
***SIA - Unstoppable***
All smiles, I know what it takes to fool this town
I'll do it 'til the sun goes down
And all through the night time
Oh, yeah
Oh, yeah, I'll tell you what you wanna hear
Leave my sunglasses on while I shed a tear
It's never the right time
Yeah, yeah
I put my armor on, show you how strong I am
I put my armor on, I'll show you that I am
I'm unstoppable
I'm a Porsche with no brakes
I'm invincible
Yeah, I win every single game
I'm so powerful
I don't need batteries to play
I'm so confident
Yeah, I'm unstoppable today
Unstoppable today
Unstoppable today
Unstoppable today
__ADS_1
I'm unstoppable today
***-------------------***
Aku menarik nafasku yang terengah - engah itu setelah menyanyikan lagu dari Sia, bukan lagu yang mudah untukku karena aku memiliki karakter suara yang berbeda darinya. Tapi aku melakukan sebaik mungkin, untuk membuat kagum para guru yang ada didepanku.
Tepat satu hari setelah aku menjalani kencan penuh kehangatan dengan pangeranku, hari ini aku harus menjalani latihan perdana sebagai penyanyi utama sekolah untuk acara perpisahan kelas tiga yang akan dilaksanakan kurang dari tiga bulan lagi.
Beberapa guru terlihat bertepuk tangan untukku, terutama pak Mike yang terlihat sangat antusias memberikan tepuk tangannya. Dari atas panggung ini aku dapat melihat semua penonton ku, selain guru aku juga melihat beberapa siswa dan siswi. Aku tersenyum lalu memberikan ucapan terima kasih kepada mereka semua, setelahnya aku pun turun dari panggung.
"Wow! suaramu benar - benar keren!! kamu menyanyi seperti Sia" puji kak Jester kepadaku sembari memberikan aku air mineral, aku tertawa malu menanggapi pujiannya lalu aku mengambil air itu dan meminumnya.
"Superstar sekolah sudah lahir, kamu tidak memiliki alasan lagi untuk menolak ikut audisi pencarian bakat di TV" timpal kak Justin, aku sampai tersedak mendengar perkataan kak Justin.
"Uhuk!! hah?! apa hubungannya?!" tanyaku kaget, kak Jester dan kak Justin pun tertawa karena aku begitu kagetnya mendengar perkataan kak Justin.
"Hei itu bukan ide buruk kan?" tanya kak Jester padaku
"Benarkah?" aku bertanya balik padanya, dengan anggukan kepala yang terlihat semangat kak Jester menjawab pertanyaanku.
"Kamu... akan senang jika aku menjadi penyanyi profesional?" tanyaku lagi, anggukan kepala kak Jester semakin keras seakan dia benar - benar menginginkannya. Aku tertawa kecil lalu aku cubit pipinya itu, meski merintih kesakitan namun kak Jester seakan membiarkan aku mencubitnya begitu saja.
"Aku akan disibukkan dengan kegiatan bernyanyi ku dan mungkin aku akan semakin jarang bertemu denganmu, yakin kak Jester mau aku menjadi penyanyi profesional?" tanyaku menggodanya, sejenak kami terdiam lalu kak Jester tersenyum padaku.
"Tidak akan ada kata berpisah, aku akan ikut kemana pun kamu akan pergi. Jika kamu senang dengan karirmu sebagai penyanyi profesional, itu tidak akan menghalangi cintaku padamu" jawab kak Jester, aku sampai terpana mendengar gombalannya itu.
Aku yang terkejut langsung memutar tubuhku dan menutup wajah dengan kedua tanganku, begitu pula dengan kak Jester. Sedangkan kak Justin tertawa begitu keras, disaat itu aku juga mendengar suara tawa Selena yang begitu dekat denganku. Perlahan aku menoleh untuk memastikan keberadaan Selena yang terasa ada di belakangku, dengan segera Selena memelukku begitu erat setelah aku berbalik menatapnya.
"Luna!!! selamat ya!!! kamu membuatku bangga!!" terdengar begitu senang saat Selena mengatakannya, aku membalas pelukannya lalu aku benam wajahku dipundaknya.
"Terima kasih~ semua berkat kamu dan keluargamu... aku tidak akan melupakan ini, suatu saat aku pasti akan membalas kebaikanmu" timpal ku
"Hei, kita ini kakak adik. Jangan dipikirkan!!" bentaknya, aku pun tertawa kecil dan perlahan pelukan kami terlepas.
"Oke, Luna Lincoln! kamu semakin membuat kagum kami para guru, tidak ada alasan untuk tidak memilihmu. Kamu mendapatkan posisi itu!" seru pak Mike
Mendengar itu kami pun berseru, semua terasa begitu membahagiakan bagiku. Aku mendapatkan kebahagiaan secara berturut - turut, terus - menerus selama beberapa hari ini... tapi kehidupan itu berputar bukan? Yaah... aku tahu itu, aku mulai terbiasa dengan kabar yang tidak menyenangkan ketika semua hal baik sudah menimpaku berturut - turut.
Tepat pada malam harinya... aku merasakan sakit yang luar biasa pada pinggulku, aku berteriak kesakitan ketika aku, ayah dan ibu sedang makan malam bersama dirumah. Ayah pun membopongku dan membawaku langsung kerumah sakit dengan mobil milik Selena, setelah mendapatkan perawatan untuk meredam rasa nyeriku saat itu tidak lama dokter Ellie masuk kedalam kamarku.
