Aku Pinjam Dia : Diary Luna

Aku Pinjam Dia : Diary Luna
Season 3 : Episode 30


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, sinar matahari menembus celah gorden yang menghalangi jendela kamar. Aku membuka mata perlahan dan tidak mendapati Naomi bersama kami disini, aku sempat menoleh ke kanan dan ke kiri namun dia juga tidak ada dimanapun dalam kamar ini. Hanya ada Selena yang masih terlihat nyenyak dalam tidurnya disebelah kiriku, "Kemana Naomi? Apa dia baik - baik saja?" tanyaku dalam hati


Perlahan aku beranjak dari kasur lalu membuka gorden dan membiarkan sinar matahari menyinari kamar, karena sinar matahari yang cerah itu sampai membuat Selena terbangun.


"Selamat pagi, Selena" sapaku padanya


"Haruskah se pagi ini? Ayolah, kita begadang semalam" timpal Selena terdengar kesal, aku tertawa mendengar responnya.


"Hei apa kamu tahu kemana Naomi?" tanyaku


"Mana aku tahu, aku tidur lebih dulu dari kamu. Apa dia tidak ada disebelah mu?" tanya balik Selena padaku, aku menggelengkan kepalaku lalu kembali menatap jendela untuk melihat keluar.


"Entah kenapa aku merasakan firasat buruk, aku berharap Naomi baik - baik saja" ucapku


"Haah... Kita cari dia dan tanyakan keadaannya" timpal Selena sembari beranjak dari kasur


Tidak lama suara ganggang pintu terdengar, seseorang membuka pintu kamar secara perlahan. Dari balik pintu itu aku melihat Naomi yang kaget melihatku sudah terjaga, aku tersenyum kepadanya lalu aku berkata...


"Selamat pagi, Naomi" sapaku


"Aah.. Eeh... Pa.. Pagi Luna, pagi sekali kamu bangun. Apa aku membangunkan mu?" tanya Naomi terbata, aku dan Selena pun heran mengapa Naomi seperti salah tingkah seperti itu.


"Tidak~ aku bahkan tidak tahu sejak kapan kamu tidak berada dikamar ini" jawabku


"Aah.. Eeh itu... Aku, ya tadi aku baru dari kamar mandi.. Dan... Yah memeriksa bahan - bahan di dapur dan juga..." belum selesai Naomi berkata, aku memotongnya.


"Apa seseorang baru saja menyelinap malam - malam keluar dari kamar ini?" tanyaku menggodanya, aku tersenyum penuh makna kepadanya.


Sekejap wajah Naomi memerah karena malu, aku tahu jika semalam memang Naomi pergi dari kamar ini dan besar kemungkinan dia menuju ruang keluarga untuk menemui kak Jester. Aku tertawa keras saat itu, aku tidak tahu jika Naomi yang selalu terlihat pasif dan anggun itu akan mengambil inisiatif dulu untuk mendatangi kak Jester di kamarnya. Ditengah tawaku dan salah tingkahnya Naomi untuk membantah perkataanku, saat itu Selena berjalan hendak keluar dari kamar tanpa berkata apapun.


"Hei, mau kemana?" tanyaku


"Ke kamar mandi, kita akan sibuk hari ini karena pesta ulang tahun kak Jester akan diadakan sore ini kan" jawab Selena ketus


Sepertinya dia marah karena tahu kak Jester dan Naomi semalaman tidur bersama di ruang keluarga, meski aku ingin menasihatinya saat itu namun keberadaan Naomi diantara kami membuat aku mengurungkan niat itu. Aku harus berhati - hati untuk memberi pengertian kepada Selena tanpa harus diketahui oleh Naomi, karena menjaga hubungan antara Selena dan Naomi adalah salah satu prioritasku.

__ADS_1


Tanpa berkata apapun aku berjalan mengikuti Selena, begitu pula dengan Naomi yang berada dibelakang kami. Saat Selena membuka pintu kamar, aku melihat kak Jester baru saja keluar dari ruang keluarga. Sepertinya dia juga akan menuju kamar mandi yang berada disebelah kanan dari kamar tidur, entah kenapa rasa ingin bersaing ku membara dan sepertinya apa yang aku rasakan juga dirasakan oleh kak Jester dan Selena. Tanpa aba - aba apapun aku, Selena dan kak Jester berlari menuju kamar mandi, kami berlari secepat yang kami mampu.


"Aku duluan!!" bentak ku pada kak Jester


"Aku ini tuan rumah!! Jadi aku yang harus didahulukan!!" timpal kak Jester


"Karena kamu tuan rumah, kamu harus mengutamakan tamu, kak!!" balas Selena


Aku, Selena dan kak Jester bersamaan menyentuh ganggang pintu itu, namun karena aksi saling tarik itu membuat pintu tidak juga kunjung terbuka. Serentak kami saling tatap dengan tatapan tajam penuh dengan aura persaingan, tidak ada satupun diantara kami yang ingin mengalah.


"Kak!! Mengalah lah untuk wanita!!" pintaku dengan paksa, namun kak Jester tidak mempedulikan permintaanku itu.


"Aku sudah tidak tahan lagi!! Biarkan aku duluan!!" timpal kak Jester


"Kak, gentle lah sedikit!! Ngalah sama wanita!!" balas Selena


"Haah.. Kalian ini kayak anak kecil, gimana kalau diundi aja dengan suit?" Naomi pun memberikan saran kepada kami agar kami berhenti berebut kamar mandi


Pada akhirnya aku, Selena dan kak Jester pun menyetujui ide Naomi, kami melepaskan ganggang pintu itu bersama - sama lalu berdiri melingkar untuk bersiap melakukan suit. Kami pun memulai melakukan suit untuk beberapa kali namun tidak ada satu pun yang menang diantara kami, sampai pada suit entah ke berapa saat itu pada akhirnya kak Jester yang menang.


