
Hari itu kak Jester membawaku ke salah satu ruangan yang terdapat berbagai jenis alat musik dan juga tempat rekaman diikuti oleh kak Justin, kak Luke dan kak Harry, "Wow... ada studio rekaman didalam sekolah" ucapku dalam hati, sekolah ini selalu saja membuatku terkejut dengan berbagai fasilitasnya.
Kak Jester langsung mengalungkan gitar di pundaknya, kak Justin memegang keyboard, kak Luke berjalan dan duduk dibelakang drum dan memainkan drum itu beberapa saat, sedangkan kak Harry mengambil bass. Aku masih terdiam seakan masih tidak dapat mempercayai aku akan segera membentuk bandku sendiri secepat ini.
"Luna, ambil lah mic itu dan kita coba untuk mencocokkan nada" seru kak Jester padaku
"Aah... ii..iya" ucapku terbata lalu berjalan mendekati stand mic, aku menarik nafasku sejenak dan menghembuskan perlahan untuk bersiap bernyanyi.
"Mau lagu apa?" tanya kak Luke kepadaku
"Hmm... apa ya..." aku pun mencoba berpikir apa yang ingin aku nyanyikan disaat itu, kami pun terdiam beberapa saat.
"Gimana kalau Dido Thank You? kamu sering menyanyikannya akhir - akhir ini" seru kak Justin memecah keheningan di ruangan itu, mendadak wajahku memerah.
Segala hal yang banyak diketahui kak Justin tentang aku sungguh membuatku sedikit gugup dan cemas didepan kak Jester, bagaimana jika dia cemburu karena kak Justin lebih tahu tentangku dibanding dirinya?! Tapi bukan hal yang aneh kan, sejak kecil kita memang selalu bersama - sama, bahkan jika ada hariku tanpa kak Justin itu pasti terasa sepi.
"Ooh iya aku tahu lagu itu" timpal kak Jester
"Hah?! gak gak mau!! aku..." belum selesai aku berkata, kak Justin memotong perkataanku.
"Kenapa gak mau? mungkin saja perasaanmu akan..." perkataan kak Justin terhenti karena sepatuku menimpuk kepalanya dan membuat kak Justin kesakitan memegang kepalanya.
"Diam!! jangan bicara yang engga - engga!!" bentak ku dengan marah untuk menutupi perasaan maluku.
Kak Justin tidak berbohong jika akhir - akhir ini aku sering bernyanyi lagu itu... terasa sangat cocok untuk hidupku saat ini dengan kehadiran pangeranku, aku yakin kak Jester yang menguasai beberapa bahasa pasti paham arti dibalik lagu itu. Aku malu jika kak Jester tahu aku sering bernyanyi lagu itu untuk dirinya, malu~
"Ke..kenapa? apa ada yang salah, Luna?" tanya kak Jester terbata karena ketakutan, mungkin saat itu aku terlihat menyeramkan baginya.
"Ti..Tidak!! gak ada yang salah kak!" jawabku sedikit berteriak, aku salah tingkah ketika itu
"Ba... bagaimana jika kita coba saja dengan lagu itu?" tanya kak Jester
Dengan berat hati aku pun menerima ide kak Justin, aku menganggukkan kepalaku lalu kembali mendekatkan bibirku didepan mic. Suara alat musik yang dimainkan kak Jester, kak Justin, kak Luke dan kak Harry pun mulai terdengar, musik pun masuk ke intro nya.
*********Dido - Thank You*********
My tea's gone cold, I'm wondering why
I got out of bed at all
The morning rain clouds up my window
And I can't see at all
And even if I could, it'd all be gray
But your picture on my wall
It reminds me that it's not so bad
It's not so bad
I drank too much last night, got bills to pay
My head just feels in pain
__ADS_1
I missed the bus and there'll be hell today
I'm late for work again
And even if I'm there, they'll all imply
That I might not last the day
And then you call me
And it's not so bad, it's not so bad
And I want to thank you
For giving me the best day of my life
Oh, just to be with you
Is having the best day of my life
Push the door, I'm home at last
And I'm soaking through and through
Then you handed me a towel
And all I see is you
And even if my house falls down now
I wouldn't have a clue
And I want to thank you
For giving me the best day of my life
Oh, just to be with you
Is having the best day of my life
And I want to thank you
For giving me the best day of my life
Oh, just to be with you
Is having the best day of my life
***--------------------***
Lagu pun selesai... aku menarik nafasku untuk mengatur kembali nafas yang terengah - engah itu, perlahan aku berbalik dan menatap kak Jester, kak Justin, kak Harry dan kak Luke. Ekspresi meraka terlihat datar menatapku, "Apakah suaraku terdengar fals? kenapa mereka menatapku seperti itu?" tanyaku dalam hati.
"Wow... kamu pernah belajar vocal? disekolah mana kamu belajar?" seru kak Jester tiba - tiba, aku pun terkejut mendengar ucapannya.
Sebuah pujian kah itu? aku dipuji oleh kak Jester.. Aaaah aku bahagia sekali, walaupun aku sedikit malu ketika harus bernyanyi didekatnya.
__ADS_1
"Hei Luna! kenapa gak ikut pencarian bakat? dengan suara itu kamu pasti memenangkannya!" seru kak Harry menimpali perkataan kak Jester
"Yaaah dengan suara itu kamu pasti akan menggeser posisi vocalis utama sekolah, kamu akan mendapat musuh baru" timpal kak Luke
"Gimana Jester? apa sekarang kamu semakin yakin buat bantu aku menjadi ketua osis?" timpal kak Justin kepada kak Jester, pertanyaan itu mengalihkan tatapan kak Jester menatap kak Justin.
