
Sepulangnya dari rumah kak Jester dan Naomi, pagi itu aku dan Selena mendatangi sebuah taman yang tidak jauh dari kompleks perumahan rumah kak Jester. Aku duduk bersebelahan dengan Selena disalah satu kursi taman yang berada tidak jauh dari Selena memarkirkan mobilnya, disana aku hanya diam dan menundukkan pandanganku menatap jalanan yang terlihat basah.
Entah sejak kapan langit berubah menjadi mendung, sepertinya hujan juga sempat turun ketika aku masih berada di rumah kak Jester dan Naomi. Aku tidak menyadari perubahan cuaca pagi ini, mungkin karena perubahan cuaca mempresentasikan hatiku yang sedang kalut sampai mendung ini terasa begitu akrab bagiku.
Beberapa kali aku melihat gerak - gerik Selena yang ingin menghiburku, tapi dia terlihat bingung apa yang harus dia lakukan disaat seperti ini. Jujur aku sedih... tapi aku juga sadar diri karena aku pantas mendapatkan perlakuan seperti itu, kak Jester hanya meluapkan amarahnya yang sudah dia pendam selama ini kepadaku.
"Selena, gak perlu bingung buat menghiburku. Aku baik - baik saja" celetukku memecah keheningan diantara kami
"Hah? eeh engga, aku cuma... kepikiran mau beli sesuatu buat di cemil" timpalnya, aku menghela nafasku sejenak lalu ku tatap langit mendung saat itu.
"Luna, kamu beneran baik - baik... saja?" tanya Selena padaku, perlahan aku mengalihkan pandanganku menatap Selena dan aku tersenyum.
"Aku baik kok, tapi sayangnya kita harus pindah tempat karena sebentar lagi... hujan" jawabku benar saja tidak lama rintik hujan mulai turun dari langit.
Aku dan Selena berlari untuk masuk kedalam mobil, sesampainya didalam mobil Selena langsung menghidupkan mesin. Bersamaan dengan nyala mobil, tiba - tiba handphone Selena berbunyi. Perlahan Selena mengambil handphone miliknya yang dia letakkan di dashboard, matanya menunjukkan dia terkejut ketika membaca pesan yang masuk.
"Kenapa, Selena?" tanyaku, tanpa menjawab Selena memberikan handphone miliknya kepadaku.
"Balas lah sesukamu" jawab Selena
Aku menerima handphone itu lalu membaca isi pesan di aplikasi ChatMe yang dikirim oleh Naomi kepada Selena, isi pesannya berbunyi
***
"Aku sudah menenangkan Jester, sore ini kembalilah"
***
Aku langsung menoleh menatap Selena dengan wajah kaget ku, aku pikir semua akan berakhir dengan penolakan kak Jester terhadapku. Tapi sepertinya Naomi tahu jika apa yang aku lakukan juga untuk kebaikan kak Jester, entah apa yang terjadi dan mereka bicarakan berdua sampai aku seakan mendapatkan kesempatan lagi untuk memenuhi semua keinginan terakhirku.
"Naomi... mengizinkan untuk melanjutkan rencanaku?" tanyaku pada Selena
"Aku gak tahu, tapi sepertinya dia melakukannya lagi" jawab Selena, aku mengernyitkan dahiku ketika mendengar jawabannya
"Lagi? apa maksudmu?" tanyaku penasaran
"Ini bukan pertama kalinya Naomi bertindak bodoh terhadap kak Jester, dulu ketika mereka masih jadi sepasang kekasih bohongan... Naomi pernah bilang dia akan memberikan kak Jester padaku, lalu beberapa kali Naomi memberiku ruang untuk berduaan sama kak Jester. kalau saja dulu aku lebih paham bagaimana cara mendapatkan seseorang, mungkin kak Jester sudah jadi milikku dan bukan jadi pacar Naomi" jawab Selena menggebu
"Tapi aku gak berniat untuk merebutnya dari Naomi" timpal ku
"Itu satu dari sekian keberuntungan yang dimiliki Naomi, pertama aku gagal mendapatkan cintanya karena kepolosanku dalam hal menarik perhatian lawan jenis dan kali ini kamu tidak berniat merebut kak Jester darinya. Bayangkan kalau Naomi melakukan hal yang sama pada orang lain, apa kamu yakin dia bisa mempertahankan kak Jester?" tanya Selena terdengar kesal
Sejenak aku berpikir apa yang dikatakan Selena ada benarnya, aku tidak tahu apa yang sebenarnya Naomi pikirkan... tapi bukankah dia terlalu mudah memberi ruang untuk orang asing memasuki hubungannya dengan kak Jester? Selena benar, untung saja kali ini aku yang Naomi beri kesempatan, bagaimana jika dia membuka pintu untuk orang lain? hubungan mereka... terasa rapuh bagiku.
