Alexio "Diary Merah Muda"

Alexio "Diary Merah Muda"
Bab 109


__ADS_3

Menguasai dua mafia besar sekaligus, membuat Dome mampu memperoleh banyak informasi dengan sangat deras dan mudah. Apalagi akses dari Hiro diberikan seleluasa mungkin pada putera tunggalnya itu. Kasih sayang Hiro dan istrinya melimpah untuk Dome, hanya saja mereka memiliki masa lalu kelam saat masih mengawali menjadi orang tua, justru terlibat asmara terlarang yang buruknya lagi disaksikan putera mereka.


“Dome.” Panggil Latina, ibu Dome. Ia sudah mendengar hasil pengobatan pada puteranya, pun dengan Hiro Taoka.


“Puteraku.” Hiro yang berdiri di sisi Latina merasa malu sebenarnya, kisah terlarang itu tidak mereka bayangkan mampu menembus batas kemampuan Dome menahan rasa kecewa itu. Berbuah pada kejiwaannya, merefleksikan rasa marah pada jijik dan dituangkan dengan kebiasaan Dome melukis apa yang membuatnya marah kala itu.


“Kami minta maaf padamu, sebagai orang tua, kami tidak memberikan contoh yang baik padamu saat masih belia. Kami justru membuat luka yang dalam padamu, Dome.” Hiro berat untuk memulai pembicaraan pada anaknya. Meski pada masa itu, mereka berdua bukan membina pernikahan atas dasar cinta, hanya bisnis semata. Hingga masa kisah manis keduanya-lah yang masih bertahan dan membuat jalinan itu menjadi terlarang meski telah Hiro dan Latina sudah menikah.


“Sayang, kalau pun kau tidak mau memberi maaf-pun, kami tidak akan memaksa, kesalahan kami memang sangat buruk.” Latina, sang ibu ikut menambahkan. Tangannya terulur dan menyentuh lengan Dome.


“Apa kalian tidak ada pembelaan sedikitpun, kasih aku alasan kalian melakukan hal menjijikan di saat aku adalah buah cinta kalian.” Lirih Dome melirik dua orang tuanya, ia tidak tahu jika benih yang tertanam pada Latina dan Hiro dilakukan tak lain dalam kondisi sama-sama tidak sadar alias sengaja mabuk agar bisa melalui malam mereka


“Kami tidak akan melakukan pembelaan, karena yang kami lakukan benar-benar buruk, Dome.” Ujar Hiro, ia tak akan beralasan pernikahan paksa, karena itu akan jauh menyakiti Dome, jika tahu ia dibuat dalam kondisi orang tuanya saja tidak saling mencintai.


“Baiklah, jangan temui aku dulu. Pergilah.” Dome turun dari brangkarnya, alunan lagu Blackpink tetap memutar di layar televisi besar. Pemuda itu hengkang dari hadapan orang tuanya, ia yang mengusir, tapi ia yang justru pergi.


“Sayang.” Latina menyentuh lengan suaminya.


“Kita turuti, akses tetap buka untuknya, kau tahu jika ia sedang memanfaatkan bawahan kita untuk mencari informasi.” Jawab Hiro yang diangguki istrinya.


“Itu adalah kesalahan kita di masa lalu, begitu buruknya dampak yang kita ciptakan bagi putera kita. Maka, saat ini kita hanya tinggal menebus kesalahan itu dengan bahagia menjadi keluarga bahagia bagi Dome.” Sambung Dome


“Iya, aku menyesal membuat ingatan buruk bagi Dome, aku ibu yang buruk, hiks hiks.” Latina terisak, mengingat kesalahan besarnya yang juga berselingkuh dengan kekasihnya meski sudah menikah dengan Hiro.


Dome mendengar pembicaraan orang tuanya, ia tidak menutup rapat pintu ruang rawatnya, masih menyisakan celah. Dadanya membuncah gejolak aneh, entah apa itu, kebencian sudah memudar, kemarahan sudah surut, hanya kecewa masih bertahan, namun ada rasa hangat yang menerpanya. Ia berharap apa yang dijanjikan orang tuanya memang nyata apa adanya, bukan gimmick semata.

__ADS_1


“Hei, kau kenapa?”


“Astaga.” Dome terkejut melihat kedatangan Dira, keburu ia menarik tangan kekasihnya menjauh dari ruangannya, khawatir ketahuan orang tuanya jika ia menguping.


“Hei, kenapa?” Dira semakin heran ditarik hingga langkahnya terseret mengikuti kemana Dome membawanya sekarang.


“Sstt, diam.” Pelan, Dome mengerlingkan matanya pada Dira, keduanya sampai di bangku taman gedung psikiatri. Di mana pasien sering menghabiskan waktu di sana jika bosan di ruangan.


