Alexio "Diary Merah Muda"

Alexio "Diary Merah Muda"
Bab 17


__ADS_3

BAB 17


Di area balap liar.


Alexio dan Jonathan yang menjadi peserta kini sudah siap dengan pacuan mereka. Memutar gas sekencang-kencangnya.


Semua yang menonton kontan berteriak heboh. Semua mendukung salah satu dari kedua pemuda tampan rupawan itu.


Meski tidak menampik lebih berat pada Alexio, pesona pemuda itu jelas di atas Jonathan.


“Gue bakal ngalahin Lo kali ini.” gumam Jonathan mempertahankan kestabilan kendaraannya.


Kuat niatnya kali ini, ia tidak mau kehilangan Dira. Ia bersyukur ketika tanpa diduga, malah mengalir ke perjodohan dengan gadis idamannya.


Dan Alexio berniat memisahkannya? Langkahi dulu mayatnya.


“Al, jangan begini, aku gak suka.” Xia berucap dari samping telinga Alexio.


Erat tangannya memeluk tubuh Alexio.


Alexio memejamkan matanya.


“Maaf , Xia, kali ini aku harus melakukan ini.” Jawab Alexio melepas pelukan Xia dan mengencangkan gas motornya.


Hingga...


Brak!!!!!!!!


Tubuhnya melayang ke udara.


Ia melihat Xia berdiri di depannya, lalu meninggalkannya begitu saja.


“Xia...” lirih Alexio memanggil gadis itu, namun telinganya hanya menangkap pekikan suara di sekitarnya.


“Alexio!!!!.” Barry berlari cepat menyusul Alexio yang sudah terjerembab di jalanan, Andi ada di sisinya.


Sementara Jonathan terus melajukan motornya.


Kapan lagi mengambil kesempatan semesta, bukan?


Masa bodo Alexio dalam keadaan seperti apa, ia tadi melihat jika pemuda itu terjatuh sendiri, tak ada andil dirinya, karena Alexio cukup berjarak dengannya yang ada di belakang.


“Alexio!!!!” Andi memeluk tubuh Alexio yang sudah memejam. Pemuda itu sudah hilang kesadarannya.


“Cepat bawa ke rumah sakit, buruan, mana mobil lo.” Perintah Barry panik yang segera di patuhi oleh Andi dan anggota geng mereka sontak memberikan bantuan dengan ikut mengangkat tubuh Alexio menuju mobil Andi.


“Alexio, please, bertahan.” Pinta Barry dengan tangan bergetar, telapak tangannya lagi-lagi harus dipenuhi darah Alexio. Kepala pemuda itu mengalami cidera lagi.


.


.

__ADS_1


.


Tap tap tap


“Bagaimana Alexio, bagaimana kondisinya, Bar, Andi?” Bisma dan Linda langsung bertanya kepada dua orang sahabat puteranya yang kembali harus mengisi bangku tunggu di depan ruang tindakan.


“Kami tidak tahu, om. Alexio masih diberikan tindakan oleh tim medis.” Jawab Andi pelan.


“Ya Tuhan, Alexio. Kenapa lagi dengan kamu nak.” Linda bergumam lirih, ia terkejut, jantungnya seakan hendak keluar ketika mendengar kabar, puteranya kembali mengalami kecelakaan, dan harus terluka.


“Kita doakan saja, semoga Alexio baik-baik saja, ma.” Bisma merangkul tubuh isterinya, memberikan pelukan untuk menenangkan diri istri berikut dirinya sekaligus.


Ia jelas panik, kecelakaan selalu menjadi momok menakutkan bagi Bisma dan Linda.


Karena hal itu menjadi kilas balik kejadian menakutkan keduanya yang sampai kapanpun tak akan melupakan kisah itu...


Alexia Bisma.... dan Alexio Bisma.....


Ceklek...


Pintu terbuka, membuyarkan lamunan Bisma. Ia gegas berdiri ketika dokter keluar dari ruangan itu.


“Bagaimana dok, bagaimana putera kami.?” Bisma langsung memburu dokter dengan tanya.


Dokter melepas maskernya. Menyentuh bahu Bisma dan menepuknya.


“Ada apa dok, apakah....” Bisma seolah tercekat. Ia takut akan reaksi dokter.


“Tenang, pak. Putera anda baik-baik saja. Namun benturan di kepalanya cukup keras membuat putera anda mungkin perlu dirawat dan dilakukan tindakan lebih lanjut.” Jelas dokter serius.


“Tante.” Ucap Barry dan Andi panik.


