Aku Pinjam Dia : Diary Luna

Aku Pinjam Dia : Diary Luna
Episode 49


__ADS_3

Tubuhku kembali bergerak sendiri, aku berlari dan aku tabrakkan tubuhku pada tubuh kak Jester. Aku memeluknya begitu erat, aku ingin menangis karena terharu... tapi aku percaya tangisanku hanya akan merusak momen bahagiaku. Aku sengaja mengigit bibir bawahku begitu kuat agar aku dapat mengendalikan rasa ingin menangis, perlahan aku merasakan tangan kak Jester melingkar di pinggulku dan dia pun membalas pelukanku.


Seketika aku teringat jika aku bukan hanya harus bertemu dengan kak Jester ditengah taman labirin ini, tapi juga syarat lainnya adalah tidak boleh ada orang lain selain kami ditempat itu. Aku melepaskan pelukanku lalu menoleh ke kanan dan ke kiri memastikan jika tidak ada orang lain selain aku dan pangeranku, perlahan pelukan kak Jester terlepas dari pinggulku lalu aku kembali berlari mendekati air mancur.


"Luna? ada apa?" tanya kak Jester, tingkahku yang aneh mungkin membuatnya heran.


"Aaah.. ti.. gak! gak ada apa - apa kok kak!" jawabku panik lalu kembali menatap wajahnya, kak Jester terlihat bingung lalu berjalan mendekatiku sembari menatap kanan - kiri.


"Apa cuma hanya ada kita? sepertinya banyak orang yang masuk kesini, di pintu sana saja aku bertemu setidaknya tiga puluh orang yang bersama masuk denganku" tanya kak Jester heran, jujur saja aku juga dibuat bingung dengan apa yang terjadi.


Bagaimana mungkin taman yang luasnya tidak seberapa ini dapat menyesatkan ratusan orang dan membiarkan aku dan kak Jester bertemu ditengah tanpa ada orang lain, "Apa mungkin... mitos itu benar adanya?" tanyaku dalam hati, aku pun melamun ketika itu sampai...


"...Na?! Luna?!! apa kamu baik - baik saja?!" tanya kak Jester, aku tersadar dari lamunanku dan terkejut menatap wajah kak Jester yang sudah sangat dekat denganku.


"Eeh.. maaf, aku sedikit melamun tadi.." timpal ku


"Apa ada yang kamu pikirkan? kamu terlihat... sedang memikirkan sesuatu yang berat" tanya kak Jester dengan nada yang terdengar begitu mengkhawatirkan ku, aku tersenyum menatapnya lalu menggelengkan kepalaku.


"Tidak ada, hanya saja tadi aku bertemu dengan seorang wanita asing saat aku berjalan menuju tempat ini...." jawabku lalu menggantungkan kalimatku untuk melihat ekspresi wajah kak Jester, sesuai dugaanku dia terlihat penasaran dengan ceritaku.


Aku pun memberikan note kecil yang diberikan wanita asing tadi kepada kak Jester, setelah menerima note kecil itu kak Jester langsung membaca tulisannya lalu wajahnya pun memerah. Dalam diam dia menatapku dengan wajah kagetnya yang terlihat lucu di mataku, aku tertawa kecil ketika kak Jester berekspresi seperti itu.

__ADS_1


"A.. apa i..ini?! ini seperti sum..." belum selesai kak Jester bicara, aku memotongnya dengan helaan nafas berat yang aku hembuskan.


"Wanita itu bilang dia sangat ingin mengucapkan janji itu dengan mantan pacarnya ditempat ini, ketika dia tahu aku kemari bersama orang yang aku suka... dia menitipkan note ini agar aku bisa membacanya ketika aku bertemu denganmu... disini..." timpal ku


"Ta... tapi!! tapi ini seperti..." belum selesai kalimat kak Jester, aku kembali memotongnya dengan suara tawa.


"Apa kamu berpikir aku sengaja ingin memaksamu untuk menembak ku saat ini juga?" tanyaku, kak Jester pun terdiam namun wajahnya semakin memerah. Dia sepertinya membatu saat itu, aku rasa... otaknya sudah overheat.. xixixi, jika ini adalah kartun maka akan keluar asap dari telinga kak Jester.


Ditengah membatunya kak Jester ketika itu, aku menyempatkan diri menatap layar handphoneku untuk melihat jam berapa sekarang. Ketika itu waktu sudah menunjukkan pukul 17:59, aku langsung menarik tangan kak Jester mendekati kursi taman dengan air mancur di dekatnya. Karena angin beberapa air pun memercik ke wajah dan tubuhku begitu pula dengan kak Jester, aku tidak mempedulikan hal itu dan terus menatap mata pangeranku.


Senyumku merekah ketika bertatapan dengannya, aku memberikan gestur ekspresi wajah sebagai tanda jika aku dan kak Jester harus mengatakan apa yang tertulis dalam note ketika lonceng berdenting. Meski terlihat berat hati namun akhirnya kak Jester setuju, tidak lama...


