Aku Pinjam Dia : Diary Luna

Aku Pinjam Dia : Diary Luna
Season 3 : Episode 27


__ADS_3

Aku tidak tahu apa yang terjadi diluar sana, suara samar - samar dari nyonya Marrie dan ibu Naomi terdengar masuk kedalam kamar. Tapi yang aneh saat itu aku juga mendengar suara kak Luke dan kak Harry yang menyapa nyonya Marrie, entah benar atau tidak. Aku dan Selena duduk di pinggir kasur menunggu perintah selanjutnya dari Naomi maupun kak Jester, sebisa mungkin aku tidak menarik perhatian mereka dan tidak membuat kebisingan apapun.


Cukup lama aku diam di kamar ini bersama Selena sampai tiba - tiba aku mendengar ganggang pintu berbunyi tanda seseorang sedang membuka pintu, aku berharap semua selesai dengan baik tapi harapan itu sirna seketika saat aku menatap wajah Naomi yang muncul dari balik pintu.


Naomi terlihat begitu ketakutan dan tegang seakan dia baru saja melihat hantu yang menyeramkan, tidak hanya itu... Keringat yang keluar dari dahi Naomi semakin mempertegas jika semua berjalan sangat buruk, keberadaan ku disini sepertinya sudah diketahui oleh nyonya Marrie dan juga ibu Naomi.


"Naomi, apa nyonya Scott tahu kami disini?" tanya Selena dengan nada suara yang sedikit bergetar, mendengar suara Selena yang bergetar itu sampai membuatku menoleh menatapnya.


"I... Iya.. Ibu dan mama tahu kalian disini dari mobilmu, Selena" jawab Naomi terbata, aku kembali menolehkan kepalaku menatap Naomi.


Sungguh cerobohnya kami melupakan mobil Selena yang terparkir di garasi rumah ini, tentu saja keberadaan kami akan langsung ketahuan oleh siapapun yang datang berkunjung. "Apa ini akan berakhir seperti ini? Apa yang akan nyonya Marrie lakukan pada kami? aah tidak tidak... Ini bukan tentang nyonya Marrie, ini tentang.. Ibu Naomi" ucapku dalam hati.


Tentu saja ibu Naomi yang seharusnya membuatku khawatir, bukan karena aku mengabaikan kesalahanku pada kak Jester yang tentu saja akan membuat nyonya Marrie marah besar padaku... Tapi karena aku melihat seberapa paniknya Naomi dan juga Selena saat mengetahui ada ibu Naomi yang datang bersama nyonya Marrie kemari.


"A.. Apa... Semua akan baik - baik saja?" celetukku ketika Naomi dan Selena hanya terdiam saling tatap, keduanya menoleh padaku lalu serentak menggelengkan kepala mereka.


"La.. lalu, apa yang bisa aku lakukan?" tanyaku lagi


"Pertama nyonya Gates pasti marah besar padamu atas apa yang sudah kamu perbuat pada anak semata wayangnya" jawab Selena


"Ini tentang ibuku juga aku rasa, kalau sampai mama mengatakan kamu adalah mantan kekasihnya.... Aku tidak tahu apa yang akan ibu katakan padaku dan juga padamu" timpal Naomi


"Itu yang baru saja mau aku katakan... Kemarahan nyonya Marrie masih tidak ada apa - apanya dibanding tatapan nyonya Scott..." ucap Selena yang sedikit terbata


"Mama dan ibu meminta kalian untuk menemui mereka diruang keluarga..." ucap Naomi


Perkataan Naomi membuatku susah untuk menelan ludah, aku begitu ketakutan saat itu namun aku tidak punya pilihan lain selain menjawab panggilan mereka. Aku menganggukkan kepala tanda aku setuju untuk menemui nyonya Marrie dan juga ibu Naomi... Aah tidak maksudku nyonya Scott...


Aku dan Selena berjalan dibelakang Naomi menuju ruang keluarga, tepat didepan pintu masuk kedalam ruang keluarga itu aku melihat kak Luke dan kak Harry berdiri disana sembari menatapku dengan sangat tajam. Sangat terasa seberapa bencinya mereka padaku dari cara mereka menatapku, aku pun pada akhirnya hanya bisa menundukkan kepalaku sambil terus berjalan mengikuti Naomi.


