Aku Pinjam Dia : Diary Luna

Aku Pinjam Dia : Diary Luna
Season 3 : Episode 3


__ADS_3

Siang hari aku dan ayah mengunjungi rumah keluarga Parker, ayah dan ibu Selena menyambut ku dengan sangat hangat dan ramah. Mereka begitu mengkhawatirkan keadaanku, banyak pertanyaan mereka yang membuatku merasa terharu atas perhatian mereka terhadapku meski aku bukanlah keluarga mereka. Jika diingat kembali... selama dua tahun belakangan juga keluarga Parker yang memberikan uang untukku berobat, karena keluarga Parker juga aku, ayah dan ibu tidak terlalu terpuruk secara ekonomi ketika ayah tidak memiliki pekerjaan sampai akhirnya ayah menjadi petani buah.


Sayangnya siang itu aku tidak bisa langsung bertemu dengan Selena, tidak sepertiku yang pengangguran... Selena adalah mahasiswi dari universitas swasta terkenal, jadi wajar saja jika aku tidak bisa bertemu dengannya di jam - jam sibuk seperti ini. Aaa~ ingin rasanya menjadi mahasiswi seperti Selena, tapi apalah dayaku yang bahkan SMA pun tidak lulus... Ahaha, malangnya nasibku :)


Aku menunggu Selena didalam kamarnya atas ide ibu dan ayah Selena, sedangkan ayahku memutuskan untuk meninggalkanku di rumah keluarga Parker. Aku tidak keberatan sebenarnya, tapi aku merasa gugup saat itu dan ingin menolak ide untuk menunggu Selena didalam kamarnya. Sebuah kamar dengan seribu kenanganku bersama Selena, terasa begitu nostalgia karena tata letak kamar ini juga tidak banyak berubah. Kecuali beberapa hal yang nampak baru dari kamar ini...


Aku melihat kini Selena mempunya baju - baju yang... cewek banget, baju Selena terlihat lucu - lucu karena menonjolkan sisi feminim dari pemakainya. Aku tidak menyangka Selena akan benar - benar berubah menjadi feminim, "Apa karena dia benar - benar berusaha mati - matian untuk menjadi Luna? atau baju - baju ini atas permintaan kak Jester?" tanyaku dalam hati, aku tersenyum melihat koleksi baju - baju Selena.


Dimeja belajar aku melihat foto - fotoku bersama Selena mulai dari kami masih kecil sampai aku terakhir bertemu dengannya saat kami sudah SMA, semua tertata rapih disebuah pigura yang terlihat sangat bagus dan lucu. "Sampai detik ini pun... dia tidak melupakanku ya, Selena... aku kangen" gumamku ketika melihat foto - foto itu, tapi perhatianku teralihkan menatap sebuah foto yang Selena pisahkan dan terkesan dibuang.


Bingkai foto itu terlihat terbalik dan jauh dari jangkauan, aku penasaran dan mengambilnya untuk melihat foto siapa itu. Aku cukup terkejut ketika melihat foto itu karena foto itu bergambar Selena yang sedang memegang parfait bersama kak Jester disebuah taman, aku yakin taman itu adalah festival square. Beberapa detail kecil yang tertangkap kamera menambah keyakinanku jika foto itu diambil ketika mereka berdua berada di festival square, "Selena sepertinya benar - benar menjadi... pacar kak Jester..." gumamku terbata.


Cemburu, senang, bingung dan ingin menangis aku ketika melihat foto bahagia mereka berdua....


"Ahaha... aku aneh ya, aku yang meminta Selena menjadi pacar kak Jester tapi aku menangis ketika melihat kebahagiaan mereka" gumamku sembari mencoba untuk menahan air mataku agar tidak jatuh.


Aku kembali meletakkan foto Selena dengan kak Jester bersebelahan dengan foto - fotoku bersama Selena, hatiku kacau... entah apa yang aku pikirkan ketika itu, aku bingung dengan diriku sendiri. Seharusnya aku senang karena Selena menepati janjinya padaku, tapi disisi lain aku cemburu melihat kebahagiaan mereka dari foto itu. Aku duduk di pinggir kasur Selena lalu mencoba menata kembali hatiku, "Tidak seharusnya aku marah pada Selena, dia sudah menepati janjinya kepadamu, Luna" gumamku lagi sembari menghela nafas.


