
"Sebenarnya... itu ide dari tuan West dan tuan Jhonson..." jawab Grece terbata
Aku terkejut dengan jawaban Grece, aku tidak menyangka jika ini adalah ide dari orang yang bahkan tidak aku sangka sama sekali. Belum lagi tuan Jhonson dan Manda juga pernah mendatangiku dan memintaku untuk menjauhi Peter, aku merasa jika saat itu tuan Jhonson bersungguh - sungguh memintaku menjauhi Peter karena Manda dan Peter memiliki hubungan khusus.
"Grece! jangan bohong lagi, aku keluar dari kompetisi kalau kamu terus berbohong seperti ini!" ancam ku padanya
"Aaaa~ aku beneran, gak bohongin kamu. Ini benar - benar ide tuan West dan tuan Jhonson~" rengek Grece padaku
"Begini Lunar, dengarkan penjelasan kami dulu. Sebenarnya ini adalah ide yang saling menguntungkan antara desa dan juga kami sebagai tim kreator" timpal Yohan, aku menoleh menatap Yohan dengan tajam agar dia paham aku marah pada mereka jika kali ini pun mereka membohongiku.
"Lunar, kamu tahukan desa ini sebenarnya punya potensi terkenal karena kualitas coklat mereka?" tanya Yohan padaku, aku mengernyitkan dahi dan seketika teringat perkataan Peter tentang coklat hasil dari desa ini.
"Ya.. Peter pernah mengatakannya padaku" timpal ku datar
"Tuan West sebagai kepala desa sangat menyayangkan dia tidak dapat membawa potensi ini sampai tingkat nasional, padahal mereka bisa saja menjadi terkenal secara internasional" ucap Yohan lagi
"Ketika kami menyebarkan selebaran tentang kompetisi menyanyi ini, tuan West langsung mengundang kami secara khusus dan menyatakan minatnya agar kami benar - benar melaksanakan kompetisi kami di desa ini. Kami disediakan berbagai jenis keperluan kami dan yang mungkin kamu rasakan adalah gedung beserta dekorasinya, itu sebagai komitmen Tuan West kepada kami" timpal Aiko
"Lalu? apa hubungannya dengan aku, Peter dan Manda?" tanyaku menekan mereka
"Ini berkaitan dengan popularitas acara, rating tidak akan naik jika kita hanya mengandalkan kualitas kompetisi tanpa ada embel - embel drama dan juga gimmick" jawab Yohan
"Tuan West dan tuan Jhonson sepakat untuk menciptakan bumbu - bumbu itu dengan memanfaatkan kedekatan anak mereka, disaat audisi kami mencari satu orang lagi yang mampu menjadi pemantik masalah... sayangnya hanya kamu yang mampu dari sekian banyak peserta..." timpal Aiko
"Kamu tahukan Manda punya suara yang tidak kalah baik denganmu? kamu dan dia bisa bersaing dengan ketat, tidak seperti peserta lainnya. Yaah... meski kamu lebih jago mengolah emosi saat bernyanyi dan itu adalah faktor yang tidak dimiliki Manda~ kamu seakan tidak tersentuh di kompetisi ini..." timpal Grece
"Aku gak paham, mungkin karena itu bukan duniaku... tapi yang aku rasakan sekarang adalah aku tidak suka dengan cara ini, kalian membuat aku, Manda dan Peter bermusuhan tanpa sebab yang jelas" tegas aku mengatakannya
"Kami mengerti itu, karena itu kami meminta maaf padamu dengan setulus mungkin. Kami menyesal..." terdengar penuh penyesalan saat Grece mengatakannya
__ADS_1
Kami pun sejenak terdiam, aku terus berpikir tentang apa yang akan terjadi jika aku terus mengikuti skenario dan gimmick - gimmick mereka. "Apa aku akan dimusuhi orang - orang desa ya? aku tidak pernah berinteraksi dengan mereka, berbeda dengan Manda... tentu saja mereka akan lebih membela Manda kan? aku akan menjadi penjahatnya disini" ucapku dalam hati.
