
"Kak Jes.. ter? ke.. kenapa ada di...sini?" tanyaku terbata
Aku tidak tahu kenapa rasanya aku merasa bersalah padanya, mungkin karena sikapku dua hari yang lalu atau... aku merasa seperti orang yang ketahuan sedang berselingkuh... Tapi yang kedua tidak mungkin kan? aku tidak memiliki ikatan apapun pada pangeranku itu, kami juga tidak ada komitmen apapun.
"Ayo pulang" ajak kak Jester padaku
"A.. aku ber..." belum selesai aku berkata, kak Jester memotongnya
"Jadi pria yang kamu maksud adalah Justin?" tanya kak Jester menekan, aku pun terkejut dengan pertanyaannya.
"Ti.. tidak, aku dan kak Justin tidak..." belum selesai aku menjawab, kak Jester kembali memotongnya.
"Apa lebihnya Justin daripada aku?!" agak membentak kak Jester mengatakannya dan membuat aku tersentak, kami pun tiba - tiba terdiam saling menatap.
"Maaf... ayo kita pulang" ajaknya lagi
"Ti.. tidak!! aku gak mau!!" bentak ku
"Apa maksudmu tidak mau?" tanya kak Jester heran
"Aku gak mau pulang bersamamu!! aku gak mau lagi berhubungan denganmu!! suara bertengkar semalam... suara itu... kamu.. apa yang kamu lakukan pada kak Justin?!!" bentak ku dengan teriakan, tidak lama pintu pun terbuka dan aku melihat kak Justin, kak Luke dan kak Harry masuk kedalam kamar dengan wajah panik.
"Luna? kenapa kamu berteriak seperti itu?!" tanya kak Justin panik, aku pun bengong menatap mereka berempat secara bergantian.
"Hah?!! apa yang terjadi?!! kenapa mereka berempat terlihat baik - baik saja?!!" tanyaku dalam hati, aku begitu malu pada diriku sendiri dan juga dihadapan kak Jester. AAAAaa~ malu!!!!
"Tadi Jester menjemput kita karena aku memintanya, kita kembali ketinggalan kereta dan menggunakan bus akan membuatmu terlalu capek. Jadi satu - satunya cara adalah meminta tolong sama Jester" ucap kak Justin lagi menjelaskan tentang keberadaan kak Jester, kak Luke dan kak Harry disana
__ADS_1
Merah padam wajahku mendengar penjelasan kak Justin, aku ingin masuk kedalam lubang tanpa dasar agar aku tidak bertemu lagi dengan siapapun. Maafkan aku pangeranku~ :(
"Tadi aku pikir Jester melakukan hal tidak senonoh saat kami pergi mencari sarapan" ucap kak Luke dengan nada menggodanya kepada kak Jester
"Diam kau Gorila bodoh!! kamu pikir aku orang mesum?!!" bentak kak Jester pada kak Luke
"Hei Jester! kamu yang meminta kami untuk pergi, jadi kami pikir kamu mau melakukan hal yang aneh - aneh" timpal kak Harry dengan suara tawanya
"Dasar rubah bodoh! itu karena aku memaksa kalian ikut denganku kesini dan meminta kalian tidak sarapan! kenapa sikap baikku selalu disalah artikan!!" bentak kak Jester lagi, suara tawa kak Luke, kak Harry dan kak Justin pun terdengar begitu keras...
Kecuali pangeranku... dia begitu kesal dengan semua pandangan negatif terhadap dirinya, terutama dariku... aku yang pertama memandang kak Jester negatif dengan bersungguh - sungguh, tidak seperti kak Luke dan kak Harry yang bercanda... aku menundukkan pandanganku dan merasa begitu bersalah pada pangeranku... :(
kami pun sarapan bersama di kamar itu dengan menu yang kak Luke, kak Harry dan kak Justin bawakan, ruang kamar itu terdengar begitu ribut dengan candaan kak Jester, kak Luke, kak Harry dan kak Justin. Sedangkan aku... hanya bisa terdiam dengan semua rasa bersalahku pada kak Jester.
Setengah jam berlalu kami pun beranjak pulang, menggunakan mobil kak Jester yang saat itu dikemudikan oleh kak Luke. Aku duduk disebelah kak Jester pada baris kedua, namun kami hanya terdiam sepanjang perjalanan. Hanya ada suara obrolan kak Luke, kak Harry dan kak Justin yang menemani perjalanan panjang kami, aku tidak tahu harus seperti apa aku menimpali suasana canggung itu.
Aku bisa apa? kesalahpahaman itu semakin hari semakin menghitamkan lembaran kertas ceritaku bersama pangeranku, tidak ada lagi yang bisa kami tulis di lembaran kertas itu. Aku kembali berjalan hingga masuk kedalam rumah, ibu pun menyambut ku dengan sebuah pelukan dan pertanyaan tentang kesehatanku. Aku menjawab seperlunya lalu mengatakan jika aku lelah, aku meninggalkan ibu dan menuju kedalam kamar.
