Aku Pinjam Dia : Diary Luna

Aku Pinjam Dia : Diary Luna
season 3 : episode 13


__ADS_3

Baik kak Jester maupun Naomi hanya diam terpaku menatapku, sorot mata mereka menunjukkan keinginan mereka untuk menolak permintaanku. Tapi aku yakin disisi lain, mereka berdua setuju dengan semua perkataanku. Dari kebimbangan yang ditunjukkan kak Jester dan Naomi saat itu membuatku senang, itu artinya keduanya memang menganggap Selena adalah teman berharga untuk mereka kan? impian terakhirku untuk menempatkan Selena kembali di lingkaran pertemanan kak Jester tidak akan sulit, setidaknya mereka masih memikirkan Selena meski diantara Naomi dan Selena terlibat pertengkaran.


"Aku gak yakin, tapi apa memang harus seperti itu?" tanya Naomi terdengar keberatan, ditengah kebisuan yang terjadi Naomi menjadi yang pertama memecah keheningan diantara kami.


"Aku mohon, cuma untuk satu bulan ke depan saja. Plisss" pintaku padanya, aku harus memaksa mereka agar permintaan egoisku ini mereka terima.


"Jester?" ucap Naomi seakan memberikan bola panas permintaanku pada kak Jester


Seketika itu kak Jester menoleh menatap mata Naomi, mereka saling tatap tanpa berkata apapun. Meski tanpa kata, aku yakin diantara mereka saling memahami dan mengerti. Aku begitu merasakan keduanya saling cinta dari cara mereka saling tatap, seakan sudah tidak ada lagi kesempatan bagi siapa pun untuk memisahkan keduanya. Aku tersenyum... meski hatiku terasa sakit... :)


"Aku duduk disini karena kamu, Naomi. Sebenarnya aku ingin mengusir orang ini dari hadapanku sesegera mungkin, tapi kamu yang meminta aku untuk menerima rencananya kan? aku serahkan keputusan ini padamu" jawab kak Jester setelah dia menghela nafas sebelumnya


Nada suaranya memang terdengar datar seakan kak Jester sudah melupakan amarahnya kepadaku, tapi kata - katanya sungguh menyakitkan.... entahlah, mungkin aku saja yang terlalu perasa... aku tidak ingin hal kecil seperti ini mengganggu tujuanku sebenarnya, aku harus kuatkan hatiku apapun yang terjadi.


Naomi terdiam mendengar perkataan kak Jester, matanya masih terus menatap wajah kak Jester yang terlihat datar ketika itu. Perlahan Naomi mengalihkan pandangannya menatapku, seketika itu aku kembali memberi gestur memohon padanya dengan tersenyum. Aku tahu apa yang ada didalam pikirannya saat itu, Naomi merasa terjebak oleh pilihannya sendiri.


Entah apa itu benar atau salah, tapi aku yakin Naomi dalam dilema untuk menerima permintaanku. Membiarkan aku dekat dengan kak Jester tentu saja membuka pintu untuk terjadi perselingkuhan diantara kami, namun disisi lain... Naomi sadar jika murungnya kak Jester juga bukan opsi untuknya. Tawaranku untuk menyembuhkan luka di hati kak Jester tentu menjadi bahan pertimbangan tersendiri, terutama jika Naomi benar - benar ingin hidup bersama kak Jester untuk selamanya.


Ketika itu Naomi terlihat memejamkan mata lalu menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, suara nafasnya terdengar berat dan aku yakin dia sudah bisa memutuskan sesuatu ketika itu. Jantungku berdebar, perasaanku meyakini jika Naomi akan.... menolak permintaanku...


"Selena... aku pernah dibodohi oleh cinta, kamu tahu itu kan? kamu juga yang membantuku sadar selama ini dan kamu juga melihat langsung seberapa bodohnya aku dulu pada Daniel" celetuk Naomi memecah keheningan sembari menatap Selena, sorot matanya menunjukkan kesedihan yang begitu dalam dan juga penyesalan.


