
"Grece!! aku gak suka cara kerjamu!" bentak ku padanya
"Ta... tapi ini sudah bekerja dengan baik, gak akan jadi masalah kok" timpalnya terbata, ekspresi wajahnya terlihat kaget melihatku begitu marah padanya.
"Masalah sudah terjadi pagi ini! Ayah Manda mendatangi rumahku dan memintaku menjauhi Peter! mereka sudah dijodohkan, apa kamu mengerti artinya?!" masih dengan nada membentak aku mengatakannya, Grece terdiam sejenak menatapku.
"Tapi... Peter bilang mereka gak punya hubungan..." ucap Grece dengan terbata, aku menghela nafasku sembari menepuk dahiku cukup keras.
"Ampun deh, pria selalu punya seribu satu cara buat menutupi sesuatu. Yang aneh itu kamu, bisa - bisanya percaya begitu saja pada omongan pria" timpal ku dengan nada kesal
"Aaa~ lalu gimana? kalau gak ada bumbu - bumbu begini, acaraku bisa gagal total~" ucap Grece, aku kembali menepuk dahiku mendengar perkataan Grece saat itu.
"Lagian buat apa sih melakukan hal konyol begini? mencari bakat akan lebih baik kalau kamu cari saja di kota - kota besar" masih dengan nada kesal aku mengatakannya
"Kalau begitu... aku hanya menjiplak apa yang sudah ada~ tidak ada inovasi" jawabnya, aku pun teringat perkataan Aiko dan Yohan tentang Grece yang kurang lebih mengatakan jika Grece ingin sebuah pengakuan sebagai anak pemilik media terbesar di negara ini.
"Grece... kenapa kamu melakukan semua ini? kamu anak pemilik media terbesar di negeri ini, buat apa lagi kamu bekerja keras seperti ini? bukankah suatu saat perusahan ayahmu akan jadi milikmu?" tanyaku padanya, Grece terdiam sejenak menatapku lalu dia tersenyum.
"Karena perusahaan akan jatuh ke tanganku, aku diremehkan oleh orang - orang itu..." jawab Grece dengan nada sedih meski garis senyumnya terangkat, aku terdiam mencoba untuk mengerti apa yang Grece coba sampaikan padaku.
"Didepan Ku semua mengatakan waah Grece anak berbakat, anak pintar, pantas menyandang nama Werner, dan lain - lain yang bernada pujian... tapi di belakangku mereka...." ucapan Grece terhenti sejenak, lalu dia memalingkan wajah sembari menghela nafas.
"Mereka mengatakan aku bodoh... aku hanya beruntung dilahirkan dari keluarga kaya... aku hanya bisa bersembunyi di ketiak papa.... mereka mengejekku habis - habisan karena aku mengambil alih beberapa proyek di perusahaan keluargaku yang bahkan aku tidak ingin melakukannya... semua karena papa ingin aku belajar sesegera mungkin untuk menjalankan bisnis ini..." ucap Grece melanjutkan perkataannya
"Darimana... kamu tahu mereka mengatakan seperti itu?" tanyaku, Grece kembali menatapku dengan wajah datar lalu tiba - tiba dia tersenyum kembali dan berkata...
"Dari Aiko dan Yohan... mereka di pecat oleh HRD karena membocorkan pembicaraan mereka tentangku, papa juga mengiyakan pemecatan keduanya karena menganggap Aiko dan Yohan tidak memiliki bukti yang cukup. Lalu aku memohon pada papa agar keduanya boleh bekerja untukku, aku ingin membuktikan jika aku bisa melakukan proyekku sendiri dan tidak selalu bergantung pada papa" jawabnya dengan senyuman, aku cukup kaget mendengar jawaban Grece saat itu.