Aku melewati kak Luke dan kak Harry untuk masuk kedalam ruang keluarga, ketika sudah berada disana aku tetap saja tidak berani untuk mengangkat kepalaku untuk menatap wajah nyonya Marrie dan nyonya Scott. Tiba - tiba Selena menarik bahu kananku untuk membungkuk dihadapan mereka, aku mengerti kode dari Selena dan tanpa berkata apapun aku langsung membungkukkan badanku untuk memberi hormat pada keduanya.

__ADS_1


"Selamat pagi nyonya Scott... Nyonya Gates..." sapa Selena terdengar begitu sopan, sedangkan aku hanya bisa diam dan terus membungkuk dengan tubuh bergetar


"Pagi Selena, lama tidak bertemu. Dia temanmu?" tanya nyonya Scott, suaranya terdengar lembut sampai - sampai membuatku sedikit tenang saat itu.


"Di.. Dia temanku bu!!" timpal Naomi tiba - tiba


"Naomi, sopan kah seperti itu?!" agak dengan bentakan nyonya Scott mengatakannya


Langsung sirna suasana tenang yang sempat aku rasakan sesaat setelah mendengar suara nyonya Scott yang memarahi Naomi, tubuh ringkih ini kembali bergetar ketakutan. Seketika itu aku teringat kata Selena yang mengatakan jika tatapan mata nyonya Scott lebih menakutkan daripada kemarahan nyonya Marrie, "Naomi... Ibumu sebenarnya seperti apa?" tanyaku dalam hati, aku penasaran untuk melihat wajahnya namun rasa takut ini terlalu menguasai hatiku.


"Naoko... Ayoolah, tidak perlu sampai seperti itu. Anakmu gemetaran loh" timpal nyonya Marrie terdengar tenang dan juga terkesan mengajak nyonya Scott untuk bercanda.


Aku tidak tahu apa yang terjadi setelahnya, namun sepertinya apa yang diucapkan nyonya Marrie berhasil membuat nyonya Scott menjadi lebih tenang. Ditengah suasana yang sedikit lebih tenang itu, aku mencoba mencari tahu apa yang mungkin bisa aku lakukan agar tidak menambah runyam suasana.


"Ma... maaf... Aku ti... Tidak ingin mengganggu... Aku cuma... Ingin berteman dengan Naomi.." terbata aku mengatakannya, tubuhku semakin bergetar ketakutan.


Tidak lama terdengar suara langkah kaki yang mendekatiku, dalam keadaan membungkuk itu aku tidak tahu siapa yang mendekatiku sampai sebuah tangan menggenggam kedua bahuku untuk mengangkat badanku untuk menatap wajahnya. "Nyonya Marrie..." gumamku, entah itu sebuah gumaman atau hanya ucapan didalam pikiranku. Aku begitu ketakutan saat mata kami bertemu, mungkin nyonya Marrie akan segera menamparku.


"Lama tida bertemu Luna, tidak usah takut seperti itu... Tidak apa - apa kok" timpal nyonya Marrie dengan senyuman


Seketika tubuh ringkih ini berhenti bergetar, senyuman nyonya Marrie saat itu membuat hatiku tenang. Entah apa yang nyonya Marrie pikirkan setelah semua yang terjadi diantara aku dengan kak Jester yang menjadi anak semata wayang nyonya Marrie, yang aku tahu hanya seakan nyonya Marrie ingin mengatakan jika semua baik - baik saja.


Perlahan kedua genggaman tangan nyonya Marrie di bahuku terlepas, dia berputar untuk menatap nyonya Scott, kak Jester dan Naomi yang berdiri bersebelahan di depanku. Aku melihat wajah kak Jester terlihat lega, Naomi yang masih tegang, dan juga tatapan mata nyonya Scott yang begitu.... Tajam... "Inikah ibu Naomi? Apa Naomi selama ini selalu melihat tatapan seperti ini?" tanyaku dalam hati, melihat ketakutan Naomi sepanjang ada nyonya Scott membuatku merasa jika aku bodoh masih bertanya seperti itu.


"Naoko, yuks berangkat. Aku sudah tidak sabar!!" terdengar antusias nyonya Marrie saat mengatakannya


Seketika itu tatapan mata tajam nyonya Scott pun menghilang, dia menutup matanya sembari menarik nafas dalam - dalam lalu menghembuskannya perlahan. Nyonya Scott pun mengangguk, sepertinya mereka sudah merencanakan sesuatu setelah ini.


