
Hari itu seharusnya menjadi hari indah untukku karena aku dan Selena bersepakat untuk mencari kak Jester, namun yang kami dapati malah ancaman pembullyan dari kakak kelas. Selena terlihat begitu tertekan karena dia pernah menjadi korban bully ketika kami masih di SD, kini sesuatu yang sama akan kami alami lagi dimulai sejak hari pertama kami bersekolah.
Saat itu kak Justin membawa kami ke sebuah taman dimana tidak banyak orang berada disana, kak Justin juga menjelaskan dimana saja kak Natalie, kak Ayana dan kak Coralia sering berkumpul bersama dan berharap kami berdua menghindari tempat - tempat itu jika berada diarea sekolah.
Aku begitu mengkhawatirkan Selena saat itu... wajahnya terlihat pucat pasi mungkin karena dia tahu akan bagaimana hari - harinya disekolah untuk kedepannya. Kekhawatiranku membuatku berpikir cara untuk menyelamatkan Selena, aku sampai melupakan misiku mencari kak Jester pada hari itu. Bahkan seharusnya aku bisa bertanya pada kak Justin tentang kak Jester, namun aku benar - benar lupa...
Aku pulang dengan wajah yang terlihat sedih dan kesal, sampai - sampai membuat ayah dan ibu mengkhawatirkan ku ketika aku sudah berada di rumah pada malam harinya. Menyambut esok pagi membuat aku... Takut...
Entah apa yang akan terjadi besok pagi, tapi yang aku yakini saat itu adalah kehidupan sekolah kami pasti tidak akan baik - baik saja. Aku cuma berharap Selena mampu bertahan dan aku akan mencoba melakukan sesuatu demi melindungi dirinya... aku akan melakukan sesuatu...
Pagi hari aku mendapati Selena jatuh sakit, dia menderita demam dan membuatku hanya sekolah seorang diri tidak seperti biasanya. Apa aku takut? tidak... hari itu menjadi kesempatanku untuk melakukan sesuatu demi melindungi
Selena.
Disekolah pada saat jam istirahat, aku mendatangi tempat dimana kak Natalie dan teman - temannya berkumpul sesuai dengan informasi kak Justin. Di ruang teater, aku melihat kak Natalie, kak Ayara dan kak Coralia duduk sembari menikmati cemilan dan minuman mereka menatap penampilan tim teater. Aku menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, lalu berjalan mendekati mereka.
"Kak Natalie... boleh aku bicara?" tanyaku padanya, mereka bertiga terkejut dengan kehadiranku.
"Dia datang mengantar nyawa" ucap kak Ayara yang menatapku dengan sinis, suara tawa kecil kak Natalie pun terdengar sembari berdiri dari duduknya.
"Kita bicara ditempat lain" ucap kak Natalie lalu berjalan diikuti oleh kak Ayara dan kak Coralia, aku pun mengikutinya dibelakang hingga sampai di toilet perempuan.
Disana aku berdiri menatap ketiganya, aku yang sudah mencoba menguatkan tekadku dan mengumpulkan seluruh keberanian namun setelah didepan mereka aku bergemetar... aku tidak berani untuk menatap mereka dan bersuara...
"Apa maumu?" tanya kak Natalie padaku
"Selena sakit sejak pertemuan kita pertama... aku cuma minta tolong lepaskan dia..." jawabku terbata, sejenak kami pun terdiam.
"Tawaranmu?" tanya kak Natalie lagi memecah keheningan
"Perlakukan aku sesukamu asal kalian janji untuk tidak mengganggunya...." jawabku lagi, aku mendengar kak Ayara dan kak Coralia tertawa mendengar penawaran ku.
"Memohon dong, masak meminta padaku tanpa memohon?" ucap kak Natalie
Aku membungkukkan badanku namun kak Natalie memintaku untuk bersujud kepadanya, aku memenuhi permintaannya lalu dia menginjak kepalaku dengan suara tawa yang terdengar begitu puas. Aku biarkan mereka melakukan itu dan berusaha untuk tidak mempedulikannya, lalu air membasahi kepalaku... air soda yang mereka pegang sejak tadi mereka tumpahkan semua ke bagian belakang bajuku.
"Lain kali bersiaplah, hari ini aku tidak memiliki ide apapun untuk menyiksamu" ucap kak Natalie lalu melepaskan kakinya dari kepalaku dan mereka bertiga tertawa sembari berjalan meninggalkanku disana.
