
Masih tetap berada di lapangan mini golf dalam area sekolah, saat itu aku, kak Luke, dan kak Harry duduk bersama dibawah pohon rindang. Setelah kak Jester lari karena tak tahan dengan perasaan malunya, kak Harry memintaku untuk tetap disana karena mereka berdua ingin berbicara hal serius denganku
Ada perasaan tegang didalam hatiku mendengar permintaan kak Harry, tapi disisi lain aku merasa ini akan menjadi kesempatan langka untukku bisa dekat dengan kak Jester. Aku terkesan agresif ya? jawabannya hanya ada satu... Umurku tidak akan dapat menunggu lama, setidaknya aku ingin mempunyai momen indah bersamanya...
"Apa kamu benar - benar mencintai sahabat kami itu?" tanya kak Luke dengan sedikit menekan
Suaranya yang terdengar begitu berat itu seakan memberi peringatan padaku agar aku tidak bermain - main dengan hati kak Jester, dua kali juga aku sudah diperlihatkan depan mata bahwa kak Luke tidak pernah segan - segan berlaku kasar meski lawannya adalah perempuan. Seketika aku pun membuang muka, karena aku takut pada tatapan matanya.
"Jika aku katakan iya... apa kak Luke akan mempercayaiku?" tanyaku dengan sedikit terbata
"Jujur tidak" jawabnya singkat dan begitu jujur, aku sampai mengalihkan pandanganku menatap kak Luke dengan dahi yang mengernyit.
"Hei Luna, kami itu tidak percaya pada cinta pada pandangan pertama" timpal kak Harry, kini tatapan mataku mengarah pada kak Harry.
"Lalu... apa yang bisa aku lakukan untuk membuat kalian percaya kalau aku jatuh cinta padanya?" tanyaku, ketika itu kak Luke dan kak Harry saling menatap seakan sedang berbicara tanpa suara.
"Pertama beritahu alasan kenapa kamu jatuh cinta padanya" ucap kak Luke setelah dia dan kak Harry terdiam sesaat sembari saling menatap
"Kedua apa kalian pernah bertemu sebelumnya sampai membuatmu jatuh cinta?" tanya kak Harry
Mendengar pertanyaan dari mereka membuatku kini bingung harus menjawab apa, bukan karena cintaku pada kak Jester palsu... tapi bagaimana cara menjelaskan pada mereka jika aku jatuh cinta padanya karena sumpah serapahku padanya bahkan ketika kami tidak pernah bertemu, selain itu bagaimana juga aku katakan tentang aku pernah bertemu dengannya dalam mimpi.
AAAAA~ aku ingin kabur dan berteriak sekeras - kerasnya saat itu, malu~ aku malu~
"Kenapa tidak menjawab? apa benar itu semua hanya tipuan?" suara kak Luke seketika meninggi ketika aku tidak juga kunjung menjawab, aku tersentak lalu menatap wajah kak Luke dengan ekspresi minta belas kasihnya agar memberiku waktu untuk menjawab.
"Aaa.. ti.. tidak.. bukan itu... aku hanya..." ucapku terbata dan aku tahan sejenak sambil menyusun kata - kata dalam kepalaku
__ADS_1
"Hanya...?" tanya kak Luke memintaku untuk meneruskan kalimatku
Aku yakin wajahku seketika menjadi memerah, aku begitu malu dan tidak ingin menjawabnya. Namun disaat seperti ini akan menjadi penentuan apa aku bisa mendekati kak Jester atau tidak, aku tidak memiliki pilihan kan? jadi aku menarik nafasku panjang - panjang dan menghembuskannya perlahan.
"Kalian akan tertawa dengan alasanku, aku mencintainya karena aku pernah mengutuk calon pacarku siapa pun itu agar dia menjadi jomblo seumur hidupnya selain dia akan bersamaku kecuali...." seketika aku menghentikan perkataanku sejenak, aku tidak bisa mengatakan kondisi kesehatanku kepada mereka...
"Kecuali?" tanya kak Luke lagi menekan ku
"Maaf bukan kecuali... tapi aku ingin dia hanya mencintaiku seumur hidupnya dan tidak memiliki masa lalu apapun" jawabku, aku pun siap untuk mendengar suara tawa mereka yang sudah tidak asing di telingaku.
Tapi tidak ada tanda apapun dari ekspresi wajah mereka yang seakan mengisyaratkan akan tertawa, wajah kak Luke dan kak Harry terlihat begitu serius menatapku.
"Jadi kamu pernah bertemu dengannya sebelum ini?" tanya kak Luke lagi, aku pun menggelengkan kepalaku beberapa kali.
"Dalam dunia nyata tidak...." jawabku menggantung, sesuai dugaan mereka pun menatapku penuh rasa heran.
"Cukup, ternyata memang dia pacar Jester. Hei Luke, gimana menurutmu?" tanya kak Harry pada kak Luke, aku pun terkejut mendengar ucapan kak Harry. Saat itu kak Luke hanya menganggukkan kepalanya merespon ucapan kak Harry, namun aku tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.
