
“Sialan kalian berdua!” Alexio mengumpat kesal pada dua sahabatnya yang justru tertawa menanggapinya.
“Masih bisa ketawa rupanya, lihat saja, pulang nanti nama kalian sudah berganti di ruangan ini.” ancam Alexio tapi ucapannya sama sekali tak menyurutkan tawa Andy dan Barry.
“Sanggup mecat temen sendiri yang sudah tahu isi perusahaanmu, Al? Gak yakin kami, karena lo susah percaya sama orang lain.” Barry dengan entengnya membalas ucapan Alexio.
“Betul itu. Lagian kan sebentar aja kok gantiin kami ngurus perusahaan ini, punya sendiri juga kok.” Andy menimpali.
“Iya sebentar, tapi kalian menunda waktu pernikahanku kalau harus menunggu 2 bulan kalian bulan madu.” Jengkel sekali wajah Alexio.
“Sudahlah, Al. Itung-itu ini libur kami yang tak pernah diambil.” Andy dengan santai mereguk jus jeruk dengan seringai jahil di wajahnya.
“Aku sudah berjanji dengan Dira untuk menikah bulan depan, tidak mau menunda lama. Dan kalian mengulurnya menjadi 3 bulan kemudian. Setan memang kalian berdua!!” omel Alexio panjang lebar.
“Hei, hei, kau tega membuat kami terus bekerja sedangkan kami baru menikah? Jangan begitu Al, kami juga butuh senang-senang.” Barry terkekeh
“Iya, bukankah nanti kau akan dapat keuntungan jika kami berhasil bulan madu?” Andy berujar dengan kalimat tanya.
“Keuntungan? Apa??” tanya Alexio tak paham.
“Kau akan mendapat keponakan lucu-lucu nanti jika kau merelakan kami 1 bulan untuk honeymoon.” Gelak tawa Andy menyertai jawaban, begitupun Barry yang ikut dalam tawa itu
Sementara Alexio memberengut mendengarnya. “Aku tidak mau tahu, kalian langsung saja dalam 1 bulan ini pergi jadi bulan depan sudah ada yang membantuku.” Omelnya lagi, masih belum ikhlas.
“Mana bisa, bulan ini aku duluan pergi, lalu bulan depan Barry. Jadi selama aku pergi akan ada Barry yang menemanimu.” Andy menggunakan telunjuknya menggerakan kiri kanan sebagai penolakan.
“Barry membantuku? Dia juga akan menikah bulan depan, mana maksimal dia membantuku!” sergah Alexio mengeluh.
“Sabar Al. Kau saja bisa menunggu waktu selama tahunan untuk Dira, apalah arti 3 bulan ini, bukan?” ujar Andy tapi wajahnya itu membuat Alexio sebal melihatnya.
“Setan kau!!” ucap Alexio bertambah kesal.
.
.
.
__ADS_1
“Sayang, apakah kau yakin tidak ingin baju pengantin yang mama bawa ini?” Linda yang datang bersama seorang desainer ternama asal Prancis untuk merancang langsung gaun pernikahan calon menantunya kembali diberi gelengan kepala oleh Dira.
“Yang sederhana saja ma.” Selalu begitu jawaban Dira.
“Sayang, uang tidak jadi masalah, ini adalah pernikahan pertama dan terakhir kalian berdua, jadi tidak apa dalam satu waktu memakai uang, toh hanya dengan uang Alexio saja sudah lebih dari cukup untukmu menunjuk gaun manapun.” Linda tak henti membujuk puteri Ladh yang kekeuh akan model gaun impiannya.
Sederhana.
“Mah, ini yang Dira mau.” Seperti sudah direncanakan gadis itu sebelumnya, ia menyerahkan miniatur boneka barbie kepada calon mertuanya itu.
“Barbie? Kau ingin gaun pengantinmu seperti ini?” tanya Linda memperhatikan boneka yang sudah berada di tangannya.
“Heum, tak apakan mah?” Dira mendusel di sisi wajah Linda, merayu ibu Alexio untuk mewujudkan gaun impiannya.
“Buat yang sama persis, jangan sampai terlewatkan detailnya, dan ehmm tambahkan banyak batu berharga di sana, swarovski yang berkilau.” Linda menambahkan selera kemewahan di sana.
“Tak apa kan mama tambahkan sedikit kemewahan di sana?” ujar Linda pada Dira yang diangguki gadis itu pelan.
