Aku Pinjam Dia : Diary Luna

Aku Pinjam Dia : Diary Luna
season 3 : episode 6


__ADS_3

Aku duduk bersama Selena disalah satu cafe didalam mall, kami memesan beberapa snack dan minuman untuk menemani kami mengobrol. Tapi bahkan sampai snack dan minuman itu datang, Selena masih tetap diam membisu tanpa berkata apapun. Meski tatapan mata kami terus bertemu, namun Selena hanya mematung. Aku mencoba memancingnya untuk bicara dengan helaan nafas panjang dan berat, tapi Selena tidak juga kunjung bicara.


"Tidak ada yang bisa kamu katakan sekarang?" tanyaku, Selena menjawab pertanyaanku dengan gelengan kepalanya.


"Aku tahu, kamu bingung untuk memulainya darimana... Tidak apa, setidaknya aku sedikit paham bahwa luka itu sangat membekas di hati kak Jester. Itu salahku dan bukan salahmu" ucapku, aku ingin menangis saat itu karena aku merasa sedikit panik dan bingung harus memulai rencanaku darimana.


Semua diluar ekspektasi ku, aku pikir aku hanya akan berhadapan dengan kak Jester dan juga Selena... tapi apa yang sempat disampaikan Selena tentang orang - orang yang terlibat, aku jadi bingung bagaimana aku harus mengatur orang - orang yang terlibat itu agar membiarkan aku dan kak Jester membangun kenangan bersama kami. Naomi tentu tidak akan rela melepaskan kak Jester meski itu hanya untuk satu bulan, wanita yang jatuh cinta pasti tidak akan mau mengalah apapun alasannya.


"Ini salahku, aku gagal memenuhi janjiku" celetuk Selena, aku menghela nafasku lagi entah untuk ke berapa kalinya lalu aku senyum menatap Selena.


"Gapapa, aku paham itu sangat sulit untukmu yang dulu sangat membenci anak laki - laki dan janji kita seakan menyuruhmu untuk menyukai sesuatu yang kamu benci. Aku wanita yang sangat jahat ya" timpal ku, Selena tersentak mendengar ku mengatakannya.


"Kamu jangan ngomong seperti itu!" bentak Selena padaku dan dia menatapku begitu tajam, aku tetap mempertahankan senyumku menatapnya.


"Kamu bekerja sama dengan wanita bernama Camilla itu saja sudah merasa jahat, apa lagi kamu menjadi aku? tidak salahkan aku mengatakannya" aku menyindirnya untuk membuatnya berhenti menyesali semua yang terjadi agar Selena tidak terus menerus menyalahkan dirinya atas semua yang terjadi, Selena pun membuang muka untuk mengindari bertatapan mata denganku.


"Aku... melakukan kesalahan yang fatal, sekarang efek dominonya pun sudah terasa. Hubunganku dengan Naomi hancur, kak Jester melihat aku sebagai sosok yang jahat, kak Luke dan kak Harry juga mengancam ku agar aku berhenti mendekati kak Jester, lalu janjiku padamu... aku sudah sangat pesimis bisa memenuhinya" terdengar sangat menyesal Selena ketika mengucapkannya


Keegoisanku kembali memakan korban, Selena mempertaruhkan semuanya untuk memenuhi janji yang secara paksa aku ikatkan padanya. Sosok wanita tangguh mandiri yang aku kenal, kini terbelenggu oleh janji antar sahabat dan membuat Selena menjadi sosok wanita terkekang dengan penuh penyesalan. Aku harus selesaikan masalah Selena ini, aku ingin mengembalikannya menjadi wanita tangguh tanpa beban seperti dulu lagi.


"Hei ceritakan lebih lengkap, aku agak gak fokus tadi karena diskon besar - besaran" ucapku sembari menggenggam kedua tangannya di atas meja, wajah Selena terkejut menatapku entah apa yang dipikirkannya saat itu.


"Baiklah... semua akan aku ceritakan, dimulai dari aku bekerjasama dengan wanita bernama Camilla sampai semua kekacauan ini terjadi" ucap Selena dengan helaan nafas, untuk sejenak Selena terdiam mungkin dia bingung harus memulainya dari mana


"Katakan saja secara singkat antara kamu dan wanita bernama Camilla itu, lalu rencana apa yang kamu lakukan sampai membuat kak Jester, kak Luke dan kak Harry menganggap mu jahat, dan kenapa Naomi sampai memusuhi mu" timpal ku dengan antusias agar Selena bisa menceritakan semuanya tanpa ada yang perlu dia tutupi apapun itu.

