
Aku bersama Selena dan Naomi duduk bersebelahan ketika kelas sudah dimulai, saat itu aku duduk diantara Naomi dan Selena. Aku merasakan jika ada hal yang sulit untuk aku jelaskan dalam kata - kata, karena aku merasa ada sesuatu yang sangat panas diantara Naomi dan Selena. Sepertinya hubungan mereka benar - benar telah hancur, entah apa yang pernah terjadi diantara mereka berdua.
"Eemm... Naomi, sudah berapa lama kamu berpacaran sama kak Jester?" tanyaku sedikit berbisik ketika itu
"Sudah lama, aku..." belum selesai Naomi menjawab, Selena memotongnya.
"Lama? jangan bercanda, kamu kan pacar bohongan kak Jester dari awal. Apa pacar bohongan juga kamu hitung?" timpal Selena ketus
"Itu lebih baik daripada berharap bisa jadi pacar tapi nyatanya gak dilirik sedikitpun" jawab Naomi
"Itu kan gara - gara kamu bilang mau kasih dia padaku!!" dengan bentakan Selena mengatakannya
"Aku memang sudah membiarkan kamu bersama dia, salahku apa kalau ternyata dia tidak suka padamu!!" dengan bentakan Naomi mengucapkannya, aku pun segera mencoba untuk menenangkan keduanya.
"Aoi!! Selena!! ini ditengah pelajaran!!" bentak dosen yang sedang mengajar saat itu, seketika Naomi dan Selena pun terdiam.
"Hei... tenanglah, tidak bisakah kalian berdamai?" tanyaku
"Berdamai dengannya? cih, gak sudi aku" jawab Selena
"Apa lagi aku, memang sejak awal aku tidak mau berteman denganmu" timpal Naomi
"Itu bukan keinginanku untuk berteman denganmu, tahu?!!" bentak Selena lagi
"Aku gak peduli siapa yang memintamu, nyatanya kamu yang minta damai duluan!!" bentak balik Naomi
"Kalian berdua, keluar!!!" bentak dosen kepada kami
"Dia yang memulai pak!!" seru Naomi dan Selena bersamaan, seketika itu keduanya saling menatap karena kaget.
"Jangan menirukan ucapanku!!" bentak keduanya juga nyaris bersamaan
"Aku tidak peduli, keluar kalian berdua!!!" bentak dosen begitu marah pada Naomi dan Selena
"Hah?! jangan pak, aku kan butuh materi untuk ujian nanti~!" keduanya masih mengatakan hal yang sama, aku tertawa kecil kali ini melihat kekompakan mereka.
"Aku tidak peduli, keluar kalian!!" bentak dosen itu begitu marah
Naomi dan Selena membereskan barang - barang mereka di meja lalu bersiap untuk keluar kelas, aku bingung apa yang harus aku lakukan dikelas yang sebenarnya tidak harus aku ikuti. Namun karena Naomi dan Selena mengatakan jika mereka butuh materi pelajaran hari ini, aku berinisiatif untuk menulis semua perkataan dosen semampuku dan berharap tulisanku ini berguna untuk Naomi dan Selena.
Enam puluh menit berlalu aku keluar kelas bersama mahasiswa dan mahasiswi lainnya, Didepan kelas aku melihat Naomi dan Selena menungguku. Aku tersenyum melihat mereka duduk ditempat yang sama dalam waktu yang cukup lama tanpa keributan apapun, "Sepertinya memang aku biang keributannya" gumamku
"Hai... nunggu lama ya?" tanyaku pada mereka, keduanya menatapku serentak.
"Lumayan" jawab keduanya bersamaan, seketika itu Naomi dan Selena mengalihkan pandangan mereka untuk menatap satu sama lain.
__ADS_1
"Berhenti meniru apa yang aku katakan!!" bentak keduanya
Aku benar - benar biang masalah bagi keduanya... :(
"Cukup!! cukup, oke. Selena, aku mohon kamu jangan katakan apapun saat aku dan Naomi sedang bicara" ucapku dengan sedikit bentakan, seketika itu keduanya terdiam dan Selena membuang muka untuk menghindari bertatapan mata denganku.
"Kamu ada urusan apa sama aku? aku tidak punya banyak waktu, disaat jam kosong seperti ini, Jester pasti mencariku" ucap Naomi
"Aku ada permintaan untukmu, semua untuk menyembuhkan luka di hati kak Jester untuk selamanya. Aku harap kamu mengerti apa yang aku katakan" jawabku, Naomi seperti kaget ketika mendengar perkataanku.
