Alexio "Diary Merah Muda"

Alexio "Diary Merah Muda"
Bab 103


__ADS_3

Kondisi tidak baik-baik yang diderita oleh Andriana rupanya semakin parah, bahkan kembaran Linda sudah mengarah pada gejala depresi. Bagaimana tidak, Suprapto terus mengusik kehidupan wanita itu meski sudah tidak lagi bersama puteranya. Terlebih pria paruh baya itu menginginkan jika janin yang terkandung dalam rahim Andriana lenyap agar tidak menjadi aib bagi keluarga besar mereka.


Tak jarang teror ditabur, tidak sekedar benda yang dilempar hingga mengenai kaca, lantai bahkan pintu kediaman Andriana, pun wanita itu juga sering dihadang beberapa pria hingga menjerit dan ditinggalkan dengan tak sadarkan diri meski tidak dilecehkan. Beberapa kali, Andriana bahkan harus menegak makanan atau minuman dengan campuran obat yang dimungkinkan membunuh janin itu, namun lagi-lagi Tuhan belum menghendaki nyawa calon bayi itu untuk gugur.


“Aku harus ke Indonesia, menjemput Andriana sebelum semuanya terlambat.” Ucap Linda yang sudah berganti wajah baru namun masih terlihat lemah karena dalam masa pemulihan.


“Anda belum bisa kemana-mana, nona.” Asisten pribadi sekaligus pengawal Linda yang diberikan orang tua angkatnya menghalangi kepergiannya yang sudah menghubungi bagian penerbangan jet pribadinya agar mempersiapkan keberangkatannya hari ini.


“Kau diam saja, jika dia kenapa-kenapa, maka aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku.” Kecam Linda marah.


“Kau tetap di sini, urus perusahaan, kau orang kepercayaan keluargaku di sini.” Titah Linda menekan setiap ucapannya.


“Baiklah nona, tapi anda jangan menolak pengawalan selama di sana.” Sahut asisten itu balik mengingatkan.


“Hmm, iya. Bye Andrew.” Linda melambaikan tangan, kakinya memburu untuk segera sampai ke jet pribadi milik orang tuanya.


Karena tujuan Linda adalah bandara Ngurah Rai Bali, maka jarak tempuhnya membutuhkan lebih lama dari perjalanannya ke Jakarta. Ia butuh 22 jam meski menggunakan jet pribadi. Dan tengah malam, ia sudah tiba tepat di halaman rumah milik Andriana, sunyi, bahkan lampu teras pun mati, hanya ada bias cahaya yang sepertinya berasal dari kamar.


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


“Andriana, ini aku Linda.” Tak ada jawaban. Linda tak berhenti, 5 kali ia mengetuk hingga tetap saja hampa tak ada respon, matanya nyalang, menelpon asistennya agar segera mengirimkan pengawal untuk mendobrak pintu rumah Andriana.


“Sial!!! Apa yang terjadi, Andriana!!” pekik Linda melihat keadaan saudari kembarnya yang tergeletak dengan busa penuh mengalir dari mulutnya.


Satu tahun kemudian, Prancis


Merasa kehidupan Andriana terancam di Indonesia, Linda membawa kembarannya berada di sisinya, menutup identitas Andriana dari semua akses apapun dengan kuasanya. Dan mengenai janin itu, rupanya harus gugur saat keadaan Andriana semakin down. Ia menderita depresi dan harus melakukan perawatan khusus. Linda memfasilitasi hanya di pavilun salah satu kediaman villanya, menghindari hal tidak baik ke depannya. Dan dalam satu tahun itu pula, Linda gencar mendekati pria yang mengawali penderitaan kembarannya.


Bisma Suprapto, pria itu tengah menempuh studi di salah satu kampus terbaik di Prancis, HEC Paris Le Chateau. Menggunakan kekuatan nama orang tuanya, Linda turut serta di sana, meski ia sudah lulus magister, namun demi dendamnya pada keluarga Suprapto, ia harus mengikuti aktifitas pria itu.


Tak sia-sia, menggaet seorang Bisma rupanya tidak sulit, ia pikir pria itu akan susah move-on dari kembarannya, tapi mengenal Linda, pria itu merasakan gejolak baru lagi di hatinya, bahkan dengan persetujuan Suprapto tanpa tedeng aling-aling alias tidak ada drama penghalang, keduanya bisa sampai ke jenjang pernikahan dengan sangat mulus.


