
"Jika kamu ingin mengubah seseorang yang kamu cintai agar lebih baik, setidaknya bertahanlah berada disebelahnya. Sulit tapi itu bukan tidak mungkin, karena cinta itu harus berjuang" ucap kak Luke malam itu dan membuatku termenung...
"Hei Luna, dia memang keras kepala. Jika kamu memang memiliki rasa cinta kepadanya, bertahanlah karena dia pun sebenarnya mencintaimu. Si bodoh itu tidak tahu bagaimana cara untuk menyampaikan rasa cintanya padamu, karena ini pengalaman pertamanya mendekati wanita" timpal kak Harry, aku tersenyum dengan air mata yang mengalir dari mataku..
"Bantu aku untuk meluruskan kesalahpahaman kami... aku juga bingung harus bagaimana karena dia bersikap dingin padaku sejak pulang dari kota sebelah..." ucapku, kak Luke dan kak Harry pun mengacungkan jempol mereka tanda setuju untuk membantuku.
Harapan!! Yah.. kedatangan kak Luke dan kak Harry seakan memberikan harapan baru untukku. Aku sangat berterima kasih untuk itu, aku sangat berharap jika hubunganku dengan pangeranku akan membaik.
Mereka pun berpamitan untuk pulang, aku mengantar mereka sampai ke teras depan rumah. Setelah memastikan mereka pergi, tidak lama suara kak Justin terdengar memanggilku dari kejauhan. Aku menunggunya di teras hingga kami berdekatan, senyum kak Justin masih terlihat seperti biasanya tanpa ada perubahan sejak kami pulang dari kota sebelah.
"Ada apa Luke dan Harry kesini?" tanya kak Justin padaku
"Aah mereka cuma mau membantuku menjelaskan kesalahpahaman ku dengan kak Jester" jawabku, kak Justin pun tertawa lalu tersenyum lagi.
"Mereka orang - orang kepercayaan Jester, masalahmu pasti akan segera selesai" timpal kak Justin, aku tersenyum padanya dan berbalik hendak masuk kedalam rumah.
Ketika itu kak Justin mengikuti ku di belakang, sampai didepan kamar lalu aku menghentikan langkahku. Tiba - tiba aku kepikiran tentang mimpiku yang terasa begitu nyata, dua orang bertengkar ketika aku diantara sadar dan tidak. Tapi aku pun sebenarnya tidak yakin, aku mencoba untuk menata kalimatku lalu aku pun bertanya pada kak Justin.
"Saat aku tertidur di penginapan, aku bermimpi sesuatu yang aneh... tapi aku merasa itu bukanlah sebuah mimpi..." celetukku ketika itu, aku berbalik lalu menatap wajah kak Justin yang terlihat heran.
"Aku bermimpi dua orang bertengkar, apa itu kamu dan kak Jester?" tanyaku padanya, kak Justin pun tertawa terbahak - bahak.
"Tentu tidak, ketika Jester datang dia hanya mengkhawatirkan mu dan mengatakan jika aku bodoh karena baru meminta pertolongannya setelah lewat sehari" jawab kak Justin, aku mengernyitkan dahiku mencoba untuk memastikan jika kak Justin tidak berbohong kepadaku.
"Ayolah Luna, aku dan Jester itu teman baik meski aku tidak seakrab Luke dan Harry" timpal kak Justin karena aku mencurigainya, aku pun menghela nafasku lalu masuk kedalam kamar dengan pintu terbuka.
Kak Justin masuk kedalam kamarku dan menutup pintunya, aku rebahan di kasur menatap langit - langit kamar. Aku berpikir tentang rencana apa yang bisa aku gunakan untuk meluruskan semuanya agar kak Jester tidak salah paham lagi, namun aku tidak menemukan ide apapun.
"Bagaimana cara meredakan cowok cemburu?" tanyaku pada kak Justin, dengan suara tawa kak Justin berjalan mendekati jendela lalu membukanya.
__ADS_1
"Apa Jester cemburu padaku?" tanya balik kak Justin, aku pun terkejut mendengar pertanyaannya dan langsung duduk untuk menatap kak Justin yang duduk di kusen jendela menatapku.
"Ti..! tidak!! bukan itu maksudku!! tapi ini tentang.... Selena..." ucapku terbata dan panik, kak Justin pun tertawa mendengar jawabanku.
"Baik, Selena dicemburui oleh pasangannya lalu minta saranmu cara untuk meredakannya. Masuk akal" sindir kak Justin, aku pun kesal dengan sindiran itu.
"Iya iya! itu aku!!" bentak ku padanya, lalu kak Justin pun menghela nafas
Sepertinya aku memang tidak pandai berbohong didepan kak Justin, lagi - lagi aku harus malu karena salah tingkah. Jatuh cinta itu aneh sekali ya, bisa membuat orang terlihat bodoh....
"Darimana kamu tahu Jester cemburu padaku?" tanya kak Justin, aku membuang muka menghindari bertatapan mata.