"Selama kamu tidak menjadikan pesona ketua osis buat menarik dia" jawab kak Jester dengan nada terdengar kesal
Kami pun tertawa mendengar jawaban kak Jester, kami kembali memainkan lagu yang sama untuk menghabiskan jam istirahat kami. Setelah selesai aku dan kak Jester berpisah dari kak Luke, kak Harry dan kak Justin. Aku diantar kak Jester menuju kelasku, dengan obrolan ringan yang menyenangkan kami lalui perjalanan menuju kelas.
Didepan kelas aku melihat Selena di kelilingi dua orang siswi dan Alvin, mereka terlihat mengobrol dan tertawa bersama. Tidak terasa garis senyumku terangkat melihatnya bisa menikmati sekolah meski kini aku jarang menemaninya, tidak lama Alvin melihat keberadaanku dan mencolek Selena.
Aku melambaikan tanganku kepada Selena dan begitu pula Selena yang nampak berbinar matanya menatapku, aku pun berlari meninggalkan kak Jester untuk mendekati Selena. Kami saling menabrakkan badan kami lalu berpelukan dengan erat, tiba - tiba kami tertawa bersama tanpa sebab.
"Kenapa tertawa?" tanyaku masih dengan sedikit suara tawa
"Gak tau, aku melihatmu berjalan mendekatiku lalu aku ingin tertawa" jawab Selena lalu kami kembali tertawa
"Ooh iya kak..." aku mengatakannya dan berbalik namun kak Jester sudah meninggalkanku disana, aku sempat menoleh ke kanan dan kiri untuk mencari keberadaannya.
"Dia sudah pergi dengan senyum diwajahnya" celetuk Alvin
"Duuh aku lupa, ketika melihatmu tiba - tiba aku ingin memelukmu" ucapku dengan perasaan menyesal
"Apa itu akan menjadi masalah, Luna?" tanya Selena khawatir
"Aku rasa tidak, jika itu akan menjadi masalah maka putra Gates tidak akan tersenyum seperti itu" jawab Alvin, aku dan Selena pun menatap Alvin dengan tatapan kesal.
"Kenapa malah kamu yang menjawab?" tanya Selena yang terdengar begitu sebal
"Karena Luna tidak bisa memperkirakan putra Gates akan marah atau malah senang, jadi aku membantunya untuk menjawab pertanyaanmu" jawab Alvin datar
"Kamu ngeselin ya, pantas saja kamu gak punya teman" celetukku begitu kesal dengan ekspresi datar dan nada datarnya itu
"Terima kasih" timpalnya masih dengan nada datarnya
"Itu bukan pujian!" bentak Selena karena begitu kesalnya
Tidak lama beberapa siswi sekelas kami menyapaku dan mengajakku mengobrol, aku yang masih belum terbiasa mendapatkan perlakuan itu menjadi sedikit terkejut. Aku menimpali setiap pertanyaan mereka dengan ramah dan juga mengajukan beberapa pertanyaan kepada mereka untuk menghidupkan sosialisasi kami.
Tidak lama guru terlihat hendak masuk kedalam kelas kami, dengan segera kami pun masuk dan mengikuti pelajaran dengan baik. Tapi yaah... Selena tetap saja selalu banyak pertanyaan kepadaku ketika aku dan dia berada didalam kelas, karena duduk kami bersebelahan tentu saja kami jadi leluasa untuk mengobrol dengan suara yang cukup kecil.
Siang berganti sore, pelajaran telah usai dan aku keluar kelas bersama Selena dan Alvin. Beberapa sapaan dari teman sekelasku juga sudah mulai akrab aku dengan ditelingaku, kami saling bertegur sapa meski kadang aku tidak mengenal namanya. Duuh maaf ya teman sekelas~ :(
Didepan kelas aku melihat kak Jester berdiri bersandar pada tembok sedang menungguku, ketika itu aku tersadar jika mulai hari ini aku kesekolah bersama kak Jester. Aku menatap Selena dengan wajah sedih karena ini akan menjadi kali pertama kami tidak pulang bersama, namun dia malah tersenyum menggodaku.
"Jangan aneh - aneh ya~ kamu masih terlalu kecil untuk ke jenjang serius~" ucap Selena menggodaku lalu pamit pulang lebih dulu.
"Luna, aku ingin mengajakmu ke toko buku... apa kamu ada waktu senggang?" tanya kak Jester ketika Selena sudah berlalu pergi, aku memiringkan kepalaku menandakan jika aku bingung dengan permintaannya.
"Untuk apa kak?" tanyaku
"Ka... kamu bilang kalau kamu.. kesulitan mendeskripsikan dirimu secara lisan, jadi... apa boleh aku memintanya secara tulisan? semacam... Eee.. yah kamu tahu kan, itu... bertukar buku diary...." jawabnya terbata dan malu - malu, aku tertawa mendengar permintaannya.
"Kamu habis nonton film romansa jadul?" godaku kepadanya, wajah pangeranku pun memerah tanpa menjawab pertanyaanku. Dia membatu berdiri dengan wajah merah padam karena malu, aku tahu dalam pikirannya ingin menarik permintaannya ketika itu.
__ADS_1
"Ayo kita cari buku diary yang cocok untuk kita" ajakku dengan tanganku yang memberi gestur jika aku ingin dia menggandengnya.
Tahukah ekspresinya ketika aku mengatakannya? matanya begitu besar dia buka menunjukkan seberapa tidak percayanya dia jika aku mau menerima permintaannya, perlahan garis seyumnya terangkat dan tangannya pun menggenggam tanganku. Dia dengan lembut menarik tanganku dan kami pun berjalan bersebelahan menuju parkiran sekolah... :)