"Baik, kami akan membantumu sampai kalian berpacaran" dengan tegasnya kak Luke mengucapkannya
Aku kembali dibuat terkejut dengan ucapan kak Luke, dalam hatiku bertanya - tanya "Apa?! hah? gimana? ada apa ini?" namun tidak mungkin aku bertanya seperti itu pada mereka, jadi aku hanya terdiam bengong menatap kak Luke dan kak Harry yang berdiskusi sendiri. Isi diskusi mereka adalah merencanakan untuk mendekatkan aku dengan kak Jester, begitu serius mereka merencanakannya sampai aku pun dicuekin untuk beberapa waktu.
"Hei putri bulan, mulai saat ini aku, kamu dan Harry masuk dalam misi menjadikan putri bulan menjadi pacar Jester" ucap kak Luke sambil menunjukku, aku hanya bisa bengong mendengar ide itu.
"Sudah aku duga, nama misinya jelek dan kepanjangan. Lihat respon Luna yang bingung itu, hei Luke! kamu buruk dalam hal menamai sesuatu" ejek kak Harry menimpali perkataan kak Luke
Kak Luke itu sangat lucu ya, bisa - bisanya dia memberiku julukan putri bulan... yah walau arti namaku adalah bulan, tapi kita bahkan baru saling kenal. Kak Harry juga sering sekali mengejek kak Luke secara terang - terangan, apa memang seperti itu cara mereka berteman, tapi sungguh itu membuatku nyaman berada dalam lingkungan pertemanan mereka. Seperti pelindungku ditengah bullying yang sering aku terima.
__ADS_1
Ingin aku berteriak "bukan itu masalahnya!! Apa kalian ini bodoh?!!" namun mana mungkin aku berani melakukannya, takut~. aku pun hanya tersenyum kecut sembari terus mendengarkan mereka berdebat.
Pertemuan itu ditutup dengan hasil misi tanpa nama, aku yakin keduanya sangat malu karena setelah berdebat sangat panjang pada akhirnya mereka tidak bisa menamai misi itu. Aku tersenyum sepanjang jalan menuju kelas dan disalah satu koridor menuju ruang laboratorium kimia, kami bertemu kak Jester.
Tahukah apa yang terjadi saat kami bertiga bertemu pangeranku itu? wajahnya mendadak memerah dan dia berlari menjauhi kami tanpa sepatah katapun, kak Luke dan kak Harry pun tidak berniat untuk menahannya. Mereka berdua hanya tertawa melihat tingkah pangeranku, "Aaaa~ kamu gemesin sih!!" ucapku dalam hati
Sejenak aku teringat jika aku diluar kelas dalam keadaan pelajaran sudah dimulai, aku pun hendak berlari menuju kelas namun tangan kak Luke menahan lenganku. Aku segera menoleh menatap wajah kak Luke dengan panik, kepanikan yang dapat diartikan oleh kak Luke saat itu.
"Aku yang akan izin pada gurumu, kamu tenang aja" celetuk kak Luke padaku
Kami bertiga berjalan sampai didepan kelas, aku mendengar guru sedang menerangkan pelajaran siang itu dan siswa - siswi terdiam tanpa suara apapun. Tanganku begitu ragu untuk membuka pintu kelas, namun tiba - tiba kak Luke membukanya dan langsung masuk kedalam kelas bersama kak Harry.
"Selamat siang pak Robert, aku kesini meminta izin membawa Luna terlambat masuk kelas karena Luna dipanggil ketua tim Golf Jester Gates" ucap kak Harry pada pak Robert guru biologi
Aku panik melihat kak Luke dan kak Harry yang tiba - tiba masuk seperti itu, namun setelah berbicara pada guru ketika itu aku melihat raut wajah pak Robert nampak terkejut lalu tersenyum menatapku.
"Ooh iya iya, Luna segera masuk dan duduk di bangkumu" dengan ramah pak Robert mengatakannya, aku membungkukkan badanku lalu berlari kecil dan duduk disebelah Selena dengan wajah masih panik.
"Ada keperluan lagi, Luke? Harry?" tanya pak Robert saat itu
"Maaf pak, ada pengumuman sedikit untuk kelas ini. Boleh?" tanya kak Harry, dengan gestur tangan pak Robert mempersilahkan.
Saat itu kak Luke berjalan tepat di depan kami seakan guru yang sedang memberikan materi kepada muridnya, wajahnya terlihat begitu serius menatap kami semua satu per satu.
"Dengarkan!! ini dari Jester Gates!! Mulai detik ini, tidak boleh ada satu pun yang boleh menyentuh Luna karena dia resmi pacar dari Jester Gates! siapa pun yang masih berani menyentuhnya, aku pastikan kalian akan mengalami mimpi buruk!" agak berteriak kak Luke mengatakannya
Semua siswa dan siswi di dalam kelas begitu kaget dengan perkataan kak Luke, Selena bahkan langsung menoleh menatapku dengan mata yang terbelalak dan bibir yang seakan tidak dapat dia tutup. Aku? aku juga sama menatap Selena dengan ekspresi wajah yang sama... Xixixi~
__ADS_1