Alexio "Diary Merah Muda"

Alexio "Diary Merah Muda"
Bab 123


__ADS_3

Sesuai kata deal yang dikeluarkan oleh Hiro Hitoka pada Linda, kini dua orang itu bekerja sama untuk menemukan keberadaan Andriana yang masih belum tahu di mana rimbanya.


Sepertinya ada kesalahpahaman di sini, Linda menduga jika Suprapto menuduh bisnisnya hancur akibat ulah campur tangan dirinya. Akan tetapi jika Suprapto bisa berpikir demikian, maka pria tua itu.....


“Tidak, tidak mungkin ayahnya Bisma sudah tahu jika aku sadar dari hipnotis itu.” Gumam Linda


Kala kejadian yang menimpa dirinya, Alexio serta Alexia, dengan tanpa berdiskusi terlebih dulu bersama Bisma, Suprapto mengambil tindakan sendiri dengan melakukan hipnotis pada Alexio dan dirinya.


“Aku harus memberi tahu Bisma fakta itu, terlalu banyak hal yang aku sembunyikan darinya.” Linda mengambil keberanian, ia akan mengungkap hal itu di hadapan suaminya. Agar, tidak banyak kebohongan yang tersimpan di belakang Bisma yang akan menyakiti pria baik itu di kemudian hari.


Di perusahaan Bisma....


“Apakah papaku patuh pada panggilan hukum?” tanya Bisma pada anak buahnya yang diberi tugas mengawasi kemanapun ayahnya bergerak


“Iya tuan.” Sahut pria bertubuh tegap itu.


“Lalu, bagaimana bisa kalian kehilangannya ketika selama ia bergerak kemanapun kalian selalu ikuti? Tidakkah itu aneh? Atau ada yang kalian tutupi dariku? seperti berkhianat mungkin.” Tuduh Bisma, ia sudah mencerca habis anak buahnya dengan banyak kalimat tanya dan diakhiri pula dengan tuduhan keras itu.


“Tidak tuan. Tidak pernah sekalipun kami berniat mengkhianati anda.” Pria itu langsung bersimpuh saat kalimat keras itu melayang dari mulut bosnya.


Meski memang nasibnya sebagai bawahan, namun nilai sebuah kepercayaan bagi rendahan sepertinya sangat berguna. Sebagai bentuk loyalitas serta kredibilitasnya dalam melindungi bosnya.


“Aku harap kalian memang begitu.” Sahut Bisma dingin. Rasa percayanya mendadak musnah setiap kali anak buahnya mengabarkan jika mereka selalu kehilangan jejak Suprapto pasca pria itu diinterogasi, pulang ke rumah dan ke perusahaan.


Padahal mereka gencar mengikuti kemana saja Suprapto pergi.


Maka tidak salah jika Bisma berprasangka buruk pada anak buahnya. Ia bukanlah Suprapto yang memiliki kendali luar biasa terhadap orang lain. Ayahnya memang memiliki karisma sendiri dalam mengendalikan orang. Dan ia tidak punya itu.


Ia adalah pria lemah yang beruntung ada yang patuh padanya. Saking lemahnya, puteranya saja memberontak padanya. Apalagi orang lain?


“Tuan, kenapa anda tidak meminta bantuan kepada pimpinan mafia Jepang itu, bukankah ia menguasai dua mafia sekaligus. Saya pikir tidak salahnya jika kita mencoba.” Saran pengawalnya


Bisma diam menyerap semua kata-kata yang diucapkan pengawalnya itu, satu sisi ia tentu sangat ingin, namun sisi lainnya, isterinya sudah lebih dulu mendatangi pria itu.

__ADS_1


“Isteriku sudah lebih dulu bertemu dengannya.” Celoteh Bisma mendadak bimbang


“Anda tidak perlu ragu, tuan. Karena ada nyawa yang sedang dipertaruhkan di sini.” Menguatkan tekad majikannya, anak buah Bisma mengingatkan fakta itu. Ada Andriana yang sedang disandra oleh pria gila yang sialnya itu adalah ayahnya.


“Kau benar, ayahku tidak main-main dalam melakukan suatu hal. Jika ada yang mengganggu wilayahnya maka ia akan membalas lebih kejam lagi.” Setuju Bisma


“Lalu bagaimana tuan?” tanya anak buahnya lagi


Tok


Tok


Tok


Suara ketukan menghentikan pembicaraan mereka berdua sementara.


“Bisma, apa kau sedang sibuk?” itu suara Linda yang memanggil dari luar pintu.


“Apa tidak ada sekretarisku di luar?” tanya Bisma mendengar suara Linda yang perlu meminta izin untuk sekedar masuk, padahal ia adalah isteri dari pemilik perusahaan ini.


