Aku Pinjam Dia : Diary Luna

Aku Pinjam Dia : Diary Luna
Season 2 : Episode 10


__ADS_3

Hari berlalu dan dihari ini tidak ada jadwal kompetisi, aku mengisi hari ini dengan latihan mengatur nafas di kebun milik keluargaku. Ditemani ayah dan ibu, aku menikmati siraman sinar matahari pagi di sekujur tubuhku. Menarik nafas dalam - dalam dan menghembuskannya perlahan, aku seperti orang yang sedang melakukan yoga. Entah mengapa aku menikmati rutinitas baruku ini, "Apa karena aku bosan dengan kehidupanku dua tahun belakangan ini ya? Hmm... entahlah, semoga aku semakin menikmati hari - hariku kedepannya" ucapku dalam hati


Ditengah aktivitasku saat itu, seseorang yang tidak aku kenal datang mengunjungi rumahku. Ayah menemui pria itu dan mengobrol dengannya di depan pagar rumah, sayangnya aku tidak dapat mendengar apa yang mereka obrolkan karena posisiku yang jauh dari ayah dan pria asing itu. Tapi sesekali ayah dan pria itu menatapku dari kejauhan, karena itu aku jadi penasaran apa yang sebenarnya mereka bicarakan.


Tidak lama ayah dan pria asing itu selesai berbicara, ayah langsung berjalan mendekatiku dan mengatakan jika pria itu adalah...


"Agensi rekaman?!" ucapku terkejut


"Iya, dia bilang saat kompetisi diadakan dia sudah tertarik padamu dan mengatakan jika tempatmu berkompetisi tidak akan menjanjikan apapun. Jadi dia menawarkan mu untuk berada dibawah agensinya, bagaimana sayang? apa kamu tertarik?" tanya ayah padaku


"Tapi aku kan peserta kompetisi, mana mungkin aku meninggalkan kompetisi ini ditengah jalan" jawabku


"Itu juga sudah ayah katakan, tapi dia bilang kamu tidak terikat kontrak dan bisa saja meninggalkan kompetisi lalu ikut dengannya. Dia sudah mengajukan tawaran kontrak dengan nilai satu juta dollar" jawab ayah, aku dan ibu pun terkejut dengan apa yang baru saja ayah katakan.


"Benarkah?! Jhon, itu bukan tipuan kan?" tanya ibu dengan nada terkejut, aku tidak dapat berkata - kata karena jumlah uang yang disebutkan ayah.


"Aku tidak tahu dia berbohong atau tidak, aku katakan padanya jika kita membutuhkan waktu untuk berpikir. Karena ini kesempatan Luna, jadi ayah biarkan kamu yang memilih" jawab ayah, serentak ayah dan ibu kini menatapku.


"Aku... aku gak mau... maaf..." jawabku terbata, aku kira ayah dan ibu akan sedih dengan jawabanku tapi ternyata tidak. Mereka tetap saja berwajah datar seakan mereka tahu aku akan menolaknya meski aku belum menjawab, aku cukup bingung harus bersikap apa saat itu.


"Ayah? ibu? kalian marah padaku?" tanyaku karena ayah dan ibu tidak merespon apapun, tapi tiba - tiba mereka tersenyum dan tertawa kecil.


"Kenapa kami harus marah padamu sayang? itu keputusanmu, ayah dan ibu pasti mendukung apapun yang menjadi pilihanmu" jawab ayah


"Ibu yakin kamu punya alasan yang kuat, jadi jangan merasa bersalah dengan apapun keputusanmu. Ibu dan ayah pasti mendukung" jawab ibu lalu mereka memelukku bersamaan


Kehangatan ini yang selalu membuatku ingin tetap hidup dan aku merasa beruntung untuk hidup dengan semua derita yang aku alami, mungkin memang hidupku tidak seindah teman - temanku... tapi aku termasuk orang yang beruntung kan? mungkin... ini satu - satunya yang berharga dari hidupku.