__ADS_1
Aku pikir kehidupan Grece sudah nyaman, dia dilahirkan cantik, berbakat, sehat, dan juga kaya... tapi kehidupannya tidak semudah apa yang aku bayangkan, semua orang hidup dengan masalah mereka masing - masing dan kita tidak pantas untuk menghakimi mereka dengan masalah yang sedang mereka hadapi. Diremehkan... mungkin terkesan masalah yang mudah untuk diatasi, tapi rasa sakit hati yang diterima tentu tidak akan semudah itu untuk dapat direlakan begitu saja.
"Maaf ya aku memanfaatkan mu untuk kepentinganku... ketika aku mendengar suaramu, aku merasa bisa mengorbitkan mu dengan mudah dan menjadikan kamu sebagai prestasi terbesarku sepanjang hidup... tapi kamu benar, aku gak bisa begini... mungkin karena ambisi, aku kehilangan empatiku kepada orang lain... aku minta maaf..." celetuk Grece yang terdengar sangat menyesal, dia beberapakali terlihat mengusap matanya mungkin karena dia tidak ingin terlihat menangis di hadapanku.
"Kamu hebat..." celetukku, seketika Grece kaget dan menoleh menatapku.
"Hah? apa katamu tadi?" tanyanya heran, aku tersenyum padanya lalu aku katakan...
"Kamu orang yang hebat, idemu memang terdengar konyol tapi orang desa juga membutuhkan kesempatan - kesempatan seperti ini. Mungkin saat ini idemu terlihat konyol, tapi kedepannya aku yakin proyekmu bisa berjalan dengan sangat baik" jawabku, Grece terlihat bengong menatapku.
"Tapi sebenarnya yang lebih hebat itu kepribadian dan cara berpikir mu Grece, aku tahu rasanya diremehkan orang... omongan mereka membuat dada kita terasa sesak, mau melawan tapi tidak mampu... kamu hanya butuh seseorang untuk membantumu lepas dari itu" ucapku lalu aku menghela nafas sejenak, aku teringat pangeranku ketika membantuku lepas dari bullyan kak Natalie
"Dulu ada yang membantuku untuk lepas dari semua orang yang meremehkan ku, aku beruntung bertemu dengannya dan dia menolongku tanpa bertanya apapun padaku. Mungkin memang aku harus membalas budi atas keberuntungan yang pernah terjadi padaku dulu, aku akan membantumu Grece" dengan penuh keyakinan aku katakan itu padanya, seketika mata Grece terbelalak menatapku.
"Lunar... kamu mau membantuku? benarkah?!" Grece mengatakannya dan seakan dia tidak percaya dengan apa yang aku katakan, aku tertawa kecil sembari mengangguk beberapa kali.
"Aaa~ terima kasih~ kamu baik banget sih!! kamu orang atau malaikat?!" agak berteriak Grece mengatakannya lalu memelukku dengan erat
Kompetisi pertamaku telah tiba, aku dan lima belas orang lainnya berkumpul bersama di atas panggung yang sudah terdekorasi dengan baik selayaknya kompetisi kelas dunia. Ada lampu - lampu sorot, lampu warna - warni yang menghiasi rangka panggung, dekorasi - dekorasi lainnya yang menambah kesan jika ini bukanlah kompetisi murahan atau dadakan tanpa persiapan. "Grece, kamu melakukannya dengan sangat baik" ucapku dalam hati.
"Pagi kalian semua, senang melihat kalian sehat dan bisa datang kesini!" sapa Aiko dengan penuh semangat
"Tidak terasa kalian sudah akan mulai berkompetisi dibabak eliminasi, sesuai yang kami sampaikan jika ini akan divideokan dan disiarkan di web resmi media Werner Grup. Lakukan yang terbaik, jadilah pemenang di setiap babak!!" timpal Yohan juga penuh semangat
"Jadilah mutiara ditengah lum...hmmpp!!" teriakan penuh semangat Grece dihentikan oleh Aiko dan Yohan dengan membekap mulutnya
Terjadi kehebohan diantara mereka, aku tertawa melihat kejadian itu. Entah mengapa sejak hari ini aku dan Grece terasa... menjadi lebih dekat, aku jadi rindu Selena... Yaah, sejak dulu juga teman terbaikku cuma ada Selena. Tapi kehadiran Grece seketika membuatku menyesal telah meninggalkan kehidupanku yang dulu, seakan sekarang aku kembali dihantui rasa bimbang ku yang telah lama terkubur.
