
Pembicaraan antara aku dan Peter terhenti ketika Peter dipanggil oleh panitia untuk bersiap tampil, dia pergi meninggalkanku dengan pesan agar aku membiarkannya mencari tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi. Aku ingin mencoba percaya pada Peter, tapi disisi lain aku tidak bisa mempercayai kalau Grece membohongiku. Siapa yang sebenarnya sedang berbohong disini, "Aaaa~ sial! aku jadi gak bisa fokus sama kompetisi ku!!" teriakku dalam hati.
Setelah beberapa menit berlalu, Peter sudah kembali masuk kedalam ruang tunggu untuk para peserta. Aku melihatnya berjalan mendekatiku, namun dengan segera aku berdiri dan hendak pergi dari tempat itu agar Peter tidak duduk di sebelahku lagi seperti tadi. Bukan tanpa alasan aku melakukan hal itu, tatapan tajam Manda padaku selama aku dan Peter mengobrol membuat aku harus segera menghindari Peter.
"Hei, aku ingin membahas permasalahan kita tadi" celetuk Peter saat kami berpapasan
"Gak perlu dibahas kalau kamu belum tahu apa yang terjadi" timpal ku lalu berlalu begitu saja mendekati pintu masuk menuju panggung
Didekat pintu aku melihat sebuah kotak peralatan sound system yang menurutku bisa aku jadikan tempat duduk, jadi aku duduki saja kotak itu dan tidak lama Manda datang mendekatiku karena ini memang waktunya untuk tampil. Kami sempat bertatapan mata, tapi aku berusaha untuk mengacuhkannya seakan aku ingin memberi tanda jika aku tidak mau terlibat apapun dengan dia.
"Bicara apa kamu sama dia?" celetuk Manda padaku
"Tidak ada hal penting" jawabku singkat
"Hmp... benarkah? sepertinya hal penting karena wajah kalian berdua tampak serius" ucap Manda lagi, lalu aku menghela nafas panjang sebelum menimpali perkataan Manda.
"Manda... aku sudah bilang aku tidak tertarik pada Peter, seleraku jauh lebih tinggi dari yang mungkin kamu bayangkan. Kalau saja kamu tahu pria seperti apa yang aku campak kan, mungkin kamu akan berusaha mendekati pria pilihanku itu" jawabku lagi
"Kamu sombong banget ya!! aku pikir kamu tipe orang yang baik, ternyata..." belum selesai Manda bicara, aku memotongnya.
"Baik buruknya seseorang dimata orang lain itu tergantung bagaimana kita memandang orang tersebut, mungkin aku buruk di matamu tapi dimata orang lain aku baik. Begitu juga sebaliknya, lebih baik kita fokus pada tujuan untuk menjadi pemenang" timpal ku lalu aku membuang muka untuk menghindari terus berdebat dengannya, suara kesal Manda terdengar karena dia tidak puas dengan hasil debat diantara kami.
Tidak lama panitia memanggil Manda untuk tampil, bersamaan dengan itu aku melihat sebuah televisi menyala dan menyiarkan acara pencarian bakat ini. Aku mendekati televisi itu dan melihat di saluran mana acara ini sedang tayang, mengingat Grece adalah anak pemilik dari media Werner Grup yang terkenal... aku rasa kami akan tampil di salah satu saluran besar milik Werner Grup kan? tapi sepertinya apa yang dikatakan Grece benar...
Acara kami ditampilkan disebuah saluran lokal, yaah... meski aku tahu saluran lokal ini juga salah satu milik Werner Grup, tapi berarti tidak banyak penonton yang dapat dijaring lewat acara ini. "Sepertinya Grece benar - benar harus memulai karirnya dari dasar ya... semoga aku dapat membantumu, Grece" ucapku dalam hati
Tidak lama aku melihat Manda akan perform dari layar televisi, membawakan lagu dari Sia dengan judul Chandelier, "Sepertinya Manda ingin menghancurkan mentalku, dia membawakan lagu sulit di hari pertama kompetisi" ucapku dalam hati. Lagu pun dimulai, aku cukup terkesan dengan cara Manda membawakan lagu itu. Dia menyanyikannya dengan gayanya sendiri, meski aku merasa jika Manda terlalu memaksakan dirinya.