“Kau sudah bisa melakukan rawat jalan, Dome. Jadi segera urus kepulanganmu.” Ucap Dira santai. Memang pasien ini rada aneh, bukannya risih di rumah sakit malah menjadikan seperti hunian sendiri.


“Aku tidak ada tempat pulang, rumahku jauh di Jepang sana. Susah aku berobat nanti.” Jawab Dome datar, tengil memang.


“Kau saja bisa membeli barang-barang mahal di ruanganmu, jadi untuk menyewa apartemen tidak susah, Dome. Apalagi kau keluarga kaya raya.” Sahut Dira merasa aneh sendiri.


“tidak mau, aku sibuk, jadi jangan ganggu.” Balas Dome, mengambil ponselnya lalu menelpon suruhannya yang sudah 3 hari belum ada kabar.


“...”


“Ck, aku tidak mau tahu, cepat.” Klik... tanpa menunggu jawaban, Dome mematikan panggilan begitu saja.


“Siapa?” tanya Dira penasaran


“Anak buahku.” Cetusnya singkat yang hanya di ‘o’ kan saja oleh Dira.


.

__ADS_1


.


.


Di saat Linda tahu bahwa suaminya masih memperhatikan kembarannya, ia sudah merasa minder dengan keberadaannya sendiri. Hatinya sudah dicuri semuanya oleh Bisma, maka saat perasaan pria itu rupanya masih terikat pada kembarannya, maka Linda sudah bingung bagaimana menata hatinya yang sudah dipukul keras itu.


Pikirannya langsung terbagi, menjadi kacau hanya karena satu informasi itu saja. Padahal tanpa dia ketahui, masih banyak yang ditutupi suaminya itu darinya... yang bisa jadi akan melukai Linda semakin dalam dari ini.


“Bereskan kekacauan yang dilakukan Yakuza itu, jangan mereka kira kita tidak tahu jika dimanfaatkan untuk kepentingan mereka.” Bisma tengah garang ketika salah satu pengawalnya memberikan informasi jika bawahan Suprapto menghabisi anak buah Bisma tanpa habis hanya karena Yakuza menumbalkan anak buah Bisma dengan memberi tahu ada pengintai di markas Suprapto.


“Siap bos.” Sahut asisten Bisma.


“Bagaimana dengan Alexio? apakah penyelidikannya pada ayahku sudah membuahkan hasil?” tanya BISma


“Sepertinya belum bos.” Alexio memang tampak terlihat hilir mudik menyelidiki Suprapto, namun puteranya belum tahu skandal kakeknya, begitu pikir Bisma. Padahal sebaliknya.


“Awasi puteraku, sepertinya Yakuza juga mengintai Alexio, istriku dan semua keluargaku.” Titah Bisma yang diangguki bawahannya.


Bisma tahu jika ayahnya membenci Alexia, puteri tunggalnya. Dan ia juga tahu perihal siapa Linda, kembaran atau adik dari Andriana, kekasihnya yang teraniaya oleh keluarga Bisma sendiri. Maka dari itu, saat sibuk mencari keberadaan Andriana yang menghilang bak ditelan bumi, Bisma mendapat info baru saat seorang gadis menghampirinya di kampus saat ia mengenyam pendidikan di Prancis.


Linda namanya, mata indah itu tidak luput dari alasan Bisma menerima perempuan itu, karena sama persis layaknya milik Andriana.


Dan jackpot itu pun diperolehnya, saat profil Linda yang belum terhapus sempurna itu memberi tahu jika istri Bisma ternyata kembaran Andriana. Karena wajah sebelum kecelakaan sempat terekspos di salah satu majalah bisnis edisi lama. Maka dari itu, Bisma bak kembali pada nostalgianya, ketika ia pikir wanita yang berganti wajah itu adalah kekasihnya, namun ketika sudah hamil anaknya, ia dikejutkan fakta, bahwa Andriana tengah terbaring dalam masa pengobatan di sebuah tempat terpencil.


Itu pun tak sengaja diketahuinya ketika wanita itu mendapat pengobatan serius di salah satu rumah sakit akibat rencana bunuh diri. Mengakibatkan, Bisma memposisikan Linda tak lain sebagai wanita yang harusnya tidak ia cintai saat itu.

__ADS_1


Di lain tempat...


“Habisi siapapun yang mengganggu daerahku!!!” pekik Suprapto ketika salah satu bisnis haramnya terendus media. Ya, perdagangan orang yang selalu laris dan menjadi langganan kliennya kini tengah menjadi perhatian banyak orang, ketika ada momen keberadaan Suprapto tengah melakukan transaksi di salah satu dermaga dengan beberapa bocah tanggung menyembul dari dalam kontainer yang terbuka.


__ADS_2