Aku Pinjam Dia : Diary Luna

Aku Pinjam Dia : Diary Luna
Season 3 : Episode 29


__ADS_3

Setelah selesai dengan semua kecurigaan kak Luke dan kak Harry kepadaku, sepertinya mereka sudah bisa menerima keberadaan ku diantara mereka. Aku bersyukur aku tidak sampai harus berbicara jujur saat ini, karena jika tidak... Mungkin kak Jester akan bersikap berlebihan kepadaku, meski itu hanya mungkin...


Tidak lama setelah obrolan basa - basi diantara aku, Selena, kak Luke dan kak Harry, saat itu kak Luke dan kak Harry mengatakan mereka lapar. Tanpa basa - basi keduanya beranjak dari sofa lalu berjalan menuju dapur seakan itu adalah rumah mereka. Aku dan Selena sempat menghalangi kegiatan mereka mengacak - acak kulkas dan meja makan, tapi sepertinya apa yang dilakukan mereka sudah sering terjadi dan kak Jester tidak pernah keberatan.


Kak Luke menemukan sosis, daging burger, dan berbagai bahan - bahan masakan yang biasanya dipakai untuk barbeque, tanpa rasa malu - malu saat itu keduanya membawa semua bahan - bahan itu menuju area kolam renang yang terletak disebelah ruang keluarga. Aku mencoba untuk menghentikan mereka, tapi percuma karena keduanya berkata "Jester pasti tidak akan keberatan walaupun kita habiskan semua bahan makanan dirumah ini, percaya padaku"


Dengan helaan nafas aku pun akhirnya menawarkan untuk membuatkan pesta barbeque, mereka pun menerima tawaranku dengan senang hati tanpa pertimbangan apapun. Pada akhirnya kami semua menunggu kepulangan kak Jester dan Naomi dengan mengadakan pesta barbeque, entahlah.... saat aku menulis ini aku berharap kak Jester maupun Naomi tidak keberatan... :)


Tapi keadaan ini membuatku bahagia, sahabat kak Jester yang dulu begitu membenciku kini sangat akrab denganku. Jarak antara kami semakin memudar berganti dengan keakraban layaknya sahabat.


Setelah beberapa lama waktu berjalan, kami pun sudah berada di puncak dari pesta kecil kami. Saat itu ditengah acara, kak Jester dan Naomi terlihat sudah pulang dan langsung menemui kami di kolam renang. Keduanya dengan wajah khawatir menatapku dan juga Selena secara bergantian, mungkin mereka pikir kami sedang bertengkar hebat setelah apa yang sudah kami alami.


Ekspresi wajah khawatir itu perlahan menghilang berganti dengan ekspresi wajah heran dan bingung seakan mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, keduanya hanya terdiam sampai kak Harry berteriak...


"Hey Jester! Kapan sampai? Barbeque hampir jadi nih, sini kumpul!!" ajak kak Harry kepada kak Jester dan Naomi, aku tersenyum menatap keduanya lalu berkata...


"hai kak Jester... Naomi... Selamat datang" kompak aku dan Selena mengatakannya, lalu kami pun tertawa bersama karena kami secara kebetulan mengucapkan hal yang sama dan bersamaan.


"Kemari lah, kenapa mematung disana?" tanya kak Luke menimpali suara tawaku dan Selena, dengan cekatan kak Luke mengambil beberapa slice daging yang baru saja terlihat matang.


Lalu diantara kak Jester dan Naomi seperti bergumam satu sama lain yang tidak dapat aku dengar dari tempatku berada, tapi aku tahu keduanya sedang kesal akan sesuatu. Mungkin mereka sejak tadi mengkhawatirkan ku dan Selena karena keberadaan kak Luke dan kak Harry di rumah ini, hal itu yang membuat mereka mendadak kesal pada kami. :)