Hari itu berlalu begitu saja, dan keesokan harinya aku berangkat sekolah. Seperti biasa, aku berangkat bersama ayah menuju rumah keluarga Parker dan bersama dengan Selena menuju sekolah. Di sekolah aku dan Selena menjalani semuanya dengan normal, pada jam istirahat aku dan Selena menuju kantin sekolah dan disana aku mendengar keributan.
Seperti biasanya juga, aku melihat kak Jester, kak Luke dan Kak Harry bercanda begitu hebohnya. Ketika aku dan mereka berpapasan... kak Jester hanya melirikku meski aku tersenyum padanya... hal itu membuatku membeku dengan hati yang terasa hancur, Selena pun menepuk pundakku untuk menyadarkan ku dari lamunan. Ketika mata kita bertemu, Selena seakan bertanya "ada apa?" namun tidak aku jawab dan hanya berjalan menuju kelas kami lagi.
Sepulang sekolah aku lagi - lagi berpapasan dengan pangeranku, namun sikap dinginnya tidak berubah... kali ini bahkan kak Jester terkesan membuang muka ketika melihatku, sikap kak Jester membuat Selena semakin bingung. Tapi aku tetap tidak menjelaskan apapun padanya meski berkali - kali Selena memintaku untuk bercerita, aku membalas rasa penasarannya dengan senyuman.
Siang berganti malam, dirumah aku makan malam bersama ayah dan ibu. Setelah selesai makan malam itu, seseorang mengetuk pintu rumah. Ibu berjalan dan untuk membuka pintu dan kedatangan orang yang tidak aku duga - duga, kak Luke dan kak Harry mendatangi rumahku.
Di ruang tamu malam itu aku menemui keduanya, perasaanku campur aduk ketika itu. "Apa mereka akan marah padaku? tentu saja... aku menyakiti hati sahabat mereka..." ucapku dalam hati, suara deham kak Luke yang begitu menggelegar mengagetkan ku.
__ADS_1
"Putri bulan, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya kak Luke, aku menggelengkan kepalaku merespon pertanyaannya.
"Haah... kamu dan dia sama saja, apa kamu ingin ini berakhir?" tanya kak Luke lagi
"Tidak... aku tidak ingin berakhir... ini semua karena kebodohanku, aku yang mengacaukan semuanya..." jawabku terbata, aku terbata bukan karena takut.. tapi karena.. aku ingin menangis...
"Hei Luna, ceritakan pada kami ada apa. Kami cuma ingin membantu karena si bodoh itu juga tidak mau bicara apapun" timpal kak Harry
Aku pun mulai menceritakan semuanya pada kak Luke dan kak Harry, tentang makan malam itu, tentang kekecewaanku, tentang kenaifan ku, termasuk tentang pikiran negatif ku kepada pangeranku... aku siap dengan penghakiman kak Luke dan kak Harry saat itu, namun mereka menyalahkan kak Jester akan semua kemelut yang sedang menimpa kami.
"Jika memang inti permasalahannya disana, aku rasa kamu harus sedikit bersabar. Memang begitu standar orang kaya" celetuk kak Luke ketika dia sudah mendengar semua ceritaku
"Hei Luna, maafkan si bodoh itu. Ini pengalaman pertamanya mendekati seorang perempuan, bahkan sikap kikuknya juga baru pertama ini kami lihat saat berhadapan denganmu" timpal kak Harry
"Aku yang salah tidak bisa menempatkan diriku... derajat kami terlalu jauh, aku tidak bisa untuk mengejarnya..." ucapku
"Hei Luna, menurutmu seberapa kaya kami?" tanya kak Harry padaku, aku menatap kak Harry dan berfikir seberapa kaya kak Harry saat itu.
"Hmm.... lebih kaya dari keluargaku pastinya..." jawabku terbata karena aku takut untuk salah bicara
"Kalau aku?" tanya kak Luke, aku mengalihkan pandanganku menatap kak Luke dan kembali mencoba menerka - nerka.
"Lebih kaya dari kak Harry mungkin..." jawabku, suara tawa kak Luke dan kak Harry pun pecah bersamaan.
"Kami berdua anak panti asuhan yang di asuh oleh tuan dan nyonya Gates" ucap kak Luke dengan suara tawanya
Aku pun terkejut dengan jawaban kak Luke dan kak Harry, "Anak panti asuhan? kalian bisa dengan mudahnya berteman dengan anak orang kaya dengan sikap kasar kalian masing - masing dan seakan kak Jester tidak bermasalah dengan sikap kalian?" tanyaku dalam hati, aku tidak ingin mempercayai hal itu namun melihat respon mereka membuatku tidak punya celah sedikit pun untuk membantah.
__ADS_1