
Mereka berdua sudah dibekukan dengan kesunyian, jika Linda memperhatikan raut wajah Bisma yang senantiasa menunduk karena tentu sulit mempercayai penjelasannya, maka Bisma bingung karena kekejaman ayahnya sampai rela menumbalkan cucu sendiri.
“Bagaimana aku bisa mempercayai semua omonganmu, Linda. Beritahu aku.” Lirih Bisma, masih berharap jika ini hanyalah prank semata.
“Mari kita temui dokter Ladh.” Jawab Linda langsung menjawab
Bisma mengerutkan dahinya mendengar nama Ladh di dalam pembicaraan mereka, “Ladh? Kairan Ladh maksudmu?” beo Bisma dan diangguki Linda
“Iya. Dokter Kairan Ladh.” Tegas Linda menyebut lengkap
“Kenapa dengan dokter Ladh? Ia terlibat hal apa di sini?” dua kalimat tanya digelontorkan Bisma pada isterinya.
“Kau akan tahu sendiri darinya langsung, ayo kita temui ia sebelum semua terlambat.” Linda menarik dirinya untuk segera berdiri dan Bisma segera mengikuti gerakan itu.
“Ayo.” Bisma segera berjalan berdampingan dengan Linda, bahkan pria itu melupakan jasnya dan bentuk kemeja yang masih digulung itu. Seakan jawaban atas pertanyaan yang menggunung dalam otaknya yang perlu dipuaskan di sini.
Tiba di depan ruangannya, Bisma segera menghampiri meja sekretarisnya.
“Batalkan semua rapat hari ini, saya mau ada urusan yang lebih penting.” Titah Bisma pada sekretarisnya, dan pria itu segera berlalu tanpa mengindahkan panggilan sekretarisnya yang kelimpungan akan jadwal bosnya yang harus bertemu klien penting.
Ting
Pintu lift terbuka, Linda bersama Bisma segera masuk. Mereka diburu waktu.
Mercedest Benz yang dikendarai langsung oleh Bisma tiba diparkiran basemen rumah sakit milik Kairan Ladh. Sesuai dari info yang mereka dapatkan jika dokter itu tengah berada di ruangan pribadinya sebagai pemilik.
Ceklek
“Hai Bisma, Linda. Silahkan masuk. Aku kaget sekali ketika mendapat kabar dari sekretarisku jika kalian ingin bertemu.” Ladh menyambut keduanya dengan senyum ramah.
__ADS_1
“Apa kabar.” Sapa Bisma memeluk tubuh Ladh layaknya salam bagi setiap lelaki, sedangkan Linda hanya tersenyum di sebelah tubuh Bisma.
“Baik. Ayo mari duduk.” Tawar Ladh pada Bisma dan Linda.
1 menit hanya diisi dengan kesunyian diantara mereka bertiga selepas sekretaris Ladh menghidangkan minum serta camilan ringan.
“Apa gerangan yang membuat kalian ingin menemuiku hari ini?” tak ingin berlama-lama berteman dengan kesunyian, Ladh membuka percakapan lebih dulu.
“Hmm,, jadi begini.” Linda menjawab namun ia ragu meneruskannya. Terlihat dari caranya menggigit bibir bawah, dan itu disadari Bisma sebagai pria yang mengetahui tabiat isterinya.
“Aku ingin bertanya tentang kejadian saat puteriku Alexia kritis serta meninggal.” Bisma yang melanjutkan ucapan Linda
Ladh yang baru saja mereguk teh melati itu tersedak seketika, wajahnya sempat terlihat kaget, namun karena pintar menata ekspresi hal itu hanya berlangsung singkat.
“Perihal Alexia? Seperti apa contohnya Bisma?” Ladh menjawab dengan kalimat tanya pula.
“Aku tahu kau saat itu pasti sempat diminta papaku melakukan sesuatu terhadap puteriku, bukan?” Kembali Bisma melayangkan tanya namun dalam bentuk lain.
“Apa keterlibatanmu pada insiden saat itu, di mana isteri dan dua orang anakku terluka dan ada satu pelaku di sana tewas.” Semakin mengerucut sudah maksud yang ingin Bisma utarakan. Dan sesuai dugaan Ladh, memang itu yang jadi topik pembicaraan mereka.
“Keterlibatanku? Tentu saja sebagai dokter Bisma, kau ini lucu sekali.” Jawab Ladh terkekeh. Masih mengelak untuk menjawab.
Bisma dan Linda gemas dengan jawaban yang dikeluarkan oleh Ladh, mereka jelas merasa tengah dipermainkan oleh dokter dari pemilik rumah sakit ternama ini.
