Alexio "Diary Merah Muda"

Alexio "Diary Merah Muda"
Bab 36


__ADS_3

Dira sudah rapi kembali...


Ceklek


Pemuda itu masih setia menunggunya.


Alexio berdiri bersedekap di salah satu tiang di depan kamar mandi


Ahhh tamvan sekali babang Al itu.


Iler tolong kondisikan.


“Ekhem.” Dira berdeham keras


“Sudah selesai, maaf aku fokus melihat ponsel.” Alexio mendekat.


“Terima kasih Alexio.” Ucap Dira tulus.


Ia berterima kasih Alexio menungguinya di depan kamar mandi, setidaknya ia tak perlu khawatir nanti siluman sialun itu datang kembali dan membully dirinya.


Mereka berjalan sepanjang koridor sekolah, masing-masing diam dan sibuk dengan pemikirannya sendiri.


Apa lagi Dira...


Di kepalanya sudah penuh dengan kesumat untuk membalas para sialun itu.


Lihat saja, ini aku, Dira Kairan Ladh, titisan Wonder Woman


“Apa yang terjadi denganmu tadi, Dira?” alexio memecah keheningan diantara keduanya.


Koridor sepi, sepertinya sudah sibuk belajar semua, dipastikan keduanya memang telat mengikuti jam pelajaran saat ini.


Alexio si aman aja, noh bapaknya yang punya sekolah, mana siswa cerdas, tidak sulit mengejar ketertinggalannya.


Lah Dira? Gampanglah, dia banyak agen rahasia yang membantunya belajar, apalagi PR, eihh itu mudah sekali.


“Ah, tadi itu, erghhh aku kesel banget.” Jawab Dira tanpa menutupi insidennya.


“Kamu dikerjain?” tebak Alexio


“Hmm, gak tahu siapa, tapi lihat aja, aku balas mereka nanti.” Dira mengepalkan tangannya kencang., namun tak lama kepalan itu luruh lagi karena Alexio menggenggamnya kini.


“Jangan dendam, gak baek.” Ucap Alexio bijak


Dira menoleh, tidak salah ini cowok berucap demikian.


Helloowwww, siapapun tahu siapa Alexio.


Siswa badung yang anti tak membalas dendam.


Sikut sedikit hayok tawuran


Senggol dikit, hayok berantem


Eh sekarang ngasih pencerahan ke Dira.


“No, aku tetap bakalan bales, tak jambak lambe mereka satu-satu, tak tarik rambutnya, gundulin, siram air selokan dan ceburin ke sumur yang ada Sodakonya.” Cerocos Dira gemas.


Alexio terkekeh mendengar penuturan panjang kali lebar dari bibir Dira.


Gemas sekali rasanya.


“Waduh, Yang Mulia ratu yang mengajar.” Dira mendadak menghentikan langkahnya saat netranya menangkap siluet guru matematiknya yang mengajar.


Terlambatnya kelewatan, mau masuk mampus, gak belajar juga mampus ini alamatnya.


“Kenapa?” Alexio heran ketika Dira menghentikan langkahnya di ujung kelas.


“Itu, lihatkan, Yang Mulia Ratu.” Tunjuk Dira pada guru matematikanya.


“Terus? Gak mau masuk.” Ujar Alexio

__ADS_1


“Bingung, galau dedek bang.” Celetuk Dira.


“Ahh bolos ajalah, kepalang, paling ntar ambil tugas aja dan minta bantuan agen gue ngerjainnya.” Cetus Dira yang kata-katanya membuat Alexio menaikkan alisnya.


“Agen?” tanyanya ketika ada kata ajaib dari mulut Dira.


Dira menoleh, cengengesan.


“Hehehe, Aku kan belum pintar Alexio, jadi memanfaatkan teori simbiosis mutualisme sebagaimana mestinya.” Sahut Dira nyengir kuda.


“Ya ampun Dira.” Alexio menggelengkan kepalanya.


“Jadi mau kemana?” lanjut Alexio karena Dira sudah memutuskan membalik tubuhnya untuk menyingkir dari area kelas 12 E.


“Gak tahu, perpustakaan aja kali ya, biar gak ketangkep Yang Mulia satunya lagi.” Jawab Dira


“Yang Mulia satunya lagi? Siapa?” tanya Alexio penasaran


“Pak Joko.” Bisik Dira pelan sembari matanya bersileweran, harap-harap cemas jika ada bayangan baginda raja itu di dekatnya.


“Bwhaaaaa.” Gelak tawa Alexio pecah dan gegas Dira membekap mulut pemuda itu, karena sudah dipastikan memancing atensi semua orang yang punya telinga.


Bisa bahaya balak 12 dong kalau semua menangkap basah dirinya bolos.


Apa lagi baginda raja dan Yang Mulia ratu.


