Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI - WILLIAM (41)


__ADS_3

Enam bulan kemudian...


      Tidak terasa waktu cepat berlalu kini usia Liam sudah enam bulan. Hari-hari Mentari selalu disibukan dengan mengurus Liam, William, dan Allura. 


     Allura juga kini sudah masuk sekolah di tempatnya si Trio Kancil. Hanya saja mereka beda tingkatan kelasnya. Allura kelas satu, sementara si Trio Kancil kelas empat.


      Allura, sampai sekarang masih saja tidak suka terhadap Liam. Apalagi bayi lucu itu kini sudah bisa merangkak dan mulai berbicara. Membuat semua orang gemas kepadanya. Kemana pun mereka pergi, Liam selalu menjadi pusat perhatian orang-orang. Wajahnya yang tampan perpaduan William dan Mentari. Serta suaranya yang lucu, membuat dia dipuja banyak orang.


    Allura bahkan kini sudah tidak mau lagi mengajak main Liam, beda saat baru lahir. Dulu dia sangat senang dengan keberadaan adik bayinya itu. Bahkan bangga karena sudah menjadi seorang kakak.


    Allura pun semakin dekat dengan pelayan yang bernama Mone. Dia sering berbagi cerita atau bermain dengannya. Bahkan dia tidak sayang mengeluarkan banyak uang saat pergi jalan-jalan ke Mall bersamanya. Allura juga tidak mau kalau pergi jalan-jalan dengan mengajak Liam. Ada saja alasan yang diberikan kepada Mentari dan William agar Liam tidak diajak. Dia akan senang saat Liam sedang bersama Jennifer. Maka Allura bisa memonopoli Mentari selama itu. Entah jalan-jalan atau belajar mengerjakan pekerjaan rumah, akan dia lakukan demi menghabiskan waktu bersama dengan Mentari.


     Allura sering mendengarkan kata-kata Mone. Bahkan Mone juga sering membantu agar perhatian Mentari tertuju kepadanya. Bagaimana cara dan apa yang harus dilakukan agar menarik simpati William. Semua Mone memberitahu. Allura tentu saja merasa senang. Sebab semua yang diperintahkan Mone, itu benar adanya.


******


     William merasa hidupnya telah sempurna. Punya istri yang cantik dan baik, putra yang tampan dan menggemaskan. Serta anak perempuan yang penurut. Hari-harinya di isi dengan senyuman dan tawa ketiganya. Dia juga berusaha menjadi suami dan ayah yang terbaik bagi mereka.


     Bagi William, Mentari adalah wanita paling hebat yang pernah di temui selama hidupnya. Dari membuka mata sampai memejamkan matanya lagi. Mentari tidak lelah mengurusi semua keperluan suami dan anak-anaknya. Meski kini Mentari berubah menjadi lebih cerewet, kepada dirinya.


     William tidak boleh mendekati anak-anak, bila baru pulang dari kantornya. Dia harus mandi dan ganti baju yang bersih. Kata Mentari diluar rumah banyak kuman penyakit yang menempel di baju atau badan.


     William pun semakin sayang kepada Allura. Putrinya itu sering curhat dan menangis, kalau di sekolah dia sering dibully sama temannya karena tidak menggunakan nama keluarga Green. Allura sering merengek terus agar nama Green di sematkan di namanya juga.


     William pun dilema karena dulu sudah janji kepada Jennifer, bahwa tidak akan memasukan Allura ke dalam keluarga Green. Dia hanya bilang ke Allura harus menjadi anak yang baik dan penurut, jika ingin kata Green di sematkan pada namanya.

__ADS_1


******


     Mentari berusaha semaksimal mungkin menjadi ibu yang baik bagi kedua anaknya. Dia akan membagi waktunya antara memperhatikan Liam dan Allura. Bagi Mentari Liam membutuhkan ektra perhatian karena dia masih bayi yang bisanya hanya tertawa dan menangis. 


     Sedangkan Allura sudah besar dan Mentari berpikir kalau diberi nasehat dan kata-kata yang baik, maka akan mudah di mengerti oleh putrinya itu. Mentari akan menemaninya saat belajar dan menidurkannya dengan membaca buku untuknya. Kalau untuk bangun tidur, tugas itu di ambil alih oleh William.