"Manda sedang mencoba memprovokasi mu" celetuk Peter yang entah sejak kapan dia berada di sebelahku, aku terkejut sampai sedikit melangkah mundur beberapa langkah.
"Peter!! jangan ngagetin gitu!!" bentak ku padanya, Peter hanya tertawa menanggapi kemarahanku.
"Aku tidak sedang ingin mengagetkan mu, kamu aja yang ngelamun" timpal Peter, aku menghembuskan nafas agak keras agar Peter tahu aku marah padanya.
"Manda emang jago nyanyi sih sejak kami SD, tapi hari pertama membawa lagu penuh teknik begini... aku yakin dia sedang memprovokasi mu" ucap Peter lagi
"Tidak hanya aku, dia sedang menunjukkan kelasnya dihadapan kita semua" timpal ku dengan nada kesal, tapi Peter kembali tertawa menanggapi perkataanku.
"Lunar, setelah ini kamu yang akan tampil. Lagu apa yang akan kamu bawakan?" tanya Peter padaku
Sejenak aku terdiam, aku bahkan tidak tahu lagu apa yang ingin aku bawakan. Melihat penampilan Manda yang memukau membuatku ingin unjuk gigi juga, tapi jika dipikir kembali... akan terlalu cepat jika aku langsung mengeluarkan seluruh kemampuanku. Untuk membantu Grece lebih baik aku terlihat berkembang dari hari ke hari daripada harus menunjukkan puncak dari kemampuanku.
"Avril Lavigne... Wish you were here... aku akan membawakan lagu itu..." jawabku
"Hmm... bukankah itu lagu terlalu sederhana untuk melawan Manda? bukan ingin meragukan kemampuanmu, tapi aku merasa Manda akan menang di tantangan pertama ini kalau kamu membawakan lagu itu" ucap Peter, aku tertawa kecil lalu menatap Peter.
"Kadang tokoh utama harus kalah diawal dan menggebrak di belakang" ucapku dengan sedikit suara tawa
Kami berdua tertawa bersama, sepertinya akrab dengan Peter tidak terlalu buruk kan? mungkin aku yang terlalu antipati terhadap kehadiran Peter sejak Manda memberikan aku peringatan, tapi yaah sudahlah... aku akan mencoba menjadi lebih terbuka pada Peter dan Manda jika bisa.
Tidak lama Manda selesai membawakan lagu dari Sia dengan judul Chandelier, pujian dari para juri pun terlontar meski Manda mendapatkan beberapa koreksi dan kritik dari Yohan dan juga Grece. Dari tuan Jhonson? ooh ayolah... Manda anak tuan Jhonson, mana mungkin tuan Jhonson akan memberikan kritik meski itu akan membangun. Pandanganku tentang tuan Jhonson yang tidak memberikan kritik apapun pada Manda ternyata juga dirasakan oleh Peter, dia mengatakan jika nepotisme sedang berjalan sekarang dan kami pun kembali tertawa bersama.
Tidak lama Manda terlihat membuka pintu penghubung antara ruang tunggu peserta dengan panggung, dia menatapku dengan senyum sinis meremehkan. Dia ingin memprovokasi ku seperti kata Peter, tapi sayang aku tidak terprovokasi sedikitpun karena aku memiliki tujuan yang jelas. "Aku harus membantu Grece untuk mengangkat acara ini agar dilirik oleh banyak orang" ucapku dalam hati ketika melihat Manda yang memandang rendah diriku.
"Kalahkan itu nona Lincoln, aku akan tunjukkan siapa bosnya disini" ucap Manda, aku hanya diam saja menatapnya.
"Hei aku bicara padamu!!" bentak Manda padaku, namun tidak lama seorang panitia memanggil namaku.
