
Lampu di matikan seiring kode anggukan kepala dari Dome.
Intro lagu yang meski masuk dalam kurun waktu rilis yang lama, karena bagian dari album penyanyi yang dahulu. Tapi tidak bisa membuat Dira melupa jika yang sedang didengarnya adalah...
I want you oh my love
Naman barabwajwo
Neomaneol saranghae
Sesang modu byeonhaedo
Oh my love neoman bomyeon ddwineun
Gaseum eonjeggajina
Neoman damgo isseulge
L.O.V.E Girl...
“Dome? Seriously?” Dira tak percaya melihat 3 personil band asal Korea Selatan itu muncul di pernikahannya. Dome mengangguk.
“Arrghh.” Benar apa kata Dome tadi, Dira akan sukarela memeluknya sendiri.
Sungguh ia menyesali kenapa tidak dari dulu mendatangi idola gadis ini, bila tidak perlu ia culik agar bisa menyanyi di hadapannya.
“Sayang..” Alexio dengan tangan kirinya memeluk Dira dari belakang, menarik pinggang istrinya, sementara tangan kanannya melepas rengkuhan dua tangan Dira di leher Dome.
“Upss aku lupa.” Ujar Dira merasa malu sendiri.
“Terima kasih Dome... aku tidak mengira bisa melihat mereka.” Dira tak bisa menutupi kebahagiaannya melihat group band asal Korea.
“Sayang sekali satunya keluar, jika saja tidak terlibat skandal, akan lengkap idolamu di sini.” Ujar Dome menyayangkan.
Ia sempat berniat membuat CNBLUE datang dengan member lengkap, yakni Yong-Hwa sebagai vokalis, Jung-Shin sebagai gitaris, Min-Hyuk sebagai drum, Jong-Hyun gitaris, tapi menculik Jong-Hyun tidak semudah itu bagi Yakuza rupanya. Alhasil cukup yang ada saja.
Suara Yong-Hwa kembali menggema, dan kaki Dira sudah tak mantap di tempatnya.
“Kamu,.. jangan bilang??” Alexio sudah ketar-ketir melihat sikap Dira yang menatapnya penuh harap.
“Al, boleh ya.” Pinta Dira dengan puppy eyes menggemaskannya.
Menghela nafas pasrah, Alexio mengangguk dan tanpa menunda waktu sedetik saja, Dira menolak tubuhnya bersegera untuk berdampingan dengan idolanya yang sudah memasuki reff lagu.
__ADS_1
Sang vokalis melirik Alexio seraya menundukkan kepala bak meminta maaf dan izin mengajak sang pengantin wanita bernyanyi bersamanya.
“Terserah kau saja, brengsek.” Umpat Alexio menganggukkan kepala tapi bibir menyumpah serapah pelan.
“Kau menyumpahinya?” duga Dome membaca bibir Alexio yang tak bisa ia pahami artinya.
“Lebih dari itu, ia mengutuknya.” Andy menjawab tanya Dome dan mereka tergelak bersama kecuali Alexio yang masam wajahnya mendapati pengantinnya dengan riang bernyanyi di sana.
Sementara di tempat lain....
“Selamat dokter Ladh dan juga kau Bisma, atas pernikahan putera dan puteri kalian.” Hiro memberi ucapan pada kedua kenalannya ini.
“Sama-sama, semoga Dome juga menemukan wanita baik nanti.” Doa Bisma tulus
“Dia masih terlalu muda, biarkan dia mencari dulu.” Ladh menimpali.
“Hffft.” Hela nafas kasar keluar dari bibir Hiro menanggapi dua pria yang tengah berbahagia sebagai besan itu.
“Kenapa?” tanya Bisma dan Ladh serempak
“Aku sepertinya terlalu banyak memberikan ilmu kehidupan pada puteraku.” Jawab Hiro frustasi
“Maksudnya?” tanya Ladh bingung
“Dome sepertinya overdosis atas pengajaran yang aku berikan. Aku menyuruhnya memuaskan pergaulan di masa muda, tapi dia malah menamatkannya lebih dulu dariku.” geleng Hiro mengingat masalah yang dibawa puteranya.
“Aku akan segera memiliki cucu.” Jawab Hiro pelan, dan itu membuat Ladh dan Bisma tertegun mendengarnya.
“Bagaimana bisa?” ujar keduanya bersamaan
3 hari setelah Dome kembali ke Jepang bersama orang tuanya, ia benar-benar mendapat tiket golden dari orang tuanya untuk membebaskan kegalauan hati di tempat hiburan malamkah, atau menghamburkan uang sesuka hati dengan para gadis.
Tapi, dalam satu minggu kemudian, kemalangan menimpa Dome, ia yang menikmati hari-hari mematahkan hati para gadis justru mendapat karma dari seorang gadis lain.