     Mentari juga kadang jalan-jalan hanya berdua dengan Allura tanpa membawa Liam bersama mereka. Saat Allura dapat nilai ulangannya bagus maka Mentari akan menuruti satu keinginannya. Momen itu dimanfaatkan oleh Allura untuk memonopoli perhatian dan kasih sayang Mentari. Mentari pun menyadari itu, tapi dia menganggap kalau itu hanya rasa cemburu sesama saudara. Padahal dirinya berusaha seadil mungkin.


******


     Mentari sedang mengajak berjemur Liam di dekat kolam renang. Sinar matahari pagi yang hangatnya masih suam-suam kuku itu bagus untuk kulit bayinya. Mentari yang sedang berjemur bersama Liam dan mengajaknya bicara sambil dibalas tawa oleh bayi itu, membuat Allura kembali cemburu.


"Ada apa Nona?" tanya Mone saat melihat Allura memandangi interaksi antara Mentari dan Liam.


"Mommy, malah asik mengajak bermain Liam. Sedangkan aku di biarkan sendiri." Allura menunjuk ke arah Mentari yang sedang memangku Liam di pahanya sambil di ajak bicara.


"Iya, benar. Mommy lupa kalau aku juga adalah anaknya daddy," ucap Allura sambil menahan rasa kesalnya.


"Aku punya ide," kata Mone sambil membisikan sesuatu ke telinga Allura.


    Allura pun menganggukkan kepalanya, mengerti apa yang dikatakan oleh Mone. Maka dia pun berjalan ke arah Mentari dan Liam.


"Mommy, ayo main sama aku! Mumpung hari ini aku libur sekolah," ajak Allura sambil menarik sebelah tangan Mentari yang sedang memegang Liam dalam panggilannya.


"Tunggu Allura, tangan Mommy sedang memegang Liam!" Mentari panik karena Allura tiba-tiba menarik tangannya yang sedang memegang tubuh Liam.

__ADS_1


    Namun dengan sigap Mentari melepaskan mainan Liam yang dipegang oleh tangan yang sebelahnya lagi. Kemudian merangkul tubuh anaknya yang akan terlepas.


     Entah bagaimana ceritanya, Allura jatuh ke dalam kolam renang. Kejadian itu terjadi saat William hendak mendatangi Mentari dan Liam yang sedang berjemur di belakang rumahnya, dekat kolam renang.


"Allura!" Mentari panik dan tiba-tiba berdiri, sesaat Allura yang tiba-tiba terjatuh ke kolam renang.


"Allura ...!" teriak William sambil berlari. Kemudian melompat ke kolam renang, untuk menolong Allura.


"Oppa cepat tolong Allura!" teriak Mentari panik.


    Mentari yang menggendong Liam dan mencoba mendiamkannya karena tiba-tiba menangis dengan kencang. Mungkin karena terkejut saat mendengar teriakan ibunya atau karena suara Allura yang terjatuh ke kolam renang.


"Oppa, bagaimana keadaan Allura?" tanya Mentari panik saat William berhasil membawa Allura dari kolam renang itu.


"Aku harap dia baik-baik saja! Lain kali jangan main dorong. Berbahaya!" kata William sambil membopong tubuh Allura ke dalam rumah.


    Mentari terkejut dan mengerutkan keningnya. Dia tidak mengerti maksud dari ucapan suaminya itu. Apalagi nada bicara William terdengar dingin dan kesal.


"Apa maksudnya aku yang sudah mendorong Allura, sehingga dia terjatuh ke kolam!" Mentari menjadi kesal karena mendengar ucapan William barusan.


    Mentari pun ikut masuk ke dalam rumah menyusul William. Tanpa mereka sadari kalau ada seseorang yang tersenyum puas melihat kejadian itu.


******


**JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA YA.

__ADS_1


TEMAN-TEMAN AKU PUNYA KARYA YANG REKOMEN BUAT KALIAN. BACA KASIH LIKE DAN KOMEN YANG POSITIF YA**.



__ADS_2