
Dengan penuh tekad serta dendam menyala yang lama terpendam kembali menyeruak dari dalam jiwanya, Alexio siap untuk mengadakan pesta besar-besaran yang khusus dipersembahkan spesial untuk kakeknya yaitu Suprapto. Ia akan memastikan jika sang kakek akan mendapatkan kejutan yang tak akan terlupakan sepanjang hidupnya.
“Selamat datang di pesta kejutan, kakek.” Ucap Alexio memberikan sebuah berkas pada asistennya untuk dihandel selanjutnya.
“Pastikan sampai sesuai perintahku.” Ucap Alexio
“Siap bos.” Sahut Leo menganggukan kepalanya patuh.
.
.
.
“Bisma,, a-aku ma-mau bicara padamu, boleh?” Tak tahan akan fakta jika suaminya masih menyimpan rasa pada sang kembarannya, Linda mengenyampingkan urusannya untuk balas dendam pada mertuanya, meminta konfirmasi agar tidak ada yang mengganggu misi balas dendam yang sudah disusun rapi.
Bisma menoleh, ia yang sedang merapikan map di ruang kerjanya tersenyum teduh pada Linda yang baru saja menutup pintu.
“Kemarilah.” Panggilanya, Linda mengikuti dan duduk dipangkuan suaminya seperti biasa. Ini yang membuatnya semakin galau, Bisma memberikan perhatian layaknya seorang pria kepada wanita, tapi kenapa dalam hati pria itu masih tersimpan nama Andriana. Jika saja Bisma kaku atau tidak memberikan perhatian, ia dengan mudah akan berpaling saja, tapi jika dengan cara pria ini yang tampak mencintainya, ia bisa apa.
“Boleh aku minta kejujuran padamu.?” Tanya Linda yang diangguki Bisma.
“Iya, apapun itu sayang, aku akan menjawab jujur.” Jawab Bisma, merapikan rambut Linda yang terurai. Berbeda dengan Andriana, Linda terkesan feminimin dengan rambut panjangnya sedangkan Andriana terkesan tomboy namun masih manis dipandangan Bisma.
“Apakah kau....” Linda terlihat kesulitan melanjutakan kata-katanya, tenggorokkan tercekat hebat. Berulang kali salivanya ia alirkan agar tidak terasa kering.
“Hmm iya..” Bisma menunggu kelanjutan ucapan istrinya dengan sabar.
“Apa kau mengenal Andriana?” dengan satu tarikan nafas dan memburu cepat pengucapannya, Linda berhasil melengkapi kalimatnya yang mampu membuat Bisma bukan sekedar tercengang semata tapi membeku dengan alis berkerut dalam
__ADS_1
Rengkuhan dipinggang Linda saja terasa mengendur, nafasnya terdengar berat. Dan Linda yang sadar akan hal itu sudah tidak sanggup melihatnya, padahal ia sudah tahu bahwa Bisma kerap mengunjungi kembarannya, namun melihat langsung reaksi Bisma terasa lebih sakit.
“Baiklah, aku mau tidur kalau begitu.” Linda bangkit dan hendak meninggalkan suaminya tak bisa bergerak. Bisma kembali menarik Linda dalam pelukannya, masih dengan posisi Bisma duduk dan Linda berdiri, pria itu erat enggan melepaskan.
“Maaf, maafkan aku Linda. Maaf jika aku tidak jujur padamu.” Kalimat pertama yang meluncur dari bibir Bisma.
“Tapi sungguh, sungguh aku tidak berbohong jika hatiku sudah sepenuhnya menjadi milikmu.” Lanjutnya bersungguh-sungguh, tapi entahlah, Linda tidak bisa menebak kejujurannya karena ia tidak bisa merasakan apapun saat ini kecuali sikap posesif Bisma.
“Tapi kenapa kau..” Linda tak bisa melanjutkan ucapannya.
“Aku pikir, Andriana sudah meninggal, tapi setelah aku melihat dirimu di salah satu majalah Paris, dari sana aku tahu jika kau kembarannya Andriana yang pernah dibicarakan dulu.” Cerita Bisma
“Dan aku sengaja menyuruh orang mengikutimu sampai tahu jika ternyata kau merawat Andriana yang ku pikir sudah meninggal.” Lanjut Bisma
“Dan kau menerimaku?” Linda menanyakan alasan Bisma mendekatinya
Linda mencermati bola mata tajam milik Bisma, mencari kebohongan, dan itu,,,, jujur.
