manda dan Peter dengan nilai yang semakin tidak terkejar oleh juara kedua, pada hari kedelapan kompetisi ada sedikit perubahan pada panggung acara kami. Semula yang dilaksanakan didalam gedung, kini Grece membangun panggung megah diluar gedung untuk menampung semua pengunjung yang semakin membeludak.
Sudah setengah perjalanan aku tempuh untuk mengukuhkan statusku sebagai pemenang kompetisi ini, tapi semakin hari aku semakin.... kehilangan gairahku, aku semakin tidak menikmati perjuangan ini karena setiap harinya aku mulai terganggu dengan keinginanku untuk segera ke ibukota. Aku orang dengan kepribadian yang buruk ya... :(
Hampa... iya, aku merasakan kehampaan dengan semuanya. Suara sorak sorai penonton tidak mampu untuk meningkatkan gairahku berkompetisi, yang ada aku selalu bertanya tentang apa yang terjadi padaku. Bukankah ini cita - citaku? apa yang terjadi? kenapa aku tidak bersemangat untuk menggapainya? kenapa terasa kosong dengan semua kemenangan ini? Aku tidak dapat menjawabnya...
__ADS_1
Mungkin semangat ini akan terasa kembali ketika aku mendekati final, namun itu tidak berubah ketika aku sudah sampai pada per empat final. Aku malah semakin merasakan kehampaan di hatiku....
Tiga besar pun dilaksanakan, ini menjadi hari ke tiga belas aku berkompetisi, dan tentang apa yang hatiku rasakan? masih sama, atau bahkan semakin hampa rasanya....
Perubahan terjadi kembali saat aku, Peter, dan Manda menjadi peserta yang masih bertahan untuk menentukan siapa pemenang diantara kami, kompetisi yang semula dilaksanakan pada pagi hari kini berubah menjadi diadakan pada malam hari, panggung pun semakin dibuat meriah dengan lampu - lampu sorot yang semakin beraneka ragam selayaknya panggung untuk para musisi ternama, dan penonton juga semakin tidak terbendung sampai kini tuan West harus membatasi penonton yang boleh masuk area panggung.
Pagi hari tepat sebelum pada malam harinya akan diadakan kompetisi terakhir, Grece, Yohan dan Aiko mendatangi rumahku....
"Selamat ya kamu sudah sampai final!!" seru Grece padaku begitu bersemangat, aku tersenyum menatapnya tanpa mengatakan apapun.
"Aku yang semula tidak yakin kamu bertahan, sekarang malah melihatmu sampai di final. Selamat ya Lunar" timpal Yohan
"Lunar semangat ya, walau diluar sana banyak yang bilang kamu bisa menang tanpa tampil tapi semua bisa berubah kalau kamu lengah" timpal Aiko
"Terima kasih" ucapku dengan senyuman
"hei hei Lunar, kamu akan membawakan lagu apa di kompetisi hari ini? kamu tahu, setiap kompetisi dimulai aku selalu penasaran dengan lagu yang akan kamu bawakan" dengan antusias Grece mengatakannya
"Aku akan membawakan lagu dari Adele when we were young, Whitney Houston i will love you dan yang terakhir Celine Dion All by myself, semoga kalian suka lagu - lagu itu" jawabku, seketika itu Grece, Yohan dan Aiko terlihat senang dengan pemilihan laguku.
"Aku yakin kamu akan menang saat membawakan ketiga lagu itu" ucap Yohan penuh keyakinan
__ADS_1
"Hei hei Lunar, boleh aku tanya sesuatu?" tanya Grece, aku memiringkan kepalaku sedikit dengan ekspresi heran.
"Apa itu?" tanyaku
"Kamu tahukan hanya kamu yang memakai nama panggung di kompetisi, boleh aku tahu kenapa kamu menggunakan nama panggung dan bukan nama aslimu?" tanya Grece padaku, aku seketika itu terdiam dan termenung memikirkan alasan aku menggunakan nama itu.
Seperti menguak kembali perjuangan untuk mengubur setiap kenangan dengan pangeranku, hatiku tiba - tiba terasa sesak. Dua tahun lebih bukan waktu yang singkat dan mudah untuk menjadi Lunar dengan kisah pilunya.
"Lunar.... kata lain dari moon yaitu bulan, aku mengibaratkan diriku memang seperti bulan... nampak indah ketika malam namun akan tenggelam ketika pagi telah menjelang, kenapa? karena Lunar tidak memiliki cahayanya sendiri... sepertiku..." jawabku, seketika itu senyuman Grece, Aiko dan Yohan hilang berganti dengan ekspresi khawatir dan mungkin itu karena nada bicaraku yang terdengar sedih.
"Bulan bisa menerangi bumi karena cahaya matahari yang dipantulkan oleh bulan, namun sayang aku sudah tidak bersama matahariku... kini aku hanyalah bulan sabit yang akan segera kehilangan keindahan bahkan ketika malam telah tiba..." ucapku lagi meneruskan kalimatku sebelumnya yang sempat aku gantung sejenak
"Lunar..." celetuk Grece ketika itu terdengar dia sangat mengkhawatirkan ku, aku tersenyum kepadanya dan aku katakan...
"Aku akan memanfaatkan sisa cahaya matahariku yang masih memantul padaku agar penduduk bumi bisa mengingat jika bulan sabit ini pernah menyinari mereka pada malam hari walau pada akhirnya aku tidak akan menyinari mereka lagi suatu saat nanti" ucapku lagi dengan senyuman
"Kemana.... sinar mataharimu itu? aku... gak mau kamu menghilang... aku akan bawa mataharimu untuk kembali dekat denganmu jika perlu..." tanya Grece terbata, aku tertawa kecil mendengar perkataan Grece saat itu.
"Kamu tidak akan bisa melakukannya, Grece. Aku sudah membuat matahariku padam dan tidak dapat lagi menyinari ku" jawabku dengan senyuman lagi
Entah apa yang dipikirkan Grece, Yohan dan Aiko saat itu tentang diriku karena seketika itu kami semua terdiam untuk beberapa saat, sebelum berpamitan untuk pulang ketika itu Grece memintaku untuk merubah lagu yang akan aku nyanyikan. Grece memintaku menyanyikan lagu dari Adele dengan judul All I Ask, Grece beralasan jika lagu itu akan sangat cocok untukku dan sebagai salh satu lagu yang tidak terlalu menonjolkan teknik bernyanyi.
__ADS_1
Memang sebelum - sebelumnya aku bernyanyi dengan teknik tinggi agar aku cepat memenangkan kompetisi, namun pada akhirnya aku tetap harus melewati semuanya satu per satu. Aku bilang pada Grece jika aku akan mempertimbangkannya, lalu mereka bertiga pun pamit untuk pulang.
All I Ask dari Adele... Aah, yaah... tentu saja lagu yang cocok untukku sesuai dengan apa yang aku katakan pada Grece, aku mulai mendengarkan lagu itu dari sebuah flashdisk milik ayah... entah kenapa... aku meneteskan air mataku ketika mendengarkan lagu itu...