Aku Pinjam Dia : Diary Luna

Aku Pinjam Dia : Diary Luna
Season 3 : Episode 38


__ADS_3

Aku dan Selena duduk di pinggiran kolam renang yang terletak disebelah ruang keluarga, menikmati angin sepoi - sepoi menabrak diriku yang terasa menyegarkan juga menenangkan pikiranku yang sedang kalut. Aku memikirkan tentang kondisi Naomi setelah mengalami kejadian nahas, aku juga memikirkan tentang penyakitku, dan terakhir tentang semua impian terakhirku yang mungkin tidak akan pernah bisa terlaksana. Sekuat mungkin aku berusaha untuk tidak terlihat menyesali semuanya agar Selena tidak semakin khawatir padaku, fokus kami sudah jelas karena Naomi lebih membutuhkan perhatian dibanding diriku.


"Luna" sapa kak Jester yang berada di belakangku, aku menoleh kebelakang dan aku dapati kak Jester berdiri di pintu masuk ruang keluarga .


Posisi duduk kami memang memunggungi pintu masuk ruang keluarga, jadi baik aku maupun Selena tidak menyadari jika kak Jester berada disana. Tatapan matanya terlihat begitu sedih memandangku, aku tahu bagaimana rasanya hati kak Jester kala itu. Sakit... tentu saja, terlebih mungkin Naomi sudah mengatakan kebenaran tentang keadaannya pada kak Jester.


Mungkinkah seperti itu dulu keadaan kak Jester ketika aku meninggalkannya dengan kalimat yang menyakitkan? Jika memang iya, aku tidak akan sanggup untuk menanggung perasaan bersalah sampai akhir hidupku.


"Iya kak, ada apa?" tanyaku sembari beranjak dari duduk, tidak lama Selena pun berdiri dan bersama denganku berbalik badan untuk berhadapan dengan kak Jester.


"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu, bisa kita bicara berdua?" pinta kak Jester, saat itu aku dan Selena pun saling tatap dengan heran.


"Bo.. boleh, bicara disini atau..." belum selesai aku berkata, kak Jester memotongnya.


"Selena, temani Naomi sebentar" timpal kak Jester


Selena hanya menganggukkan kepalanya untuk menerima permintaan kak Jester lalu dia berjalan masuk kedalam rumah melewati kak Jester, kini hanya ada aku dan kak Jester di area kolam renang. Dengan gestur tangan kak Jester memintaku untuk mengikutinya untuk masuk kedalam rumah, aku berjalan mendekatinya lalu kami pun duduk berhadapan di sofa dalam ruang keluarga.


"Ada apa kak?" tanyaku


Hatiku tak karuan saat itu, berhadapan dengan pria yang masih kucintai dalam keadaan yang terluka membuatku ikut merasakan sakit yang sama. Andai saja bisa memeluknya untuk memberi ketenangan, ingin rasanya aku lakukan namun aku tidak sanggup. Pangeranku.... aku yakin kamu adalah Jester yang sama seperti yang aku kenal dulu, kamu pasti bisa melalui semua ini kak.


"Aku tiba - tiba teringat kejadian saat... kamu disakiti oleh Natalie, apa kamu mengingatnya?" tanya kak Jester padaku


"Kejadian lama, aku ingat hanya saja..." belum selesai aku berkata, kak Jester memotongnya.


"Melihatmu dengan keadaan seperti itu membuat aku gelap mata, aku begitu marah pada mereka dan aku melakukan sesuatu diluar batas kewajaran ku... kali ini juga sama, aku merasakan amarah yang bergejolak" timpal kak Jester, aku sempat terdiam beberapa saat.


"Kemana arah pembicaraan ini, kak?" tanyaku sedikit menekannya


Dengan tubuh yang terlihat lemah dan tatapan matanya yang penuh beban, suara kak Jester begitu berat terasa. Kali ini aku tahu apa yang mengganggu pikirannya dan aku pasti memberinya solusi.


"Katakan padaku, ketika itu apa yang sebenarnya kamu ingin aku lakukan untukmu?" tanya balik kak Jester seraya menatapku dengan tajam, aku menarik nafas dalam - dalam lalu menghembuskannya perlahan.


"Katakan dengan jujur, aku dengar dari Selena kalau kamu, kak Luke dan kak Harry sampai dipenjara gara - gara kasus itu. Apa itu benar?" tanyaku menekan kak Jester


"Penjara remaja, itu bukan seperti penjara yang kamu bayangkan" jawab kak Jester dengan helaan nafas

__ADS_1


"Kamu mau tahu bagaimana perasaanku ketika mendengar kenyataan itu?" tanyaku lagi semakin menekannya, kak Jester terdiam dengan raut wajah datar menatapku.


