
Ayah menceritakan semua hal yang berjalan ketika aku masih dinyatakan jatuh koma selama lebih dari tiga minggu, dimulai dari ayah yang resign dari keluarga parker, beberapa orang suruhan dari keluarga Gates mencariku, karena ayah dan ibu yang menutupi keberadaan ku ketika itu sampai tuan William dan nyonya Marrie datang sendiri ke rumah untuk dapat berbicara denganku tentang apa yang terjadi diantara aku dan kak Jester. Aku mengerti mengapa mereka melakukan itu semua, aku yakin pangeranku itu sedang dalam kondisi terburuk.
Kak Jester... pangeranku... percayalah, ini jauh lebih baik dari pada kamu harus mengetahui kematianku, maafkan aku.
Selena memberikanku beberapa benda untuk dijadikan kenang - kenangan dan hadiah perpisahan, kak Justin beberapa kali mengunjungi ku di rumah sakit dan menjadi pintu utama sebagai pelindungku ketika ada orang suruhan keluarga Gates mencariku di rumah sakit, entah apa yang terjadi saat itu... semua berkerjasama dengan baik untuk melindungi ku dari keluarga Gates.
Bukan... maksudku, semua bekerjasama untuk membiarkan aku hilang ditelan bumi... Luna Lincoln sudah menghilang dari bumi... satu - satunya keinginanku yang menjadi kenyataan saat ini. Aku hidup sendiri sesuai yang aku inginkan, dengan begini... tidak akan ada lagi yang bisa aku buat jadi sedih ketika aku... mati...
Hanya ada ayah dan ibu yang akan menemaniku menghabiskan sisa - sisa hariku...
Tentang dokter yang merawat ku... ada seorang dokter disini bernama dokter Alora dan dia sudah mendapatkan rekam medis ku, ayah mengatakan jika disini ayah kesulitan untuk mendapatkan obat - obatan untukku, untung saja Selena memberikan kami mobil miliknya untuk mobilitas kami selama di desa ini sehingga ayah bisa menuju ke kota terdekat untuk menebus obat - obatan ku di apotek kota yang semua tagihannya dibayar oleh keluarga Parker. Setiap bulan, keluarga Parker selalu mengirim sejumlah uang ke rekening ayah.
Dan aku... apa lagi yang harus ku tulis? rasanya sudah tidak ada lagi yang perlu ku tulis, bahkan buku ini aku bawa bersamaku menjauh dari kak Jester.
Selamat tinggal pangeranku tercinta, selamat tinggal kenangan yang indah dan selamat tinggal diary... Tak ada lagi yang ingin ku tulis, biarkan aku menghabiskan sisa umurku hanya untuk menikmati kebersamaan bersama ayah dan ibu.
Terima kasih sudah menjadi teman yang setia, walau pada akhirnya tidak terbaca oleh kak Jester... setidaknya aku sudah menepati janji untuk menulis kisahku
***TULISAN LUNA BERAKHIR***
Pagi hari disebuah perumahan elite, terlihat sebuah rumah dengan aksen khas budaya jepang yang berbeda dari rumah lain yang ada diarea itu. Didalam rumah itu terdapat ruang keluarga yang terbentang tatami, terdapat televisi besar dengan home theater lengkap disebelah televisi itu, dan juga sofa panjang yang membentang sebagai tempat duduk untuk menikmati televisi.
Di sofa itu terlihat Jester sedang duduk sembari memegang diary berwarna pink dan Naomi yang tiduran di paha Jester dengan air mata yang berlinang, perlahan tangan Naomi menyeka air mata Jester dan juga air matanya yang membasahi pipinya lalu menepuk pelan pipi Jester untuk memberikannya rasa tenang.
"Andai saja aku tahu lebih awal, aku...." celetuk Jester dan dia menggantung kalimatnya sejenak, Naomi menggelengkan kepala lalu menghela nafas.
"Jangan salahkan dirimu... Luna berusaha keras untuk menutupi semuanya darimu, ini semua bukan kesalahanmu Jess" timpal Naomi dengan suara yang terdengar serak
"Tapi.... bukankah aku seorang pria yang buruk karena aku mengaku mencintainya, tapi aku... sama sekali tidak peka dengan apapun yang sebenarnya Luna sedang derita" ucap Jester menyesal, Naomi kembali menggelengkan kepalanya.
