Aku Pinjam Dia : Diary Luna

Aku Pinjam Dia : Diary Luna
Season 3 : Episode 35


__ADS_3

Pagi ini merupakan pagi yang amat melelahkan bagiku, belum selesai rasa capek ketika aku berpesta untuk merayakan ulang tahun kak Jester... kini satu hal buruk terjadi pada Naomi, aku berlari - lari untuk mengejar kak Jester yang lebih dulu pergi meninggalkan kami di kampus. Ditengah perjalanan kami menuju parkiran kampus, aku melihat mobil kak Jester melaju sangat cepat menuju keluar dari area kampus. Tujuan kak Jester sudah jelas, dia ingin segera menyelamatkan Naomi dari cowok bernama Daniel itu.


"Jester benar - benar panik. Luna, apa yang terjadi?" tanya kak Luke ketika kami masih berlari di koridor kampus menuju parkiran


"Naomi diancam Daniel!! dia sekarang dalam bahaya dan berada di salah satu cabang hotel Gates, selengkapnya setelah kita berada didalam mobil akan aku ceritakan selengkapnya" jawabku dengan nafas yang terengah - engah, jujur saja nafasku terasa mau putus saat itu.


Kami berempat sampai didalam mobil lalu Selena segera memacu mobil itu untuk mengejar kak Jester, belum juga reda detak jantung ini berdetak cepat karena berlari dan kini aku harus berpacu lagi dengan jantungku karena gaya menyetir Selena yang tidak karuan. Tapi dari semua kejadian yang menimpaku hari ini, aku bersyukur tubuhku mampu untuk aku pacu sampai detik ini tanpa ada masalah sedikitpun. Mungkin aku lebih sehat sekarang, yakan? :)


Didalam mobil itu aku menceritakan semua yang aku tahu pada kak Luke dan kak Harry, mereka berdua terlihat sangat marah setelah tahu apa yang sedang menimpa Naomi. Sempat kak Luke menyalahkan ideku untuk melibatkan kak Jester dan bukan memprioritaskan untuk menyelamatkan Naomi lebih dulu, aku bingung harus menjawab apa namun pada akhirnya kak Harry sedikit memahami mengapa aku memilih untuk menjemput kak Jester lebih dulu.


Bukan... bukan karena kak Harry menyadari apa yang hilang dari Naomi, dia tidak sepintar itu aku rasa. Tapi bagi kak Harry, aku tidaklah sekuat itu jika harus berhadapan dengan seorang laki - laki. Ketika kak Luke bertanya mengapa aku tidak menghubungi kak Jester lewat telepon... lagi - lagi kak Harry yang mencarikan aku alasan, dia menjawab jika aku memanggilnya lewat telepon maka tentu saja kak Jester akan menganggap semua hanyalah lelucon dariku dan ada kemungkinan semua akan semakin terlambat.


Setidaknya kak Harry menyetujui apa yang menjadi pilihanku saat itu, aku bisa bernafas lega ketika ada yang mendukung pilihanku didalam mobil. Bagaimana pun kak Luke pasti masih menyimpan kecurigaan padaku, begitu pula dengan Selena yang sejak awal tidak menyukai ideku. Dengan adanya kak Harry, setidaknya aku terbantu untuk mencarikan alasan yang cukup masuk akal.


Perjalanan kami membutuhkan waktu hampir satu jam lebih untuk sampai di lobby hotel Gates, perjalanan itu juga tidak menyenangkan karena aku merasa bagian dari film balap mobil yang pernah aku tonton sebelumnya. Selena yang berhasil menyusul kak Jester kala itu hampir bersamaan turun dari mobil untuk menuju ke lobby hotel, disana aku melihat para pekerja hotel sudah menyambut kedatangan kak Jester.


"Tuan muda, ada apa?" tanya seseorang yang terlihat memiliki jabatan tinggi di hotel ini kepada kak Jester, dia terdengar sangat sopan ketika berbicara.


"Aku minta kunci yang bisa mengakses kamar nomor 615 sesegera mungkin!" jawab kak Jester, perintah kak Jester ketika itu membuat pria dihadapan kami sedikit keberatan.


"Tapi tuan muda, itu melanggar..." belum selesai pria itu berkata, kak Jester memotongnya

__ADS_1


"Lakukan sekarang!!" timpal kak Jester dengan bentakan


Bentakan kak Jester langsung membuat pria dihadapan kami berlari sangat cepat menuju meja resepsionis, tidak butuh waktu lama bagi pria itu untuk kembali mendekati kami lalu memberikan sebuah kartu akses untuk masuk kedalam kamar nomor 615 yang kak Jester sebutkan.


"Kalian semua berbaris membentuk pagar dari lift sampai pintu lobby!! jangan biarkan siapapun melewati kalian sampai aku kembali!! apa kalian mengerti?!" agak berteriak kak Jester memberikan perintah kepada semua pegawai disana, tidak ada satupun yang menjawab namun semua pekerja itu menganggukkan kepala tanda mereka memahami apa yang diperintahkan kak Jester.


Dengan cepat orang - orang mulai membentuk pagar betis dan memberikan akses kepada kami menuju lift, mereka semua memunggungi kami dan tidak satupun diantara mereka yang berbicara satu sama lain. Melihat kak Jester berjalan menuju lift, aku dan yang lain mengikutinya dari belakang. Didalam lift itu kak Jester tidak berbicara sedikit pun kepada kami, tapi kami semua tahu jika kak Jester saat ini sedang sangat marah.


