
Setelah pulang sekolah ketika kami sudah sampai di rumah keluarga Parker, Selena mencerca ku dengan berbagai pertanyaan ketika kami sudah berada dalam kamarnya. Dia tidak memberiku sedetik pun untuk menenangkan hati dan pikiran, setelah apa yang diperbuat oleh kak Luke dan kak Harry siang tadi... aku juga sama paniknya denganmu Selena!
"Luna!! apa itu benar? kamu sudah berpacaran dengannya?!! kapan?! apa sewaktu kamu dibawa dua orang kakak kelas aneh itu?!! Luna~! ceritakan padaku!! Lagi pula sejak kapan kamu berteman dengan dua kakak kelas kita itu? aku bahkan tidak tahu dan aku sendiri hanya memiliki kamu sebagai temanku disekolah" tanya Selena, aku pun mendadak capek dengan pertanyaan - pertanyaan itu.
"Selena~ beri aku waktu menata hatiku" pintaku padanya, lalu mulai lah wajah kesal Selena dia tunjukkan di depanku.
Selena yang seperti itu, mana mungkin aku bisa menolak setiap permintaannya. Selena satu - satunya sahabat terbaikku, bersamanya aku bahkan seperti saudara kembar. Tentu saja aku sangat menyayangi Selena karena dia begitu setia menjadi sahabatku selama ini.
"Iya iya... aku belum resmi berpacaran dengannya, itu cuma ide dari kak Luke dan kak Harry tapi aku tidak tahu apa maksudnya. Lain - lainnya aku masih tidak tahu apa yang bisa aku katakan padamu" ucapku untuk memenuhi rasa penasarannya
"Oooh jadi nama mereka Luke dan Harry! Mungkin ada hubungannya dengan tiga wanita brengsek itu!" terdengar marah Selena mengucapkannya, aku tersenyum menatap matanya.
"Mungkin~" jawabku singkat
"Lalu apa kamu tahu siapa sebenarnya kak Jester itu?" tanya Selena, wajahnya seakan menunjukkan keraguan tentang hubungan yang sedang aku dan kak Jester bangun. Aku menggelengkan kepala untuk merespon pertanyaannya, seketika Selena berwajah sedih sembari menghela nafasnya.
"Kenapa?" tanyaku penasaran
"Tadi kamu cerita tentang alasan kenapa kak Natalie gak berani sama kak Jester kan? sebenarnya alasannya karena nama keluarga kak Jester, keluarga Gates itu mengerikan" jawabnya seakan sedang menakut - nakuti ku, aku pun termenung menatap wajah Selena yang begitu serius.
Tangannya menyentuh layar handphone miliknya dan mencari sesuatu dilayar itu, tidak lama dia menunjukkan berbagai artikel tentang keluarga Gates beserta seluruh konspirasi - konspirasinya. Aku membacanya dengan begitu seksama dan aku melihat nama keluarga Scott disebut dalam artikel itu, mendadak aku pun teringat Naomi yang juga berasal dari keluarga Scott.
"Benarkah... ini?" tanyaku ragu dengan kebenaran seluruh artikel yang dikatakan Selena
"Jika tidak benar, kenapa artikel itu bisa terbit? yah meski tidak semua media yang memberitakannya, hanya saja bukankah seharusnya kita sedikit lebih waspada kepadanya?" ucap Selena berusaha meyakinkanku, perlahan tanganku mengembalikan handphone milik Selena.
__ADS_1
"Apa... dia akan berbuat buruk padaku?" tanyaku
"Aku tidak tahu, aku belum pernah tahu tentang keluarganya..." jawab Selena ragu
Sepanjang sisa hari aku terus kepikiran tentang hal itu, keluarga Southgate saja sudah membuatku merinding ketakutan... sekarang aku harus suka pada salah satu dari keluarga yang kedudukannya diatas kak Natalie? ya ampun... aku tidak bisa membayangkannya, apa aku lebih baik mundur saja?
Pertanyaan itu menghantuiku sepanjang waktu hingga keesokan harinya, tepat ketika jam istirahat sekolah aku segera memutuskan untuk kabur dari kelas menghindari kak Jester, kak Luke, dan kak Harry datang menjemput ku. Sebelum berlari keluar, aku sempat memberikan pesan pada Selena jika aku akan menunggunya di taman dekat lapangan badminton.
Aku memilih tempat itu karena hanya disana tempat sepi sepanjang jam istirahat sepanjang aku bersekolah di SMA ini dan aku.... menyesali hal itu....
Tepat di taman itu ternyata kak Natalie bersama empat orang siswa berbadan tegap menyeret ku masuk hingga ke ruangan tempat tangga darurat berada, aku di dorong hingga menabrak tembok dengan sangat keras. Seketika pandanganku kabur, aku pikir aku akan pingsan saat itu namun ternyata aku lebih kuat dari bayanganku...