"TIdak seperti itu Jess... Luna memiliki alasannya sendiri, tidak ada yang salah dari kejadian diantara kamu dan Luna. Berhenti untuk menyalahkan diri sendiri" ucap Naomi dengan sedikit bentakan, Jester menatap Naomi dengan wajah sedih dan masih tidak bisa untuk memaafkan dirinya sendiri.
__ADS_1
"Kamu ingat kejadian bulan lalu antara kamu dan Daniel? Kejadian yang sama hampir saja menimpamu karena ketidakpekaan ku terhadap wanita yang aku cintai... kepekaan Luna yang membuat aku bisa menolong mu tepat pada waktunya... aku bisa saja kehila..." belum selesai Jester berkata, Naomi memotong.
"Stop! aku mengerti jika aku salah karena memilih jalan yang sama dengan apa yang Luna lakukan... tapi menjadi kami itu tidak mudah seperti yang kamu katakan Jess, banyak hal yang menjadi bahan pertimbangan kami karena aku dan Luna... mencintaimu" timpal Naomi
"Aku... tetap tidak dapat memahami jalan yang kalian pilih..." Jester mengatakannya lalu perlahan mengangkat kepala Naomi yang berada di pahanya agar dia dapat beranjak dari sofa
Jester berdiri dan meletakkan diary berwarna pink itu di atas meja didepannya lalu berjalan mendekati pintu geser yang menjadi pintu penghubung antara ruang keluarga dan kolam renang, sedangkan Naomi masih duduk di sofa menatap Jester yang berdiri bersandar pada kusen pintu geser itu. Tatapan mata Jester kosong memandangi langit cerah pagi itu, dalam pikirannya kini terbayang - bayang semua kenangan indahnya bersama Luna. Lamunan Jester terhenti ketika Naomi berjalan mendekati Jester lalu memeluknya dari belakang, suara helaan nafas Naomi pun terdengar setelah memeluk Jester.
"Jess... kami para wanita memang selalu melibatkan perasaan kami untuk memilih ataupun memutuskan sesuatu yang berhubungan dengan orang yang kami cintai, kamu tidak perlu memahami apa yang kami pikirkan karena yang perlu kamu lakukan hanyalah... mengerti jika apa yang kami lakukan itu semua demi kebaikan orang yang kami cintai" celetuk Naomi
"Aku akan mencoba mengerti itu meski tetap saja sulit untukku, kamu tahu... jika saja Luna mau jujur sejak awal, mungkin aku bisa memberikan kenangan indah untuknya" timpal Jester
"Luna sudah menyesali keputusannya, karena itulah dia berpesan aku harus percaya padamu apapun kondisinya. Saat itu kata - kata Luna yang membuatku berani untuk jujur padamu tentang keadaanku" ucap Naomi lalu melepaskan pelukannya, Naomi memutari Jester lalu menatap wajah Jester dengan senyuman.
"Sudah yah... Luna pasti tidak senang melihatmu terus - menerus menyalahkan diri sendiri" bujuk Naomi, Jester tertawa kecil lalu mengelus kepala Naomi dengan lembut.
"Lain kali langsung berkata jujur tentang apa yang sedang kamu derita, kita bisa pecahkan masalah bersama - sama" timpal Jester, Naomi menganggukkan kepalanya beberapa kali lalu memeluk Jester dengan erat.
Setelah beberapa saat, Jester dan Naomi ingin melakukan rutinitas mereka lagi. Jester hendak keluar dari ruang keluarga, sedangkan Naomi ingin kembali menyimpan diary Luna yang tadi Jester letakkan dimeja begitu saja. Namun karena penasaran, Naomi kembali membuka lembaran demi lembaran buku diary itu. Hingga ditengah halaman, Naomi melihat ada tulisan tangan lagi.
"Jess!! tulisan Luna masih belum selesai!!" seru Naomi ketika itu, Jester langsung berbalik dan menatap Naomi yang sedang membaca buku diary itu.
"Hah? benarkah?" tanya Jester memastikan ucapan Naomi
Naomi menunjukkan halaman dimana Luna kembali memutuskan untuk menulis, Jester pun berlari mendekati Naomi dan membaca halaman itu yang tertulis
***
Diary....