"Bagaimana menurutmu? apa ada yang bisa aku lakukan untuknya?" tanyaku pada Selena, mendengar pertanyaanku membuat Selena sedikit tersentak dan menatapku dengan wajah terkejut.
"Maksudmu?" tanya Selena
__ADS_1
"Maksudku... aku harus melakukan sesuatu supaya Naomi sadar dia terlalu membuka ruang untuk orang lain masuk kedalam hubungan mereka, aku jadi khawatir kesempatan ini dipakai Camilla untuk menyerang. Apa pikiranku salah?" jawabku, Selena pun menghela nafas mendengar jawabanku.
"Sejauh ini, bagaimana menurutmu tentang Naomi?" tanya Selena menekan ku, aku sejenak terdiam dan aku membayangkan sosok Naomi di kepalaku.
"Sosok cantik dengan keanggunan luar biasa, dia terlihat... begitu mencintai kak Jester. Dia seorang selebgram terkenal bahkan namanya sampai terdengar di pelosok desa tempatku tinggal dulu, aku rasa tidak mungkin ada pria yang akan menolaknya" jawabku, Selena pun tertawa kecil mendengar jawabanku
"Dia korban laki - laki brengsek" celetuk Selena setelah dia tertawa kecil menanggapi jawabanku, aku merasakan kemarahan ketika Selena mengatakannya.
Aku cukup terkejut mendengar perkataan Selena yang bilang kalau Naomi adalah korban laki - laki brengsek, jujur saja aku tidak percaya Naomi dengan sosok tangguh dan pribadi kuat seperti itu bisa luluh oleh seorang laki - laki brengsek. Aku mengernyitkan dahiku dan ku tatap Selena dengan tajam, aku sempat berpikir kalau Selena mau menjelekkan Naomi seperti ketika dia masih kecil dulu.
"Aku serius, aku sempat bilang kalau Naomi punya pacar bernama Daniel kan? si brengsek itu sudah merenggut segalanya dari Naomi" ucap Selena lagi memecah keheningan diantara kami
"Kamu serius? kamu gak sedang menjelekkan nama Naomi di depanku kan?" tanyaku untuk memastikan jika Selena tidak sedang bercanda, bagaimanapun kata merenggut semuanya bukanlah sebuah kata yang ringan untuk di ucapkan kepada seorang wanita kan.
"Sudahlah gak penting, aku yakin kamu tahu kalau Naomi pun bukan sosok tanpa luka sepertiku. Bisa dibilang... aku kadang kasihan padanya, hubungannya dengan kak Jester... tidak akan bisa lancar tanpa hambatan" jawab Selena dengan helaan nafas, aku pun terdiam sejenak mencoba mencerna semua informasi yang aku dapat dan mungkin akan berguna untukku.
"Cinta itu... menyiksa ya" celetuk Selena bersamaan dengan mobil kami yang mulai bergerak, aku tertawa kecil lalu mencubit pipinya.
Aku kembali menatap layar handphone Selena untuk membalas pesan dari Naomi
***
"Baik, terima kasih Naomi... kamu memang sebaik dan ramah seperti yang orang - orang katakan" terkirim
"Memuji pun aku tidak akan serahkan Jester padamu" diterima
***
Kami melakukan perjalanan kembali untuk mencari tempat yang nyaman selagi menunggu sore datang, kami berkeliling mall dan membahas hal - hal kecil bersama Selena tentang apa yang ingin aku lakukan kedepannya bersama mereka. Yaah... mereka termasuk Naomi, kak Luke, dan kak Harry, sepertinya harus aku lakukan agar Selena bisa kembali berkumpul bersama dengan mereka.