Tiga puluh menit lebih aku menunggu Selena didalam kamarnya, ketika itu aku mendengar suara langkah kaki yang terdengar begitu terburu - buru. Tidak lama setelah mendengar suara langkah kaki itu, seseorang terlihat menarik tuas ganggang pintu lalu membuka pintu kamar secara perlahan. Setelah beberapa saat, pintu pun terbuka lebar sehingga aku dapat dengan jelas menatap seseorang yang membuka pintu kamar.


"Hai Selena...." sapaku ketika menatap Selena


Selena menatapku dengan mata yang terbelalak dan juga ekspresi wajah yang begitu terkejut, entah karena tidak percaya akan kehadiranku atau karena kehadiranku seperti ancaman untuknya. Yaah... wanita yang jatuh cinta tentu akan menjadi egois kan? dia pasti tidak akan suka dengan kehadiranku ditengah hubungannya dengan kak Jester, jika itu memang yang terjadi aku tidak keberatan.


"Apa kamu... tidak suka dengan kehadiranku?" tanyaku pada Selena, pertanyaanku sepertinya membuatnya kaget.


"Hah?! aaah enggak! gak begitu, Luna... kamu... benar - benar... Luna?" tanya Selena, seakan dia ingin memastikan jika aku adalah Luna yang dia kenal dan bukan hantu mungkin.


"Ahaha... kamu pikir aku hantu? apa kamu mengira jika aku sudah mati?" tanyaku dengan sedikit menggodanya


"Luna!! aku tidak berkata seperti itu!!" bentak Selena

__ADS_1


"Lalu? kenapa kamu kaget melihatku?" tanyaku lagi sedikit menekan, Selena pun terdiam ketika itu dan menatapku dengan wajah datar.


"Selena? ada apa?" ucapku karena Selena hanya diam saja, ketika itu Selena menundukkan pandangannya untuk menghindari bertatapan mata denganku.


"Luna... kamu benar - benar Luna kan? kemana kamu dua tahun ini? apa kamu tahu aku kesepian tanpamu?" tanya Selena dengan suara yang terdengar agak serak, aku tahu dia sedang mencoba untuk tidak menangis.


"Selena... maaf dua tahun ini aku tidak menghubungimu sama sekali, aku... tidak tahu apa yang harus aku katakan disaat seperti ini. Sebenarnya aku tidak membayangkan kamu akan bersikap seperti ini ketika bertemu denganku, aku pikir kamu akan berlari lalu memel..." belum selesai aku berkata, Selena berlari mendekatiku lalu memelukku dengan erat sampai kami terjatuh di kasur.


Selena menangis terisak - isak didalam pelukanku, tangannya begitu erat mendekap ku. Entah apa yang terjadi padanya, tapi aku yakin ini bukan hanya tangisan haru sebuah pertemuan antara dua sahabat yang sudah tidak pernah bertemu lagi selama dua tahun. Selena masih menyimpan sesuatu di belakangku, aku yakin itu.


Beberapa menit kami masih saling berpelukan dan Selena menindih ku, tidak ringan memang dan sepertinya Selena semakin gendut sejak terakhir aku bertemu dengannya... ahaha, aku berharap Selena tidak membaca tulisan ini :)


Setelah pelukan itu, kini Selena duduk di sebelahku. Di Kasur itu Selena terlihat mencoba menenangkan diri karena sesenggukan paska menangis, aku hanya bisa menepuk - nepuk punggungnya dengan lembut untuk membantu meredakan sesenggukan nya. Sesekali Selena kembali menangis, namun dia dapat dengan cepat untuk meredakan tangisannya itu.


"Selena... ada apa? apa yang terjadi? kenapa kamu sampai seperti ini?" tanyaku ketika Selena terlihat jauh lebih tenang.


"Semua karena mu!! aku jadi cengeng seperti ini karena mu!!" bentak Selena padaku, aku tertawa kecil mendengar jawabannya.


"Maafkan aku ya..." timpal ku dengan suara tawa


"Apa yang membuatmu kembali?" tanya Selena padaku, mendapatkan pertanyaan itu membuatku sedikit terkejut. Aku pikir dia akan mengajakku mengobrol hal - hal lain seperti menanyakan kabarku atau apapun itu yang sifatnya basa basi, tapi ternyata tidak.