"Aku pergi dulu" celetukku setelah namaku disebut
Aku tahu Manda sangat kesal saat itu karena aku tidak bereaksi sedikitpun atas provokasinya, aku hanya berjalan berlalu begitu saja menuju pintu yang menjadi penghubung antara ruang tunggu dan panggung. Disana aku bertemu seorang pria yang merupakan panitia acara, dia bertanya padaku tentang lagu apa yang akan aku nyanyikan dan aku mengatakan jika aku akan menyanyikan lagu yang sudah aku katakan pada Peter tadi.
Dengan segera pria itu berlari masuk kedalam panggung untuk berkoordinasi dengan pengiring musik, aku melihat ada sedikit perdebatan diantara pengiring musik dengan pria tadi. Tapi sepertinya perdebatan kecil itu berhasil diatasi begitu saja, pria itu kembali berlari mendekatiku sembari berkata
__ADS_1
"Nona Lunar, lagu yang akan kamu bawakan terlalu sederhana. Kamu yakin akan membawakan lagu itu?" tanyanya padaku
"Aku yakin" jawabku
"Baik, kami akan memainkan lagu itu dengan nada dasar standar penyayi aslinya. Apa kamu ingin dinaikkan atau diturunkan?" tanyanya lagi padaku
"Mainkan sama persis dengan penyanyi aslinya, terima kasih" jawabku
Pria itu kembali berlari mendekati tim pengiring musik dan menyampaikan apa yang sudah aku katakan, tidak lama pria itu memberi gestur tangan agar aku berjalan mendekati panggung. Disana aku mendengar suara Aiko memanggil namaku, suara tepuk tangan pun terdengar meski aku tahu jika penonton kami cuma ada sedikit saja. Aku berjalan dan tirai di hadapanku pun terangkat, kini aku bisa melihat Yohan, Grece dan tuan Jhonson duduk di kursi paling depan dari deretan kursi penonton lainnya.
Sorot lampu kini mengarah padaku, sambutan tepuk tangan juga terasa menggema di ruangan yang tidak terlalu luas itu. "Ini akan menjadi hari pertama untuk meniti impianku" ucapku dalam hati, aku pun menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan. "Kamu bisa Luna!!" gumamku
Aku berjalan menuju tengah panggung disaat Aiko dan tuan West yang menjadi MC meninggalkan tengah panggung, lampu pun mati dan tersisa lampu sorot yang mengarah padaku. Aku benar - benar berasa disebuah panggung besar dengan kompetisi yang sesungguhnya, Grece mengatur acaranya dengan sangat baik. Tidak lama musik pengiring pun berbunyi...
***Avril Lavigne - Wish You Were Here***
I can be tough, I can be strong
But with you, it's not like that at all
There's a girl that gives a ****
Behind this wall, you just walk through it
And I remember all those crazy things you said
You left them running through my head
You're always there, you're everywhere
But right now, I wish you were here
All those crazy things we did
You're always there, you're everywhere
But right now, I wish you were here
Damn, damn, damn
What I'd do to have you here, here, here
I wish you were here
Damn, damn, damn
What I'd do to have you near, near, near
I wish you were here
I love the way you are
It's who I am, don't have to try hard
We always say, say it like it is
And the truth is that I really miss
All those crazy things you said (Things you said)
You left them running through my head (Through my head)
You're always there, you're everywhere
__ADS_1
But right now, I wish you were here
All those crazy things we did (Things we did)
Didn't think about, it just went with it (Went with it)
You're always there, you're everywhere
But right now, I wish you were here
Damn, damn, damn
What I'd do to have you here, here, here
I wish you were here
Damn, damn, damn
What I'd do to have you near, near, near
I wish you were here
No, I don't wanna let go
I just wanna let you know
That I never wanna let go, let go, oh, oh
No, I don't wanna let go
I just wanna let you know
That I never wanna let go
Let go, let go, let go, let go, let go, let go
Let go, let go, let go, let go, let go, let go
Damn, damn, damn
What I'd do to have you here, here, here
I wish you were here (I wish you were here)
Damn, damn, damn
What I'd do to have you near, near, near
I wish you were here
Damn, damn, damn
What I'd do to have you here, here, here
I wish you were here
Damn, damn, damn
What I'd do to have you near, near, near
I wish you were here
**********************************************
__ADS_1