"Sakit kak... hatiku terasa sakit ketika mendengar kenyataan itu..." jawabku


"Tapi..." belum selesai kak Jester berkata aku memotongnya.


"Diam dan dengarkan aku!" bentak ku padanya, kami pun terdiam beberapa saat.


"Aku berterima kasih padamu, pada kak Luke dan kak Harry karena sudah menyediakan waktu kalian untuk menyelamatkanku dulu, tapi aku cuma ingin kalian melepaskan aku dari gangguan kak Natalie dan tidak lebih dari itu. Yang aku inginkan... kamu ada di sisiku untuk membantuku bangkit, aku ingin kamu... berada di sisiku kak..." ucapku, raut wajah terkejut kak Jester pun begitu nampak di hadapanku.


Aku merasa malu setelah aku mengatakannya, jujur saja aku seperti sedang mengungkapkan perasaanku padanya yang selama ini aku pendam. Kami terdiam sejenak... entah apa yang kak Jester pikirkan tentangku, dia menatapku begitu dalam ketika mata kami bertemu. Perlahan raut wajah terkejutnya menghilang, kak Jester menundukkan kepalanya lalu berkata...


"Apa menurutmu... itu yang Naomi inginkan sekarang? kalian bukan orang yang sama, ada kemungkinan Naomi memiliki keinginan yang berbeda denganmu" sedikit terbata kak Jester mengatakannya, dia masih ragu dengan semua yang aku katakan.


Yah... aku tahu memang itulah tujuan kak Jester bertanya padaku, semua untuk Naomi. Tak apa karena memang itulah hal yang juga aku inginkan. Aku bangga akan perubahan kak Jester dalam menghadapi wanita yang dia cintai. Cemburu....?! tentang rasa itu pasti ada namun tidak lagi berarti bagiku. Hanya butuh beberapa hari lagi untukku menyelesaikan semuanya, seperti yang sudah aku katakan... aku siap :)


"Kak... kalau dia benar - benar mencintaimu, Naomi tidak akan membiarkan kamu melakukan hal buruk apapun yang terjadi. Apa menurutmu Naomi tidak mencintaimu?" tanyaku


"Entahlah, hanya Naomi yang..." jawaban kak Jester pun segera aku potong


"Dengan semua yang telah kalian lalui, kamu masih meragukan perasaan cinta Naomi padamu?" timpal ku menekannya, kak Jester terdengar menghela nafasnya.


Tidak lama kami mendengar suara seseorang membuka pintu utama rumah, langkah kaki yang begitu berat terdengar memasuki rumah dan tidak lama sosok itu terlihat hendak masuk kedalam ruang keluarga yang pintunya sudah terbuka sejak tadi. Kak Luke datang dengan wajah penuh amarah, dia menatap ku dan kak Jester seakan tidak puas dengan semua yang terjadi. Aku tahu ini pasti masih tentang keputusanku, Selena dan kak Harry yang melarang kak Luke meneruskan aksinya menyiksa Daniel.


"Jester!! aku tidak terima dengan keputusan dia, Selena dan Harry!!" bentak kak Luke sembari menunjukku


"Luke, tenanglah. Ada apa?" tanya kak Jester seakan dia tidak tahu tentang apa yang sudah terjadi, padahal sebelumnya kak Jester juga bersikap sama seperti Luke saat ini.


"Mereka bertiga tidak membiarkan aku menyelesaikan tugas darimu!! mereka menghalangiku dan..." belum selesai kak Luke berkata, kak Jester memotongnya.


"Apa tugas yang aku berikan padamu?" tanya kak Jester


"Kamu bilang aku harus memberinya pelajaran! aku sedang..." belum selesai kak Luke menjawab, kak Jester kembali memotong perkataan kak Luke.


"Aku tidak mengatakan itu, Luke. Aku tanya lagi, apa tugas dariku?" tanya kak Jester lagi terkesan menekan kak Luke, tapi nada bicaranya benar - benar datar.


"Kamu bilang aku harus menghajarnya...?" jawab kak Luke terdengar kebingungan, kak Jester menggelengkan kepalanya beberapa kali.

__ADS_1


Di Ruangan itu kak Luke meluapkan kekecewaannya kepada kak Jester. Itulah kak Luke, tidak ada yang berubah darinya, kekerasan untuk menyelesaikan suatu masalah adalah jalan terbaik baginya. Entahlah... tapi postur tubuhnya itu benar - benar mendukung dia bertindak seperti jagoan dan petarung xixixixixi.....


"Aku bilang, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan" jawab kak Jester


"Aku sudah melakukan perintah..." belum selesai kak Luke berkata, kak Jester lagi - lagi memotongnya.


"Aku sudah denger dari Luna dan Selena, kamu sudah melakukan tugasmu dengan baik. Terima kasih" timpal kak Jester, perkataan kak Jester mematik emosi kak Luke. Ketika itu dia menghantam pintu dengan sangat keras, lalu dia berjalan mendekatiku dan kak Jester yang duduk di sofa.


