Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI, FATIH, ZAHRA & WILLIAM (63)


__ADS_3

"Apa Mas tahu alasan khusus aku memilih Mentari dibandingkan wanita lain?" tanya Zahra masih melihat ke arah mata Fatih.


     Mendengar hal alasan khusus itu membuat Fatih merasa penasaran. "Apa itu?"


"Ayo, semuanya! Kita berfoto dulu, ya!" Teriak Ghazali sambil memegang Kamera.


     Belum juga Zahra memberi jawaban, Ghazali memintanya untuk berkumpul. Zahra pun malah merasa langsung tertarik saat melihat si Trio Kancil langsung mengambil posisi paling depan. Ditambah anak-anak kecil lainnya dan membuat si kembar berteriak-teriak ingin ikut gabung dengan mereka juga.


     Semua orang pun berkumpul di tengah-tengah ruang keluarga. Khalid dan Aurora duduk di sofa panjang bersama Fatih diapit oleh Mentari dan Zahra. Si kembar di pangkuan Ghazali duduk jajaran paling depan. Sinar dan Ja'far duduk di sofa sebelah kanan bersama Cantika dan Alex di sofa sebelah kiri ada Abah, Mirna, Aisyah dan Andromeda. William beserta keluarga Erlangga dan Fajar duduk di depan sofa.


     Banyak momen-momen membahagiakan di abadikan dalam foto dan video. Bahkan keseruan tingkah anak-anak balita tidak luput jepretan dan rekaman yang diambil oleh William dan Fajar.


"Tugas para single abadikan momen yang indah ini, ya!" Ejek Ghazali kepada William dan Fajar.


"Lalu kamu sendiri?" Fajar tidak terima karena sebentar lagi dia juga akan menikah sedangkan Ghazali, belum apa-apa.


"Tugas aku menjaga mereka." Ghazali yang masih memangku kedua keponakannya malah tersenyum geli karena si kembar mencubit-cubit kecil tangannya. Sedangkan dihadapannya banyak anak Alex dan Erlangga.


    Zahra yang duduk tidak jauh dari sana tertawa melihat Ghazali dikurubungi anak-anak. Keposesifan Bintang kepada Ghazali sedang kambuh, dia nemplok di punggung dan melingkarkan tangannya di leher Ghazali.


"Mas, lihat Ghazali seperti guru pendongeng yang di kerubungi oleh anak-anak!" Zahra tidak menyangka kalau Ghazali menjadi magnet bagi anak kecil.


"Iya itu karena Ghazali suka dengan anak-anak. Lihat si kembar! Sama Ghazali dia langsung nemplok rebutan sama Bintang. Tadi, Mas ajak nggak mau."


    Mentari mendekati Zahra dan Fatih. "Mas sebaiknya ajak Zahra untuk istirahat. Ini sudah jam sembilan malam. Zahra harus banyak istirahat, loh." 


    Zahra sebenarnya masih ingin kumpul di sana. Tadi juga baru sebentar bicara dengan Cantika, apalagi Mentari sibuk kesana-kemari menyiapkan segala keperluan di sana bersama Pelangi dan Sinar.

__ADS_1


******


    Fatih pun membawa Zahra ke kamar mereka. Kamar mewah tempat yang memiliki cerita khusus bagi Zahra dan Fatih. Malam ini Fatih tidur menemani Zahra. Ternyata Zahra langsung tidur begitu memeluk tubuh Fatih. Mungkin karena efek obat atau karena sudah malam. 


    Fatih tidak bisa memejamkan matanya. Dia teringat dengan perkataan Zahra tadi. Alasan khusus dia memilih Mentari. Selama ini Zahra hanya bilang kalau dia percaya kepada Mentari yang bisa memberikan kebahagiaan baginya. Apa yang dikatakan oleh Zahra itu juga benar adanya, sekarang dia bisa merasakan kebahagiaan yang dimaksud oleh Zahra dulu.


"Maafkan aku, yang dulu pernah meragukan kamu karena meminta aku untuk menikahi Mentari. Aku tidak tahu alasan khusus apa yang kamu miliki itu, tetapi, terima kasih sudah menjadikan Mentari sebagai istriku. Kalau bukan karena kamu, Sayang. Aku tidak akan pernah merasakan ini semua. Terima kasih, terima kasih, Sayang." Fatih semakin mengeratkan pelukannya kepada Zahra.


******


    Mentari tidur bersama si kembar. Dirinya tidak bisa memejamkan mata karena sudah satu Minggu ini dia selalu bermimpi bertemu dengan orang-orang yang sudah meninggal. Semalam, juga yang muncul dalam mimpinya adalah Liam dan Allura. Mereka mengajak main dan tidak mau berpisah dengannya. Justru mereka akan mengajak Zahra atau Cantika sebagai teman bermain. Kemarin lusa bermimpi dengan Kakek Oesman, dia malah terlihat bahagia dan mereka bercengkrama seperti saat masih hidup, bahakan memberikan hadiah. Mantan mertuanya, Jennifer juga mendatanginya sambil menangis dan meminta maaf kepadanya.