Aku kembali setelah dua tahun memutuskan untuk berhenti menulis, tenang saja..aku tetaplah seorang Luna Lincoln yang labil..xixixixi.... Sebuah kejadian merubah keputusanku, aku bertemu dengan gadis konyol dan lucu bernama Grece, Grece Werner nama lengkapnya, pertemuanku dengannya membuatku kembali menata sebuah pemikiran tentang masa depan, yaaah...masa depan... mungkin mulai hari ini aku akan kembali menulis dan menceritakan sisa - sisa hidupku, jadi diary... bersiaplah, karena Luna Lincoln akan kembali menulis kisah hidupnya
__ADS_1
***
"Hah?!! Grece? dia bertemu Grace?! kenapa Grece tidak menceritakan ini pada kita?" tanya Jester heran dan terkejut dengan apa yang Luna tulis
"Huum... Jess, kalau kamu ingat ketika kita sedang latihan band di kampus.... Grece bilang sudah mengenal Luna namun ketika itu Luna mengganti namanya menjadi Lunar, apa kamu ingat?" tanya Naomi, Jester mengalihkan pandangannya menatap Naomi lalu menganggukkan kepala beberapa kali.
"Grece dulu cerita jika Luna pernah mengatakan alasan dia menggunakan nama Lunar karena dia mengibaratkan dirinya seperti bulan yang sudah kehilangan cahayanya, itu kejadian ketika Luna mengikuti ajang pencarian bakat yang diadakan oleh Werner Grup" ucap Naomi lagi, lalu Jester kembali membuka lembaran demi lembaran untuk melihat seberapa banyak Luna menulis.
Hingga diakhir buku, Jester membaca tulisan Luna tentang kejadiannya ketika Jester dan Luna berada di Paris Prancis. Jester terkejut membaca tulisan terakhir Luna itu, begitu pula dengan Naomi yang penasaran apa yang membuat Jester tiba - tiba terkejut.
"Dia menulis sampai akhir hidupnya, tapi... coba perhatikan Jess, tulisan Luna mulai tidak rapi bahkan sulit terbaca... banyak coretan di setiap tulisannya, pasti saat itu Luna sangat berusaha keras untuk menulis ditengah kondisinya yang memburuk..." celetuk Naomi
"Ayo kita baca apa yang Luna tulis untuk kedua kalinya setelah dirinya memilih buat berhenti menulis, ada hubungan apa dia dengan Grece dan... kenapa dia memutuskan untuk kembali dalam hidupku setelah sebelumnya dia memutuskan untuk menghilang dariku" timpal Jester
Jester dan Naomi pun kembali duduk di sofa dekat mereka, Jester membuka halaman pertama sejak Luna kembali memutuskan untuk menulis. Sebelum membacanya, Jester menyempatkan diri menatap Naomi yang juga ikut penasaran dengan kisah hidup Luna.
"Sepertinya tulisan kedua Luna dimulai dari sini" ucap Jester, Naomi menganggukkan kepalanya menyetujui perkataan Jester.
"Bacakan seperti tadi" pinta Naomi lalu tiduran di paha Jester.
***EPISODE KE DEPAN MENGGUNAKAN SUDUT PANDANG ORANG PERTAMA SEBAGAI LUNA LINCOLN***
Diary....
Aku kembali setelah dua tahun memutuskan untuk berhenti menulis, tenang saja..aku tetaplah seorang Luna Lincoln yang labil..xixixixi.... Sebuah kejadian merubah keputusanku, aku bertemu dengan gadis konyol dan lucu bernama Grece, Grece Werner nama lengkapnya, pertemuanku dengannya membuatku kembali menata sebuah pemikiran tentang masa depan, yaaah...masa depan... mungkin mulai hari ini aku akan kembali menulis dan menceritakan sisa - sisa hidupku, jadi diary... bersiaplah, karena Luna Lincoln akan kembali menulis kisah hidupnya
Semua dimulai setelah dua tahun berlalu, tidak banyak hal terjadi padaku karena aku hanya hidup menyendiri dan mengurung diri di rumah dan didalam kamarku. Aku tidak banyak berinteraksi dengan banyak orang, hanya berinteraksi dengan ibu dan ayah. Semua kehidupan dua tahun ku hanya aku habiskan untuk belajar berjalan kembali, berdiri, meminum obat - obatan, terapi untuk menghancurkan sel - sel kanker darahku, dan juga... meneruskan hidup yang terasa mati untukku.
Semua hal membosankan itu berubah ketika suatu ketika ibu memberikan aku sebuah selebaran...
Selebaran yang merubah hidupku untuk seutuhnya, aku menemukan arti kehidupan....
__ADS_1
Seperti ini ceritanya....