"Lalu.... tentang agensi itu, apa yang terjadi?" tanyaku memecah keheningan diantara kami
"Dia ya... itu diluar dari apa yang kami pikirkan, sebuah gangguan yang tidak pernah kami pikir akan ada..." jawab Yohan
"Berikan aku waktu... aku harus memikirkannya baik - baik, bagaimana pun akan ada kemungkinan warga desa menganggap akulah penjahatnya..." ucapku
"Ta.. tapi... Lunar, ka..." belum selesai Grece berkata, Yohan tiba - tiba menepuk pundak Grece sampai membuat Grece berhenti bicara.
"Kami mengerti, Lunar aku hanya mengingatkan jika kompetisi kedua akan diadakan tiga hari lagi. Kamu tidak harus datang jika kamu memutuskan untuk meninggalkan kompetisi, aku berharap kamu bisa memutuskan yang terbaik untukmu" timpal Yohan setelah menepuk pundak Grece, aku hanya mengangguk merespon perkataan Yohan.
Setelah mereka pulang dan meninggalkan rumahku, aku segera berjalan masuk kedalam kamar tapi ayah dan ibu ternyata sudah menungguku didalam kamar. Sepertinya mereka berdua mendengar seluruh isi pembicaraanku dengan Grece, Aiko dan Yohan, tatapan mata mereka sangat menampakkan jika ayah dan ibu siap untuk mendengarkan apapun yang ingin aku bicarakan dan diskusikan.
"Aku.... bingung...." celetukku
"Sini cerita, ayah dan ibu akan berusaha membantumu berpikir" ucap ayah sembari menepuk kasur memintaku untuk duduk diantara ayah dan ibu, aku berjalan mendekati mereka dan duduk diantara mereka.
"Kami mengerti, akan ada kemungkinan warga desa membencimu karena kamu berseteru dengan Manda... kamu ingin berhenti dari kompetisi ini, sayang?" tanya ibu, aku menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan ibu.
"Aku... ingin jujur pada ibu dan ayah...." gumamku
"Apa itu?" tanya ayah
"Ayah... ibu... aku sebenarnya tidak ingin melakukan ini... aku melakukan ini hanya karena ingin membuat kalian bangga padaku, setelah selama ini hanya menjadi beban untuk kalian... aku... aku setidaknya... ingin membuat kalian bangga... aku ingin dengar kata dia anakku, aku bangga padanya dari kalian.... aku sadar aku anak yang tidak berguna un..." belum selesai kata - kataku, tiba - tiba ayah dan ibu memelukku dengan erat.
"Kami bangga padamu" timpal ayah dan ibu bersamaan setelah memelukku, aku tersentak mendengar apa yang dikatakan ayah dan ibu.
"Sudah ayah sering katakan jika kamu adalah kebanggaan kami sejak kamu lahir ke dunia ini" ucap ayah
__ADS_1
"Kamu tidak perlu membuktikan apapun, dengan bertahan seperti ini saja kami sudah bangga kepadamu" ucap ibu
Aku tidak dapat berkata apapun lagi untuk membalas perkataan ayah dan ibu, semua karena aku menangis terisak - isak mendengar kalimat ayah dan ibu. Aku hanya bisa menangis dalam pelukan mereka, menikmati kehangatan tangan kedua orang tua yang begitu menyayangiku. Aku cengeng ya... yah beginilah aku, seringkali emosiku tidak terkontrol.... apa lagi jika menyangkut tentang ayah dan ibu, aku sering kali berpikir berlebihan tentang tidak bergunanya diriku ini.
Malam berlalu dan pagi pun menjelang, ketika selesai saparan bersama diruang makan saat itu ada tamu yang datang mengunjungi rumahku. Orang itu adalah Paul, agensi dari Tamamo Grup dibawah perusahaan Gates Family Grup yang dikatakan oleh Yohan. Dia secara resmi datang untuk mengajukan tawaran padaku tidak seperti kemarin yang hanya bicara saja dengan ayah, Paul menjelaskan semua detail - detail tentang apa - apa saja yang akan aku dapatkan jika aku meneken kontrak itu.