"Luna... kamu habis melakukan olah raga atau hal berat lainnya?" tanya dokter Ellie padaku
"Tidak dokter, aku rasa aku cuma menjalani hari seperti biasanya" jawabku dengan rintih kesakitan
__ADS_1
"Ada apa dokter?" tanya ayah terdengar panik
"Ini masalah pembengkakan limpa Luna, ada peradangan baru yang disebabkan oleh aktifitas berat yang Luna lakukan baru - baru ini" jawab dokter Eliie
"Apa mungkin karena kamu bersama tuan muda Gates jalan - jalan kemarin?" tanya ibu mencoba memastikan
"Jalan - jalan?" tanya ayah sedikit menekan ibu
"I.. iya.. Luna izin padaku untuk jalan - jalan ke festival square kemarin" jawab ibu, seketika ayah terlihat marah dan berbalik untuk keluar dari kamar. Kami pun terdiam beberapa saat, sampai helaan nafas dokter Eliie terdengar.
"Luna... kamu istirahat dulu ya, aku dan orangtuamu akan bicara diluar sebentar" ucap dokter Ellie kepadaku, aku pun hanya menganggukkan kepalaku.
Setelah dokter Ellie dan ibu keluar menyusul ayah, perlahan aku pun beranjak dari kasur. Aku juga ingin tahu apa yang mereka bicarakan, meski begitu menyakitkan untukku namun rasa sakit yang sudah berhasil diredam oleh obat membuatku mampu untuk menahannya.
Sedikit demi sedikit langkahku yang menyeret itu aku arahkan ke pintu kamar, disana aku dapat melihat ayah, ibu, dokter Ellie dan dokter Richard sedang mengobrol. Aku melihat ayah begitu marah pada ibu, sedangkan ibu hanya bisa menundukkan kepalanya.
Aku berusaha membuka sedikit pintu kamar agar suara dari luar dapat masuk, aku harus hati - hati untuk membukanya agar mereka semua tidak sadar aku sedang menguping. Setelah pintu terbuka sedikit, aku baru dapat mendengar apa yang mereka bicarakan...
"Apa yang kamu pikirkan?!! kamu mengatakan jika Luna dan Jester hanya makan malam bersama!!!" bentak ayahku
"Aku.. aku hanya ingin anak kita bahagia..." jawab ibu
"Lihat apa yang sudah kamu lakukan!!! senang kamu anak kita akan lumpuh?!!!!" bentak ayahku lagi
Seketika itu aku pun terkejut "Aku.... akan lumpuh..?" tanyaku dalam hati, tanganku mulai meremas kedua pahaku yang terasa sangat nyeri hanya dengan berdiri saja.
"Pak Lincoln tenang dulu... kita akan lakukan yang terbaik agar prediksi itu tidak akan terjadi" timpal dokter Ellie
"Percuma jika semua yang menjaga Luna melakukan kecerobohan seperti ini!!" bentak ayah lagi terdengar sangat marah.
"Dokter... lakukan sesuatu... kasihan anak itu... dia.. dia kesulitan untuk mendapatkan kebahagiaannya... tolong lakukan sesuatu agar kebahagiaannya tidak kembali terenggut... aku mohon pada kalian..." ucap ibu yang terdengar menangis itu lalu bersujud kepada para dokter.
Aku melihat dokter Ellie dan dokter Ricard, berusaha membangunkan ibu namun ibu bersikeras untuk tetap bersujud kepada mereka semua. Aku? aku hanya bisa terdiam dan menangis... tidak lama aku pun mendengar suara ayah yang ikut menangis sembari berusaha membangunkan ibu dari sujudnya.
Kali ini... apa yang harus aku lakukan? aku tidak tahu.... buntu, otakku terasa membeku... perlahan aku kembali menyeret kakiku untuk berjalan mendekati kasur, dengan semua tenaga yang masih aku miliki aku berhasil naik ke kasur yang tiba - tiba terasa tinggi itu bagiku. Aku membaringkan tubuhku dan menatap langit - langit kamar rumah sakit yang terasa begitu akrab bagiku, "Pemandangan ini yang akan selalu aku lihat sebentar lagi..." gumamku dengan air mata yang begitu deras keluar dari kedua mataku.
Aku tidak ingin ini terjadi padaku... aku ingin hidup normal seperti teman - temanku... apa itu terlalu berlebihan untukku?
Tidak lama... aku tertidur dengan semua pemikiran burukku... hingga pagi menjelang... kini tanganku terpasang infus entah kapan mereka memasangnya, sebelum tidur itu masih belum terpasang. Gerakanku ketika itu memancing beberapa orang berjalan mendekatiku yang terdengar dari suara langkahnya....
Aku begitu terkejut dengan seseorang yang datang untuk menjengukku...
"Luna?" tanya kak Jester terdengar sangat mengkhawatirkan ku
__ADS_1
"Hah?!! kak Jester?!!!" tanyaku terkejut
Tidak lama aku melihat pak Mike, kak Justin, Selena, kak Harry dan kak Luke yang pagi itu menjengukku dirumah sakit....