Seketika aku teringat kata Selena tentang Daniel yang sudah merenggut semuanya dari Naomi... "Apa itu artinya Selena benar tentang Naomi? aku memang sempat meragukan perkataannya... tapi ketika Naomi mengatakannya sendiri, aku jadi yakin itu adalah kebenaran. Kak Jester, apa kamu tahu tentang ini?" tanyaku dalam hati, ketika itu aku langsung mengalihkan pandanganku menatap kak Jester.


"Aku tahu kamu mencintai Jester, tapi saat ini aku dan dia adalah sepasang kekasih... aku tidak akan biarkan lagi kamu dekat dengannya membawa perasaanmu" ucap Naomi melanjutkan perkataannya, suaranya terdengar menekan. Perlahan aku menoleh lagi menatap Naomi yang kini terlihat begitu tajam menatap Selena, ketika aku menoleh menatap Selena saat itu aku melihatnya pasrah.

__ADS_1


"Aku mengerti" timpal Selena dengan datar, seketika itu Naomi mengalihkan pandangannya menatapku. Begitu pun aku, dengan segera aku menoleh dan kembali menatap matanya.


"Luna... kamu adalah cinta pertama kekasihku, sangat bodoh bagiku untuk membiarkanmu kembali dekat dan kamu juga terang - terangan mengatakan ingin membangun momenmu kembali bersamanya, sebagai sesama wanita aku yakin kamu mengerti ketakutan dan keresahanku" ucap Naomi ketika mata kami bertemu, aku sudah duga dia akan menolak permintaanku...


"Aku mengerti, permintaanku memang tidak masuk akal" jawabku sembari menundukkan pandanganku, aku sedih saat itu... entah harus darimana aku akan memulai lagi agar impianku bisa tergapai...


"Tapi..." ucap Naomi menggantung, aku kembali menatap wajahnya yang terlihat marah padaku


"Tapi sejak bertemu denganmu, aku melihat sisi Jester yang berbeda... sisi yang saat aku melihatnya membuatku merasakan sakitnya hati Jester karena ulahmu. Aku marah padamu tanpa alasan, aku kecewa padamu juga tanpa alasan, aku membencimu pun tanpa alasan.... rasa sakit hati Jester seakan merasuki hatiku juga dan aku tidak tahan terus - terusan melihatnya seperti ini" ucap Naomi


Perkataan Naomi membuatku semakin yakin akan kuatnya cinta mereka berdua, tidak ada keraguan sedikit pun akan hal itu. Aku senang untuk kak Jester.... dia mendapatkan pengganti yang sepadan dan bahkan jauh lebih baik, cinta Naomi kepada kak Jester jauh melebihi cintaku kepadanya... aku senang meski tidak dapat aku pungkiri jika aku... merasa dihakimi saat itu, aku teringat semua perbuatan jahat ku pada pangeranku...


Pangeranku? apa masih pantas aku menyebut kak Jester dengan pangeranku? sepertinya tidak... semua itu sudah terkubur bersama kenanganku...


"Aku adalah orang yang tidak dapat merasakan sakit yang diderita orang lain saat itu, seenak hati aku memperlakukan kak Jester di atas panggung dan mengabaikan cintanya padaku... jika kalian izinkan, aku ingin menjadi manusia yang dapat merasakan sakit orang lain dan dimulai dari bertanggungjawab atas terlukanya hati kak Jester karena ku" ucapku meneruskan perkataanku sebelumnya, setelah itu Naomi terdengar menghela nafas.


"Aku benar - benar wanita paling bodoh di dunia... Haaah~ aku izinkan kamu dan sekaligus meminta tolong padamu untuk menyembuhkan luka hati Jester" timpal Naomi dengan nada terdengar keberatan


Aku terkejut mendengar perkataan Naomi ketika itu, tidak hanya aku... tapi kak Jester dan Selena juga terkejut. Mungkin sangat terkejut sampai mereka tidak bisa mengatakan apapun untuk menanggapi keputusan Naomi, berbeda denganku yang begitu senang. Sontak aku berdiri dan berjalan mendekati Naomi lalu berlutut sambil menggenggam kedua tangannya, kini Naomi yang terkejut melihat aku berlutut didepannya.