     Barusan meski cuma sebentar Mentari bermimpi bertemu Kakek Lukman–kakeknya Fatih. Anehnya dia minta anak Mentari untuk di asuh olehnya. Mentari yang tersadar kalau Kakek Lukman sudah meninggal menolak permintaannya. Bahkan dia sampai terbangun dan memeriksa anaknya. Mimpi terasa sangat nyata apalagi posisinya seperti saat ini.


"Kenapa aku selalu mimpi bertemu dengan orang-orang yang sudah meninggal?" Mentari bermonolog.


******


     Setelah sholat subuh, Zahra meminta Fatih untuk duduk di kursi yang ada di balkon kamarnya. Sambil menanti matahari terbit, Fatih dan Zahra berbicara.


"Sayang, apa kamu bisa lanjutkan lagi perkataan kamu tentang alasan khusus kenapa memilih Mentari untuk menjadi istri aku!" Pinta Fatih sambil memandang ke arah wajah Zahra yang masih saja pucat. 


"Hm." Zahra menganggukkan kepalanya dan senyum tipis terlihat.


    Zahra mendengar perkataan Kakek Lukman dan Nenek Gendis, saat dia mengunjungi mansion Hakim, tanpa di ketahui oleh mereka. Keduanya sedang membicarakan Mentari, yang baru saja pulang dari Amerika dan menjadi seorang janda. Kakek Lukman dan Nenek Gendis yang begitu sangat sayang kepada Mentari, menyayangkan keputusan William. Kakek Lukman menceritakan mimpinya yang selalu melihat Fatih dan Mentari berada di kursi singgasana dan istana yang sangat indah. Kemudian Kakek Lukman, bertanya kepada istrinya apa jodoh Mentari itu adalah Fatih. Saat Nenek Gendis bertanya tentang Zahra ada di mana? Kakek Lukman menjawab ada berdiri di belakang mereka kemudian pergi dengan anak kecil. Saat itu Zahra sudah tahu dirinya terkena kanker rahim dan tidak bisa memberikan keturunan untuk Fatih. Zahra juga waktu itu mencoba sholat istikharah dan dia bermimpi kalau ada Mentari duduk bersama dirinya dan Fatih.


     Zahra pun menyuruh Fatih untuk menikah lagi dengan wanita lain. Namun, Fatih menolaknya dan semakin memberikan perhatian kepada Zahra. Fatih tidak peduli dengan anak keturunan keluarga Hakim, saat itu. Hanya hidup berdua dengan Zahra sudah merasa cukup. Zahra pun mengabaikan hasil istiharah itu.

__ADS_1


     Sampai Zahra divonis menderita penyakit Leukemia pun, Fatih tetap tidak mau menikah dengan wanita lain. Zahra sebelum menawarkan Mentari dia juga melakukan sholat istikharah lagi. Dalam mimpinya terlihat Fatih dan Mentari sangat bahagia bersama banyak anak-anak. Zahra juga semakin memantapkan hati karena dalam mimpinya Mentari bilang mencintai Fatih. Zahra membutuhkan seseorang yang bisa mendampingi Fatih dalam menjalani hidupnya. Apalagi setelah dia meninggal nanti. Sosok Mentari 'lah yang bisa melakukan itu.


     Fatih mendengarkan cerita Zahra dalam diam. Dia dulu juga melakukan istiharah, dan begitu selesai sholat dia merasa ada Mentari duduk di belakangnya dan tersenyum. Hal itu terjadi di kemudian hari kalau Mentari selalu menjadi makmumnya saat sholat Tahajjud.


"Aku seharusnya sejak dulu meminta Mas untuk menikahi Mentari. Hanya saja aku takut kalau nanti Mas Fatih malah akan membuang aku. Apalagi perhatian Mas Fatih waktu itu membuat aku semakin mencintai kamu dan aku semakin serakah tidak mau membagi dengan yang lain."


     Fatih tersenyum sambil ibu jarinya mengusap pipi Zahra. "Allah tahu kapan waktu yang terbaik untuk kita untuk menjalani ini semua."


     Zahra pun tersenyum, "Mas tidak marah?"


"Tidak. Kenapa Mas harus marah? Kita berpikir positif saja. Mungkin saat itu cinta Mas tidak akan bisa diterima oleh Mentari yang mungkin saja masih mencintai Kakek Willi. Waktu itu banyak waktu yang kita habiskan berdua juga 'kan? Kita bisa keliling Australia berdua. 


     Selama Zahra sakit kangker rahim dia memilih pengobatan di Australia. Sehingga Fatih dan Zahra tinggal selama masa pengobatan itu hampir satu tahun.


"Terima kasih, Mas. Karena mau mengeri akan keegoisan aku ini," kata Zahra dan memberi kecupan di bibir Fatih. Zahra pun membenarkan posisi duduknya agar lebih nyaman lagi. Namun, dia merasa jari kakinya mati rasa dan tidak bisa digerakkan.


"Mas."


******


Jangan lupa untuk klik like, favorit, hadiah dan Vote-nya juga ya.


Dukung aku terus.


Terima kasih.


Doakan mudah-mudahan nanti malam bisa up lagi.

__ADS_1


__ADS_2