Totalitas peran Linda begitu sempurna, profesional, ia bahkan rela tubuhnya ditanami benih Bisma hingga dua anak kembar terlahir dari rahimnya. Bersamaan dengan itu pula, sudah banyak informasi yang ia peroleh dari keluarga itu, salah satunya adalah keterlibatan Suprapto pada bisnis haram di jalur bawah tanah. Menutupi bisnis besar dengan perusahaannya yang juga sudah meraja itu, niat pria renta itu sempat menginginkan jalinan menyatukan perusahaan Linda dengan miliknya dan disambut wanita itu dengan baik. Karena dengan bersatu, ia bisa leluasa menggali banyak informasi di sana.


2 tahun, usia balitanya, Alexio dan Alexia tumbuh menjadi bayi yang menggemaskan, namun di sana justru awal mula dari tingkah tidak masuk akal itu.


Sungguh malang nasib Alexia, ia harus memiliki garis wajah serupa dengannya sebelum operasi wajah, yang artinya bayi itu juga mirip dengan Andriana.


“Bagaimana bisa anakmu mirip jal-ng itu, Bisma.” Sentak Suprapto di halaman belakang, Linda mendengar makian itu tak sekali itu saja.

__ADS_1


“Apa kau selama istrimu hamil sering membayangkan ***-*** itu?” lagi-lagi Suprapto menodong putranya yang menjawab dengan penolakan. Ia sudah merasa berhasil move-on dan mencintai Linda sepenuhnya.


Sakit, itu yang dirasakan Linda, bukan hanya kembarannya tapi juga putrinya turut dalam decak marah Suprapto.


Rupanya, kebencian itu tak sampai di sana, semakin bertumbuh, Alexia semakin menyerupai wajah Andriana dan Linda. Hingga Suprapto dengan teganya memperlakukan bocah itu berbeda dengan Alexio. kerap melakukan kekerasan verbal yang belum dimengerti Alexia kala itu.


“Kau, jangan mendekatiku, wajahmu membuatku malas melihatmu, sanalah!” usir Suprapto pada Alexia yang juga ingin bermanja dengan kakeknya. Alasan kakek sepuh itu memberi perhatian beda karena katanya kondisi Alexio yang sakit butuh ekstra perhatian, jadi Alexia harus mandiri. Hingga, saat Linda mesti membawa puteranya ke Prancis bersama Bisma untuk dilakukan pengobatan, kejadian mengerikan pertama kali itu memukul telak Linda.


Andriana collaps dan koma karena entah bagaimana berpikiran bunuh diri dengan melompat dari ketinggian bangunan paviliun. Sedangkan Alexia mendapat gencaran perlakuan buruk dari kakeknya sampai pada saat itu, Linda memasukkan Roni sebagai pelindung puterinya yang mengalami perubahan sikap setelah sering ditinggalkannya karena mesti membawa Alexio berobat.


“Tolong lindungi puteriku, Roni. Sedikit lagi aku bisa mendapat informasi penting bajingan itu.” Pinta Linda pada Roni yang diangguki orang kepercayaannya di Indonesia.


“Baiklah, Linda. Aku akan melindung Alexia apapun yang terjadi.” Sanggup Roni.


“Terima kasih Roni. Tubuhku terbelah untuk melakukan banyak hal, jika bukan karena anak dan adikku, aku lebih baik mengakhiri hidup ini.” isak Linda yang sudah lelah dengan drama menyedihkan dalam hidupnya.


“Kau fokus dengan putera serta Andriana di sana, tentang Alexia, aku akan melindungi, karena bagaimana pun juga, kalian adalah keluargaku juga, jadi sama saja aku melindungi keponakanku sendiri.” Jelas Roni menenangkan Linda.


Sejak saat itu, Alexia bisa sedikit terlindungi dengan keberadaan Roni. Pria itu mengatakan jika ia adalah pamannya dan akan menjaganya sepenuh hati. Namun rupanya, bocah malang itu sudah lebih dulu disusupi pikiran mengerikan dari Suprapto. Menjadikan sosok Roni sebagai alasan menutupi perbuatan buruk Suprapto pada Alexia.


Bahkan bocah itu dengan telatennya menulis semua hal buruk atas suruhan kakeknya dalam lembaran diary itu, yang menyatakan jika..... pria itu, Roni,, melakukan pelecehan padanya, dan tidak hanya itu, otak Alexia harus rela berpikir keras untuk mengarang banyak cerita bohong demi luruh atas ancaman Suprapto agar keselamatan kembarannya terjamin dan sembuh, dasar rasa sayangnya pada Alexio, membuat Alexia rela menuangkan kalimat dusta dalam diary merah mudanya itu.

__ADS_1


Yang artinya..... pelecehan pada bocah itu, hanya sebuah karangan belaka.


__ADS_2