
Aku melihat kak Jester keluar kamar dengan membopong Naomi, perlahan kak Luke menutup pintu kamar hotel itu dengan menyisakan aku, Selena, kak Harry, kak Luke dan cowok brengsek itu. Setelah menutup pintu, kak Luke berjalan mendekati Daniel dan kini mereka saling berhadapan. Tubuh besar dan kekar kak Luke menutupi pemandangan ku untuk menatap Daniel, postur tubuh mereka tidak seimbang jika mereka harus saling pukul. "Semoga kak Luke tidak berlebihan menanggapi perkataan kak Jes..." belum juga aku selesai berkata dalam hati, ketika itu pukulan kak Luke tepat mendarat di perut Daniel begitu keras.
Daniel teriak kesakitan dan tersungkur dilantai, dia memegang perut dengan kedua tangannya sambil merintih kesakitan. Aku saja yang hanya melihat bisa merasakan bagaimana rasa sakit yang diderita Daniel, tubuhku langsung merinding karena membayangkan jika Daniel adalah aku. Mungkin aku langsung tutup usia saat itu juga, benar.. aku tidak mengada - ada
"Aku paling benci pria pengecut, tapi kamu tahu apa yang lebih aku benci?" tanya kak Luke sembari berjongkok untuk meremas rambut Daniel, dia menarik rambut Daniel agar ia menatap wajah kak Luke.
"Pria yang mengancam wanita" terdengar datar dan tenang saat kak Luke mengatakannya, saat itu aku pikir sudah selesai kak Luke untuk melampiaskan kekesalannya dan memenuhi perintah kak Jester namun ternyata tidak...
Kak Luke mengangkat tubuh Daniel seakan Daniel adalah sebuah kapas, dengan kedua tangan kekarnya itu kak Luke meremas baju dan celana Jeans Daniel lalu mengangkatnya dan melemparkannya ke tembok. Aku tidak mengada - ada, aku benar - benar melihatnya kak Luke melakukan itu pada Daniel. Setelah melemparkannya begitu saja, kak Luke kembali melanjutkan pukulan - pukulan brutal pada Daniel. Aku sudah tidak dapat lagi menuliskannya, karena apa yang kak Luke lakukan benar - benar diluar dari batasku melihat penyiksaan.
Aku memejamkan kedua mataku, entah kenapa air mataku mengalir. Disaat bersamaan aku mendengar suara tulang patah yang memekakkan telingaku, bersamaan dengan itu kak Harry berteriak pada kak Luke agar dia menghentikan aksinya. Tapi entah apa yang terjadi saat itu, sepertinya kak Luke tidak mendengarkan kak Harry. Tidak lama aku juga mendengar Selena berteriak pada kak Luke agar dia berhenti, barulah aku menyadari jika kak Luke memang harus dihentikan atau sesuatu yang sangat buruk bisa terjadi.
Dengan tubuh yang bergetar hebat itu, aku membuka kedua mataku. Daniel tidak terlihat dimanapun ketika aku membuka mata, hanya ada kak Harry yang melingkarkan tangannya di pinggul kak Luke dan Selena yang berdiri berhadap - hadapan dengan kak Luke. Aku tidak dapat mendengar apa yang baru saja mereka katakan, telingaku berdengung keras sampai menutupi semua suara yang ada.
Tapi dari kedua mataku aku bisa tahu apa yang sedang mereka katakan, gerakan mulut mereka yang saling teriak satu sama lain menggambarkan seberapa brutalnya kak Luke kepada Daniel yang entah dia dimana saat itu. Perlahan aku berjalan mendekati kak Luke lalu aku berhenti tepat disebelah Selena, aku memberanikan diri untuk menatap wajah kak Luke yang sangat terlihat sedang marah itu. Tubuh ringkih ini semakin bergetar hebat bersamaan dengan tatapan mata kak Luke yang mengarah padaku, lalu aku kumpulkan keberanian untuk mengatakan...
