Aku Pinjam Dia : Diary Luna

Aku Pinjam Dia : Diary Luna
Season 4 : The End


__ADS_3

Masih dalam posisi duduk bersila aku telah selesai membacakan pesan terakhir Luna dihadapan teman - teman, Yaah... pada saat itu aku mendengar isak tangis Naomi, Grece dan Selena nyaris bersamaan ketika pesan Luna kepada mereka aku bacakan, tidak heran karena ketiganya memiliki kenangan tersendiri dengan Luna. Tentu saja dia telah mendapatkan tempat khusus di hati kami masing - masing, Luna telah mendapatkan apa yang dia harapkan semasa hidupnya.


Aku menghela nafasku lalu menatap foto Luna yang terbingkai dengan indah dan rapih yang tertempel pada batu nisan, disebelah bingkai foto itu aku juga menatap foto - fotoku ketika aku mengelilingi Paris demi memenuhi impian terakhir Luna. Namun aku teringat pada satu foto yang belum aku tempel saat itu, sebenarnya aku enggan untuk menempelkannya karena itu adalah kenangan buruk yang sampai sekarang selalu aku sesali. Tapi entah mengapa aku merasa itu adalah foto yang sangat ingin Luna miliki, mungkin...


Perlahan tanganku merogoh saku celana untuk mengambil lembar terakhir dari foto yang Sarah cetakkan untukku, sebuah foto yang menjadi foto terakhirku bersama dengan Luna ketika kami berada di bioskop terbuka Paris. Terlihat senyum manis Luna tergambar jelas di dalam foto itu, siapapun tidak akan percaya jika itu adalah foto terakhir yang bisa kami lakukan jika mereka menatap senyum merekah Luna.


"Semanis dan seindah apapun kamu berpamitan untuk meninggalkan kami... perpisahan akan tetap terasa begitu menyakitkan" celetukku, perlahan aku menyelipkan foto itu dibingkai foto Luna.


"Hei Luna... semoga kamu bisa mendengarkan aku... aku akan menjawab pertanyaanmu didalam surat itu.." terbata aku mengatakannya, sejenak aku terdiam untuk mengatur nafas dan juga rasa ingin menangis.


"Mana mungkin aku bisa... mana mungkin aku bisa melupakanmu ataupun terbiasa akan kehilanganmu, setiap kali kita bertemu lalu berpisah... rasa cintaku malah semakin bertambah padamu, karena itu..." aku terdiam sejenak lalu menarik nafasku dalam - dalam, perlahan aku hembuskan nafas itu untuk memantapkan hatiku agar tidak lagi mengalami ragu - ragu ataupun kembali kedalam keterpurukan ku.


"Karena itu aku sudah tidak tahan lagi! aku tidak ingin mengulanginya lagi! Tidak akan ada untuk kedua kalinya! Pasti! Beristirahatlah dengan tenang, sayonara... Luna" ucapku meneruskan kalimat yang sempat aku gantung tadi dengan tegas tanpa keraguan sedikitpun.


Aku berdiri lalu menatap teman - temanku, ketika itu tidak satu pun dari mereka yang tersenyum. Mereka semua terlihat sedih entah apa yang mereka pikirkan tentangku, namun memang itulah yang ingin aku sampaikan pada Luna dan sudah aku pikirkan selama satu minggu ini. Mungkin Luna memang akan tetap berada disudut hatiku, namun aku tidak ingin mengecewakan wanitaku sekarang yaitu Naomi. Dia yang akan mengisi hari - hariku tanpa sedikitpun kenangan tentang Luna akan menggangguku, aku tidak ingin ragu - ragu lagi.


"Terima kasih sudah bersedia menemaniku, aku sudah menyampaikan apa yang sudah aku simpan sejak satu minggu ini... aku berharap itu akan tersampaikan padanya dengan baik" celetukku memecah keheningan kami, ketika itu Luke mendekatiku lalu menepuk pundakku cukup keras sembari berkata..


"Lupakan dia tanpa harus membencinya dan ingat dia tanpa harus melibatkan perasaan" dengan tegas Luke mengatakannya, aku tersenyum dengan suara tawaku.