"Aku tidak puas jika tidak membunuhnya!! kelakuan bejat seperti itu tidak akan selesai sampai disini!!" bentak kak Luke pada kak Jester, bersamaan dengan bentakan kak Luke itu aku melihat kak Harry, kak Justin dan Grece masuk kedalam ruang keluarga.


"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi" ucap kak Jester


"Biar aku saja yang melakukannya! jangan kotori tanganmu dengan menyentuh orang brengsek seperti dia!" masih penuh emosi kak Luke mengatakannya, bersamaan dengan itu kak Jester pun kehilangan kesabarannya juga.


"Luke! kamu itu sudah aku anggap sebagai saudaraku sendiri!! gimana mungkin aku rela melihatmu masuk penjara!!" bentak kak Jester, sesaat aku merasa apa yang sudah aku katakan pada kak Jester benar - benar sudah masuk kedalam hatinya.


"Kak Luke, kamu harus tenang... yang diinginkan Naomi tidak seperti itu" timpal ku berusaha selembut mungkin agar kak Luke tidak semakin emosi kepadaku yang seakan sok tahu tentang Naomi, benar saja mata kak Luke kini menatapku dengan sangat tajam.


"Apa yang diinginkan Naomi, Hah?! dia pasti akan mengingat terus kejadian ini sampai kapan pun!! gimana perasaannya ketika melihat si brengsek itu masih berkeliaran bebas dengan senangnya?!!" penuh emosi kak Luke mengatakannya padaku


"Aku tahu... aku juga seorang wanita jadi aku bisa merasakannya dengan baik, tapi bayangkan kamu masuk penjara dan Naomi tahu, bagaimana rasa bersalahnya dia padamu? coba pikirkan itu juga kak" jawabku berusaha untuk terus bersuara lembut


"Luna sudah lah, saat ini kita harus fokus untuk menyembuhkan mental Naomi. Dia senang berkumpul seperti ini bersama teman - temannya, setidaknya bangun suasana menyenangkan saat ada disekitarnya" timpal kak Jester menengahi perdebatan diantara aku dan kak Luke


"Brengsek!! aku belum puas menghajarnya!" teriak kak Luke untuk meluapkan emosi


Tidak lama suara langkah kaki berlari - lari didalam koridor rumah terdengar, ditengah panasnya suasana ruang keluarga saat itu tiba - tiba Selena muncul dari pintu masuk dan berkata...


"Luna!! Naomi mencari mu!!" teriak Selena


Tentu saja apa yang dikatakan Selena mengejutkan semua orang yang berada diruang keluarga ini, mungkin terlebih lagi bagi kak Jester. "Kenapa dia mencariku? bukankah seharusnya Naomi membutuhkan sosok kak Jester disaat seperti ini?" tanyaku dalam hati, tapi aku simpan semua pertanyaan itu dalam hati.


Aku, kak Jester, Selena, dan Grece berlari bersama untuk menemui Naomi di kamar, perlahan tangan kak Jester menyentuh ganggang pintu kamar lalu membukanya perlahan. Langkah kaki kak Jester terlihat ragu untuk masuk saat pintu sudah terbuka, dorongan kecil tanganku pada pinggul kak Jester yang membuatnya tidak ragu untuk masuk kedalam kamar itu. Tepat dibelakangnya hampir bersamaan aku, Selena dan Grece pun ikut masuk kedalam kamar dan kami semua mendapati Naomi duduk di kasur bersandar pada dipan kasur dengan kepala yang nampak tertunduk.


Menyadari kedatangan kami, perlahan Naomi mengalihkan pandangannya untuk menatap kami secara bergantian. Ketika mata Naomi menatap kak Jester, aku merasa jika Naomi terkejut yang terbaca dari sorot matanya. Air matanya pun tiba - tiba menetes, lalu dia membuang muka untuk menghindari bertatapan mata lebih lama dengan kak Jester. Samar tapi aku yakin dengan yang aku dengar, Naomi bergumam "jangan mendekat" dengan suara yang terdengar lirih. Aku berjalan melewati kak Jester lalu berbalik untuk menatapnya, dengan senyuman aku katakan...


"Pergi kak... Naomi ingin berdua denganku disini" dengan lembut aku mengatakannya

__ADS_1


Aku tahu hatinya berat untuk menerima permintaanku, tapi semua tahu jika itu yang diinginkan Naomi sedari awal. Dia mencariku, Naomi membutuhkan pertolonganku disaat seperti ini dan itulah yang akan aku lakukan. Menolongnya dengan sepenuh hati, hanya itu yang bisa aku lakukan untuknya. Karena dia adalah.. orang yang dicintai kak Jester :)


__ADS_2