"Cukup!! kak Luke tidak boleh melakukan hal lebih dari ini!! perhatikan juga perasaan kak Jester dan Naomi kalau kak Luke berbuat lebih dari ini!!" ucapku dengan terbata dan gemetaran
"Apa yang kau tahu dari perintah Jester?!! minggir kau!! aku masih belum puas menghajarnya!!" bentak kak Luke tepat didepan wajahku, aku menangis ketika kak Luke membentak ku.
"Cukup! cukup kak!! apa kamu tidak ingat apa yang pernah kita alami dulu ketika kita masih SMA?! aku tahu bagaimana perasaan Naomi kalau kalian sampai dipenjara karena hal ini!!" aku berusaha tetap tegar agar kak Luke mau mendengarkan ku, tapi percuma... kak Luke bukanlah tipe orang yang bisa diajak bicara disaat seperti ini, aku berharap kak Jester datang dan memberi perintah pada kak Luke agar dia berhenti.
"Minggir!! aku tidak punya waktu untuk berdebat denganmu!!" bentak kak Luke
__ADS_1
"Kalau masih mau gelut, aku lawanmu kak!!" timpal Selena dengan teriakan, tentu saja apa yang dikatakan Selena saat itu membuatku kaget.
"Selena...?" gumamku bersamaan dengan tatapan mata ini yang mengarah padanya.
"Hah?!" ucap kak Luke ketika itu
"Apa kamu tidak mendengarkan ku?!! aku lawanmu kalau kamu masih ingin gelut!!" bentak Selena lagi, seketika itu aku menarik lengan Selena agar dia tidak melakukan tindakan bodoh disaat seperti ini.
"Selena!! apa yang kamu katakan?!!" tanyaku padanya, namun Selena seakan sudah sangat yakin dengan apa yang baru saja dia katakan.
"Gorila ini tidak akan pernah puas kalau tidak ada yang mau menggantikannya bertarung, dulu juga seperti itu. Apa kamu sudah benar - benar lupa jika tuan Gates harus menanggung malu menebus mu dari penjara karena menyelamatkan Luna?!" ucap Selena, aku terkejut dengan apa yang baru saja aku dengar.
Tidak pernah aku tahu jika kak Luke sampai harus dipenjara karena ku, yang aku tahu dari Selena adalah mereka semua mendapatkan skorsing dari sekolah selama satu bulan penuh dan tidak lebih dari itu. Aku langsung menatap wajah kak Luke untuk mendapatkan kebenaran, aku masih tidak percaya dengan apa yang baru saja Selena katakan di hadapanku.
Kuatlah keyakinanku jika apa yang dikatakan Selena adalah kebenaran.... perlahan tangan kak Harry yang sejak tadi melingkar di pinggul kak Luke pun terlepas, kak Harry berdiri di sebelah kak Luke lalu menatap Selena dengan wajah datar namun aku tahu dia kesal pada Selena.
"Bukan kah kita sudah janji kalau hal itu harus menjadi rahasia selamanya? kenapa kamu melanggar janji itu, Selena?" tanya kak Harry
"Aku tidak ingin kalian mengulangi kejadian yang sama, ketika seseorang mengatakan sudah cukup maka itu semua sudah selesai sampai disitu!" jawab Selena dengan bentakan, ketika itu aku mendengar suara rintih kesakitan di belakangku.
Perlahan aku menoleh kebelakang dan ternyata Daniel tersungkur dilantai tepat di belakangku, dia meringkuk menahan rasa sakitnya dilantai, darah juga terlihat menempel di karpet, lantai, dan juga sprei. Aku teringat akan kondisiku dulu ketika dikerjai kak Natalie dan juga teman - teman prianya, tidak berdaya... hanya bisa merintih kesakitan... dan pandangan pun gelap, aku tidak bisa melakukan apapun dan hanya bisa pasrah saja menerima siksaan mereka.