Suara canda tawa semakin terdengar sejak kak Jester dan Naomi bergabung bersama kami, tidak ada kecanggungan sama sekali diantara kami semua. Bahkan pemandangan pertengkaran kak Jester, kak Luke dan kak Harry sering mereka tampakkan dihadapan ku, seperti mereka sudah menganggap ku salah satu bagian dari mereka. Betapa senangnya aku dengan penerimaan ini, setelah apa yang terjadi diantara kami semua. Terkhusus untukku, aku merasa senang melihat senyum kak Jester yang begitu lepas. Sepertinya aku sudah berhasil menyembuhkan luka itu, semoga itu untuk selamanya... :)

__ADS_1


Menjelang malam, pesta pun usai. Kak Jester dan Naomi pergi untuk menjenguk seseorang bernama Becca adik dari Daniel mantan pacar Naomi, setidaknya itu yang aku dengar dari Selena. Aku sempat bertanya dalam hati, "Kenapa kak Jester membiarkan Naomi tetap berada dalam lingkaran mantan pacarnya? Apa yang kak Jester pikirkan?" namun aku menyimpan pertanyaan itu didalam hati saja, meski ada sesuatu yang membuatku tidak suka dengan kedekatan Naomi dengan mantan pacarnya itu. Entahlah...


Untuk mengisi kekosongan, saat itu aku berinisiatif untuk mendekor rumah ini karena ulang tahun kak Jester akan kami rayakan sore hari di keesokan harinya. Aku meminta bantuan Selena, kak Luke dan kak Harry, meski tentu saja kak Luke dan kak Harry bingung kenapa ulang tahun kak Jester maju dari hari yang seharusnya. Setelah menjelaskan semuanya, pada akhirnya mereka setuju untuk membantuku.


Sejujurnya membuat banyak alasan demi menutupi kebohonganku itu tidaklah mudah, aku mulai lelah dan kebingungan mencari alasan yang memungkinkan untuk mereka terima. Tapi.... hanya itu yang bisa aku lakukan untuk sementara ini. Sabar Luna.. waktunya hanya tersisa beberapa hari lagi!


Dua jam lebih kami habiskan untuk mendekor rumah ini dengan berbagai hiasan - hiasan pesta ulang tahun pada umumnya, kak Luke dan kak Harry pun berpamitan pulang setelah desain surat undangan ulang tahun mereka pegang. Aku meminta mereka untuk mencetaknya lalu memberikannya kepada kak Justin dan Grece, setelahnya aku dan Selena mengantarkan kak Luke dan kak Harry sampai teras rumah untuk melepas kepergian keduanya.


Setelah mereka pergi, aku dan Selena kembali masuk kedalam rumah dan melihat betapa indahnya hasil kerja keras kami. Dekorasi itu sudah terlihat sejak didepan pintu masuk rumah sampai kedalam ruang keluarga, aku yakin kak Jester dan Naomi akan senang dengan dekorasi ini. Aku tidak sabar untuk menunggu mereka pulang, harapanku pun terkabul...


Aku mendengar suara deru mesin mobil yang hendak masuk kedalam garasi rumah, aku yang sudah menutup pintu utama rumah langsung berlari lagi untuk membukakan pintu bagi mereka. Ketika aku membukanya saat itu aku melihat kak Jester dan Naomi berjalan hendak masuk kedalam rumah, aku pun sedikit menyorongkan tubuhku agar tidak menjadi penghalang untuk Naomi dan kak Jester melihat hasil kerja keras kami. Tapi.... Sesuatu yang membuatku khawatir terjadi...


"Bagaimana? Bagus kan?" tanyaku begitu antusias, aku juga tidak lupa memberikan gestur tangan agar kak Jester dan Naomi melihat mahakarya kami untuk mendekorasi rumah.


"Maaf.." celetuk Naomi sembari berjalan terus melewati ku begitu saja, dia berjalan sangat cepat menuju kamarnya lalu masuk dan segera menutup pintu kamar itu dengan cukup keras.


"Naomi kenapa kak?! Kamu menyakitinya lagi?!' tanyaku dengan tekanan, aku menatap kak Jester dengan sangat tajam.


Namun kak Jester hanya menggelengkan kepalanya beberapa kali tanpa sepatah katapun, aku kembali dibuat bingung dengan apa yang terjadi diantara mereka. Bukankah baru saja kami bersenang - senang bersama? Besok pun akan menjadi hari yang menyenangkan diantara kami, aku tidak ingin besok menjadi bencana yang merusak semua rencanaku.