“Lakukan yang terbaik, kami akan memberikan apapun asal putera kami...... asal Alexio kembali seperti sedia kala.” Jawab Bisma dengan suara bergetar.


“Baiklah, nanti anda bisa menemui saya di ruang kerja untuk penjelasan lebih lanjut. Permisi bapak.” Pamit dokter, meninggalkan kesesakan bagi 4 orang tersebut.


Apa itu artinya Alexio koma?


Benar. Pemuda itu kini ada di ruangan perawatan intensif.


Cideranya kali ini sepertinya serius.


Kedua orang tuanya menatap tubuh yang tak berdaya itu dengan pandangan berair.


Sedih. Puteranya harus terperangkap dalam kegelapan lagi.


“Alexio... bangun nak, mama gak mau kamu kenapa-kenapa.” Linda mengecup puncak kepala Alexio dengan aliran air mata yang deras.


“Mama aja yang sakit nak, kamu bangun, bangun... jangan tinggalin mama.” Lanjutnya mulai kehilangan kendali.


“Ma... sabar. Kita akan melakukan apapun untuk Alexio.” Bisma menarik tubuh isterinya lalu mendekapnya erat.

__ADS_1


.


.


“Bagaimana bisa Alexio kecelakaan? Apa ia ditabrak? Menabrak?” Bisma menemui Barry dan Andi yang duduk di sofa luar ruangan Alexio. Kamar perawatan ini berada dalam satu tempat, hanya saja Alexio diperangkap oleh dinding kaca.


Namun bisa diawasi oleh keluarga yang menunggunya di sofa.


“Alexio jatuh sendiri, om.” Jawab Barry.


“Jatuh?” ulang Bisma yang diangguki Barry dan Andi.


“Tadi memang sempat ada yang aneh dengan Alexio.” Andi seperti mengingat sesuatu sesaat sebelum Alexio jatuh.


“Hal aneh? Apa?” Bisma mulai menuntut jawaban.


“Hmmm, Bar, apa lo juga lihat apa yang gue lihat?” Andi seolah meminta konfirmasi Barry, khawatir dirinya salah lihat.


“Iya. Saya juga melihatnya om.” Angguk Barry


“Iya apa itu...” tanya Bisma.


“Hmm, Alexio..... Alexio.” Andi seolah berat menjawab, ia menoel Barry untuk membantunya menjelaskan.


“Alexio melepas pegangan tangannya dari stang motor om, menyentuh perutnya seolah ada yang memeluknya.” Jawab Barry pelan. Meragu, karena takut ia salah menjawab.


“Apa!!!?” Bisma terkejut mendengarnya, bagaimana bisa.


“Sebelum itu, Alexio juga sepertinya melakukan hal yang aneh.” Lanjut Andi. Ia teringat akan sesuatu.


“Alexio memberikan jaket dan memakainya lagi. Berbicara sendiri.” Sambung Andi gugup.


“Hah?” lagi-lagi Bisma dibuat tak percaya.


Dan dari obrolan itu, Bisma kemudian menarik benang merah yang ia dapat dari informasi para pengawal Alexio.


Sikap aneh yang ditunjukkan Alexio menimbulkan rasa ingin tahu orang tuanya, baik Bisma maupun Linda memberikan pengawasan berlebih terhadap Alexio yang sering bertindak di luar akal sehat. Terlebih puteranya sering tertangkap mendatangi kediaman mereka yang saat itu masih di bilang lengkap. Saat masih ada puteri mereka, kembaran Alexio.


“Mana disk rekamana CCTV yang saya minta.” Bisma yang berada di kantornya meminta sesuatu kepada pria yang menjadi pengawalnya.


“Ini bos.” Pria itu menyerahkan benda kecil yang diminta Bisma.


Tanpa menunggu waktu lama, Bisma meraih benda itu dan memasukkannya ke laptopnya,..


Perlahan, video berputar....


Menampilkan suasana rumah lama mereka yang kerap dilaporkan pengawal dan security menjadi kunjungan Alexio setiap malam sampai dini hari padahal para asisten rumah tangga tidak ada setiap malam.


Dan hal aneh bermunculan, saat tanpa di duga, CCTV yang masih terpasang di rumah megah itu, menunjukkan bahwa aktifitas Alexio seolah aneh, tidak ada yang normal.


Bahkan puteranya tertangkap sering berbicara sendiri. Entah dengan siapa.

__ADS_1


Puteranya bahkan mengenakan benda-benda yang tak masuk akal.... salah satunya, memakai gaun milik puteri mereka, Alexia Bisma, dan bertingkah layaknya seorang gadis......


“Alexio..... kamu kenapa nak.”


__ADS_2