Ceklek


“Nyonya.” Sambut anak buah Bisma menundukkan kepalanya pada isteri bosnya.


“Kemari sayang.” Bisma merentangkan kedua tangannya menyambut kehadiran Linda


“saya permisi dulu tuan.” Ujar anak buah Bisma pamit, pembicaraan mereka masih bersambung sementara Linda sudah hadir di sana.


“Baiklah, nanti aku panggil lagi kau.” Sahut Bisma mengibaskan tangannya.


Linda mengambil langkah menuju sofa dan diikuti oleh Bisma, “Ada apa sayang kau kemari?” tanya Bisma saat keduanya sudah mantap duduk di posisi masing-masing.


“Ada yang mau aku bicarakan padamu, Bisma.” Jawab Linda, ia menghirup oksigen sebanyak-banyaknya sebelum pembicaraan besar ini.

__ADS_1


Akan ia kupas semua masa lalu yang dia tutupi dari Bisma selama ini, dan sudah bisa dipastikan hati pria itu akan sakit.


“Hmm ada apa?” Bisma antusias dan penasaran akan obrolan dari istrinya.


“Sebelumnya aku minta maaf, Bisma. Jika aku banyak melakukan kebohongan serta menutupi banyak rahasia di belakangmu selama ini.” Dengan tarikan nafas berat, Linda mampu menyelesaikan kalimat itu sekaligus. Meski belum detail maksudnya.


Bisma mengerutkan dahinya dalam, “Kebohongan? Rahasia? Maksud kamu apa sayang. Aku tidak mengerti.” Bisma bingung dengan penyampaian Linda barusan.


“Ayahmu tahu jika aku adalah saudara Andriana sejak kedua anak kita lahir. Makanya saat itu ayahmu mulai membenci dan melakukan kekerasan verbal pada cucunya sendiri.” Ujar Linda, suaranya mulai terasa berat. Sepertinya akan datang tangisan setelah ini.


“Maksudmu apa? Aku masih bingung.” Bisma mengambil duduk tepat di sebelah Linda sekarang, ia memegang kedua pundak isterinya untuk menegaskan jika ia benar-benar bingung dalam mencerna ucapan Linda.


“Kematian Alexia, itu adalah akibat dari perbuatan ayahmu. Ia yang membuat puteri kita meregang nyawa.” Tanpa mengindahkan pertanyaan Bisma, Linda terus melanjutkan penjelasannya. Khawatir ia akan ragu dan tidak sanggup mengucapkan hal itu.


Bisma menggeleng cepat, sontak pegangannya juga ia lepas. Ia tidak percaya begitu saja.


“Tidak, kau pasti berbohong sayang. Puteri kita meninggal karena pelecehan dari guru privatnya. Kau sendiri saksinya saat itu.” Tolak Bisma, jelas-jelas saat itu Linda memberi kesaksian demikian.


“Tidak ada pelecahan, Bisma! Tidak ada pelecehan pada puteri kita karena gurunya.” Sergah Linda menaikan nada bicaranya.


“Omong kosong!” balas Bisma tersulut


“Karena guru privatnya adalah orang kepercayaanku yang memang sengaja aku taruh di sisi puteri kita selama kita meninggalkannya.” Lirih Linda menjawab


“Apa kau bilang? Lalu bagaimana mungkin. Apa alasan ayahku melakukan hal itu. Tidak mungkin hanya karena kau bersaudara dengan Andriana lalu ia mengusik darah dagingnya sendiri.” Sentak Bisma kembali menggelengkan kepalanya.


“Karena ayahmu tahu jika Andriana masih hidup dan menyimpan rahasia ayahmu, itu pernyataan terakhir dari orang kepercayaanku yang menjaga Alexia.” Tutur Linda memberi tahu.


“Lalu, kenapa ia sampai mencelakai cucunya sendiri, tidak... ia tidak melakukan hal itu pada Alexio. jadi tidak mungkin ayahku bertindak buruk seperti itu.” Kembali Bisma mengelak.


“Karena di waktu bersamaan, aku pernah mengacaukan perusahaannya. Lalu tentang Alexio, kau tahu apa yang dimiliki Alexio bukan, puteramu memiliki rupa dan sifat yang sama dengan Suprapto dari semenjak ia kecil. Dan itu jadi ambisi ayahmu mengubah puteraku menjadi sepertinya.” Pungkas Linda.


Dan tanpa mereka berdua sadari, dari balik pintu Alexio yang jadi pembahasan terakhir, mendengar semua pembicaraan orang tuanya. Menyentuh dadanya, terasa sesak.

__ADS_1


“Hai Al. Kau baik-baik saja?” sosok bocah itu kembali muncul menyapa Alexio yang berdiri di balik pintu.


“Xia, aku harus bagaimana?”


__ADS_2