
Kurang lebih hampir satu jam berlalu sejak kami mandi bersama, begitu keluar aku melihat kak Jester meringkuk di lantai menahan rasa ingin buang air kecilnya yang mungkin sudah tidak mampu untuk dia tahan. Aku, Selena dan Naomi kompak tertawa kecil melihat kak Jester menderita seperti itu dan tidak butuh waktu lama sampai kak Jester berlari masuk ke dalam kamar mandi, suara tawa kami pun semakin keras melihat respon kak Jester.
Aktifitas kami dimulai di dapur yang menyatu dengan ruang makan, lagi dan lagi aku dan Naomi terlibat keributan karena berebut menjadi koki untuk membuatkan kak Jester sarapan pagi ini. Kak Jester dan Selena duduk bersebelahan di kursi meja makan sembari menonton pertengkaran ku dengan Naomi, mungkin bagi mereka pertengkaran ku dengan Naomi merupakan pertunjukan sebelum sarapan karena mereka seakan tidak berniat sedikit pun untuk melerai kami.
Aku sangat suka berkompetisi dengan Naomi, hal itu membuatku semakin yakin jika Naomi lah yang terbaik untuk kak Jester. Tidak hanya cantik dan berhati baik, masakan Naomi juga sangat enak dan kak Jester terlihat sangat menyukai masakan Naomi. Yaaah aku harap itu bukan hanya karena mereka berdua bucin pastinya.. :)
Yang mengesalkan adalah selalu dan selalu terjadi ketika aku dan Naomi sibuk bertengkar, maka Selena mencuri kesempatan untuk mendapatkan perhatian kak Jester. Aaaa~ aku kesal pada Selena!! Tapi.... enak juga ya jadi Selena, setiap persiapan makan dia hanya perlu duduk manis bersama kak Jester dan makan ketika makanan siap disajikan. Aaaaah Selena curang!!
Satu jam yang penuh drama setiap paginya bagi kami untuk menyelesaikan sesi sarapan pagi, keributan dan canda tawa serta kecemburuan dan aroma kompetisi jadi koki terbaik bagi kak Jester akan selalu jadi pemandangan bagi kami semua tentunya sampai waktu untukku selesai :( :(.
Tidak pernah ada dendam diantara aku, Selena, Naomi dan kak Jester, bagaimana bisa aku tidak menikmati hidup seperti ini? Aku berharap ini akan menjadi momen indah yang tidak akan pernah mereka lupakan dariku, karena aku tahu kebahagiaan ini tidak akan pernah abadi.
Bicara tentang pertengkaran, pada akhirnya aku dan Naomi kembali bertengkar masalah dekorasi pesta ulang tahun dirumah ini. Naomi merubah beberapa tata letak dekorasi tanpa meminta pertimbanganku sama sekali, kami bagaikan kucing dan anjing yang disatukan di satu kandang. Begitulah yang aku dengar dari percakapan Selena dan kak Jester yang menonton pertengkaran ku dengan Naomi dari kejauhan, mereka benar - benar menjadikan pertengkaran ku sebagai sebuah tontonan..
Jam demi jam pun berlalu tanpa terasa, sore pun tiba dan sudah saatnya tamu undangan hadir untuk merayakan pesta ulang tahu kak Jester yang sengaja aku majukan dari hari seharusnya. Ketika aku masih mempersiapkan beberapa detail - detail kecil untuk mendukung pesta itu, aku mendengar suara ribut pertengkaran dari luar rumah. Sepertinya para tamu undangan sudah tiba, aku dan Selena pun segera berlari menuju pintu depan untuk membukakan pintu.
Ketika aku membuka pintu, aku melihat kak Luke, kak Harry, dan kak Justin yang masing - masing membawa kado ulang tahun sudah berada di teras rumah. Hanya Grece yang tidak membawa apapun selain tas genggam yang dia pegang dengan anggun dan serasi dengan pakaian yang dia kenakan hari itu, tapi melihat kak Justin yang membawa dua kado saat itu aku pun berpikiran kalau Grece membawa kado tapi meminta kak Justin untuk membawakannya. Aku tertawa kecil melihatnya karena aku yakin Grece memaksa kak Justin untuk membawakan kado itu untuk dirinya, lalu dengan gestur tangan aku mempersilahkan mereka untuk masuk.