__ADS_1


Dari cerita Selena aku dapat memahami jika Selena sudah bekerja sangat keras untuk memenuhi janjinya padaku, Dimulai dari ketika kak Jester tidak bersekolah saat itu Selena terus - menerus mencari cara agar dirinya bertemu dengan kak Jester. Tapi karena kak Jester bukanlah seseorang yang mudah untuk ditemui hal itu menjadi kendala tersendiri untuk Selena, datang kerumahnya saja kita akan ditanyai macam - macam oleh penjaga rumah.


Selena dan kak Jester kembali dipertemukan di kampus ketika dia dan Naomi menjadi mahasiswa baru, sebelumnya Naomi menceritakan jika dia bertemu pria aneh yang tiba - tiba menariknya dan mengakui dia adalah pacar kak Jester kepada tuan dan nyonya Gates. Sejak saat itu hubungan kak Jester dan Naomi pun terjalin sebagai pacar bohongan, namun kejadian itu juga yang mempengaruhi usaha Selena untuk memenuhi janjinya padaku.


Selena sempat meminta Naomi untuk memberikan kak Jester padanya, Naomi menerima permintaan Selena karena Naomi mengaku tidak mencintai kak Jester. Namun pada akhirnya semua menjadi kacau balau ketika Selena mengajak kak Jester ke taman labirin di festival square, kak Jester dan Naomi bertemu di taman tengah entah bagaimana ceritanya.


Disaat itu hubungan kak Jester dan Naomi seperti semakin erat, kecurigaan Selena atas hubungan Naomi dan kak Jester yang berawal dari kebohongan kini semakin terlihat serius. Terlebih keduanya didukung oleh masing - masing orang tua, seakan mereka memang sudah dijodohkan dan tidak boleh berpisah apapun yang terjadi. Ditengah galaunya Selena, saat itu muncul seorang wanita yang disukai kak Jester bernama Camilla yang mengajaknya bekerjasama untuk menyingkirkan Naomi dari hidup kak Jester.


Selena dan Camilla berniat membuat kak Jester dan Naomi terus bertengkar sehingga keduanya pun tidak betah satu sama lain, tapi yang terjadi malah Naomi mengalahkan Camilla sampai membuat Camilla membocorkan semua pada kak Jester, kak Harry dan kak Luke jika Camilla bekerjasama dengan Selena agar hubungan kak Jester dan Naomi hancur berantakan. Belum lagi masalah hubungan Selena dan Naomi yang harus hancur karena percintaan yang entah segi berapa, sesuai kata Selena... banyak orang yang terlibat...


Haah.... entahlah, aku bingung apa yang harus aku lakukan disaat seperti ini. Selena terjebak di posisi yang sangat tidak menguntungkan, terlebih dia sudah melakukan segala cara namun yang terjadi malah kekacauan demi kekacauan yang dia dapatkan. Aku kasihan padanya, pasti berat menyandang wanita jahat dari lingkaran pertemanan yang sudah terjalin itu. Aku benar - benar tidak menyangka Selena akan mengalami kejadian serumit ini, hanya demi memenuhi janjinya kepadaku.


Ditambah.... aku kembali membawa berita buruk ku dan permintaan egoisku lainnya... pasti berat untuk menjadi Selena, aku juga tidak ingin berada di posisinya... Maaf ya Selena, ini terakhir kali aku akan merepotkan mu :)


"Semua... sudah aku ceritakan..." celetuk Selena mengakhiri ceritanya


"Lupakanlah impian terkahir mu!" celetuk Selena lagi dengan sedikit bentakan, aku terkejut dengan bentakannya lalu aku tatap wajah Selena yang terlihat ingin menangis itu.


"Selena..." timpal ku


"Hentikan Luna, kamu tidak akan pernah bisa memenuhi impian terakhirmu karena aku tidak bisa membantumu apapun! posisiku tidak baik, kak Luke dan kak Harry memusuhiku dan pasti mereka tidak akan membiarkanmu dekat dengan kak Jester!! Naomi juga...! Naomi juga tidak akan membiarkan kak Jester dekat denganmu!! tidak akan ada yang bisa dilakukan!! Berhenti menyakiti dirimu sendiri!!" ucap Selena dengan penuh emosi, air matanya pun mengalir membasahi pipinya.


"Selena... aku harus..." belum selesai aku berkata, Selena memotongnya.