__ADS_1
Aneh... seharusnya aku menangis karena sedih saat itu...
Tapi...
Hatiku merasa lega...
Seminggu berlalu dan sesuai perkataan kak Natalie, setiap harinya aku selalu mendapatkan perlakuan kasar, memalukan, dan menyakitkan hati. Tetapi mereka benar - benar menepati janjinya tidak menyentuh Selena sama sekali, aku cukup senang dengan itu. Walau... hubunganku dengan Selena merenggang karena dia marah padaku...
Selena marah padaku setelah menyadari mengapa mereka hanya mengerjai ku dan membebaskan Selena begitu saja, jadi suatu ketika Selena memaksaku untuk bicara tentang alasan mereka melakukan itu. Aku pun terpaksa memberitahukan perjanjianku dengan kak Natalie dan Selena pun marah besar, dia tidak mau lagi bicara padaku dengan alasan apapun.
Tapi... Selena selalu hadir untuk menolongku ketika aku selesai dikerjai mereka, dia selalu membawakan handuk untuk mengeringkan tubuhku, membawakan baju ganti, dan berbagai hal yang aku butuhkan... meski tanpa sepatah katapun... hingga di suatu siang ketika jam kosong sekolah... aku dipanggil kak Coralia untuk menemui kak Natalie di dalam kelasnya, aku pun memenuhi panggilannya meski aku melihat Selena ingin menghentikan langkahku.
"Hei aku kepikiran untuk memiliki seekor anjing peliharaan, tapi aku ragu karena aku tidak pandai merawat binatang" ucap kak Natalie kepadaku, lalu dia melemparkan kalung anjing kepadaku.
"Gunakan itu dan jadilah anjing peliharaanku sampai pulang sekolah" perintah kak Natalie kepadaku, suara tawa kak Ayara dan Coralia pun terdengar memekakkan telingaku.
Perlahan aku ambil kalung anjing itu dari lantai dan aku kenakan di leherku, aku pun bersiap merangkak sesuai permintaan mereka. Suara tawa mereka begitu terdengar, sampai - sampai seluruh isi kelas dua saat itu juga ikut menertawai ku. Tapi aku tidak pedulikan suara - suara itu, dalam hatiku berkata "Tidak apa Luna... setelah ini kamu akan mati dan tidak akan lama menanggung beban malu ini, yang penting adalah Selena tidak menderita"
Kak Natalie pun mulai menarik tali leherku dan membawanya keluar kelas untuk berkeliling, suara tawa dari siswa dan siswi lain pun begitu terdengar di telingaku. Aku tetap tidak peduli dan aku teruskan saja sesuai arahan mereka, tidak lama aku mulai ditimpuk beberapa makanan dan minuman entah dari siapa aku tidak tahu... semakin lama perlakuan itu terjadi aku merasa dadaku semakin sesak... ditengah perjalananku mengikuti mereka, tiba - tiba aku mendengar suara pria yang membentak...
"Woi Woi!! apa - apaan kamu?!" bentaknya, kak Natalie pun menghentikan langkahnya untuk menarik ku.
Siapa pria itu? pria yang mampu membuat suara kak Natalie bergetar ketakutan bahkan hanya dengan ucapan, terbayang kan jika ditambah dengan tindakan.
"Kau kira aku percaya padamu?" suara pria itu terdengar kesal
"Aaa~ Jester, percaya padaku donk. Aku ini wanita baik - baik kok" jawab kak Natalie
Bisakan membayangkan menjadi aku? bertemu dengan pangeran impian dalam kondisi yang memalukan. Benarkah itu dia? benarkah itu kak Jester yang saat ini berhasil menghentikan tindakan kak Natalie. Apakah Harry Potter ku itu benar - benar akan menjadi pangeran ku? aku terlalu bersemangat namun aku malu.
Aku ingin sekali mendongakkan kepalaku dan menatap wajahnya. Namun dalam keadaan seperti ini... aku tidak berani untuk menatapnya, sampai tiba - tiba sebuah telapak tangan terlihat didepan mataku seakan ingin memberikan bantuan.
"Hei, kau baik - baik aja?" suara pria terdengar bersamaan dengan uluran tangan itu, perlahan aku memberanikan diri mengangkat kepalaku dan menatap wajah pemilik tangan itu.
