Aku Pinjam Dia : Diary Luna

Aku Pinjam Dia : Diary Luna
Episode 28


__ADS_3

Hari itu aku bersekolah dengan nuansa yang berbeda, semua teman sekelasku menyapa ketika bertemu denganku baik didalam maupun luar kelas. Ketika aku bertanya pada Selena, dia hanya menjawab "Entahlah, tapi kamu senang kan?". Iya... aku senang, tapi apa ada hubungannya dengan kak Jester? apa yang dia lakukan ketika aku tidak masuk sekolah?


Jam istirahat siang kak Jester menjemputku di depan kelas, dia mengajakku untuk ke kantin bersama. Aku tidak ingin meninggalkan Selena, tapi ketika aku menoleh menatapnya... dia sudah bersama dua orang teman sekelas kami untuk pergi ke kantin bersama. Selena memintaku untuk pergi saja bersama kak Jester, eeh... Selena berteman dengan orang lain selain aku dan Naomi? itu kejutan besar bagiku!!


Aku pun menyimpan berbagai pertanyaan kepada Selena untuk aku tanyakan nanti saat pulang sekolah, ketika itu kak Jester mengajakku menuju kantin untuk siswa - siswi elit dengan menu makanan yang tidak masuk akal bagiku disediakan di dalam area sekolah. Kak Jester bilang kalau kantin itu diciptakan oleh urunan beberapa anak - anak orang kaya yang dulunya bersekolah disini dan tradisi ini diteruskan hingga masa kak Jester, disana aku melihat kak Luke, kak Harry dan kak Justin sedang makan bersama.


"Kak Justin?!" sapaku terkejut


Wajarkan aku terkejut, dia dan aku sama - sama dari golongan kelas bawah. Bagaimana dia membayar tagihan makannya disana? wajah terkejutku hanya dibalas suara tawa khas kak Justin kepadaku, tangannya mengelus kepalaku dengan lembut.


"Duduklah, disini Jester bos nya" ucap kak Justin


"Siapa bilang aku akan membayar makanan kalian?!" bentak kak Jester kesal, namun kesalnya kak Jester malah ditimpali dengan suara tawa kak Luke, kak Harry dan kak Justin.


"Luna, mau makan sesuatu?" tanya kak Jester padaku dengan lembut, aku pun bengong seketika mendapatkan tawaran itu.


"Apa makanan disini... seperti di restoran dulu itu?" tanyaku mencoba memastikan, kak Jester pun tertawa mendengar pertanyaanku.


Lalu tangannya menarik lenganku untuk menuju ke dapur dikantin itu, aku terkejut kak Jester membawaku kesana. Berpikir kami akan dimarahi, namun kenyataannya seorang pria paruh baya menyambut kami dengan hangat. Kami dipersilahkan untuk melihat - lihat seluruh menu yang tersaji hari itu, semua terlihat mahal dan menggoda selera namun mataku lebih tertuju pada piring dengan berbagai sayuran.


Berbeda ya? iyaah... ada yang berbeda dengan sikap kak Jester. Kali ini dia terlihat sangat ramah dan mencoba lebih dekat denganku, sepertinya misinya untuk lebih mengenalku dimulai. So sweet sekali pangeranku ini.


"Kamu mau itu?" tanya kak Jester


"Aaa... engga sih, cuma... itu yang disajikan untukku waktu di restoran dulu tapi belum aku coba" jawabku

__ADS_1


"Kalau begitu aku minta Ratatouille, Grilled Salmon dan Seperti biasa untukku" ucap kak Jester kepada kepala koki


"Siap tuan muda" ucap koki itu


Tuan muda, seperti di restoran mahal itu. Kak Jester memang orang yang disegani oleh banyak orang, seberkuasa itu kah keluarga Gates sampai semua orang seakan tunduk dan hormat terhadap kak Jester, apa benar pangeranku ini menyukai gadis sepertiku?


Lalu kami pun keluar dari dapur masih dalam keadaan keheranan, aku tidak tahu jika kak Jester disekolah dipanggil tuan muda. Aku kemudian menatap wajahnya yang masih tersenyum malu melirik - lirikku, ketika mata kami bertemu kak Jester langsung membuang muka.


"Kak, kenapa ada tiga jenis makan?" tanyaku


"Eeh.. karena... kamu suka Grilled Salmon dan ingin coba Ratatouille..." jawabnya terbata


"Hah?! aku gak bakal bisa menghabiskan..." belum selesai aku menjawab, kak Jester menunjuk kak Luke yang posisinya agak jauh dari kami.


"Gorila itu akan menghabiskan apapun sisa makanan dimeja kita" timpalnya dengan wajah masam, aku pun dibuat tertawa dengan ucapan kak Jester.