"Kamu berpose sok keren di depanku hanya untuk mengatakan hal seperti itu?" tanyaku dengan suara tawaku, lalu Naomi menabrakkan tubuhnya cukup keras ke badanku sampai aku mundur beberapa langkah.


"Aku mengkhawatirkan mu bodoh!!" Luke menjawab pertanyaanku dengan bentakan


"Kamu tidak akan melupakannya kan, Jess? dia sangat berbekas di hatiku meski pertemuan kami sangat singkat" timpal Naomi yang berkata bersamaan dengan Luke, suara Naomi saat itu terdengar begitu serak. Aku tersenyum lalu mengelus kepalanya dengan lembut, perlahan Naomi mendongak dan menatapku dengan mata berkaca - kaca.


"Tentu, kita pasti akan mengingatnya sampai kapanpun itu" jawabku tegas namun dengan nada selembut mungkin


"Aaa~ sedihnya... kalian jaga kesehatan ya~" celetuk Grece dengan derai air mata yang mengalir di pipinya, Justin saat itu tertawa lalu merangkul Grece dengan erat.


"Ayo pertahankan pertemanan ini sampai kapanpun itu!! Seperti yang Luna katakan, pertemanan kita adalah bentuk karya dia di dunia ini" terdengar penuh harap Justin mengatakannya, lalu Justin mengulurkan tangannya kedepan sembari menatap kami bergantian.


"Aku ikut!" timpal ku lalu menumpukkan tangan diatas tangan Justin

__ADS_1


Saat itu tindakanku diikuti oleh Naomi, Luke, Sarah, Grece dan Harry, namun tinggal satu orang lagi yang tidak ikut menumpukkan tangannya diatas tangan kami... Selena, dia hanya diam saja mematung seakan tidak ingin ikut mengikatkan diri dengan pertemanan yang sudah susah payah Luna bentuk. Kami semua serentak menatap Selena, sepertinya tidak hanya aku yang heran dengan sikap yang ditunjukkan Selena saat itu.


"Selena? kamu..." belum selesai Naomi berkata, Selena memotongnya.


"Bukan aku tidak mau, tapi ini akan sangat rumit" timpal Selena sembari membuang muka untuk menghindari tatapan mata kami semua.


"Rumit? kamu masih mencintai Jester?" tanya Sarah tanpa beban, tentu saja pertanyaan Sarah membuat semuanya terkejut kecuali aku yang merasa lelah seketika karena dramaku dengan cinta segitiga ini belum juga usai... ini juga salah satu warisan Luna untuk kami


"Itu bukan kata yang tepat untuk diucapkan sekarang, sayang" timpal Luke


"Tidak, ini harus ditegaskan sekarang. Sesuai dengan isi surat yang Luna tinggalkan, kalian ingat kan? Jika memang dia masih menyimpan rasa pada Jester, maka dia akan menjadi duri didalam hubungan pertemanan ini" tegas Sarah mengatakannya, setelah itu Luke mencubit pipi Sarah.


"Kamu ini kalau bicara selalu tanpa lihat kondisi ya" timpal Luke dengan kesal, Sarah menepis tangan Luke dengan keras hingga terlepas.


"Apa sih, Luke?! aku kan mengatakan hal yang benar!" terdengar kesal Sarah mengatakannya


"Kamu ini mirip siapa ya?" celetuk Harry saat itu sembari memperhatikan Sarah


"Apa? apa? apa?! kamu jangan buat kami penasaran seperti ini donk!!" Grece memaksa Selena untuk meneruskan kalimatnya, Selena malah tertawa kecil menanggapi kekesalan Grece ketika itu.


"Intinya aku tidak ingin menjadi duri dalam hubungan pertemanan ini, jadi kalian yang putuskan apa aku tetap boleh berada di lingkaran pertemanan ini atau tidak" dengan sedikit suara tawa Selena mengatakannya


"Aku tidak ingin Naomi terbakar api cemburu, jadi aku serahkan keputusan ini pada Naomi" tegas Jester mengatakannya, kami pun sempat terdiam beberapa saat sampai suara helaan nafas Naomi terdengar.