__ADS_1
Tapi semua sudah terlambat... kehidupan terus berjalan, aku pun harus meniti kembali langkah demi langkah untuk menemukan kebahagiaanku sendiri. Salah satu caranya adalah... Memenangkan kompetisi ini dan menjadi bintang! aku yakin aku bisa melakukannya, "Luna, kamu bisa melakukannya!" ucapku dalam hati untuk menyemangati diriku sendiri.
Beberapa orang dari desa dilibatkan untuk menjadi MC dan juga Juri pada acara itu, Tuan Jhonson terlihat duduk bersama Grece dan Yohan menjadi juri untuk kami, sedangkan Aiko bersama Tuan West menjadi MC acara. Tidak lama acara pun dimulai, secara resmi aku akan mulai berkompetisi untuk menjadi penyanyi terbaik di desa ini. "Aku siap!"
MC memanggil satu demi satu peserta, para peserta menampilkan performa terbaik mereka untuk mendapatkan pujian dari para juri. Sedangkan aku saat itu duduk menyendiri dipojok ruangan untuk menunggu giliranku, aku tidak terlalu mempedulikan kualitas suara peserta lain. Bukan, bukan karena aku meremehkan lawan - lawanku... tapi aku hanya mau fokus kepada diriku saja, bagaimana pun ini kompetisi resmi pertamaku dalam hidup. Aku sangat gugup, jantungku berdetak cepat, dan aku berkeringat dingin.
"Gugup?" tanya Peter padaku, aku tersentak lalu segera menatap wajah Peter yang tersenyum padaku.
"Aah.. oh iya, kamu?" tanyaku
"Tentu, tapi tidak seburuk kamu sepertinya. Mau minum?" ucapnya sembari memberikan aku botol air mineral, aku memberikan gestur menolak pemberiannya.
"Tidak, terima kasih" jawabku singkat
"Kamu dingin banget ya, apa setiap harinya kamu seperti ini?" tanya Peter, aku menatapnya dengan tajam dan menunjukkan seberapa tidak sukanya aku dengannya.
"Bukan urusanmu! menjauh dariku, kamu tidak perlu melakukan apa yang Grece inginkan" jawabku dengan penuh amarah, Peter terlihat kaget setelah aku mengucapkan kalimat itu.
"Grece?" gumam Peter
"Aku sudah tahu semuanya, ini rencana Grece untuk mendongkrak namaku. Tindakannya sangat buruk, tapi aku mengerti kenapa dia melakukan hal ini" ucapku lalu membuang muka untuk menghindari terus bertatapan mata dengannya
"Tunggu, aku gak ngerti apa yang kamu katakan" terdengar bingung Peter mengucapkannya, aku mengernyitkan dahi lalu kembali menatap wajah Peter.
"Apa maksudmu kamu gak ngerti? aku sudah dengar dari Grece kalau kamu menerima tawaran Grece untuk membuat settingan agar acara ini menjadi seru dengan memanfaatkan hubungan antara aku, kamu dan Manda" aku mengatakannya dengan nada menekan, aku tahu dia sedang berbohong tapi kenapa dia berekspresi seakan dia benar - benar tidak mengerti apa yang sedang terjadi.
"Kenapa kamu bersikap seperti itu? apa kamu pikir aku bisa kamu bohongin?" tanyaku menekannya
__ADS_1
"Hmm... ada yang gak beres disini" celetuk Peter
Kebingungan yang ditunjukkan Peter di hadapanku membuatku heran, "Apa kamu sedang berusaha membohongiku? atau memang ada kesalahpahaman disini? gak mungkin kan Grece yang membohongiku? apa yang sebenarnya terjadi disini?!!" ucapku dalam hati