Dari cerita - cerita Selena ada satu nama yang tidak aku sangka akan tetap berada di lingkaran pertemanan kak Jester, nama itu adalah kak Justin. Selena mengatakan jika Naomi membentuk band bersama kak Jester, kak Justin, kak Luke dan kak Harry, seketika itu aku mengatakan pada Selena jika aku juga ingin melibatkan kak Justin.
Ketika sore tiba, aku dan Selena segera menuju rumah kak Jester dan Naomi. Tidak butuh waktu lama untuk sampai disana, karena posisi rumah kak Jester sangat dekat dengan mall yang aku dan Selena kunjungi. Ketika mobil Selena sudah berhenti tepat didepan rumah kak Jester, aku melihat Naomi sudah menungguku di pelataran rumah.
Aku dan Selena turun bersamaan dan berjalan mendekati Naomi yang berdiri didepan pelataran rumahnya, kami saling balas senyuman namun tidak mengatakan apapun. Diantara kami terasa begitu canggung, mungkin karena pertengkaran kami sebelumnya atau memang saat itu Naomi sedang menyesali keputusannya.
Naomi menuntun kami masuk kedalam rumah dan menuju kedalam ruang yang terlihat seperti ruang keluarga di rumah itu, aku melihat kak Jester duduk menonton televisi. Ketika kak Jester menyadari kehadiranku, dia segera mematikan televisinya lalu Naomi mengajak kami untuk masuk dan duduk di sofa yang tersedia di ruangan itu bersama dengan kak Jester.
"Apa yang mau kamu lakukan sebenarnya?" tanya kak Jester memecah keheningan diantara kami, aku mencoba untuk membangun suasana yang lebih nyaman meski itu akan sangat sulit terjadi.
"Aku ingin memulai momen - momen kebersamaan kita dulu, membangun kenangan kita, dan merubahnya menjadi kenangan menyenangkan yang akan selalu kita ingat untuk selamanya" jawabku
Seketika itu jawabanku sepertinya membakar api cemburu Naomi, tatapan matanya tiba - tiba tajam kepadaku dan amarahnya begitu terasa. Sepertinya aku salah bicara lagi, Duuh... sulit banget buat membangun suasana yang lebih bersahabat diantara kami.
"Kamu tidak akan merebutnya dariku kan?" tanya Naomi kepadaku dengan nada yang sedikit menekan, aku tertawa kecil mendengar perkataannya.
"Hahaha, engga engga Naomi... cuma satu bulan ini aku akan bersamanya, lagi pula aku tidak cuma ingin memulai momen ini berdua dengan kak Jester" jawabku mencoba tenang, hampir bersamaan kak Jester dan Naomi mengernyitkan dahi mereka bersama dan menatapku dengan tajam.
__ADS_1
"Kamu mau memulai momen dengan siapa lagi?" tanya Naomi penasaran, aku menghela nafasku sejenak.
"Aku juga ingin membangun momenku bersamamu, Selena, kak Luke, kak Harry, aku juga dengar dari Selena kalau kak Justin dekat dengan kalian... jadi aku ingin dia juga bergabung dengan kita" jawabku
"Apa tujuanmu sebenarnya?" tanya Naomi lagi, dia sepertinya benar - benar penasaran dengan apa yang ingin aku lakukan.
"Naomi, aku cuma ingin saat aku pergi nanti... kalian semua tidak melupakan aku, bahwa pernah ada Luna Lincoln di hati kalian" jawabku, seketika itu tangan Selena menyentuh tanganku dan menggenggamnya dengan lembut.
"Aku gak bisa berkata - kata lagi, tujuanmu aneh tapi aku tetap akan mengawasi mu" timpal Naomi dengan nada terdengar kesal padaku, aku tertawa menanggapi kekesalan hatinya.
"Sebelumnya aku ingin meminta izin sama kalian berdua" pintaku pada mereka, seketika itu sorot mata kak Jester dan Naomi kembali tertuju padaku.