__ADS_1


"Terima kasih ayah.. ibu..." timpal ku, kami pun tertawa bersama.


Kami melanjutkan aktifitas pagi kami dan melupakan apa yang baru saja terjadi, tentang tawaran menggiurkan itu... aku tidak ingin memikirkannya, aku sudah menetapkan hatiku jika aku ingin memulai mimpiku dengan memenangkan kompetisi ini. Bukan karena aku tidak membutuhkan uang itu, jika boleh dibilang... aku butuh, aku ingin mengurangi beban ekonomi ayah dan ibu untuk pengobatanku meski keluarga Parker masih terus secara rutin mengirim uang lewat rekening ayah.


Tapi ini tentang janjiku untuk membantu Grece, terdengar konyol mungkin... aku pun tertawa jika mengingatnya kembali, kenapa aku repot - repot membantu orang yang bahkan aku tidak kenal dengan baik? satu - satunya alasan yang bisa aku pikirkan hanya karena rasa hangat di hati ketika kita membantu seseorang, aku ingin bisa memberi manfaat kepada orang lain sebisa mungkin.


Malam pun tiba dan seperti malam - malam sebelumnya, aku akan makan malam bersama dengan ayah dan ibu di ruang makan. Kami makan sembari mengobrol hal - hal kecil dan lucu yang terjadi pada kami, entah itu baru terjadi atau yang sudah berlalu. Aku sudah terbiasa mendengarkan ayah dan ibu bercerita banyak hal tentang pengalaman hidup mereka selama ini, cerita mereka selalu memancing gelak tawaku.


Ditengah makan malam kami, seseorang terdengar mengetuk pintu utama rumah. Ibu berdiri dari duduknya untuk membukakan pintu, aku dan ayah sampai berhenti makan karena penasaran dengan orang yang bertamu malam - malam seperti ini. Mungkin di kota jam malam seperti ini akan sangat sering ditemui orang bertamu, namun mengingat aku sekarang di desa... agak terasa asing akan ada tamu di jam - jam seperti ini.


"Lunar!! kamu gak akan meninggalkan kompetisi kan?!!" tiba - tiba Grece berlari dari arah ruang tamu dan berteriak seperti itu padaku, aku sampai terbelalak menatap Grece yang tiba - tiba berlari mendekatiku dan berteriak seperti itu.


"Grece?!!" ucapku dengan nada terkejut, aku sampai tidak sempat memikirkan kata apa yang harus aku ucapkan saat itu.


"Jangan tinggalkan kompetisi~!! tanpamu kompetisi ku akan jadi acara lawak!!! tunggu sampai aku bisa membuktikan diri, aku akan orbitkan kamu jadi penyanyi beneran!!! AAAaa~ Lunar~!!" jawab Grece dengan derai air mata, aku semakin terkejut dan tidak mengerti apa yang sebenarnya Grece katakan.


Ayah dan ibu meminta Grece untuk tenang dan duduk diruang tamu untuk menungguku menyelesaikan makan, awalnya Grece tidak ingin pergi dan membiarkanku melanjutkan makan malam... tapi ayah dan ibu berhasil membujuknya, Grece pergi ke ruang tamu menungguku menyelesaikan sisa makan malamku. Aku makan dengan cepat dan penasaran dengan apa yang terjadi, "Apa ini tentang orang yang datang itu ya?" tanyaku dalam hati


"Ada apa? kalian membuatku bingung" tanyaku pada mereka sembari berjalan menuju sofa untuk duduk berhadapan dengan mereka bertiga


"Apa ada orang yang datang kesini dan mengatakan dia dari agensi?" tanya Aiko padaku, aku menganggukkan kepalaku beberapa kali.


"Apa dia menawari mu kontrak dengan nominal gak masuk akal?" tanya Aiko lagi, aku kembali menjawabnya dengan anggukan kepala.