"Cukup kak... cukup... pulanglah dan temui kak Jester dirumah..." ucapku dengan suara gemetaran
__ADS_1
"Biarkan aku dan Luna yang membereskan ini! kalian segera keluar dari sini, sekarang!!" bentak Selena ketika itu
"Aku tidak mau terima perintahmu!!" timpal kak Luke dengan bentakan, lalu tiba - tiba kak Harry berjalan mendekatiku dan berada di sisiku untuk menghadang kak Jester.
"Hei Luke! sebagai sahabatmu aku memintamu untuk berhenti!! aku yang akan bertanggungjawab kalau Jester marah padamu, apa kamu puas?" ucap kak Harry yang kini dia berada di pihak kami
"Harry.. kamu... membela musuh bersama kita ini?" agar terbata dan terkejut kak Luke ketika itu
"Tidak, aku tidak membelanya. Tapi... hei Luke! bukan kah kita bertiga ini sahabat sejak kecil? apa menurutmu Jester akan senang jika kamu dipenjara lagi? sudahlah kawan, ini sudah selesai" jawab kak Harry berusaha menenangkan kak Luke, meski terlihat berat hati namun sepertinya apa yang kak Harry katakan pada kak Luke benar - benar masuk kedalam hatinya.
"Hei kalian! jika Jester tanya, bilang aku yang menghentikan Luke. Hanya aku yang bisa membuatnya mengerti, apa kalian paham?" ucap kak Harry memberikan perintah padaku dan pada Selena, hampir bersamaan aku dan Selena pun menganggukkan kepala.
"Sekarang kalian pulang, biarkan aku dan Luke yang membereskan kekacauan ini" sembari menunjukkan pintu keluar kak Harry mengatakannya
"Ta.. Tapi.." belum selesai aku berkata, kak Harry memotong perkataanku.
"Hei Luna! Tidak apa, semua akan baik - baik saja. Tadi dibelakang Luke aku sudah menelepon ambulan, jadi aku akan menunggu ambulan itu dan kamu segera tenangkan Jester" terdengar menenangkan saat kak Harry mengatakannya, entah kenapa aku pun percaya padanya.
Aku dan Selena berpisah dengan kak Luke dan kak Harry di kamar nomor 615 itu, aku dan Selena segera menuju rumah kak Jester dan Naomi untuk memastikan keadaan Naomi. Tentu saja dia akan syok berat dengan semua yang terjadi, belum lagi pada akhirnya pasti rahasia terbesar Naomi terbongkar dihadapan kak Jester. Aku berharap kak Jester tidak berubah rasa cintanya pada Naomi meski Naomi.... aah sudahlah, apa yang baru saja aku katakan? kak Jester tetaplah kak Jester.
Aku terlalu tegang saat itu dengan semua hal yang sudah terjadi, jadi aku tertidur sepanjang perjalananku dengan Selena menuju rumah kak Jester dan Naomi. Ketika aku bangun, saat itu Selena sedang memasukkan mobilnya di garasi rumah. Kami turun bersamaan setelah mobil sudah terparkir dengan baik, ketika itu aku dan Selena sama - sama ragu untuk menarik ganggang pintu. Kami takut kak Jester dan Naomi sedang bertengkar, atau apapun dan keberadaan kami menggangu mereka.
Tapi rumah terdengar begitu sunyi, setelah beberapa saat aku dan Selena secara bersama - sama menarik ganggang pintu itu lalu membukanya secara perlahan. Setelah terbuka aku dan Selena pun masuk dan hendak berjalan menuju kamar, tapi ditengah jalan aku melihat kak Jester kembali membopong Naomi dari arah kamar mandi. Kami saling bertatapan mata dan terdiam beberapa saat, sampai kak Jester berkata...
__ADS_1
"Luna... bantu aku mengeringkan tubuh Naomi" celetuknya ketika itu, aku menganggukkan kepalaku lalu segera berlari mendekati kak Jester yang berjalan menuju kamar.