Jika Dira dengan tenang dibantu Linda, sehingga pekerjaannya sebagai dokter tidak terganggu sama sekali, maka lain halnya dengan Alexio....
Pria itu kerap uring-uringan, Andy yang sudah melakukan bulan madu sama sekali tidak menerima panggilan atau chat Alexio, sementara Barry tidak membantu sama sekali. Hanya 1 minggu setelah Andy pergi, Barry ikut menyibukkan diri dengan pernikahannya.
Maka, tidak salah jika Alexio kesal setiap saat. Apalagi waktu bertemu dengan Dira sangat sedikit, via panggilan pun juga kadang terlewati.
Tapi masa menyebalkan bagi Alexio purna sudah, karena hari ini....
Setelah melewati 3 bulan purnama mengerikan itu, ia bisa melihat wanitanya berjalan mendekatinya dengan didampingi Ladh. Sungguh, jantung Alexio sulit dikendalikan, padahal wajah Dira masih ditutupi cadar.
“Sialan, dadaku berdebar keras.” Umpatnya tanpa sadar
Sesampainya di hadapan Alexio, Dira mengangkat wajahnya. Semakin terpesona sudah anak Bisma menangkap wajah bersinar wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.
Sebagaimana janji pernikahan diucapkan, keduanya dengan yakin mengucapkan kalimat panjang itu dengan penuh keyakinan dan gurat senyum yang tidak bisa dilepas sejak mata mereka saling bertatapan.
__ADS_1
“Pengantin pria, silahkan mencium pengantin wanita.” Pendeta memberi arahan pada Alexio untuk melakukan prosesi berikutnya diawali dengan membuka penutup wajah Dira.
“Dira Kairan Ladh, I love you,” ucap Alexio sebelum bibirnya dengan lembut mendarat di bibir Dira. Istrinya.
Malamnya,,, pesta pernikahan yang mewah diselenggarakan di hotel termahal di negeri ini, ribuan undangan pun datang memenuhi ruangan tempat resepsi pernikahan Alexio dan Dira berlangsung.
“Selamat, dude.” Andy, bersama Larissa mengucapkan kata itu pada sahabatnya yang akhirnya menyusul keduanya.
“Iya, bro, selamat.” Tambah Barry di sebelahnya.
“Kau cantik sekali, Dira.” Puji Larissa pada Dira, padahal riasan pengantin wanita itu tidak mencolok tapi semakin memancarkan kecantikannya.
“Terima kasih.” Balas Dira tersenyum
Setelah sahabat Alexio, giliran Dome yang datang menyalami Dira...
“Selamat, baby.” Dome dengan wajah tulusnya mengucapkan hal itu.
“Sama-sama Dome,” jawab Dira.
“Bolehkah aku mendapat satu pelukan?” tanya Dome
“No, jangan harap.” Alexio yang menjawab.
“Oke kalau begitu. Aku akan mendapatkannya nanti.” Dengan cueknya Dome membalas Alexio.
“Kenapa kau mengenakan pakaian pengantin yang pendek, baby?” Dome melirik pemilihan gaun Dira.
“Aku khawatir akan ada kejutan untukku seperti waktu itu, jadi aku khawatir akan menghalangi gerakku.” Jawab Dira penuh percaya diri.
“”Oh ya? tapi bukankah sejak tadi kau sudah mendapatkan kejutan? Kenapa tidak mendekati kejutanmu?” tanya Dome memancing kejutan dari Alexio berupa kehadiran idola Dira seperti Sheila on 7, Maroon 5 dan Marshmelow pun hadir di atas panggung.
Dira mengulas senyum, “Mereka memang idolaku, tapi tidak membuatku segila kepada Lauv.” Jawab Dira melirik Alexio.
“Kenapa kau tidak menyukai Jisoo-ku? Bukankah banyak para gadis menyukai mereka.” Tanya Dome menyebut salah satu nama personil Blackpink pada Dira.
“Aku bukan tidak menyukai mereka, aku juga tahu dengan idolamu, lagunya pun aku tahu, tapi tidak semenggila dengan penyanyi idolaku.” Jawab Dira
__ADS_1
“Oh ya? lalu bagaimana dengan ini...” Dengan kode anggukan kepala, dan seketika intro sebuah lagu membuat Dira tidak menyesali pemilihan gaun pendek untuk dipakainya saat ini......