
Aku dan Selena keluar dari mobil miliknya ketika mobil sudah terparkir di sebuah parkiran mall yang berada ditengah kota, bukan tempat yang asing bagiku sebenarnya... namun mengingat sudah dua tahun penuh aku tidak pernah mengunjungi mall ini, membuat aku sedikit gugup dan antusias. Aku dan Selena jalan berdampingan tanpa mengobrol apapun, kami berdiam - diaman seperti itu sampai kami masuk ke dalam mall.
Didalam mall mataku langsung berbinar, entah ada acara apa saat itu namun aku melihat beberapa barang mendapatkan diskon besar - besaran.
"Aaa~ aku harus membeli baju dan sepatu yang lucu untuk aku pakai ke paris!! untung aku dikasih uang yang cukup banyak oleh ayah!!" celetukku kegirangan, Selena menatapku dengan wajah sebal.
"Kenapa?" tanyaku heran karena dia tiba - tiba kesal padaku, lalu senyum sinis nya terangkat dan berkata...
"Untuk apa membeli barang - barang lagi? bukankah kamu sudah akan mati?" begitu sinis nya Selena mengucapkan pertanyaan itu padaku
Jujur saja aku terkejut karena Selena begitu sinis padaku, tapi aku mengerti... aku mengerti mengapa dia melakukan itu. Dia sebenarnya sedang sangat marah padaku atas apa yang sudah aku lakukan padanya, entah kenapa aku tidak sakit hati sama sekali mendengar kalimat sinis nya itu. Aku tersenyum padanya semanis dan setulus mungkin agar permintaan maafku dapat dia terima dengan baik, ku genggam kedua tangannya dan aku katakan...
"Maafkan aku Selena.... aku tahu kamu masih marah padaku, tapi waktuku sudah tidak banyak lagi untuk bertengkar denganmu. Aku harap kamu mau menerima permintaan maafku" ucapku padanya, Selena pun terkejut mendengar ucapanku dan kedua tangannya meremas sangat kuat didalam genggaman tanganku.
"Bodoh!!!" bentaknya lalu Selena menarik tangannya dengan sangat keras agar terlepas dari genggaman tanganku, dia berbalik dan memunggungi ku.
"Selena... maafkan aku ya~" pintaku
"Bodoh!!!" bentaknya lagi, aku pun tertawa kecil lalu aku menghela nafasku.
"Selena... kamu boleh marah, membentak ku, sinis padaku, bahkan jika kamu mau... kamu boleh memukulku sepuas mu... tapi tolong, jangan menjauhiku..." ucapku, aku sengaja menggantung kalimatku sejenak lalu menunggu responnya.
Perlahan kepala Selena menoleh menatapku meski tubuhnya masih membelakangi ku, matanya terlihat berkaca - kaca lagi. Aku tersenyum ketika mata kami bertemu, tiba - tiba dia berbalik dan menghentak kakinya dengan keras.
"Dasar Luna bodoh!!!" bentaknya lalu dia berlari menabrak tubuhku dan memeluk erat, aku balas memeluknya sembari aku elus kepalanya dengan lembut.
"Maafkan aku ya.... Selena.." ucapku sedikit bergumam didekat telinganya, ketika itu aku merasakan anggukan kepala Selena di bahuku.
Pelukan kami terlepas karena suara ribut dari kejauhan, suara keributan itu menarik perhatian kami. Aku dan Selena pun menoleh ke kanan dan ke kiri hampir bersamaan. Namun aku tidak melihat apapun, hanya ada suara ribut dari banyak orang yang entah ada dimana posisinya. Ditengah pencarian mencari sumber keributan saat itu aku melihat mini dress berwarna ungu dengan sebuah pita di dada kanannya yang terlihat sangat lucu, mataku berbinar melihat betapa bagusnya mini dress itu ditambah sedang didiskon juga.
Tidak ingin melihat dress itu diambil sama pengunjung lain, membuat kakiku tiba - tiba tergerak sendiri untuk mengambilnya. Disaat tanganku menyentuh mini dress itu ternyata ada orang yang juga ingin mendapatkannya, aku menatap wajah pemilik tangan yang juga menyentuh mini dress yang aku ingin beli itu dengan tatapan tajam begitu pula dengan wanita itu menatapku.
"Maaf aku tidak tahu kamu menyukai dress ini juga, tapi tanganku lebih dulu menyentuhnya" celetukku kepadanya dan berharap dia mengerti, tapi ternyata tidak...
"Ooh begitu ya, memang dress yang bagus sih tapi sayang sepertinya tidak akan cocok untuk papan sepertimu" timpalnya dengan sinis
__ADS_1
Papan katanya?! sial!! ini pertama kalinya aku marah pada orang asing yang bahkan tidak pernah aku kenal!! Bisa - bisanya dia menghinaku seperti papan?!! Yaah... walau apa yang dikatakannya benar..... :(
"Terima kasih sarannya, tapi sayang jika mini dress ini harus tersiksa karena terhalang tumpukan lemak di perut dan pinggang. Karetnya akan cepat rusak" balasku tidak kalah menghina, aku kesal saat itu.