"Kamu hanya punya waktu empat puluh hari lagi!! cukup Luna!! cukup... jangan siksa hatimu lebih dari ini!!" timpal Selena kembali membentak ku, aku tertegun memandangnya karena akhirnya aku tahu apa yang Selena pikirkan dariku.

__ADS_1


"aku mungkin tidak punya banyak waktu yang tersisa, aku hanya ingin memanfaatkan waktu yang tersisa sebaik mungkin untuk memulai membangun kenanganku dengan orang terdekat. Setiap keputusan kadang membuat kita takut akan hasilnya, berhasil atau gagal atau akan menjadi masalah baru, bahkan mungkin kita bertanya - tanya untuk siapa kita berusaha keras selama ini. Tapi yang pasti, hal hal tidak terduga yang muncul bisa membuat hidup lebih bermakna" ucapku


Selena tertegun menatapku, mungkin pada akhirnya dia paham apa yang sebenarnya aku inginkan dalam sisa - sisa hidupku atau sebenarnya dia hanya bingung darimana aku mendapatkan kalimat bijak seperti itu. Ahaha... Tapi serius, kalimat itu baru aku dapatkan ketika aku mengingat jika aku hanya akan hidup singkat. Semua sisa - sisa hari yang aku miliki ingin aku manfaatkan untuk membangun momen - momen indah, aku ingin hidup yang penuh makna tidak seperti Luna dua tahu lalu.


"Selena... kamu masih bisa membantuku dengan cara menemaniku memulai semua momen - momen ini, apa kamu bersedia menemaniku?" pintaku padanya


"Kamu... orang paling bodoh yang pernah aku kenal..." jawabnya, aku tertawa kecil mendengar ejekannya ketika itu. Lalu kami terdiam beberapa saat sampai suara helaan nafas Selena terdengar memecah keheningan diantara kami, tiba - tiba Selena tersenyum menatapku.


"Kamu urus kak Jester, biarkan kak Harry, kak Luke dan Naomi menjadi urusanku. Aku akan melakukan sesuatu agar impianmu akan segera terwujud, aku akan membantumu semampu yang aku bisa" celetuk Selena dengan penuh keyakinan


"Terima kasih, Selena" timpal ku


Kami tertawa bersama lalu melanjutkan dengan mengobrol hal - hal tidak penting sembari menikmati snack yang mulai dingin dan juga minuman yang mulai tidak dingin dihadapan kami, setelah beberapa saat ketika itu aku dan Selena mulai meninggalkan mall.


Diparkiran mall ketika aku hendak memasukkan beberapa tas belanjaanku di kursi penumpang belakang mobil, aku melihat ransel dan tumpukan buku - buku pelajaran milik Selena. Seketika itu aku merasa ingin kuliah ditempat yang sama dengan Selena, aku mengambil satu buku dan membacanya perlahan. Ketika itu Selena yang sudah duduk di kursi pengemudi menoleh menatapku dengan wajah heran, Selena tertawa kecil melihatku membaca buku pelajarannya.


"Apa ada yang menarik dari buku pelajaran?" tanya Selena dengan sindiran


"Ahaha... tidak sih, hei... apa mungkin aku bisa ikut kuliah denganmu untuk beberapa hari ke depan? aku hanya ingin merasakan sensasinya saja" pintaku padanya


"Aku akan coba tanya pada Ayah, mungkin bukan hal yang sulit. Tapi...." Selena menggantung kalimatnya sejenak, aku memiringkan kepalaku sedikit dan menatapnya dengan ekspresi heran.


"Tapi apa?" tanyaku


"Disana ada Naomi, kak Jester, kak Luke dan kak Harry, bahkan ada Camilla juga... apa kamu tidak masalah bertemu dengan mereka secara langsung?" tanya Selena padaku

__ADS_1


"Malah bagus, aku bisa segera memulai rencanaku lebih cepat jika bertemu mereka semua!" jawabku dengan antusias, Selena tertawa kecil menanggapi jawabanku.


"Ayo segera bertemu ayah, aku akan tanya ayah untuk permintaan egoismu itu" sindir Selena, aku tertawa lalu segera aku tutup pintu penumpang belakang dan segera masuk ke penumpang depan. Tidak lama kami mulai meninggalkan mall itu dengan semua kenangan yang mengejutkan, aku semakin tidak sabar untuk memulai rencanaku agar bisa membangun pondasi kenangan terakhirku bersama teman - temanku yang berharga.


__ADS_2