Semua sudah berada diruang acara namun petaka kecil terjadi, haaah aku pikir suasana akan menjadi bahagia, namun ternyata tidak. Ketika Grece melihat keberadaan Selena disana, dia langsung marah - marah dan mengatai Selena sebagai pengkhianat. Grece juga mengatakan agar Selena pergi dari tempat ini, menurutnya Selena tidak patas berada diantara kami. Permasalahan yang Selena lakukan bersama wanita bernama Camilla itu sepertinya sangat membekas bagi kak Luke, kak Harry dan juga Grece, yaah... Tapi itu semua karena ulahku kan?
Naomi pun hadir ketika pertengkaran antara Selena dan Grece semakin panas, kehadiran Naomi kala itu mampu untuk meredam amarah keduanya. Yaah tentu saja, sebagai orang yang disakiti oleh Selena dan sudah memaafkannya maka tidak ada alasan lagi bagi Grece untuk terus memusuhi Selena. Meski Grece tetap saja memberikan ancaman kepada Selena agar dia tidak lagi menjadi duri di hubungan kak Jester dan Naomi, aaa~ lega rasanya ketika pertengkaran itu sudah redam.
__ADS_1
Kami semua berkumpul di ruang keluarga untuk memulai pesta ulang tahun kak Jester, dengan musik yang menyenangkan, makanan kecil dan berat tersaji di meja yang terletak disebelah kolam renang, begitu pula minuman - minuman menyegarkan, hiasan - hiasan balon dan pita - pita menambah keindahan pesta ulang tahun kak Jester sore itu. Pesta kecil kami terlihat mewah dengan semua dekorasi yang ada, orang - orang yang menghadiri pesta ini pun adalah orang - orang yang terpilih agar tidak ada kecanggungan diantara kami. Meski aku sering kali menghindari Grece ketika itu, aku takut dia menyadari siapa aku saat dia menatapku terlalu lama.
Puncak acaranya adalah ketika kak Jester meniup lilin di atas kue ulang tahun yang sudah susah payah aku, Naomi dan Selena buatkan, ketika itu kak Jester memberikan potongan pertama kue ulang tahun itu kepada Naomi. Melihat kemesraan mereka berdua kami semua menggoda mereka agar berciuman saat itu, walau tentu saja keduanya malu - malu dan menolak permintaan kami.
Potongan berikutnya kak Jester berikan padaku, dia mengatakan jika potongan kedua itu sebagai ucapan terima kasih atas pesta meriah yang sudah aku rencanakan ini. Aku menerimanya dengan senang hati, lalu secara berurutan kak Jester memberikan potongan selanjutnya pada Selena, Grece, kak Justin, kak Harry dan yang terakhir kepada kak Luke. Tentu saja kak Luke tidak terima menjadi yang terakhir mendapatkan potongan kue ulang tahun itu karena dia merasa layak dijadikan prioritas dibandingkan aku, bahkan jika pun dia mau memahami kenapa aku mendapat potongan kedua masih saja berat bagi kak Luke menerima kenyataan jika dia adalah yang terakhir untuk mendapatkan potongan kue itu.
Keduanya pun terlibat pertengkaran dengan menjadikan kue ulang tahun itu sebagai senjata mereka, awalnya kami membiarkan kak Jester dan kak Luke bertengkar sendiri sampai pada akhirnya sebuah lemparan kue kak Luke mengenai wajah Grece. Disanalah bencana terjadi, Grece tidak terima dan secara brutal membalas lemparan kue itu kepada kak Luke. Keadaan semakin kacau ketika Selena terkena whip cream yang Grece lempar dan akhirnya... Kami semua terlibat perang makanan. Haah~ kue ku... :(
Kami semua belepotan whip cream hampir di sekujur tubuh, namun acara ini tidak boleh selesai begitu saja. Untuk sejenak kami pun membersihkan diri dari semua whip cream yang menempel pada tubuh kami, setelah beberapa saat ketika kami sudah berpenampilan sempurna lagi... Sesi terakhir dari pesta ini pun dilaksanakan, yaitu kami akan berfoto bersama dengan sebuah kamera milik Selena.
Foto pertama kami ambil dengan pose kak Jester yang duduk disebuah sofa didampingi Naomi yang duduk di dudukan tangan kanan sofa, aku duduk di dudukan tangan kiri sofa, Selena duduk bersimpuh dilantai depan kak Jester, kak Luke dan kak Harry berdiri disebelah Naomi sedangkan Grece dan kak Justin berdiri di sebelahku.