"Di.. dia bilang... apa lebihnya kamu dibanding dirinya..." jawabku
"Jika dia bertanya seperti itu, seharusnya kamu menjawab 'Dia tidak ada lebihnya di mataku dibandingkan denganmu', begitu kurang lebih cara menjawabnya" timpal kak Justin, aku pun menyesali kebodohanku... Kenapa aku tidak terpikirkan jawaban itu dan malah memilik untuk diam? bodohnya aku~
Kak Justin memang selalu mengerti apa yang aku butuhkan, tidak salahkan jika aku berkata jika aku beruntung memiliki sahabat sepertinya dalam hidupku.
"Hah? gak! gak usah!! aku pikir itu akan memperburuk keadaan!" jawabku panik, kak Justin pun tertawa mendengar kepanikan ku.
Kak Justin pun tiba - tiba melompat keluar kamar dari jendela, aku beranjak dari kasur lalu berlari mendekati jendela itu untuk melihat apa yang akan dilakukan kak Justin. Ternyata dia berjalan hendak pulang kerumahnya, kak Justin menoleh dan melambaikan tangannya dengan senyum khasnya.
"Hei kak! kamu belum tutup pintu depan!!" teriakku padanya, namun kak Justin hanya tertawa menimpali bentakanku itu.
Aku menutup jendela lalu pergi ke kasurku untuk tidur, hingga malam berganti pagi. Aku melakukan aktifitas rutinku setiap pagi disaat weekday, bersekolah bersama Selena, mengikuti pelajaran, istirahat di kantin, bertemu kak Jester meski dia masih dingin kepadaku, kembali masuk kelas untuk mengikuti pelajaran, namun ada yang berbeda setelahnya.
Disaat pulang sekolah, kak Coralia dan kak Ayara menarik ku hingga ke pojok sekolah. Mereka mendorongku ke tembok dan menahan ku disana, Selena yang ingin menyelamatkanku pun mereka dorong hingga terjatuh di tanah. Aku pikir semuanya sudah selesai, namun ternyata belum...
"Heh dasar miskin gak tahu diri!! Natalie sampai harus keluar dari sekolah karena kamu!!" bentak kak Coralia padaku, aku pun terkejut mendengarnya.
__ADS_1
Aku tidak tahu jika kak Natalie sampai harus keluar sekolah, jujur itu membuatku tidak enak hati walau aku merasa lega karena kak Natalie begitu tega jika mengerjai ku.
"Itu bukan salah Luna!! kalian ini pingin keluar juga dari sekolah?!!" bentak Selena saat itu, namun suara tawa kak Coralia dan kak Ayara pecah seketika.
"Dia sudah gak dilindungi lagi oleh Jester, kalian sudah tidak menakutkan di hadapanku!!" bentak kak Ayara kepada kami, Selena pun terkejut dengan perkataan kak Ayara lalu menatapku dengan heran.
Aku pun membuang muka menghindari bertatapan muka dengan Selena, aku tahu Selena ingin mencerca ku dengan berbagai pertanyaan tentang hubunganku dengan pangeranku. Namun tidak lama suara bantingan kursi kayu terdengar didekat kami, kami segera mengalihkan pandangan mencari sumber suara ribut itu.
"Berani kalian masih menyentuh Luna?!" bentak kak Jester saat itu
Aku melihat pangeranku bersama kak Luke, kak Harry, dan satu orang teman sekelas kami yang tidak begitu akrab datang ketempat itu, seketika kak Coralia dan kak Ayara mundur beberapa langkah karena ketakutan.
"Aaah Jes... Jester... aku pikir kalian su.." belum selesai kak Coralia berbicara, kak Jester memotongnya.
"Meski aku tidak lagi dekat dengannya, aku sudah bilang jangan ada lagi yang menyentuh Luna!!" bentak kak Jester dan membuat kak Coralia dan kak Ayara berlari meninggalkanku.
Ketika itu aku lega karena lolos dari kejahatan kak Coralia dan kak Ayara, tetapi aku juga sedih karena kak Jester menegaskan tentang hubungan kami yang memang sedang tidak baik - baik saja.
"Kak... Jester? kenapa tahu aku disini?" tanyaku, kak Jester hanya diam dan berbalik hendak meninggalkanku.
"Hey Luna! berterima kasihlah pada temanmu ini, dia melihatmu dibawa Coralia sama Ayara. Jadi dia berlari mencari kami dan memberitahu kami jika kamu kembali dibully" jawab kak Harry
Aku berlari mengejar kak Jester lalu menggenggam lengannya agar dia berhenti berjalan, kami pun bertatapan mata setelah kak Jester menoleh menatapku... namun tatapan mata kak Jester kepadaku saat itu begitu sedih, sangat terasa jika kak Jester... patah hati kepadaku....
"Tolong tunggu... izinkan aku menjelaskan semuanya...." pintaku padanya, namun kal Jester menarik lengannya dengan kuat lalu berjalan meninggalkanku
Aku menundukkan kepalaku, memejamkan kedua mataku dan menangis sejadi - jadinya, membiarkan semua air mata itu jatuh membasahi tanah... aku sudah kehabisan cara dan juga harapanku untuk menyelesaikan kesalahpahaman antara aku dengan pangeranku....
Aku pun sudah.... Menyerah....
__ADS_1
"Kita cari tempat nyaman untuk mengobrol... berhentilah menangis seperti itu, karena... hatiku terasa sesak mendengar tangisanmu...." ucap kak Jester dengan uluran tangan tepat didepan mataku...