"Ternyata benar, Grece... kita gak bisa menahannya" ucap Aiko sembari menepuk punggung Grece


"Aaaa~ aku gak mau!! aku gak mau!!! Lunar~!!" ucap Grece seperti anak kecil yang meminta permen dari orang tuanya, aku tertawa kecil melihat sikap kekanakan Grece.

__ADS_1


"Ada apa ini sebenarnya? aku benar - benar gak ngerti" celetukku, Yohan pun menghela nafas panjang yang begitu terdengar di telingaku.


"Dia bernama Paul, orang dari agensi Tamamo Grup dibawa perusahaan Gates Family Grup" jawab Yohan


Aku pun terkejut mendengar jawaban Yohan, aku terkejut bukan karena aku langsung dilamar oleh agensi besar... tapi karena... ada nama Gates disana... "Gates? apa itu perusahaan keluarga kak Jester? jika aku terima... apa aku akan bertemu kembali dengan kak Jester? apa aku bisa memulai kembali pertemuanku dengannya? tapi apa dia akan sangat marah padaku dan langsung memutus kontrakku? apa..." belum selesai semua pertanyaanku didalam kepala, Grece menepuk pipiku agak keras saat itu.


"...Nar?! Lunar?!! kamu melamun apa?!!" bersamaan dengan tepukan ringan di pipiku Grece mengatakannya, aku tersentak lalu menatap wajahnya.


"Aaa.. maaf, aku tadi melamun..." jawabku lalu aku membuang muka


"Apa kamu gak dengar ceritaku?" tanya Yohan


"Eeeh.. i.. iya, aku tadi... tiba - tiba kepikiran sesuatu, maaf... tadi kamu bilang apa?" tanyaku pada Yohan


"Paul itu akan mencuri talent - talent kami yang berbakat, tidak hanya satu dua kali ini mereka lakukan. Sudah sering kami kehilangan talent kami karena mereka secara suka rela membayarkan denda besar dari pemutusan kontrak, belum lagi nilai kontrak yang ditawarkan... semua talent pasti akan menerimanya" ucap Yohan terdengar kesal


"Jika kamu menerimanya... kami pasti akan sangat sedih, tapi mengingat kita belum memiliki kontrak apapun... yah kami gak bisa melakukan apa - apa" timpal Aiko


"Lunar~ kamu akan meninggalkan kami?!" tanya Grece padaku


Aku terdiam sejenak menatap Grece, Yohan, dan Aiko bergantian, sejenak aku merasa aku punya kesempatan untuk kembali bertemu dengan pangeranku secara alami. Mungkin aku punya kesempatan untuk meminta maaf padanya... aku tidak berharap dia akan menerima maafku, tapi... ini akan jadi kesempatan emas untukku bisa bertemu kembali dengannya kan? apa aku akan sia - siakan kesempatan ini?


"Lunar~" rengek Grece padaku


"Maaf... tadi aku tiba - tiba melamun karena aku teringat tentang masa laluku..." celetukku setelah cukup lama aku terdiam


"Masa lalu?" tanya Grece

__ADS_1


"Sebuah masa lalu dengan penuh luka hati... tapi coba kita singkirkan dulu tentang masa laluku, ada yang ingin aku tanyakan pada kalian" jawabku, seketika Grece, Aiko dan Yohan menatapku dengan serius seakan mereka siap untuk menerima semua permintaanku.


"Grece... aku akan bertahan jika kalian katakan dengan jujur, siapa sebenarnya yang merancang kemelut antara aku, Peter dan Manda? aku sudah bicara pada Peter dan dia mengatakan dia tidak tahu tentang rencana kalian, jadi sebenarnya... siapa yang sedang membohongiku? kalian... atau Peter? aku akan bertahan jika... kalian jujur padaku" tanyaku pada mereka, seketika ekspresi wajah mereka terlihat.... bersalah padaku...


__ADS_2