Entah apa yang sudah kak Jester dan Naomi bicarakan berdua, tapi sepertinya kak Jester sudah menceritakan semua tentang apa yang terjadi diantara aku dan kak Jester. Sejenak Naomi terdiam dan seperti berpikir keras, aku hanya bisa diam dan berharap Naomi mau menerima permintaanku.
"Luka di hati Jester.... sangat dalam, kamu tahu?" sedikit bergumam saat itu Naomi mengatakannya
"Aku tahu... perbuatanku pasti akan melukainya, entah apa yang dia katakan padamu tapi.... aku tahu aku pantas untuk dibenci olehnya" jawabku
"Dia sengaja untuk melupakan keberadaan mu dari pikiran dan hatinya, semua untuk membohongi diri agar dia tidak terpuruk dalam rasa sakit hatinya. Kehadiranmu membuatnya.... kembali terpuruk" ucap Naomi
"Aku tahu... kejadian di mall saat itu sudah membuatku sadar kalau kak Jester benar - benar menghapus ku dari ingatannya" timpal ku
"Kamu gak paham apa yang sebenarnya ingin aku sampaikan padamu?" tanya Naomi sedikit menekan ku, aku tersenyum ketika itu.
"Aku paham... kamu ingin mengatakan jika apapun yang aku lakukan akan sia - sia bagi kak Jester, tapi aku ada rencana agar aku bisa menyembuhkan luka itu" jawabku, Naomi termenung menatapku.
"Naomi... aku tidak ingin merebutnya darimu, tidak ada sedikitpun niatku untuk membuat kak Jester berpaling padaku. Bukan itu yang ingin aku lakukan, percaya padaku" ucapku
"Aku... ingin berada disisi kak Jester untuk beberapa waktu yang tidak lama, aku ingin menyembuhkan luka itu agar kak Jester bisa hidup dalam kedamaian tanpa penyesalan. Apa kamu ingin kak Jester terus menerus hidup dihantui rasa sakit hatinya itu? ada hal yang harus aku selesaikan bersamanya" jawabku, Naomi seketika itu mengernyitkan dahinya.
"Kamu bodoh? aku tidak mungkin membiarkan kalian bersama meski itu hanya sebentar, aku tidak akan membiarkan..." belum selesai Naomi berkata, aku memotongnya agar Naomi tidak salah paham denganku.
"Aku dan kak Jester tidak akan pernah bisa bersatu apapun yang terjadi, aku hanya ingin memastikan masa lalu kami telah selesai dan membuat kak Jester bisa mencintaimu tanpa terbentur masa lalu yang mungkin bisa terbuka kapan saja dan mengganggu hubungan kalian berdua" timpal ku, seketika itu Naomi terdiam dan kembali terlihat sedang berpikir.
"Sepertinya... tidak enak bicara disini karena aku takut Jester lewat sini, ayo cari tempat lain" ajak Naomi
Aku setuju untuk pindah tempat, kami bertiga berjalan menyusuri koridor kampus hingga sampai kesebuah taman yang lumayan jauh dari tempat kami semula. Disana aku melihat kursi taman untuk empat orang, kami duduk saling berhadapan satu sama lain. Sejenak kami masih saling terdiam, Naomi sepertinya sedang berpikir apa yang terbaik untuk menjawabnya permintaanku padanya.
"Lalu apa rencanamu?" tanya Naomi memecah keheningan diantara kami, dia menatapku dengan sangat tajam dan terasa sekali jika Naomi mewaspadai ku.
"Masih tetap seperti diawal, aku cuma ingin kembali disisi kak Jester" jawabku dengan senyuman.
"Dia sangat membencimu" timpal Naomi
"Aku tahu, tapi jika seperti ini terus tidak akan ada kemajuan sama sekali. Jadi aku akan memaksakan diri untuk dekat dengannya" ucapku dengan helaan nafas, kata - kata Naomi membuatku sedih ketika mendengarnya.
"Semua demi kak Jester, aku harap kamu mau mengerti Naomi" celetuk Selena tiba - tiba ditengah keheningan diantara aku dan Naomi
__ADS_1
"Aku tahu, aku sangat mengerti... tapi aku butuh kejelasan, kenapa?" tanya Naomi agak menekan
Aku berdiri dari dudukku, berjalan mendekatinya, lalu duduk berlutut tepat dihadapan Naomi. Ketika itu ekspresi wajah Naomi terlihat kaget melihat apa yang aku lakukan, aku tersenyum padanya lalu ku genggam kedua tangannya dengan erat.