"Aku... ingin menjaga senyummu terus seperti itu... izinkan aku untuk melakukannya..." ucap kak Jester tiba - tiba


Aku terkejut dan semakin membatu dibuatnya... kalimat itu seakan menyihirku pada titik dimana aku tidak berdaya, tubuhku terasa begitu ringan dan jantungku berdegup kencang. Aku tersenyum lepas menatap wajahnya dan aku katakan...


"Aku pun akan melalukan yang terbaik agar aku bisa menemanimu selama mungkin..." ucapku


Aku melihat ekspresi wajah kak Jester tiba - tiba berubah dan seketika itu aku sadar aku baru saja melakukan kebodohan... aku segera memeluknya sebelum dia sadar akan arti dibalik perkataanku, namun sepertinya usahaku sia - sia.


"Apa... maksudnya itu, Luna?" tanya kak Jester

__ADS_1


Aku memutar otakku untuk mencari alasan, namun aku tidak dapat menemukannya. Perlahan aku mendongakkan kepalaku untuk menatap wajahnya yang masih bingung karena perkataanku.


"Posisi seperti ini, berasa akan mendapatkan ciuman di dahi seperti di film - film~" godaku dan sesuai dugaanku, kak Jester panik dan wajahnya merah padam.


"Hah?!! A.. apa yang ba.. baru saja kamu.. katakan??!!" dengan panik kak Jester mengatakannya


Suara tawa kecilku membuat kak Jester semakin panik, perlahan dia melepaskan pelukanku lalu berlari keluar kantin. "Ya ampun kak Jester~" ucapku dalam hati. Tepukan dipundakku ketika itu menarik perhatianku, aku menoleh menatap pemilik tangan yang masih menempel pada pundak.


"Apa yang kamu lakukan padanya, Luna?" tanya kak Justin dengan suara tawa kecilnya, aku tersenyum lalu berbalik untuk bertatapan dengannya.


"Tidak ada... aku hampir keceplosan tadi, jadi aku pikir dengan cara ini aku bisa lolos dari berbagai pertanyaannya" jawabku, lalu kak Justin memberiku jempolnya.


Kak Justin pun mengajakku untuk duduk bersama kak Luke dan kak Harry, disana kami bercanda dan tertawa sembari mengobrolkan hal - hal yang tidak penting sama sekali. Beberapa menit berjalan, kak Jester kembali kemeja kita dan aku pun langsung memberinya senyuman menggodaku sampai membuat kak Jester kembali memerah.


Dia memintaku untuk berhenti menggodanya hari itu, kak Jester beralasan jika jantungnya sudah terasa begitu capek berdetak dengan cepat. Tapi kak Luke dan kak Harry memintaku terus memasang senyum manjaku dihadapan kak Jester, kami membuat kehebohan ditempat itu.


Tepat setelah selesai menghabiskan hidangan aku mendengar bel masuk kelas berbunyi, aku pun pamit untuk kembali ke kelas meski kak Jester memintaku untuk tetap berada disana. Aku menolaknya dan meski pada akhirnya kak Jester mengizinkan aku untuk kembali ke kelas namun wajahnya terlihat kecewa, tapi aku harus tetap rajin karena aku berada disekolah ini di biayai oleh keluarga Parker. Aku tidak ingin mengecewakan keluarga Parker yang sudah sangat baik padaku, aku harus berprestasi disini.


Didalam kelas aku melihat Selena di kelilingi beberapa siswi teman sekelas kami, dia terlihat bahagia dengan pertemanannya. Aku tersenyum menatapnya sampai dia sadar akan kehadiranku, Selena melambaikan tangannya kepadaku dan memberikan gestur agar aku mendekatinya.


Aku berjalan mendekatinya dan para siswi itu menyambutku dengan hangat, meski dalam hati bertanya - tanya ada apa namun semua itu kalah dengan rasa bahagiaku....


Jika aku ingat kembali... kasusku dengan kak Natalie, kak Ayara dan kak Coralia membuat aku merasa tidak akan pernah ada kedamaian di hari - hariku bersekolah disini. Namun Semua berubah seratus delapan puluh derajat... aku beruntung memiliki Selena dan keluarga Parker yang membawaku ke sekolah ini sampai aku bertemu dengan... pangeran impianku... :)


Hari itu berjalan dengan sangat menyenangkan sampai keesokan harinya... aku kembali mimisan dan muntah darah... meski tidak membuatku pingsan, tapi aku merasakan kesakitan yang teramat sangat... aku tidak bisa berangkat sekolah hari itu dan memutuskan untuk beristirahat... aku masih rindu pangeranku... :(

__ADS_1


Dan...


Harapanku terkabul... Pangeranku datang menjengukku karena kak Justin mengatakan jika aku terserah flu ringan... AAaaa~ senangnya... :)


__ADS_2