"Daniel ya?" celetuk Selena, celetukan itu membuatku mengalihkan tatapanku kepada Selena yang berjalan mendekati kami yang masih berada didepan pintu masuk rumah.


Nama Daniel seperti satu - satunya alasan Naomi menjadi sedih, aku memang tidak mengenalnya secara langsung tapi melihat Naomi yang aku kenal sangat baik membuatku membenci sosok Daniel itu.

__ADS_1


"Tebakan yang tepat" jawab kak Jester dengan tegas, aku pun mengernyitkan dahiku sembari kembali menatap wajah kak Jester yang nampak marah.


"Ngapain lagi orang itu? Suka banget buat Naomi menangis" tanyaku, kak Jester menghela nafasnya sebelum menjawab pertanyaanku.


"Naomi belum cerita, dia bilang ingin menyelesaikan masalah ini sendiri" jawab kak Jester lalu berjalan masuk kedalam rumah untuk mencari keberadaan kak Luke dan kak Harry, aku pun menutup pintu lalu menguncinya.


"Kak Luke dan kak Harry pulang, mereka mau kasih undangan ke kak Justin dan pacarnya. Lalu mereka juga mau mempersiapkan kado juga untukmu" ucapku setelah melihat kak Jester menoleh kanan - kiri untuk mencari kak Luke dan kak Harry, mendengar perkataanku saat itu kak Jester mengalihkan pandangannya untuk menatapku.


"Ooh gitu, oke deh. Selamat malam, aku tidur duluan ya" timpal kak Jester lalu masuk kedalam ruang keluarga


Tidak lama aku mendengar suara pintu ruang keluarga yang tertutup perlahan, sedangkan aku dan Selena masih saja mematung di lorong rumah setelah melihat sikap kak Jester dan Naomi yang tidak seperti biasanya itu. Tidak lama aku dan Selena saling menatap, aku pun berjalan mendekatinya lalu berkata...


"Daniel itu orangnya gimana?" tanyaku


"Cowok brengsek paling pengecut yang pernah aku kenal" jawab Selena dengan penuh emosi, aku pun tertawa mendengar jawabannya.


"Kenapa tertawa?" tanya Selena heran


"Kamu terdengar sangat marah sama orang bernama Daniel ini, padahal dia tidak ada hubungan apapun denganmu. Pertemanan kalian benar - benar erat ya" jawabku dengan sedikit suara tawa


"Jangan menggodaku begitu!! Hubunganku dengan Naomi sudah tidak seperti dulu dan itu juga gara - gara kamu!!" terdengar marah Selena saat mengatakannya, namun aku tahu dia begitu untuk menutupi perasaan malunya yang tidak ingin mengakui jika perkataanku itu benar.


"Setelah acara ulang tahun kak Jester, kita akan segera bereskan orang bernama Daniel ini" tegas aku mengatakannya pada Selena, saat itu Selena hanya diam dan tidak merespon apapun tapi aku tahu jika dia setuju dengan perkataanku.

__ADS_1


Kami berjalan menuju dapur untuk mempersiapkan bahan - bahan untuk membuat kue ulang tahun yang akan kami kerjakan besok, tidak lupa aku dan Selena juga memeriksa ketersediaan bahan - bahan untuk membuat kue itu. Setelah selesai dengan semua itu, aku dan Selena pun memutuskan untuk tidur, namun saat itu aku berharap Naomi belum tidur. Karena aku masih ingin berbicara padanya tentang apa yang terjadi malam tadi, aku akan membantu apapun agar hubungan Naomi dan kak Jester tidak memiliki hambatan apapun.


Namun sayang... Naomi sudah terlihat tidur saat aku dan Selena berada didalam kamar, kami pun perlahan mendekati kasur untuk membaringkan tubuh kami dan beristirahat. Mungkin aku benar - benar lelah hari ini, aku tidak tahu sejak kapan aku tertidur namun... Mungkin aku bermimpi saat itu, aku samar - samar melihat Naomi beranjak dari kasur dan berjalan keluar dari kamar. Entahlah...


__ADS_2