"Terima kasih, aku tidak akan pernah melupakan kebaikanmu!" seruku padanya, aku sangat senang dengan keputusannya.


"Kamu... serius?" tanya kak Jester, seketika itu aku dan Naomi menoleh menatap kak Jester.


"Semua yang aku lakukan untuk kebahagiaanmu" jawab Naomi terdengar berat hati, kak Jester langsung membuang muka mendengar jawaban Naomi.

__ADS_1


"Kalau memang menurutmu itu yang terbaik, akan aku ikuti walau hatiku menolak" tegas kak Jester mengatakannya meski aku tahu dia sedih atas keputusan Naomi


Kak Jester pun berdiri dari duduknya lalu meninggalkan kami di ruangan itu, langkah kakinya terlihat lesu dan tidak bertenaga. Naomi saat itu ingin berdiri dan mengejar kak Jester, namun langkahnya aku tahan. Dengan wajah sedikit marah Naomi menatapku, namun tatapan kemarahannya aku balas dengan gelengan kepala dan sebuah senyuman.


"Kak Jester masih syok atas keputusanmu, biarkan dia sendiri dulu" celetukku ketika itu


"Tapi..." ucap Naomi, aku kembali menggelengkan kepalanya.


"Tidak apa, disaat seperti ini biasanya dia akan menenangkan dirinya terlebih dahulu. Akan ada saatnya nanti dia akan tenang dan bertingkah seperti biasa" timpal ku


"Benarkah?" tanya Naomi padaku, aku menganggukkan kepalaku untuk meyakinkannya.


"Iya, aku tidak sedang bercanda" jawabku, Naomi menghela nafasnya lalu membuang muka untuk menghindari bertatapan mata denganku.


Tidak lama setelahnya aku melihat kak Jester berlari dari kamar menuju pintu keluar rumah, aku dan Naomi yang saat itu melihat kak Jester begitu terburu - puru pun langsung berdiri dan mengejar kak Jester. Tapi kami terlambat, karena kak Jester sudah berada didalam mobil saat kami sudah sampai didepan pintu keluar rumah. Naomi langsung berbalik menatapku dengan wajah sedih, aku merasakan kekhawatirannya ketika itu.


"Luna~" rengek Naomi seakan ingin minta pertanggungjawaban ku atas ideku tadi, aku tertawa kecil kembali menggenggam kedua tangannya.


"Iya aku ngerti, kamu gak usah khawatir. Biarkan dia pergi, mungkin dia ingin bertemu kak Luke dan kak Harry di suatu tempat. Sekarang ayo kita buat masakan untuk menyambut kepulangan kak Jester" timpal ku


"Kamu gak sedang mengerjai ku kan?" tanya Naomi terdengar sedih meski begitu terasa kalau dia mencurigai ku


"Aku akan bantu sebisaku agar kalian semakin erat, akan aku buka semua tentang kak Jester yang aku tahu. Aku janji akan melakukan segala cara kalau kak Jester marah padamu atas keputusan yang kamu buat, percaya padaku" ucapku kembali berusaha meyakinkannya, Naomi hanya diam menatapku.


Aku menarik tangannya untuk masuk kembali kedalam rumah, aku katakan padanya agar dia menyiapkan masakan yang enak untuk mengembalikan moodnya yang sedang kacau itu. Kami banyak berdiskusi tentang menu apa yang akan kita masak untuk makan malam nanti, setelah diskusi panjang lebar antara aku, Naomi dan Selena... pada akhirnya kamu memutuskan untuk memasak menu yang aku suka dan sempat aku pelajari cara memasaknya, yaitu Ratatouille... sebuah menu dengan banyak kenangan...

__ADS_1


__ADS_2