Aku Pinjam Dia : Diary Luna

Aku Pinjam Dia : Diary Luna
season 3 : episode 23


__ADS_3

Seperti dua orang asing yang terpaksa untuk jalan bersama...


Yah... kenapa aku harus mengeluh? nyatanya memang kami sudah terpisah selama dua tahun lamanya, dengan aku sebagai orang yang telah menyakiti hati kak Jester. Apa lagi yang bisa aku harapkan? aku akan menjadi manusia paling tidak tahu diri jika menginginkan lebih dari apa yang sudah aku dapatkan saat ini, tapi aah.. sudahlah, seharusnya aku fokus untuk menjalankan impian terakhirku.


Kurang lebih empat puluh menit aku dan kak Jester menempuh perjalanan penuh keheningan dari kampus menuju taman festival square, sebuah tempat yang penuh dengan memori antara aku dan kak Jester. Tempat inilah yang menjadi awal dimana seharusnya aku merasakan indahnya menjadi seorang anak SMA yang dipenuhi rasa cinta pertama pada lawan jenisnya, namun semua kebimbanganku yang membuat aku harus kehilangan semua momen - momen indah itu.


Ketika mobil sudah terparkir dengan sempurna, aku dan kak Jester segera turun dari mobil dan saat itu aku langsung berlari mendekati gerbang masuk dari festival square. Aku berhenti berlari lalu menatap sekeliling sampai memutarkan seluruh tubuhku tiga ratus enam puluh derajat, garis senyumku pun terangkat melihat tempat yang indah itu. Aku senang bisa kembali ke tempat ini bersama kak Jester, tidak pernah aku duga ini akan terjadi lagi didalam hidupku.


"Sangat lama aku tidak pernah ke tempat ini lagi, sepertinya banyak wahana baru disini" celetukku ketika melihat kak Jester sudah cukup dekat denganku, entah kenapa saat itu kak Jester berjalan sembari memegang kepalanya dan menatapku heran.


Kemudian aku kembali berlari menjauhinya sedikit lalu aku berbalik dan untuk menatap wajah kak Jester dengan senyum terbaikku, lalu aku katakan...


"Kapan kak Jester terakhir kali kesini?" tanyaku


"Entahlah... sepertinya baru - baru saja bersama Selena..." jawab kak Jester terdengar ragu, entah apa yang dipikirkannya saat itu sampai membuatnya terlihat seperti orang bingung dan bimbang.


Cukup lama kak Jester menatapku dengan wajah bingung penuh keheranan, sampai ketika kami sudah kembali berdekatan aku mendengar suara helaan nafas kak Jester yang terasa begitu berat seakan dia sedang menyesali sesuatu.


"Aku ingat, dulu saat aku kesini bersama Selena untuk pertama kali... dia bertanya kapan terakhir aku kesini dan aku jawab aku terakhir kesini bersama Luke dan Harry saat masih SMA dulu lalu mengatakan padanya kalau aku tidak pernah membawa wanita lain ketempat ini" ucap kak Jester setelah sebelumnya dia menghela nafas, aku tersenyum dengan sedikit suara tawa.

__ADS_1


"Tidak usah merasa bersalah, Selena pasti memahami jawabanmu" timpal ku, namun seketika itu tatapan mata kak Jester menjadi tajam kepadaku.


"Apa yang sebenarnya terjadi? apa yang sedang kamu rencanakan, Luna?!" tanya kak Jester dengan bentakan, aku tersentak saat itu mendengar nada bicaranya yang tiba - tiba meninggi itu.


"Aku tidak mengerti yang kamu katakan kak" jawabku berusaha untuk tetap tenang


"Kenapa Selena bersikap sepertimu?!" tanya kak Jester lagi masih dengan bentakan


Seketika itu aku tersadar tentang apa yang sejak tadi menjadi penyebab kak Jester terlihat bingung dan heran ketika melihat tingkah lakuku, sepertinya memang Selena meniru ku secara keseluruhan bahkan tentang cara bersikap kepada kak Jester. Entah bagaimana cara Selena bisa meniru tingkah lakuku sampai membuat kak Jester tiba - tiba mencurigai tentang persamaan antara aku dan Selena, tapi aku sangat senang dengan usaha yang dilakukan Selena untukku... kamu memang sahabat terbaik, Selena... :)


Kak Jester meremas kedua pundakku dengan sangat keras, jujur saja itu menyakitkan untuk tulang - tulangku yang terasa tidak memiliki daging sebagai penghalang remasan tangan kak Jester. Tubuh kurus ku sudah sangat parah akhir - akhir ini, sampai - sampai aku seperti tulang berbalut kulit yang berjalan. Namun sepertinya kak Jester terlalu emosi saat itu sampai dia tidak menyadari sedang meremas kedua bahuku dengan sangat kuat, merintih kesakitan pun tidak membuat kak Jester mengendurkan remasan kedua tangannya.