Paul menjabarkan siapa - siapa saja penyanyi yang berada dibawah manajemen mereka, tidak ada satupun diantara penyanyi - penyanyi itu yang karirnya terpuruk. Semua menjadi bintang yang bersinar terang, begitu pula denganku jika aku memutuskan untuk bergabung bersama mereka. Paul juga mengatakan jika mereka membenci settingan dan gimmick, mereka hanya menghargai bakat dan kerja keras.
Setelah penjelasan panjang lebar, akhirnya Paul menyodorkan ku beberapa lembar kertas yang berisi tentang kontrak. Ayah menerimanya dan membaca dengan seksama, tidak lama ayah menanyakan tentang beberapa detail - detail kecil pada kontrak. Paul hanya menjawab...
"Jika ada yang perlu ditambahkan dan itu dirasa menguntungkan untuk Lunar, kami siap untuk mendengarkan dan merubah kontrak itu" jawab Paul dengan tegas
"Sayang, semua keputusan ada pada tanganmu. Kontrak ini... terlalu menggiurkan untuk debutan sepertimu..." timpal ayah padaku
"John... kamu benar - benar sudah membacanya dengan baik?" tanya ibu pada ayah, ayah pun mengangguk beberapa kali menjawab pertanyaan ibu.
"Kewajiban Luna hanya bernyanyi dan mengikuti aturan perusahaan pada umumnya, tidak ada hal - hal aneh yang mungkin akan memberatkan Luna. Aku tidak pernah membaca kontrak yang seleluasa ini untuk para talent mereka" jawab ayah
Seketika aku teringat tentang perkataan Yohan dan Aiko, perusahaan ini selalu mencuri talent - talent Werner Grup dan mereka selalu berhasil mendapatkannya. Jika ayah saja berkata seperti itu, maka tidak heran banyak talent - talent diluar sana yang tergiur. Uang dan ketenaran yang mereka tawarkan tentu saja akan menarik banyak talent, tapi bukan itu yang sejak tadi menjadi pemikiranku...
Ini tentang...
Kemungkinan aku akan bertemu dengan pangeranku kembali... setelah aku menandatangani kontrak itu, maka secara resmi aku akan bekerja untuk perusahan milik keluarga kak Jester. Bukan tidak mungkin aku akan bertemu dengannya lagi kan? apa ini akan menjadi jalanku untuk bisa bertemu lagi dengannya secara alami? mungkinkah aku bisa mengucapkan kata maaf padanya dengan pertemuan yang alami ini? apa Selena akan marah padaku jika aku kembali bertemu kak Jester? atau.... kak Jester akan langsung memutus kontrakku jika tahu dia.... memiliki talent yang pernah menyakiti hatinya?
"...Na? Luna sayang? kamu melamun?" tanya ibu padaku, aku pun tersadar dari lamunanku
"Aaah.. ii.. iya bu, gimana?" tanyaku pada ibu
"Bagaimana Lunar? apa kamu bersedia menjadi talent di perusahaan kami? kami sangat senang jika kamu menerimanya dan kami berjanji akan menjadikan kamu bintang terkenal seperti bintang - bintang kami lainnya" timpal Paul
__ADS_1
Aku menatap kertas kontrak yang ada di atas meja tepat didepan mataku, terdapat sebuah ballpoint yang terlihat mewah disebelah kertas itu seakan ballpoint itu menjadi penanda awal kebintangan ku. Seorang gadis desa terpencil mendadak menjadi bintang terkenal dengan jalur instan, siapa yang tidak akan iri denganku? bukan kah ini adalah cita - cita yang pernah aku ucapkan dulu dihadapan Selena dan dokter Ellie? apa aku harus menerimanya... aku, bimbang...