"Beraninya kamu merebut Jester dariku?!" bentak kak Natalie kepadaku, dengan keras dia menamparku hingga membuat pandanganku semakin kabur.
Aku pikir kalimat kak Luke kemarin dikelas adalah hari dimana aku akan aman untuk seterusnya, ternyata aku salah. Kak Natalie tidak pernah memberiku kesempatan untuk bersekolah dengan tenang. Aku yang dalam kondisi sakit mendapatkan tamparan sekeras itu tentu saja adalah hal yang buruk. Aku merasakan darah yang mengalir dari hidungku.... "Habis sudah aku...." ucapku dalam hati...
Gelap... gelap sekali pandanganku... apa aku sebenarnya pingsan? tapi suara tawa mereka terdengar jelas di telingaku, apa aku akan mati hari ini? aku tidak mau... aku masih punya impianku... jangan renggut impianku....
"Maa...maaf... kak Natalie... maafkan aku..." gumamku berusaha meminta belas kasihnya
Namun yang aku dapati ada kakinya menginjak kepalaku dan menekannya di lantai, kali ini aku pun batuk dengan darah yang keluar dari mulutku. Aku dengar suara tawa empat pria ini malah semakin keras... kejam, kejam sekali kalian...
"Maaf katamu? apa jaminan kamu gak akan dekati Jester lagi ******?!!" bentak kak Natalie padaku
Aku sudah tidak mampu lagi berkata... tubuhku terasa begitu nyeri dan darah juga tidak kunjung berhenti keluar dari hidungku, aku jatuh pada titik pasrah... jika memang inilah akhirnya... Ya sudahlah...
__ADS_1
Ketika itu ada dua orang yang menarik ku untuk memposisikan tubuhku duduk bersimpuh, salah satu pria membereskan darahku yang menempel di wajah, lalu mungkin karena sulit untuk dihilangkan... seseorang menyiramkan air padaku hingga membuatku basah kuyup.
Setelah itu dua orang lainnya kembali mencoba untuk menghilangkan bekas darah di wajahku dengan sangat kasar, setelah itu mereka menyandarkan tubuhku ditembok dengan kondisi masih terduduk.
Seseorang diantara mereka menarik bajuku dengan sangat keras hingga kancing - kancing bajuku terbuka semua, ingin aku menutupinya dengan tanganku namun... tanganku sudah tidak mampu aku gerakkan. Suara tawa semakin keras terdengar, bahkan sekarang suara tawa kak Natalie terdengar di telingaku.
"Pinjam handphonemu! aku harus foto dia!" bentak kak Natalie entah pada siapa, ketika itu otakku langsung bekerja kembali dan aku begitu panik aku akan difoto dalam keadaan seperti itu.
"Kak... maafkan aku... to...long.." ucapku memelas, namun mereka hanya tertawa dan beberapa lampu blitz terasa menyambar mataku yang saat itu terasa gelap.
Seketika aku berkata dalam hati... "Habis aku..."
Jangan berharap aku bisa melawan, tentu saja aku tidak akan bisa... Memang tidak bisa berharap lebih pada gadis berpenyakitan sepertiku. Pasrah, saat itu aku hanya bisa pasrah akan apa yang terjadi padaku.
"Natalie!!!!!" teriakan seorang pria terdengar begitu marah bersamaan dengan suara pintu terbuka
"Siapa? siapa itu? apa aku akan diselamatkan?" ucapku dalam hati dan seketika air mataku menetes dengan sangat deras
"Aaah Jester~ ii...ini tidak seperti yang kamu pikirkan~" terdengar kak Natalie membantahnya
Lalu setelahnya... aku tidak terlalu mengingatnya, aku hanya menangis dan meringkuk bersandar pada tembok di belakangku. Telingaku terdengar bunyi 'Ngiiiiing' yang memenuhi semua indra pendengarku... yang aku ingat setelah itu adalah pelukan hangat dengan sebuah jaket yang menutupi tubuhku... begitu hangat deru nafas seseorang di kepalaku... tangannya juga begitu besar dan hangat mengelus rambutku...
"Gapapa, udah aman... disini sudah tidak akan ada yang berani membully kamu, menyakitimu, membodoh - bodohi kamu. Aku akan melindungi mu, akan selalu di sisimu... Karena itu untuk saat ini tenanglah dan tidur dengan nyenyak dalam pelukanku" suara kak Jester terdengar begitu hangat di telingaku
Suara bising yang terdengar di telingaku pun perlahan menghilang, tatapan mataku yang kabur pun semakin membaik dan ku dapati kepalaku berada di bahu kak Jester yang memelukku bersamaan dengan pemandangan kak Luke yang menghajar salah satu siswa itu. Nafas kak Luke begitu menggebu - gebu sampai menggema di ruangan itu, sedangkan kak Natalie... menangis ketakutan dipojok ruangan...
__ADS_1
Setelahnya... aku pingsan dalam pelukan kak Jester....