"Jika saatnya tiba... kamu akan tahu kenapa, saat ini aku hanya ingin kamu percaya padaku dan membantuku" pintaku penuh harap, Naomi menghela nafasnya lalu menatapku tajam.
"Baik, aku akan bantu kamu. Tapi aku punya syarat yang harus kamu penuhi" suara Naomi terdengar begitu menekan ku, aku menganggukkan kepalaku untuk menyetujui persyaratannya.
"Jangan sampai Jester tahu aku terlibat, bagaimana pun Jester sangat mempercayaiku saat ini. Lalu Selena, aku harap kamu tidak melakukan kebodohan apapun lagi seperti saat bersama Camilla" tegas Naomi mengatakan syaratnya itu padaku, aku mengangguk lalu menatap Selena untuk memaksanya menerima permintaan Naomi.
"Iya, aku tidak akan melakukan apapun" jawab Selena, aku tertawa kecil lalu kembali menatap Naomi.
"Sepakat?" tanyaku padanya, meski terlihat berat hati namun pada akhirnya Naomi menganggukkan kepalanya untuk menunjukkan kami telah sepakat.
"Terima kasih, Naomi" ucapku
Kami pun berpisah ditempat itu karena Selena dan Naomi memiliki kelas berbeda, kini hanya ada aku dan Selena di taman itu. Aku tersenyum senang karena Naomi mau menerima permintaan egoisku meski kami baru saling kenal, dugaanku benar jika Naomi adalah orang baik.
"Naomi... orang yang baik kan, Selena?" tanyaku dengan menyindirnya
"Iya... iya... dia baik aku jahat!" jawab Selena terdengar marah, aku tertawa kecil lalu berjalan mendekatinya yang masih duduk di kursi taman.
"Hei... berbaikan lah dengannya, kalian akan menjadi sahabat yang saling melengkapi" celetukku, aku sedikit membungkuk agar mata kami dapat bertatapan dengan sejajar.
"Gak mau!!" bentak Selena
"Ayolah Selena, mau ya... " pintaku padanya, Selena berdiri dan hendak meninggalkan ku disana.
"Heiii ayolah, mau ya~" aku masih memaksanya sembari mengikutinya dari belakang, namun ditengah perjalanan kami ketika itu tiba - tiba Selena berhenti sampai aku menabrak punggung Selena.
"Aaaw~ Selena! kenapa berhenti mendadak!" ucapku padanya
"Camilla" celetuk Selena saat itu
Mendengar nama wanita yang disukai kak Jester setelahku membuat rasa penasaranku meningkat. Aku segera mengintip dari balik punggung Selena, dihadapan kami ketika itu aku melihat sosok cantik yang disebut Selena adalah wanita yang disukai pangeranku di kampus ini. "Hmm... seleramu bagus kak" ucapku dalam hati
"Hai hai~ Selena... siapa itu di belakangmu?" tanya Camilla dengan nada manjanya, seketika itu aku mengernyitkan dahiku.
Apa - apaan cewek centil ini? bukankah dia terlalu centil untuk seumurannya? ternyata penampilan bisa menipu, aku pikir dia akan bersikap anggun selayaknya putri raja karena dia adalah wanita yang disukai kak Jester. Kalau begini aku lebih rela kak Jester berpacaran dengan Naomi, bahkan mungkin aku lebih memilih Selena untuk menjadi pendamping pangeranku.
"Bukan urusanmu!" dengan ketus Selena menjawabnya, Selena tiba - tiba menarik lenganku dan ingin membawaku meninggalkannya begitu saja. Baru juga kami berjalan melewati Camilla, tiba - tiba dia mengatakan...
"Rencana apa lagi yang sedang kamu buat? apa kamu masih berpikir jika bisa merebut Jester dari Naomi?" tanya Camilla, mendengar pertanyaan itu membuat Selena menghentikan langkahnya.
"Aku sudah tidak tertarik untuk melakukannya" jawab Selena, seketika itu Camilla tertawa cukup keras mendengar jawaban Selena.
__ADS_1
"Kenapa? akhirnya sadar diri kalau Jester tidak pernah memandang mu sama sekali?" tanya Camilla lagi begitu sinis, tangan Selena tiba - tiba menggenggam tanganku sangat erat.
Sepertinya telah terjadi sesuatu selain yang Selena ceritakan padaku tentang dirinya dan Camilla, aku tahu mereka bekerjasama untuk menyingkirkan Naomi namun pada akhirnya Camilla mengkhianati Selena. Tapi hanya itu yang aku tahu, Selena enggan untuk menceritakan secara detail apa yang terjadi diantara mereka.