"Aku kembali karena.... ingin menyelesaikan masalah yang telah aku buat" jawabku, ketika itu Selena langsung menatapku dengan ekspresi terkejut.


"Kamu.... ingin bertemu... kak Jester?" tanya Selena terbata, kini aku paham apa yang membuatnya begitu kaget.


"I..iya, tidak boleh ya?" tanyaku balik pada Selena, tiba - tiba Selena beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati jendela lalu terdiam menatap keluar jendela.


"Selena? ada apa? kamu mau melarang ku untuk bertemu dengannya?" tanyaku lagi mencoba memastikan apa benar dugaanku


"Luna... kamu tahu apa yang terjadi pada kak Jester setelah kamu menolaknya dan menghilang begitu saja?" tanya Selena padaku

__ADS_1


"Ooh... aku paham... dia pasti sangat... membenciku ya...?" tanyaku padanya


"Itu sesuatu yang tidak perlu kamu tanyakan padaku kan" timpal Selena terdengar begitu menyesal, aku menghela nafasku lalu aku berkata...


"Tidak apa, biarkan aku bertemu dengannya meski pada akhirnya dia akan menolak kehadiranku. Aku tidak ingin kembali menyesal, Selena" ucapku dengan tegas, Selena pun berbalik dan menatapku dengan wajah terkejut lagi.


"Hah?! kamu masih ingin menemuinya meski sudah aku katakan dia membencimu?!" tanya Selena terdengar panik, aku mengangguk untuk menjawab pertanyaannya.


"Ta.. tapi.. kak Jester pasti akan marah - marah di depanmu!! dia akan membentak mu dan entah hal jahat apa yang akan kak Jester lakukan padamu!!" ucap Selena lagi terdengar panik


"Tidak apa, aku akan memahami apapun yang dilakukan kak Jester karena sikapku dimasa lalu. Jadi aku mohon padamu, pertemukan aku dengannya" pintaku padanya, Selena terdiam beberapa saat.


"Selena, kamu... tidak ingin aku untuk bertemu dengannya ya? apa kamu takut aku akan merebutnya darimu?" tanyaku lagi


"Aaaa~ bukan itu!! bukan itu yang aku pikirkan Luna, jangan salah paham!!" jawab Selena lalu kembali berbalik untuk menatap luar jendela kamarnya.


"Lalu apa? boleh aku tahu alasannya?" tanyaku lagi sedikit menekannya, sejenak muncul kecurigaanku jika kak Jester dan Selena sudah putus atau semacamnya.


"Apa kalian... bukan sepasang kekasih?" tanyaku sedikit menekan, Selena tersentak mendengar pertanyaanku.


"Bu.. bukan seperti itu... aku dan kak Jester.... sepasang kekasih kok, aku sudah memenuhi janjiku padamu... apa kamu tidak melihat penampilanku sekarang? aku mengikuti saranmu untuk merubah diriku menjadi sepertimu dan itu... berhasil" jawab Selena sedikit terbata, aku berjalan mendekatinya dan aku menatapnya dari balik pantulan wajahnya di kaca itu.


"Lalu? apa kamu tidak memperbolehkan ku untuk menemuinya?" tanyaku lagi dengan nada sedihku


"Be... beri aku waktu, aku... akan mempertemukan mu dengannya. Aku dan dia... sedang bertengkar sekarang" jawab Selena, ekspresi wajahnya terlihat sedih dari pantulan kaca.


"Kak Jester menyakitimu?" tanyaku menekannya, Selena terkejut lalu berbalik untuk menatapku.


"Ti..tidak! bukan seperti itu... semua karena.... salahku... jadi beri aku waktu, Luna" jawab Selena, aku tertawa kecil mendengar jawaban dan permintaannya itu.


"Aku tidak bisa memberimu waktu lagi Selena, aku harus segera bertemu dengannya secepat mungkin..." ucapku sembari menghela nafas, Selena menatapku dengan wajah heran.

__ADS_1


"Kenapa? apa kamu... akan pergi lagi?" tanya Selena, aku tertawa kecil lalu berkata...


"Umurku mungkin sudah tidak lebih dari empat puluh hari lagi... dokter sudah memvonis ku karena itu aku sudah tidak bisa membuang waktu lagi" jawabku sembari tersenyum padanya.


__ADS_2