"Heii, cepat!! kita bisa ketinggalan foto bersamanya loh!!" ucap seseorang wanita dibelakang wanita yang sedang rebutan denganku ini, dia terlihat adalah teman dari si gendut menyebalkan ini
Mendengar ucapan wanita dibelakangnya, dia pun melepaskan tangan dari dress yang kami perebutkan. Sembari berbalik dia masih saja memprovokasi ku dengan kata - katanya, dia mengatakan...
"Huh... untung aku sedang ingin berfoto sama selebgram. Lain kali kalau bertemu lagi, aku tidak akan mengalah! dadah papan talenan" ejeknya padaku, aku menjulurkan lidahku untuk mengejeknya.
Aku begitu senang mendapatkan mini dress itu, aku segera mengambilnya lalu membawanya ke kasir. Langkahku terasa begitu ringan ketika itu, mungkin karena aku begitu senang dengan dress yang aku akan beli atau karena aku baru saja memenangkan pertengkaran normal saat diskon? ahaha... entahlah.
Untung saja aku tidak perlu mengantri, kasir terlihat sepi. Bahkan beberapa petugas kasir terlihat menatap arah kiri mereka seakan sedang mencari sesuatu, mereka bicara satu sama lain dan mengatakan jika selebgram sedang ada ditempat ini. "Selebgram? apa semacam artis gitu? memang kenapa sih?" tanyaku dalam hati, tidak lama kasir di hadapanku memberikan belanjaanku dan aku menyerahkan uang.
Yang lucu adalah setelah aku menyerahkan uang, saat itu dia menerima uangku lalu segera berlari hingga ujung tenant dan menunggu entah siapa. Mungkin dia ingin berfoto juga dengan selebgram yang kebetulan datang, atau karena hanya ingin melihat selebgram itu. Aku tertawa kecil lalu mendekati petugas kasir yang menerima uangku tadi, aku bisikin dia dengan kata...
"Kembalianku ambil saja" bisikku, petugas kasir itu kaget lalu meminta maaf padaku. Tapi aku hanya senyum dan beranjak pergi dari tenant itu, hatiku terasa bahagia :)
Namun tidak berlangsung lama kebahagiaanku, karena aku baru sadar jika aku terpisah dari Selena!! Aku menatap kanan kiri mencari keberadaan Selena, tapi sepertinya aku sudah terpisah jauh darinya. "Duuh mana Selena? mana aku gak punya handphone~" keluhku ketika itu, aku terus berjalan tanpa arah sembari menoleh kanan kiri berharap bertemu dengannya.
"Ahaha... iya satu - satu ya, kami juga bingung kalau kalian tidak tertib seperti ini" ucap pangeranku itu, suara itu terdengar ketika aku berusaha menerobos kerumunan orang - orang ini.
Suara itu... iya benar suara itu adalah suara kak Jester, aku tidak salah karena itu adalah pangeranku. Aku tidak mempedulikan amarah orang - orang yang aku terobos karena tubuh rapuh ini sangat ingin untuk memeluknya, tubuh yang biasanya lemah bahkan hanya untuk menopang berat badan sendiri saja tidak bisa tiba - tiba memiliki kekuatan untuk menerobos kerumunan yang rapat ini. Semua hanya demi satu tujuan, Yaa... hanya demi satu tujuan...
"Kak Jester!!! lama gak bertemu!!!" sapaku dengan sangat bahagia, aku menabrakkan tubuhku untuk memeluk tubuh besar dan kekar pangeranku.
Sungguh aku tidak berbohong, semua itu tidak dapat aku kendalikan. Ini bukan pertama kalinya aku melakukan hal seperti ini pada pangeranku, aku sudah lupa untuk ke berapa kalinya tapi aku yakin ini bukan pertama kali. Tubuhku selalu bergerak sendiri seperti melawan perintah dari otakku, tubuh ini hanya mau mendengarkan apa kata hatiku.
Tapi ada hal yang sangat membuatku sedih meski seharusnya aku sadar akan hal ini.... Selena sudah memperingatkan aku tentang hal yang tiba - tiba aku lupakan ketika itu, hal itu adalah tentang.... kotak pandora di hati kak Jester. Ketika itu suara riuh dari kerumunan mendadak sunyi, kak Jester terlihat sangat kaget menatapku yang tiba - tiba memeluknya sembari berkata...
"Waa!! Kamu siapa?!!" tanya kak Jester padaku terdengar begitu panik dan kaget
"Kamu lupa sama aku? Jahatnya~" tanyaku padanya, mata kami bertemu ketika itu tapi ekspresi kaget kak Jester tidak juga kunjung hilang dari wajahnya.