“Aku serius Ladh, tolong, jangan bertingkah konyol seperti itu.” Ujar Bisma sudah dalam nada memohon pada Ladh.
“Aku sudah ingat semua itu Ladh, aku ingat di mana kalian membicarakan hipnotis untukku dan Alexio.” Kini giliran Linda yang mengambil alih. Ia sudah frustasi akan sikap Ladh yang selalu berputar-putar sejak tadi.
Ladh mengerutkan dahinya, ia bahkan sudah mulai menggaruk leher kirinya yang tidak gatal itu. Jujur tidak menyangka akan ucapan Linda yang sudah menembak kegugupannya saat ini.;
__ADS_1
“Linda, kau...” Ladh tak mampu lagi menyimpan ekspresi kagetnya.
“Iya, aku tahu kejadian itu. Tapi, tenang saja, karena saat itu dokter Ladh menolak untuk melakukan tindakan hal itu, bukan. Makanya papa mencari ahli hipnotis yang mau melakukannya.” Jelas Linda memaklumi
“Tapi, tolong beritahu juga Bisma perihal, bukan hanya hati yang diambil dari puteriku saat itu, tapi juga....” Linda sudah mengeluarkan suara serak, matanya memerah, bahkan tangannya menggenggam erat tangan Bisma tanpa sadar.
“Sayang, kau kenapa?” Bisma heran melihatnya.
“Baiklah, Bisma, aku harap kau mampu mendengar serta menerima semua penjelasanku ini. Walaupuns sulit diterima akan sehatmu dan akan menyakitimu tentunya.” Ladh mengawali dengan kalimat demikian sebagai langkah persiapan bagi Bisma menguatkan diri.
“Katakan saja, aku siap.” Sahut Bisma tegas. Ia balas menggenggam tangan Linda dan menatap wanita itu lembut.
“Saat itu puterimu tidak mengalami pelecehan sama sekali, kami melakukan visum dan tak menemukan hal itu. Bahkan tidak ada luka yang menyertai puterimu Bisma selain cipratan darah si pria yang ada di tempat kejadian.” Pertama, itu penjelasan Ladh, dan sudah memantik kerutan dalam di dahi Bisma, tapi enggan menyela.
“Lalu, kau tahu bukan jika Alexio, puteramu menderita kelainan hati dan harus melakukan pencangkokan, bukan?” tanya Ladh dan diangguki oleh Bisma.
“Sebenarnya, puteramu bukan hanya mengidap kelainan hati, tapi juga sempat gagal jantung. Dan kami pihak rumah sakit sudah berusaha mencari pendonor bagi puteramu.” Sambung Ladh
“Ayahmu harusnya mampu menyediakan pendonor mengingat bisnis haramnya yang baru-baru ini terekspos adalah perdagangan organ manusia. Tapi, ayahmu justeru menggunakan jantung cucunya sendiri yaitu puterimu, Alexia. Makanya..... nyawa Alexio selamat berkat Alexia.” Tutur Ladh.
“Ap---apa katamu?” Bisma menggelengkan kepalanya, matanya bahkan melotot tajam saat fakta baru kembali merangsek masuk ke pendengarannya.
Apa kata dokter bedah ini tadi? Nyawa puterinya direnggut paksa demi menyelematkan nyawa anaknya yang satu lagi?
“Iya, Bisma, begitulah kenyataannya. Aku sudah menolak saat itu. Makanya, ayahmu melakukan operasi dengan dokter lain.” Lanjut Ladh menjelaskan
“Dan kau tahu, jika terduga pelaku yang meninggal di tempat kejadian itu mengalami luka akibat benda tajam yang saat itu tergeletak di tangan puterimu. Padahal tidak mungkin bagi seorang bocah melakukan penusukan tepat di organ vital hanya dalam satu kali tusukan dan itu dalam.” Ladh mengajak Bisma berpikir sesuai logika jika ada yang tidak beres di sini.
“Dan isterimu, puteramu, mengingat kejadian itu sesuai kehendak ayahmu berkat hipnotis yang diberikan oleh ahlinya.” Lanjut Ladh
__ADS_1
“Kau tahu artinya?” Tanya Ladh namun Bisma hanya diam sebagai jawaban
“Itu artinya, mereka berdua diberikan ingatan baru yang tidak sesuai dengan kenyataannya. Maka dari itu, Alexio dan Linda menderita neurosis atau kelainan pada pikiran mereka akibat ada penolakan karena rasa bersalah yang mereka tidak tahu apa itu.” Pungkas Ladh.