"Seperti yang Luna katakan, dia ingin kita tetap berkumpul seperti ini. Selena, pahamilah posisimu dan aku berharap kamu berhenti untuk mencintai Jess ku!" tegas Naomi mengatakannya, namun Selena memandang Naomi dengan wajah datar.


"Kamu masih ingin aku berada di lingkaran pertemanan mu?" tanya Selena yang seolah mempertegas perkataan Naomi, saat itu Naomi hanya menganggukkan kepalanya beberapa kali.


"Iya, tapi aku harap kamu bisa menahan perasaanmu sesuai yang Luna pesankan padamu!" jawab Naomi dengan peringatan, senyum sinis Selena saat itu menghiasi raut wajahnya.


"Aku harap kamu tidak menyesal dengan pilihanmu" terdengar menyindir Selena mengatakannya, lalu Selena menumpukkan tangannya diatas tangan Harry. Dengan ini lengkap sudah teman - teman Luna untuk mengikatkan diri pada karya terakhirnya, sempurna sudah.


"Ini pilihan buruk, kan?" celetuk Harry begitu khawatir

__ADS_1


"Kalian harus melindungi kak Jester dan Naomi dari aku" ancam Selena terdengar sinis


"Hei Jester!!! dia berbahaya, tahu!!" dengan panik Harry mengatakannya, serentak aku, Justin, Luke, Grece dan Naomi tertawa bersama. Hanya Sarah yang terlihat tidak senang dengan keputusan Naomi, dia hanya diam saja ketika kami tertawa bersama.


"Ayo jaga hubungan ini, saling tolong menolong dan saling menjaga... buat Luna bangga dengan hasil karyanya yang dia tinggalkan di dunia ini" aku mengatakannya dengan penuh kebahagiaan, aku begitu senang dengan pertemanan ini.


Begitulah akhir kisah ini, Luna akan selalu dikenang lewat pertemanan kami...


Dengan ini selesai sudah buku Diary Luna...


Check list impian terakhir Luna juga sudah aku selesaikan...


Sayonara... Luna Lincoln.


****TULISAN JESTER BERAKHIR****


Tengah malam disebuah cluster perumahan mewah, angin berhembus cukup kencang saat itu membuat suasana begitu dingin. Diantara deretan rumah - rumah didalam area cluster, terdapat satu rumah yang paling berbeda sendiri dengan corak khas budaya jepang yang menghiasinya. Didalam rumah itu Naomi terlihat masih tertidur didalam kamar yang menjadi satu - satunya kamar didalam rumah, sedangkan Jester terlihat duduk bersila diatas tatami sedang menulis diatas meja.


Jester menyeka air matanya yang masih membasahi pipi, setelah itu Jester menatap selembar foto yang bergambar dirinya dan Luna yang sedang duduk di kursi taman labirin dengan hiasan lambang cinta dibelakang mereka. Jester tersenyum sembari menutup buku Diary Luna itu, lalu Jester menghela nafasnya.


"Hei... kamu telah menuntaskan satu janjimu padaku, terima kasih untuk kenangan indahnya.... maaf aku memaksakan dirimu sejauh ini, apa kamu mau memaafkan ku?" gumam Jester dengan air mata yang kembali mengalir.


"Berbicara dengan diri sendiri.... ahaha.." celetuk Jester sembari menyeka air matanya


Perlahan Jester beranjak dari duduknya lalu merebahkan tubuh diatas sofa yang dekat dengannya dengan memeluk buku diary itu, karena kelelahan saat itu Jester pun tertidur begitu saja dan dia bermimpi kembali ke taman tengah labirin di festival square bersama dengan Luna.


Disana Luna tersenyum begitu manisnya dengan memeluk buku diary berwarna merah muda dengan hiasan berwarna emas yang begitu indah, Jester yang saat itu berdiri tepat dihadapan Luna hanya bisa mematung dengan air mata yang mengalir deras.


"Terima kasih kak..... Maaf untuk semuanya dan... Sayonara..." celetuk Luna


"Se... selamat... ting...gal Luna..." timpal Jester


***TAMAT***

__ADS_1


__ADS_2