Ia ditemukan seorang dokter di pinggir jalan setelah baku hantam dengan geng yang saudarinya diputuskan Dome. Dan dalam kepungan anggota Yakuza, ia tidak takut sekalipun setelah dipaksa menyelamatkan nyawa Dome yang sekarat kala itu.
Takdir mereka cukup unik, Dome yang tidak suka berhutang berusaha membalas bantuan pada si dokter cantik tapi selalu ditolak, padahal Dome lihat sendiri jika dokter itu bukan dari kalangan keluarga berada.
Dan akibat penolakan itu, Dome gencar memaksa dokter itu menerima pemberiannya, bahkan misi penculikan pun sudah berkali-kali dilakukan tapi tetap nihil. Dome bak terhina di sini.
Hingga dititik akhirnya, ia seperti melihat sosok Dira tapi dalam sisi yang lain dan obsesinya membuncah. Maka dari itu, ia sengaja menghamili gadis itu dengan mengurungnya di markas Yakuza. Dan jika tidak karena kedatangan Hiro bersama istrinya, mereka tidak akan tahu ketengilan puteranya itu dengan menghamili anak gadis orang.
“Jadi? Apakah gadis itu menuntut kalian?” Ladh bertanya penuh penasaran
“Tidak, orang tuanya takut.” Jawab Hiro,
__ADS_1
“Betul juga, kalian adalah mafia besar dan mengerikan.” Ujar Ladh memberi fakta Yakuza.
“Lalu bagaimana kelanjutannya?” Tanya Bisma penasaran.
“Tentu akan kami nikahkan, tapi Miyaichi menolak.” Jawab Hiro lagi
“Oh ya? lalu Dome?” bisma dan Ladh kadung penasaran, maka dari itu mereka tak henti memburu Hiro.
“Justru dia yang sudah merancang pernikahan, aku bersama Latina saja bingung karena pernikahan mereka akan diselenggaran 2 bulan dari sekarang.” Jawab Hiro menggelengkan kepala.
Belumlah terkejut puteranya menghamili gadis baik-baik, dan jantungnya dibuat treadmill lagi akan kabar dari Dome yang sudah menyiapkan pernikahan 2 bulan dari sekarang.
“Sabar, kau akan menjadi kakek lebih dulu dari kami, jadi kau harus belajar menjadi bijaksana sekarang.” Tawa Bisma dan Ladh menasihati Hiro yang hanya bisa pasrah mendengarnya.
“Setidaknya aku sudah menjadi kakek sekarang.” Ujarnya tersenyum, sisi yang akan menyenangkan bagi ia dan istrinya di hari pensiun menjadi pimpinan Yakuza.
“Om,” Suara yang menyela obrolan pria paruh baya itu.
“Paul.” Bisma yang menyahut
“Wah, kau sudah mendapatkan calon sepertinya.” Hiro ikut menimpali, melirik kedatangan putera Ladh bersama seorang wanita cantik tapi terkesan sederhana pembawaannya.
“Kau siap-siap akan kena semprot adikmu, Paul.” Ladh memberi informasi penting pada Paul.
“Tentu, tak masalah pa.” Kekeh Paul.
“Kenapa memangnya?” Hiro dan Bisma yang bertanya
“Karena dia dilangkahi oleh Dira, sungguh luar biasa ia memeras adiknya dengan meminta mobil keluaran terbaru.” Ladh masih mengingat hal itu, Alexio bahkan menambahkan kepemilikan saham pada Paul sebagai izin melangkahi abang Dira.
“Tak apa, itu tradisi bukan?” Hiro sedikit tahu soal itu.
“Iya, tak apa, lagian bukan sesuatu yang besar juga, Ladh.” Bisma mengikuti ucapan Hiro yang tak mempermasalahkannya.
“Tuh, mereka saja tidak masalah, pa. Hahaha.” Tawa Paul bersiap meninggalkan tempat itu untuk menuju pelaminan, sengaja mencari momen menyebalkan untuk adiknya.
“Hai sayang.” Sapa Paul pada Dira yang selesai konser bersama idolanya.
“Abang, siapa itu? Eh... bentar... kayaknya Dira kenal deh.” Dira memandang gadis yang dibawa abangnya dan seketika mulutnya membuka dan matanya beralih pada Paul.
“Abang?” tanyanya dan diangguki Paul segera.
“SYUKURRRINNN, bucin sana, makanya jangan mainin anak orang, karma melimpah.” Sembur Dira mengetahui jika gadis yang dibawa abangnya adalah salah satu kutu buku kampus, tak tersentuh siapapun.
“Kak Syila, balaskan dendam para gadis yang dipatahkan abang-abang penjual PHP ini, ya.” ujar Dira merengkuh pundak kekasih Paul.
__ADS_1
Melihat Paul membawa seorang gadis di hadapan ayah dan adiknya, membuktikan jika tak lama lagi, kebahagiaan akan menyertai keluarga mereka lagi.