“Ayo, kaburlah.” Ia menggeret tangan Alexio untuk mengikutinya.


Dan Alexio menerbitkan senyumnya saat melihat gadis itu menggenggam tangannya erat.


Hangat


Nyaman


Dan.... menenangkan


Itu yang ia rasakan.


“Eh kamu balik gih ke kelas sana.” Tiba di perpustakaan, Dira baru menyadari jika Alexio dan dirinya kan berbeda alam jadi salah jika ia mengajak Alexio berpetualang saat ini.


“Gak mau masuk?? Nanti keburu ada baginda raja dan Yang Mulia ratu loh.” Seloroh Alexio melihat Dira.


Dira bergegas masuk.


Jangan sampai ia tertangkap kan.


“Kalian tidak belajar?” tegur salah satu staf perpustakaan ketika melihat kedatangan sepasang siswa itu.


“Ehmm, pusing bu. Iya, kepala saya pusing.” Itu Dira yang beralasan, Alexio hanya menggelengkan kepalanya saja mendengar jawaban Dira.


“Kalau pusing ya ke UKS, kenapa kemari.” Jawab staf perpustakaan.


“Saya lagi nyari bahan tugas bu.” Sahut Alexio menimpali yang langsung diangguki staf tadi.


Yeee, dasar KKN memang. KOKGITUSIH, KOKPILIHKASIH, NOH.


Coba saja Dira yang berucap begitu, pasti panjang kalimat jawaban staf tadi


Berhubung anak yang punya sekolah yang menjawab, damai lah sudah.


“I-iya, kami mencari bahan tugas bu.” Sambung Dira kikuk.


Tapi tak digubris.


Ihhhhhhh Dira kesel kan.


“Bodo’ lah, mau tidur aja.” Ia menolak langkahnya ke salah satu sudut perpustkaan


Dapat!!!


Nyaman, dingin, dan jauh dari jangkauan mata staf perpustakaan dan CCTV

__ADS_1


Nyesssss.


Ia mendaratkan bokongnya di kursi dengan bantalan empuk.


Merebahkan kepalanya di atas meja, bersiap tidur.


Bruk!


Sontak bangkit


“Ayo belajar.” Ujar Alexio dengan tumpukan buku-buku yang mengerikan dalam pandangan Dira.


Matematika.


Aishhh vertigo Dira pasti langsung kumat setelah ini.


“Aku ngantuk banget Alexio.” Cetus Dira kembali merebahkan kepalanya.


“Kalau belajar, gak bakalan ngantuk lagi.” Balas Alexio


Itu kata anak-anak cerdas dan kutu buku modelan Alexio... tidak untuk Dira... yang beruntung bisa menaiki undakan tangga dari kelas 10 sampai 12.


Gak bakalan mempan ngantuk lalu sadar oleh belajar.


Bullshit itu,,,,


Dira menoleh, menopang kepalanya dengan satu tangannya, menatap Alexio yang sudah membuka buku mengerikan tadi.


“Ini.... kamu baca...” Alexio menunjuk halaman lalu mulai berucap.


Tapi Dira hanya mampu menyerap visual Alexio saja, tidak dengan kata-katanya.


Sumpah, mendadak telinga Dira tuli, atau volume suara Alexio yang di mute?


Sampai


Cup!


Dira terbelalak sempurna


Alexio menciumnya lagi sekilas


“Melamun aja, aku jelasin juga.” Kekeh pemuda itu menatap ekspresi cengo Dira.


“Masih melamun? Mau aku cium lagi?” cetus Alexio bersiap mengikis jarak lagi.


Dira mundur...


“Alexio.” Ucapnya saat Alexio sudah semakin dekat.


“No, nanti kamu pingsan lagi.” Lanjut Dira semakin memundurkan tubuhnya.


Ting!!


Bersamaan dengan wajah Alexio yang mendekat, denting pesan berbunyi


Ponsel Dira


“Sebentar” Dira menahan kepala Alexio dan menoyornya mundur.


‘Dira? Hari ini kita akan mulai memberikan terapi untuk Alexio, kamu siap sayang?’


Dira membaca nama pengirim, Linda, ibunya Alexio.


‘Iya tante, Dira siap.’ Balas Dira cepat.


“Siapa??” Alexio menyipitkan matanya menatap Dira yang fokus berbalas pesan


“Lihat.” Alexio mendekatkan kepalanya hendak melihat.


“Diih kepo. Gak boleh.” Tolak Dira langsung menutup kotak pesannya.

__ADS_1


“Bukan siapa-siapa.” Sambung Dira lembut.


Baiklah, hari ini semuanya akan dimulai, dengan mengawali mengakhiri hubungan Dira dengan Jonathan, dan masuk ke dunia yang diciptakan Alexio di mana Dira harus siap bertemu dengan sosok bernama Xia, teman hayalan Alexio selama ini.


__ADS_2