"Apa itu?" tanya Naomi penasaran
"Aku ingin tinggal disini bersama kalian, aku juga ingin Selena berada disini cuma selama satu bulan ke depan" seruku pada kak Jester dan Naomi
"Hah?!!" kompak kak Jester, Naomi dan Selena mengatakannya
Ke kompakan mereka membuatku tertawa, diantara semua kalimat kaget yang ada tapi mereka bertiga serentak mengatakan hal yang sama. Mungkin memang keegoisanku selalu menimbulkan kegaduhan tersendiri dan seringkali membuat orang menjadi kompak mendadak, entahlah... tapi aku senang melihat ketiganya kompak begitu.
"Tidak mungkin aku tinggal disini, ibu pasti akan mencariku!!" timpal Selena terdengar panik
"Buat apa juga kamu tinggal disini? tujuanmu sebenarnya apa sih?!" tanya Naomi yang terdengar kesal padaku
Sedangkan kak Jester menutup wajah dengan kedua tangannya sambil menggelengkan kepala beberapa kali, melihat kepanikan mereka membuatku kembali tidak bisa menahan tawa. Aku tertawa menanggapi kepanikan mereka lalu aku mengatakan..
"Gini... aku cuma punya waktu satu bulan, membangun momen tidak akan mudah kalau kita tidak tinggal bersama - sama. Dalam satu bulan ini aku ingin kita bersahabat, Naomi... Selena... kalian dulunya sahabatan kan?" tanyaku pada mereka berdua, sejenak Naomi dan Selena saling tatap lalu keduanya sama - sama membuang muka dengan ke gengsian mereka masing - masing.
"Kak Jester... kamu gak mau membuat Naomi dan Selena bersahabat lagi?" tanyaku mencoba mencari dukungan dari pangeranku, perlahan kak Jester melepaskan kedua tangannya yang menutupi wajah dan menatapku.
"Aku sudah pernah menyarankan itu pada mereka, tapi mereka terlalu keras kepala" jawab kak Jester
"Dengan mereka tinggal bersama, ikatan yang masih ada itu akan kembali menguat. Sebenarnya mereka sahabat yang saling membutuhkan kok" timpal ku memancing kak Jester agar dia berpikiran sama denganku
"Kamu ada benarnya" ucap kak Jester yang setuju dengan perkataanku, aku tersenyum padanya dengan sorot mata penuh penyesalan.
"Hubunganmu dengan Selena juga renggang kan kak?" tanyaku lagi, pertanyaanku kembali mengejutkan mereka semua. Sontak sorot mata mereka kini mengarah padaku, mereka masih terdiam tapi aku tahu jika pertanyaan ini sangat sensitif bagi Naomi dan Selena yang pernah berebut kak Jester.
"Kalian harus merefresh hubungan kalian menjadi nol kembali, dengan begitu hubungan kalian yang canggung itu akan kembali normal" ucapku, seketika itu ekspresi kaget ketiganya berubah menjadi tersadar akan sesuatu lalu saling membuang muka satu sama lain.
"Selena memang telah melakukan hal bodoh, tapi seperti itulah cinta, kan? kalau gak sampai membuat kita bodoh, maka cintamu patut dipertanyakan" ucapku lagi dengan sedikit suara tawa, seketika itu aku mendengar suara tawa kecil dari kak Jester, Naomi dan Selena.
"Jadi Naomi... kak Jester...aku minta izin agar aku dan Selena bisa tinggal di rumah ini selama satu bulan ke depan" pintaku lagi kepada mereka
Suara tawa yang sempat terdengar perlahan menghilang, kak Jester, Naomi dan Selena kompak terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu. Aku yakin perkataanku dapat mereka pahami dengan baik, mereka seharusnya sadar jika pertemanan mereka sangat berharga dan permusuhan mereka sebenarnya merugikan bagi mereka sendiri.
Sepertinya... keberuntungan masih berpihak padaku... aku berharap ini menjadi titik balik dimana aku bisa melanjutkan berlari mengejar impianku... :)
__ADS_1