Jantungku berdetak kencang, pria imajinasiku itu kini benar - benar di hadapanku. Percayalah... dia nyata dan dia adalah pangeranku. Ada getaran yang tak mampu ku jelaskan dalam hatiku, debaran yang terasa begitu kuat dan tak mampu untuk ku bendung. Aku pernah bilang kan jika bertemu dengannya akan ku ucapkan sebuah kalimat? yaaaah benar, kalimat 'hai pangeran berkuda putihku, akhirnya aku menemukanmu!
Seketika semua hilang dan tak bisa untuk ku ucapkan, sial... aku terlalu gugup dan kehilangan kepercayaan diriku. Bertemu dengannya dalam keadaanku yang buruk ini sungguh memalukan.
__ADS_1
"Eeeh... ehehe... Siapa rumahmu? sedang apa di sekolah ini? apa kamu sudah makan? apa aku berbicara aneh? Aarrrgghh!! apa yang terjadi padaku!!" ucap kak Jester terdengar panik, aku kaget melihat tingkahnya yang mendadak aneh itu.
Suaranya yang ku dengar dari jauh saat pertama melihatnya, kini dengan jelas aku dengar dan kalimatnya yang berantakan itu dia katakan kepadaku. Bisa dibayangkan bagaimana semakin gugupnya aku kan? Lucu sekali ya dia... xiixiixii.. kalimatnya sangat kacau... ucapannya yang terbata itu membuatku gemas., tapi kenapa ya dia begitu?
Lalu dengan hatiku ini.... Apakah aku sedang jatuh cinta ?
"Woi Gorila!! bawa dia ke kelasnya!!" perintah kak Jester pada kak Luke
"Setidaknya sebut namaku dengan benar, dasar bodoh!!" bentak kak Luke
Lalu tiba - tiba kak Jester berlari meninggalkan kami dan seluruh kerumunan siswa di koridor depan salah satu kelas, kami semua terdiam dan serentak melihat kemana kak Jester pergi berlari. Perlahan tangan besar terlihat melepaskan kalung rantai dari leherku, aku mencoba untuk menolaknya namun kak Luke menatapku dengan tajam seakan mengatakan "biarkan aku melepaskannya"
"Luke! mau apa kamu?!" bentak kak Natalie
"Melakukan perintah Jester, apa kamu tuli?" ucap kak Luke
"Dia mainanku! kamu gak berhak..." belum selesai kak Natalie berbicara, kak Luke menoleh menatap kak Natalie hingga membuatnya ketakutan.
"Apa wajah ini terlihat peduli dengan perkataanmu?" tanya kak Luke terdengar begitu mengintimidasi
Mereka semua terdiam, tidak ada satu pun siswa yang bersuara seakan kak Luke adalah bosnya. Namun mengingat kak Luke bertindak atas perintah kak Jester, aku jadi berfikir... siapa kak Jester sebenarnya. Dia terlihat sangat berkuasa di sekolah ini... bahkan Selena pun tidak mampu untuk menghentikan kak Natalie.
Setelah kalung rantai itu terlepas, kak Luke langsung melemparnya tepat dibawah kaki kak Natalie. Aku melihat seberapa marahnya dia saat itu, namun dia tidak berani melakukan apapun didepan kak Luke.
"Te... terima kasih..." ucapku
"Jangan berterima kasih padaku. Kalau bukan karena si bodoh itu, aku tidak akan melakukan ini" timpal kak Luke
"Hei Luke! ayo pergi" ajak kak Harry
Tangan Luke lalu merangkulku dan memintaku berjalan dengannya meninggalkan tempat itu, sampai di depan kelasku saat itu aku melihat Selena nampak marah menatap kak Luke dan kak Harry.
"Hei Luna! disini kelasmu?" tanya kak Harry padaku, aku hanya menganggukkan kepala dan rangkulan kak Luke pun terlepas dari bahuku.
"Berhati - hatilah, jangan berurusan lagi dengan mereka" ucap kak Luke
Mereka berdua meninggalkan ku didepan kelas begitu saja dan Selena berlari mendekatiku, dalam diamnya saat itu Selena membersihkan semua noda - noda bekas makanan yang sempat dilemparkan kepadaku. Aku tersenyum menatapnya ketika aku melihat... Selena meneteskan air matanya, bibir bawahnya dia gigit dengan kuat untuk menahan tangisnya.
__ADS_1
"Tidak apa... semua akan baik - baik saja, kita baikan ya..." ucapku untuk menenangkannya, Selena langsung memelukku dengan erat dan dia menangis terisak - isak ketika itu. Perlahan aku membalas pelukannya, dengan lembut aku mengusap punggungnya untuk menenangkannya dari rasa bersalahnya.