“Lalu.. bagaimana dengan Andriana.” Ucap Linda masih memikirkan kembarannya.
“Sebelum tersentuh keluargaku, kami sudah putus, aku sengaja memutuskan Andriana namun tetap memberikan biaya penghidupan padanya. Karena keluargaku tidak akan segan-segan mengganggunya jika tahu aku masih berhubungan dengan Andriana,.” Ucap Bisma merasa bersalah
“Harusnya kau tetap berada di sisi Andriana bagaimana pun keadaannya, aku kecewa padamu, kau tahu bagaimana kondisinya saat itu, ia terpuruk bahkan ia depresi, Bisma.” Kecam Linda lirih.
“Iya aku tahu dan aku bersalah, tapi kau tahu, saat itu aku belum bisa apa-apa untuk melindungi kekasihku sendiri.” Bisma tertunduk menyesali semua jalan hidupnya bersama Andriana dulu.
“Lalu, apalagi rahasia yang kau tutupi dariku selain Andriana?” Linda memancing jawaban Bisma lainnya, jika pria ini memang mencintainya, tentu tidak sulit berbagi cerita, bukan?
“Rahasia soal apa, sayang?” tanya Bisma, begitu banyak rahasia yang disimpannya.
__ADS_1
“Kenyataan tentang kematian puteriku.” Sahut Linda mengawali dengan fakta Alexia.
“Kau yakin soal itu?” tanya Bisma balik dan diangguki Linda.
“Namun aku ragu, karena saat tragedi itu, hanya guru les dan Alexia saja yang terluka, sedangkan kau hanya tergeletak di luar tanpa luka.” Jelas Bisma merasa aneh kala itu dengan tubuh tersangka dan puterinya sedangkan istri tidak terpercik noda darah sedikitpun.
“Alexio bagaimana?” tanya Linda ingat akan Alexio yang ikut kala itu
“Ia berada dalam mobil di posisi penumpang dan melakukan panggilan pada ayah.” Jawab Bisma
“Alexio? menghubungi ayahmu malam itu?” tanya Linda terkejut
“Lalu siapa yang mengautopsi tubuh tersangka malam itu?” Linda yang langsung mengkremasi mayat Roni agar keluarga pria tidak menaruh curiga besar mengenai kisah tragis kematiannya.
“Aku, kenapa?” tanya Bisma
“Tidak apa-apa, lalu siapa yang menjaga Alexia dan Alexio saat itu.” Tanya Linda lagi.
“Ayah dan dokter Ladh serta asistenku.” Jawab Bisma lagi.
“Kau dan Alexio sempat syok kala itu, namun menurut cerita dokter Ladh dan ayah, Alexia mengalami kondisi dimana ia harus dioperasi hingga 1 hari kemudian puteri kita dioperasi berbarengan dengan Alexio juga yang dioperasi.” Jawab Bisma
“Apa tidak aneh menurutmu? Bagaimana bisa donor jantung untuk Alexio mendadak ada malam itu?” tanya Linda sadar akan jawaban Bisma barusan
“Aku tidak tahu, ayah bilang ada pendonor malam itu, ia juga mengambil hati Alexia untuk dpindahkan pada Alexio. namun tak lama operasi, nyawa Alexia tidak tertolong dan aku sudah menanyakan pada dokter Ladh tapi malam itu ia tidak bertugas dan diganti dokter lainnya.” Jelas Bisma yang ingat jika Ladh hari itu tidak menerima operasi dan memilih liburan bersama keluarganya, tidak seperti biasanya.
Linda tampak berpikir, ada yang aneh di sini. Tidakkah kebetulan yang aneh meningat betapa sulitnya menemukan pendonor yang cocok untuk puteranya kala itu, bahkan di pasar gelap pun mereka tidak menemukan jantung yang cocok untuk Alexio. makanya mereka harus rutin melakukan pengobatan untuk membantu detak jantung bocah itu tetap bisa berdegub setiap harinya.
“Lalu selanjutnya, apakah kau tahu dengan aktifitas ilegal ayahmu pada bisnis haramnya yang sudah terekspos media akhir-akhir ini?”
__ADS_1