Saat melihat nyonya Scott mengangguk, nyonya Marrie kembali berbalik untuk menatap kak Luke dan kak Harry yang sepertinya masih diam berdiri di belakangku dan Selena dekat pintu masuk ruang ini. Nyonya Marrie menunjuk keduanya dengan tangan kanan, senyumnya masih terlihat dari garis bibirnya dan nampak sekali jika dia begitu bersemangat.


"Luke!! Harry!!!" agak berteriak nyonya Marrie saat mengatakannya, dia benar - benar sangat bersemangat pagi ini.

__ADS_1


"Siap nyonya Marrie!!" jawab kak Luke dan kak Harry bersamaan, mereka terdengar seperti prajurit yang siap menerima perintah dari atasannya.


"Kalian disini saja, Jester dan Naomi tidak akan lama kok. Ok?" perintah nyonya Marrie kepada mereka, tanpa mengatakan apapun sepertinya nyonya Marrie sudah mendapatkan jawaban dari kak Luke dan kak Harry yang berada di belakangku.


Tiba - tiba nyonya Marrie mengangkat tangannya dengan penuh semangat sembari mengatakan...


"Ayooo pergi!!" ajak nyonya Marrie yang begitu bersemangat


Tidak butuh waktu lama setelah mengucapkan kalimat ajakan itu, nyonya Marrie pun sedikit berlari untuk keluar dari ruang keluarga. Hampir bersamaan aku melihat nyonya Scott berjalan mendekatiku untuk segera keluar dari ruangan ini menyusul nyonya Marrie, kami sempat bertatapan mata saat itu sampai aku menundukkan kepalaku sesaat setelah mata kami bertemu. Kak Jester dan Naomi pun berjalan melewati ku dan Selena tanpa berkata apapun, tapi ketika itu aku mendengar samar - samar saat kak Jester seperti memberi pesan pada kak Luke dan kak Harry yang ada di belakangku.


Tidak lama kak Jester terdengar berlari menuju pintu keluar rumah, sesaat setelah itu aku mendengar suara pintu utama rumah yang tertutup. Untuk beberapa saat aku dan Selena masih saja terdiam di posisi kami, entah apa yang dipikirkan Selena sampai membuatnya masih membatu... Tapi berbeda denganku, aku memikirkan masalahku yang masih tersisa dengan kak Luke dan kak Harry.


Belum juga selesai aku dengan semua pemikiranku, tiba - tiba aku mendengar suara langkah kaki yang mendekatiku dari belakang. Aku mengangkat kepalaku dan bersamaan dengan itu aku melihat kak Harry berjalan menuju sebuah sofa yang berada di hadapanku, dengan santainya kak Harry duduk di sofa itu lalu menatapku dengan tatapan penuh rasa curiga.


"Hei Luke! Mau sampai kapan kamu berdiri disana?" tanya kak Harry pada kak Luke, pertanyaan itu sekaligus memecahkan keheningan yang sempat terjadi diantara kami.


"Aah iya, ngapain juga ku berdiri terus" jawab kak Luke sembari berjalan mendekati kak Harry lalu duduk bersebelahan dengannya, sedangkan aku dan Selena masih saja berdiri ditempat kami sambil terus menatap kak Luke dan kak Harry.


Tidak lama setelah itu Selena berbalik sembari menarik tangan kananku untuk mengajakku keluar dari ruangan ini, belum juga ada dua langkah kami berjalan... Kak Luke berkata...


"Mau kemana? Kami datang kesini khusus untuk menemui kalian, tahu?!" bentak kak Luke yang terdengar begitu menekan, Selena pun berbalik lalu berkata...


"Kalau kamu mau menekan Luna, aku tidak akan tinggal diam!!" bentak Selena, namun bentakan Selena hanya membuat kak Luke dan kak Harry tertawa.


"Akan tertekan atau tidak, itu tergantung dari jawaban kalian sendiri. Kami disini cuma ingin tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi" ucap kak Luke dengan sedikit suara tawa yang terdengar mengejek kami, aku pun berbalik untuk menatap keduanya.


"Tidak apa, kita lebih baik segera selesaikan ini" celetukku pada Selena untuk membuatnya lebih tenang, namun sepertinya Selena masih tidak tenang mendengar perkataanku.


"Tidak boleh sebelum kak Jester hadir ditengah kita!! Mereka ini tidak seperti yang kamu pikirkan! Mereka akan menekan mu..." belum selesai Selena berkata, aku pun memotongnya karena aku tahu apa yang akan Selena katakan tentang keduanya.


"Tenang aja, aku sudah persiapkan hati untuk ini" ucapku sembari tersenyum kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2