Ketika pintu lift itu terbuka, didepan kami aku melihat seorang wanita cantik yang sangat mirip dengan kak Jester entah dari apanya. Wanita dengan paras yang cantik, tinggi mungkin sekitar seratus tujuh puluh sentimeter, kaki jenjang dan tubuh yang proporsional sedang berdiri dengan tangan terlipat sembari bersandar pada tembok tepat di depan pintu lift.


"Sarah" bisik Selena ketika itu kepadaku


"Jester, aku sudah melakukan semampuku... aku harap kamu mengerti keterbatasanku menerima permintaanmu" ucap Sarah terdengar seakan dia sedang memohon belas kasih kak Jester


Namun kak Jester tidak mempedulikan Sarah sama sekali, dia terus berjalan meninggalkan Sarah ditempat itu. Begitu pula dengan kami semua, kami mengikuti kak Jester berjalan menuju kamar nomor 615. Ketika kami sudah cukup dekat dengan kamar yang dituju, suara teriakan terdengar begitu pilu menembus pintu kamar yang terlihat tertutup semua. Teriakan itu mengatakan "Jester!!!", seketika itu emosi kak Jester semakin memuncak.


Kak Jester berlari lalu segera membuka pintu kamar nomor 615 dengan begitu emosional, ketika pintu terbuka kami pun semua masuk kedalam kamar itu. Daniel... ya, pada akhirnya aku harus menatap cowok bernama Daniel ini. "Pria brengsek ini yang selalu membuat Naomi menangis ya?" tanyaku dalam hati, entah kenapa aku merasa mual ketika menatap wajahnya terus menerus meski aku akui dia tampan.


Mataku teralihkan menatap Naomi dengan kondisi yang memilukan, dia terlihat terbaring dikasur dengan kondisi baju yang sudah robek - robek dibeberapa bagian. Mata Naomi juga terlihat memerah dan wajah yang sudah dipenuhi dengan air mata, tatapan matanya yang tertuju pada kak Jester juga seakan menyiratkan ketakutan yang teramat sangat. Aku dapat melihat tubuhnya yang bergetar hebat dari posisiku berdiri saat itu, aku tahu saat ini pasti tubuhnya terasa sangat lemas.


"Kenapa kalian bisa masuk?!!" tanya Daniel dengan bentakan, seketika itu tatapan mataku kembali tertuju padanya. Dilihat dari posisi berdirinya yang berdekatan dengan Naomi, aku tahu dia baru saja hendak melancarkan aksi bejatnya pada Naomi.

__ADS_1


"Kamu bodoh ya?! ini hotel punya keluarga kak Jester!! mendengar calon istrinya tersiksa disini, tentu saja dia akan menyelamatkannya!!" jawab Selena juga dengan bentakan, aku merasakan amarah Selena juga saat itu.


Tiba - tiba kak Jester berjalan mendekati Daniel dan membuat Daniel pun berjalan mundur untuk menjauhi kak Jester, tapi tujuannya bukan Daniel... saat itu kak Jester mendekati Naomi lalu segera membopongnya dengan sangat lembut.


"Maaf... aku terlambat... ini terakhir kalinya aku tidak peka sama keadaanmu, aku janji.." ucap kak Jester terdengar begitu lembut dan penuh penyesalan, Naomi pun menangis dengan keras didalam dekapan kak Jester.


"Harry!! ambilkan selimut!" perintah kak Jester


Dengan sigap kak Harry berlari mendekati kasur lalu menarik selimut dikasur itu, dengan cekatan kak Harry membalut tubuh kak Jester yang sedang membopong Naomi dengan selimut itu sehingga Naomi benar - benar tertutup tubuhnya dan hanya menyisakan sedikit saja bagian wajahnya untuk pernafasan.


"Kamu aman sekarang... pulang ya..." dengan lembut kak Jester mengucapkannya, Naomi yang masih terisak - isak itu hanya terlihat mengangguk. Kak Jester pun berbalik hendak keluar dari kamar itu, namun baru beberapa langkah berjalan.... kak Jester menghentikan langkahnya.


"Hei kamu! ini tidak akan berakhir sampai disini, aku akan mencarimu walau sampai keujung dunia sekalipun..." ancam kak Jester, walau terdengar tenang tapi aku yakin tidak ada satupun yang menganggap ancaman kak Jester adalah main - main.


Kak Jester sempat menoleh untuk menatap Daniel, entah tatapan mata seperti apa yang dia terima saat itu... yang aku tahu hanya raut wajah ketakutan dari Daniel dan juga aku melihatnya tidak kuat untuk menyangga berat tubuh, ternyata ancaman itu tidak berhenti sampai disana. Kak Jester berkata....


"Aku akan hancurkan hidupmu sampai kamu berharap mati lebih baik daripada terus hidup!" ucap kak Jester kali ini dengan bentakan, lalu kak Jester pun berjalan melewatiku dan berhenti kembali ketika sudah bersebelahan dengan kak Luke.


"Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan" celetuk kak Jester ketika itu


"Gak usah khawatir" timpal kak Luke, setelah mendapatkan respon dari kak Luke saat itu kak Jester kembali berjalan untuk membawa Naomi pulang.

__ADS_1


__ADS_2