Ding...!! Dong...!! Ding...!!! Dong...!!


Wajah pangeranku yang kini terlihat begitu jelas karena lampu - lampu itu, matanya yang begitu hangat menatapku dan juga senyumnya yang sedikit terangkat namun aku tahu jika dia pun terpesona denganku.


"Indah ya ketika lampu - lampu sudah mulai menyala..." celetukku ketika itu


"Lebih indah... bias mata birumu yang terus menatapku...." timpal kak Jester padaku, aku terkejut dengan celetukannya, namun aku hanya diam saja menunggu lonceng berhenti berdenting dan terus menatap mata kak Jester.


"Sudah siap kak?" tanyaku setelah lonceng berhenti berdenting, kak Jester hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaanku lalu kami... mengucapkan apa yang tertulis pada note itu secara bersama - sama...

__ADS_1


"Kami berjanji untuk saling menemani dalam keadaan apapun, sedih, senang, terpuruk, hingga bangkit sampai kematian yang akan memisahkan kami... kami berjanji akan saling mencintai dalam keadaan apapun, marah, sedih, kecewa, cemburu, hingga kematian memisahkan kami... kami berjanji bahwa hanya kematian yang akan memisahkan kami, demi apapun... kami mengikrarkan janji ini secara sadar dan tanpa paksaan" ucapku dan kak Jester secara bersama


Mataku dan matanya terlihat berkaca - kaca meski bibir kami tersenyum... perlahan aku berjalan mendekati kak Jester lalu aku mendongakkan kepalaku sembari menjinjit... aku menciumnya... menempelkan bibirku ke bibirnya untuk beberapa saat... setelah itu aku melepaskan tautan bibirku dan aku pun menunduk lalu menempelkan kepalaku di dada kak Jester.


"Itu ciuman... pertamaku... terima kasih, kamu sudah menjadi penyemangatku... kehidupanku lebih terasa berwarna dengan kehadiranmu... aku akan jaga hati ini hanya untukmu, meski suatu saat nanti kita terpisah... aku pastikan hanya ada kamu... di hatiku..." ucapku terbata


"Tidak ada kata terpisah... aku akan selalu mencari mu meski kamu menghilang sampai ke ujung dunia sekalipun, aku pasti... pasti akan mencari dan menemukanmu, Luna" timpal kak Jester


Aku tertawa kecil mendengar apa yang baru saja kak Jester katakan, mungkin kak Jester merasa jika apa yang baru saja dia katakan adalah hal konyol. Kak Jester pun mengatakan jika apa yang baru saja di katakan adalah hal yang akan dia lakukan jika aku tiba - tiba menghilang lagi, namun aku kembali menanggapinya dengan suara tawa.


Wajah masamnya karena aku terus - menerus menertawainya kini aku dapatkan, seperti wajah masam yang pernah aku lihat dalam mimpiku. Semua seperti dalam mimpiku... mungkin aku bisa bermimpi... akan sembuh suatu saat nanti.... aku benar kan? :)


Aku dan kak Jester mengobrol begitu panjang lebar sembari duduk di kursi taman itu, mengambil beberapa foto berdua dan kami memilih satu foto yang paling bagus. Namun sayang semua foto itu tidak terlihat bagus karena view tidak tertangkap dengan baik, tidak lama aku melihat wanita yang memberikan aku note kecil itu.


Kami saling bertegur dan dia nampak senang karena aku bertemu dengan pasanganku disana, dia bertanya tentang apa aku dan pangeranku membaca note itu? namun baik aku dan kak Jester sama - sama malu untuk menjawabnya, kami hanya saling membuang muka ketika mendapatkan pertanyaan itu.


Suara tawa wanita itu pun terdengar begitu puas, lalu dia menawarkan diri untuk mengambil foto kami. Awalnya kami sempat ragu, namun wanita itu berkata jika dia bekerja sebagai fotografer di perusahan ternama. Akhirnya kami pun menerima tawaran itu, kami mengikuti arahan wanita itu untuk berpose dan setelah beberapa foto berhasil ditangkap... aku dan kak Jester begitu terkesan dengan hasilnya.


Aku dan kak Jester memilih satu foto yang akan kami cetak untuk dipajang, dan entah darimana... tiba - tiba orang - orang mulai berdatangan ke tengah taman itu. Taman tengah labirin yang sejak tadi terlihat sepi karena hanya ada aku dan kak Jester, kini terlihat ramai oleh pengunjung. Kami seperti masuk kedalam dimensi lain ketika bertemu, dan saat senja berakhir... kami seakan dikembalikan ketempat dimana kami seharusnya berada...


Aneh? Yaah... aku pun berpikir demikian, benarkah aku akan bersama kak Jester untuk selamanya? mungkin saja kan? Ahahaha.... semua orang boleh berharap, aku benarkan?

__ADS_1


Dan tentang mitos itu...


Aku ingin mempercayainya.... sangat ingin untuk percaya... :)


__ADS_2