Aku tidak sedih saat itu, namun justru iba padanya. Mungkin karena tatapan iba itu membuat kak Jester yang awalnya senang perlahan menjadi heran dan bingung menatap kami.


"Kenapa kalian menatapku seperti itu?" tanya kak Jester heran, hampir bersamaan aku dan Selena pun tersenyum sinis kepadanya.


Menyadari kelengahannya, kak Jester segera sadar lalu menolehkan kepalanya menatap pintu kamar mandi yang tertutup. Dia pun berusaha membuka pintu yang sudah terkunci itu, tidak lupa dia mencoba mendengarkan suara gemericik air yang samar - samar terdengar dari baik pintu.


"Curang!! Naomi!! Kamu gak boleh melakukan hal ini padaku!!! Aku yang menang!!" penuh penyesalan kak Jester mengatakannya sembari menggedor pintu itu berkali - kali, aku dan Selena pun tertawa sinis bersamaan.


"Gak masalah!! Setelah Naomi maka aku yang akan masuk!! Aku masih jadi pemenang!!" dengan penuh keyakinan kak Jester mengatakannya sembari membalik badan untuk menatap kami, namun karena kami masih saja tertawa sinis membuat keyakinan kak Jester saat itu memudar.


"Kak Jester~ kamu sangat polos" dengan helaan nafas aku mengatakannya


"Polos dan bodoh itu beda tipis loh kak, kamu termasuk yang mana?" tanya Selena dengan nada yang mengejek


"Apa maksud kalian?" tanya balik kak Jester yang terdengar kebingungan

__ADS_1


Aku dan Selena tidak menanggapi pertanyaan kak Jester, kami berjalan mendekati kak Jester sembari mengetuk pintu kamar mandi secara perlahan. Lalu kami berdua mengatakan...


"Naomi~" dengan lembut aku dan Selena mengucapkannya


Pintu kamar mandi pun terbuka perlahan, gestur tangan Naomi memberikan tanda bahwa kami berdua boleh masuk kedalam. Aku menoleh menatap wajah kak Jester yang masih termenung heran dan tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat.


"Dadah kak Jester... Kami duluan ya..." ucapku sembari berjalan masuk kedalam


"Kami terlalu pintar untukmu kak" timpal Selena sembari menutup pintu kamar mandi secara perlahan


Setelah pintu tertutup, aku mendengar teriakan kak Jester yang berkata "Jahaaaaattt!!!" dengan penuh penyesalan. Aku, Selena dan Naomi tertawa didalam kamar mandi. Kami pun... Mandi bersama, jujur saja aku panik saat itu. Aku takut riasanku luntur dan wajah pucat ku terlihat oleh Naomi, pada akhirnya aku mencoba mencari kesibukan di kamar mandi itu untuk menghindari mandi bersama dengan mereka.


Sebuah kamar mandi dengan bathtub besar yang muat bahkan untuk empat orang sekaligus, partisi dengan wastafel yang mewah, cermin yang terlihat cantik di atas wastafel itu, dan juga bilik mandi dengan shower didalamnya. Naomi saat itu terlihat berendam di bathtub dengan air hangat, Selena mandi di shower, sedangkan aku masih sibuk menghabiskan waktu didepan cermin dekat wastafel.


"Luna, kamu menunggu Selena?" tanya Naomi padaku, aku menoleh menatapnya lalu menganggukkan kepala.


"Kenapa kalian tidak ada yang senang berendam sih? Aku bosan harus berendam sendiri~" terdengar sedikit kesal saat Naomi mengatakannya, aku tertawa kecil mendengar ucapannya.


"Kamu sendiri kenapa suka berendam?" tanyaku padanya


"Entahlah... Sejak kecil aku suka berendam air panas seperti ini, rasanya menenangkan pikiranku" jawab Naomi, aku termenung menatap wajahnya.


"Menenangkan pikiran ya...?" gumamku saat itu, lalu Naomi memberikan gestur tangan agar aku ikut masuk kedalam bathtub itu


"Kemari lah~" ajak Naomi, aku tersenyum padanya.


"Tunggu, aku akan bilas dulu" timpal ku, Naomi tertawa kecil lalu menganggukkan kepala.


Ketika aku masuk ke bilik untuk membersihkan diri dengan shower, Selena langsung menatapku dengan tajam. Tanpa berkata apapun aku tahu apa yang ingin dia katakan saat itu, aku tersenyum kepadanya lalu berkata...


"Tolong bantu aku ya, aku.. Ingin berendam bersama kalian" ucapku agak berbisik ketika itu, Selena menghela nafasnya seraya berkata


"Kamu selalu merepotkan ku..." ucapnya


Dengan bantuan Selena aku berhasil membasuh tubuhku tanpa mengenai wajah yang dapat melunturkan riasanku, setelah aku menyabuni tubuh kurus ini aku pun menutupi tubuh dengan balutan handuk yang aku tumpuk dua agar tubuh kurus ini terlihat lebih gemuk untuk mengelabuhi Naomi. Aku berjalan dibelakang Selena untuk masuk kedalam bathtub dan aku berhasil mengelabuhi Naomi saat itu, kami pun mandi bersama dengan penuh canda tawa dan juga obrolan ringan diantara kami.

__ADS_1


Untuk pertama kalinya dalam hidup aku merasakan mandi bersama dengan sahabat - sahabatku, aku tidak menyangka akan dapat merasakan pengalaman seperti ini. Aku... Hampir menyesali kenapa aku ditakdirkan untuk memiliki umur yang pendek, aku... Tiba - tiba menyesali semuanya.... Haah..~


__ADS_2