Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI, FATIH, ZAHRA & WILLIAM (8)


__ADS_3

    Mentari langsung mencengkram tangan Fatih yang menggandeng tangannya. Dia merasa terkejut, apalagi di tangannya kini ada sebuah flashdisk, yang diberikan oleh William.


"Ada apa?" tanya Fatih begitu Mentari mencengkram tangannya.


"Ada Oppa Willi!" Tanpa sadar Mentari memanggil nama kesayangan mantan suaminya saking terkejutnya dia.


     Fatih hanya mendesah kesal karena Mentari masih saja bilang Oppa Willi. Mentari dapat melihat raut wajah Fatih, terlihat kesal. Jadinya, dia memilih diam.


"Kita makam di sini atau dibawa pulang?" tanya Fatih kepada Zahra dan Mentari.


     Zahra yang tidak tahu apa yang sedang terjadi, memilih makan di resto. Dia juga belum puas jalan-jalan berkeliling mall. Mentari ikut saja apa keinginan Zahra. Saat ini dia berpikir lebih baik dekat Zahra dulu karena Fatih, dalam keadaan cemburu.


     Setelah makan dan jalan-jalan sampai puas, akhirnya mereka pulang ke rumah. Saat perjalanan pulang, Zahra masih dalam senang hatinya. Dia banyak berbicara dan hanya ditanggapi sesekali oleh Fatih dan Mentari.


******


     Mentari lupa, malam ini giliran Zahra, yang tidur dengan suaminya. Tadinya dia ingin memberitahu tentang flashdisk itu. Jadinya, dia melihat sendiri isi dari flashdisk itu. Saat Mentari menyalakan di laptopnya. Isinya sebuah video. Mentari pun menontonnya.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, Baby. Sebenarnya aku ingin membicarakan ini secara langsung tatap muka dengan kamu. Tapi, penjagaan kamu semakin diperketat oleh Fatih. Aku harap kamu mendengarkan cerita aku sampai akhir." Video itu menampilkan sosok William yang sedang duduk dan menghadap ke kamera.


"Aku ingin minta maaf, atas sikapku kepadamu dulu. Sungguh tidak ada niat buruk saat itu. Justru yang aku inginkan adalah kita semua bisa hidup bersama-sama saling menyayangi." William berkata dengan sungguh-sungguh.


"Saat Allura bilang, dia sering dibully di sekolahnya, di rumah perhatian kamu kepadanya berkurang karena adanya Liam. Aku sudah menjelaskan kepadanya bahwa kamu masih sangat sayang kepadanya, tapi dia belum mengerti juga. Allura ketakutan kalau dia akan dibuang oleh kita yang dia anggap sudah menjadi orang tuanya. Ternyata sejak awal Allura sudah tahu kalau aku bukan Daddy kandungnya. Sebelum meninggal, dia sempat minta maaf karena telah menyembunyikan suatu rahasia. Awalnya aku tidak tahu, maksud dari perkataan dia itu apa. Setelah Fatih memberitahu siapa ayah kandung Allura, aku baru mengerti maksud dari sebuah rahasia yang dia sembunyikan. Allura terpaksa diam, saat Jonny, bilang aku adalah daddy nya. Jadi, benar kalau malam itu aku dan Angel, memang tidak terjadi apa-apa. Hanya kamu satu-satunya wanita yang pernah aku sentuh." William tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca.


"Baby, hanya kamu satu-satunya wanita yang aku benar-benar cintai. Dari dulu, sekarang, dan sampai nanti akhir hayatku." Air mata William, meluncur membasahi pipinya.


"Liam ... putra kita. Aku sungguh bersalah kepadanya. Dia terus memanggilmu ... sampai akhir hidupnya. Betapa dia sangat merindukanmu. Sampai dia sakit karena penyakit mala rindu yang dialaminya. Dia sangat ingin bertemu dengan mommy-nya. Aku sungguh bersalah, memisahkan dia dengan kamu. Apalagi dia masih menyusu saat itu. Maafkan aku, Baby. Seandainya saat dia bilang ingin bertemu denganmu, dan aku langsung memenuhi keinginannya. Mungkin saja hal itu tidak akan terjadi. Sehingga putra kita mungkin saat ini masih hidup." William menangis terisak.


    Mentari menangis tergugu, sambil memegang dadanya yang terasa sangat sakit. Dia teringat akan putra yang dia cintai dan disayangi.


"Tapi, itu tidak bisa kesampaian ... karena akhirnya dia meninggalkan kita," kata William dengan nada penuh penyesalan.


"Seandainya, dulu aku bisa menahan emosiku. Aku tidak akan setuju saat kamu mengajak kita berpisah." William mengusap air tangannya dan berusaha menahan tangisannya.


"Dalam hati terdalam aku, sungguh sangat menyesal saat mengucapkan talak, kepadamu. Baby, aku sungguh menyesal saat itu juga, begitu kata talak keluar dari mulutku." William menggelengkan kepalanya dan mengulang ucapannya.

__ADS_1


"Baby, sebenarnya masih ada banyak yang ingin aku bicarakan kepadamu. Tapi, aku ingin membicarakan sesuatu yang penting ini langsung kepadamu. Bukan melalui telepon atau pesan seperti ini. Baby, berhati-hatilah dimana pun kamu berada. Karena mungkin saja Fatih atau aku lengah dari menjagamu. Baby, I Love You." 


    Video dari William pun habis. Kini hanya layar laptop yang gelap. Sementara Mentari masih menangis. Bahkan dia menangis dengan histeris, karena mengingat putranya yang sudah meninggal juga gadis kecilnya. Mentari juga menyesali sikap dia kepada Allura. Seharusnya dia selalu bicara dari hati ke hati dengan Allura. Bukannya menjauh saat gadis kecil itu sering berbuat kebohongan.


******


Kira-kira apa maksud dari perkataan William, kepada Mentari harus berhati-hati, ya?


Apa yang ingin dibicarakan oleh William tentang sesuatu yang penting itu?


Tunggu di BAB selanjutnya ya.


Mudah-mudahan nanti siang bisa UP lagi... banyak tugas... kelas menulis...


******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.

__ADS_1


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.


__ADS_2