Seketika itu ada seorang wanita yang mendorongku dengan sangat kuat sampai pelukanku ditubuh kak Jester terlepas, begitu kasarnya dia mendorongku. Aku terkejut dengan respon seorang wanita yang tidak aku sadari jika sedari tadi dia berada disebelah kak Jester, kami bertatapan mata dan dia menunjukkan seberapa cemburunya dia ketika itu padaku.
__ADS_1
Bagaimana mungkin ada wanita lain yang cemburu selain Selena ketika aku memeluk kak Jester? aku sedikit terpancing emosi ketika itu, namun saat aku memperhatikannya dengan seksama... sepertinya aku tidak asing dengan wanita yang kini menjadi penghalangku dengan kak Jester, tapi aku lupa dia ini siapa.
"SIapa kamu?!!" tanya wanita itu dengan bentakan
"Eeh... maaf, aku cuma...." belum selesai aku menjawab, wanita itu kembali membentak ku.
"Dia pacarku dan kamu seenaknya main peluk - peluk?!!" bentak wanita itu
Aku terkejut dengan perkataan wanita ini, "Pacar?!! dia mengaku pacar kak Jester?!! apa yang terjadi? bukannya kak Jester pacar Selena?!! apa Selena membohongiku? Aaah... tidak, dia belum selesai menjelaskan apa yang terjadi pada hubungan percintaan mereka" ucapku dalam hati ketika itu, aku langsung menatap wajah kak Jester yang terlihat bingung dan tidak mengenalku sama sekali.
"Kamu.... siapa?" tanyanya padaku, tersentak lah aku mendengarnya karena kami sudah bertatapan mata untuk waktu yang cukup lama.
Aku berpenampilan semirip mungkin dengan aku ketika masih SMA dulu, wajah pucat ku tidak aku biarkan menemani riasanku. Tidak ada yang aku lebih maupun kurangi, semua sama seperti aku saat SMA dulu. Bahkan rambut ini... rambut palsu yang aku gunakan juga memiliki kenangan tersendiri untuk hubunganku dengan kak Jester, tapi sepertinya dia benar - benar melupakanku secara keseluruhan.
"Kak... kamu lupa.... sama aku?" tanyaku terbata... saat itu aku sangat ingin menangis, namun aku berusaha menahannya sekuat mungkin.
"Kamu beneran gak kenal dia?" tanya wanita yang menjadi penghalangku mendekati kak Jester itu, dia menoleh menatap kak Jester lalu kak Jester menggelengkan kepalanya dengan penuh keyakinan.
"Luna!!" teriak Selena yang entah dimana dia saat itu, aku tidak ingin melepaskan pandangan mataku dari wajah kak Jester.
Tapi saat itu Selena menarik tanganku dengan sangat kuat dan membawaku pergi dari kerumunan menjauhi kak Jester dan wanita yang mengaku pacar kak Jester itu, aku tahu dia sedang menyelamatkanku dari situasi yang tidak mampu untuk aku cerna. Ada banyak pertanyaan yang menghantuiku ketika itu, salah satunya adalah karena Selena membawaku untuk menjauhi kak Jester.
"Selena?!" ucap kak Jester dan wanita itu bersamaan
"Maaf Naomi, temanku ini suka halu... Dia pikir kamu adalah orang lain yang temanku kenal!!" terdengar panik Selena mengatakannya sembari terus berjalan menjauhi mereka, aku terkejut karena Selena mengatakan jika wanita ini adalah Naomi.
Naomi tetangga Selena dulu itu? apa benar dia ini Naomi Scott? dia banyak berubah sejak terakhir aku bertemu dengannya ketika kelas satu SMA dulu.
"Tunggu!! aku tidak percaya kata..." belum selesai Naomi berkata, aku menahan langkah Selena yang menarik tanganku. Aku berniat untuk menghadapi Naomi karena sepertinya Selena takut kepadanya, entah apa yang terjadi pada Selena dan Naomi di hadapanku ini.
"Aah.. iya maaf, aku agak sering berhalusinasi. Kamu Naomi dan Jester kan? maaf ya, tadi aku pikir dia seseorang yang aku kenal" ucapku lalu aku kembali mengikuti arah tarikan tangan Selena untuk menjauhi mereka dan keluar dari kerumunan.
Aku terus berjalan menjauhi mereka dan mengikuti arah tarikan tangan Selena, entah kemana dia akan membawaku. Tapi ditengah perjalanan aku mendengar suara kak Jester berteriak kesakitan dan menggema di seluruh mall, entah apa yang terjadi padanya....
Semuanya terlihat menjadi kacau balau, tidak seperti apa yang aku bayangkan... sepertinya ini yang dimaksud Selena tentang semua orang yang terlibat antara Selena, kak Jester dan beberapa orang... tenyata orang itu termasuk Naomi, sahabat masa kecil Selena yang selama ini aku tahu jika mereka adalah sahabat dekat sama seperti kami.
__ADS_1