"Maaf Luna.... pemikiran Luke dan Harry masih sering mengganggu emosiku, aku masih berpikir kamu sedang melakukan sesuatu di belakangku untuk memisahkan ku dari Naomi" celetuk kak Jester penuh penyesalan, aku pun menjadi penasaran dengan apa yang kak Luke dan kak Harry katakan tentangku.


Jika aku mengingat kembali saat tadi bertemu dengan kak Justin di kampus, aku jadi teringat kata - katanya yang mengatakan "aku yang akan menyelesaikan masalahmu dengan Luke dan Harry..." sepertinya memang itulah yang membuat kak Jester masih berpikir aku akan merusak hubungannya dengan Naomi, selama kak Jester masih dihantui pemikirannya itu... aku juga jadi tidak tenang, aku takut kak Jester dan Naomi akan kembali bertengkar karena kesalahpahaman itu.


"Kak Luke dan kak Harry bilang apa tentangku? apa mereka sangat membenciku?" tanyaku


"Lupakan saja" jawab kak Jester singkat sembari berjalan melewati ku untuk menuju pintu masuk kedalam festival square, aku berbalik dan menatap punggung kak Jester.

__ADS_1


"Hei... katakan saja, dengan begitu aku bisa tahu apa yang harus aku lakukan untuk membantah tuduhan mereka padaku dan bukannya kamu penasaran dengan apa yang terjadi? disini aku akan ceritakan semuanya padamu" aku ucapkan dengan nada yang sedikit tinggi agar kak Jester dapat mendengarkan apa yang aku katakan, seketika itu kak Jester menghentikan langkahnya namun dia masih memunggungi ku.


Tentang apa yang sudah aku katakan pada kak Jester... itu bukan sesuatu yang tidak sengaja aku katakan, tapi dihari ini... tepat pada saat ini dan ditempat ini aku akan membuka semuanya yang terjadi padaku, pada hubungan kami, dan juga.... kenapa aku harus pergi menjauhinya...


Aku sudah siap dengan ini, aku sudah tidak ingin lagi menutupi apapun dari kak Jester agar semua yang terjadi pada kami akan tuntas ditempat ini. Tempat dimana aku dan kak Jester mengikat janji untuk tidak saling meninggalkan, tempat dimana aku menjadi seorang pengkhianat terburuk dalam hidup kak Jester. Aku bertekad untuk menyelesaikannya saat ini juga.


"Kamu pasti tahu apa yang mereka pikirkan tentangmu, saat dirumah ketika aku dan Naomi bertengkar hebat... semua pemikiran Luke dan Harry sudah Selena bantah dengan argumen yang masuk akal. Tidak ada lagi alasan bagiku untuk terus mempercayai kata - kata Luke dan Harry" ucap kak Jester ketika kami sempat saling terdiam untuk waktu yang cukup lama, bersamaan dengan itu aku pun menguatkan tekat ku untuk berbicara jujur padanya.


"Kak... aku akan ceritakan semuanya, tapi aku punya syarat untuk itu" ucapku padanya, perlahan tubuh kak Jester sedikit berputar untuk menatapku. Aku tersenyum padanya ketika mata kami bertemu, namun jujur saja saat itu tubuhku gemetaran karena aku sebenarnya masih ragu untuk berkata terus terang.


"Apa?" tanya kak Jester singkat


"Turuti semua keinginanku disini dengan senyuman, saat senja kita akan masuk ke dalam taman labirin.... baik kita akan bertemu ditengah taman atau tidak, aku akan tetap ceritakan padamu semua yang mungkin kamu ingin tahu tentang aku, kamu dan kenapa kita menjadi seperti ini" jawabku, jawabanku saat itu membuat kak Jester tiba - tiba kembali menghela nafasnya. Sepertinya dia akan menolak permintaanku, tapi aku sudah siap untuk penolakan itu.


"Baik, asal kamu mau berjanji menjelaskan semua yang sebenarnya terjadi tanpa ada satupun yang kamu tutupi" jawab kak Jester yang menerima permintaanku.


Mendengar jawaban kak Jester saat itu membuat hatiku terasa melayang, garis senyumku terangkat seketika dan aku merasa berbunga - bunga. Ditengah kebenciannya kepadaku, ternyata kak Jester menerima permintaan egoisku. Aku sudah tidak mampu lagi mencari kata - kata untuk menggambarkan rasa terima kasihku padanya, jadi aku langsung berlari mendekatinya dan segera menarik lengannya untuk memasuki gerbang masuk dari festival square.


Aku sudah tidak peduli lagi apapun saat itu, kebimbanganku untuk tetap menutupi apa yang telah terjadi diantara kami pun sirna seketika bersamaan dengan setiap langkahku menuju loket untuk membeli tiket masuk kedalam festival square. Aku ingin menikmati satu hari ini kembali menjadi putri dari pangeranku, meski aku harus terima kenyataan jika ini hanya akan berjalan beberapa jam saja sampai akhirnya aku akan membongkar semua kebohonganku pada pangeranku.

__ADS_1


Entah apa yang akan terjadi nanti....


__ADS_2