Tidak terasa sore berganti malam, kak Justin dan Grece pun berpamitan pulang karena Grece dipanggil oleh papa nya. Tidak selang beberapa lama, giliran kak Luke dan kak Harry yang berpamitan pulang. Inilah akhir dari pesta ini, aku, Selena, Naomi dan kak Jester saling bahu membahu untuk membereskan segala kekacauan akibat pesta yang telah kami selenggarakan. Kak Jester dan Selena membereskan ruangan demi ruangan, sedangkan aku dan Naomi mencuci piring - piring kotor di dapur. Meski lelah tapi kami puas dengan hasilnya, setidaknya... Untuk sementara waktu aku merasakan kebahagiaan itu, itu karena terjadi sesuatu pada Naomi setelahnya.
Semua berawal dari handphone Naomi yang terdengar berdering pendek tanda ada pesan masuk, awalnya tidak ada hal yang aneh dan Naomi pun bersikap seperti biasanya sembari berkata...
"Luna, aku tinggal sebentar ya" ucap Naomi sembari berjalan mendekati handphone yang dia letakkan di atas meja makan
"Oke, santai saja" timpal ku sambil meneruskan aktivitasku mencuci piring
Agak lama Naomi tidak juga kunjung kembali ke dapur untuk membantuku mencuci piring, aku sebenarnya tidak ingin mengganggunya namun saat itu sabun cuci piring habis dan aku tidak tahu dimana Naomi menyimpan sabun cadangannya. Jadi sembari mencari - cari, aku pun bertanya padanya.
__ADS_1
"Naomi, apa sabun cuci piringnya masih ada? Yang ada disini sudah habis" tanyaku tanpa menolehnya, aku hanya berharap Naomi mendengar apa yang aku katakan.
Lama aku tunggu respon Naomi, namun dia tidak juga kunjung menjawab ku. Aku sempat berpikir Naomi tidak ada di ruangan ini, akhirnya aku pun menoleh kebelakang untuk mencari keberadaan Naomi. Tapi aku melihatnya duduk di meja makan sambil menatapku dengan tatapan penuh kesedihan, aku sempat heran mengapa dia menatapku seperti itu dan aku rasa dia sedang melamun saat itu.
"Naomi?" tanyaku lagi untuk menyadarkannya dari lamunannya
Tidak ada respon apapun dari Naomi, dia tetap diam dan menatapku dengan tatapan itu. Aku berjalan mendekatinya untuk mencari tahu apa yang terjadi, tapi Naomi beranjak dari duduknya ketika melihatku mendekat. Aku menghentikan langkahku dan kami berdiri saling tatap tanpa berkata apapun, mungin hampir satu menit kami seperti itu.
"Kamu kenapa?" tanyaku memecah keheningan diantara kami, aku begitu mengkhawatirkan keadaannya.
Tapi Naomi hanya diam lalu berjalan melewati ku begitu saja menuju ke salah satu partisi lalu membuka pintu dan mengambil sabun cuci piring didalamnya, dia meletakkan sabun itu di dekat tempat kami mencuci piring seraya berkata...
"Ini sabunnya" ucap Naomi singkat, aku pun berjalan kembali untuk mendekati Naomi kembali yang saat itu langsung meneruskan mencuci piring - piring itu.
"Naomi, kalau ada masalah kamu boleh cerita padaku. Apapun... Aku akan bantu apapun dan memberi solusi kalau kamu butuhkan" ucapku selembut mungkin agar mendapatkan kepercayaannya supaya dia mau terbuka padaku, Naomi pun menghentikan aktifitasnya lalu mengarahkan pandangan mata pada sebuah kaca jendela yang tepat berada dihadapannya lalu berkata...
"Kamu mau bantu aku apapun itu?" tanya Naomi padaku terdengar begitu sedih, aku berjalan semakin mendekatinya lalu aku menepuk pundak Naomi dengan lembut.
"Apapun, selama aku bisa lakukan. Aku akan bantu kamu" jawabku dengan tegas tanpa keraguan sedikitpun, seketika itu Naomi menoleh menatapku dengan derai air mata yang deras membasahi pipi lalu berkata...
"Kembalilah pada Jester!!" dengan sedikit bentakan Naomi mengatakannya padaku.
__ADS_1