Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI, FATIH, ZAHRA & WILLIAM (48)


__ADS_3

     Fatih memasuki markas Tim Keamanan Keluarga Hakim. Dia langsung masuk ke ruang kontrol dan mencari keberadaan Mentari lewat alat pelacak yang tertanam di cincin nikahnya. Keberadaan Mentari sedang menuju ke arah bandara Internasional. Itu membuat Fatih panik. Maka, dia langsung menghubungi keamanan pihak bandara. Dia meminta menahan orang yang akan bepergian ke luar negeri yang akan berangkat di waktu itu atau sebentar lagi. Fatih pun mengerahkan pasukan tim yang bergerak cepat untuk menuju bandara. Selain itu dia juga menyebarkan beberapa orang di wilayah yang berdekatan dengan area bandara.


"Kalian jangan lengah. Hal ada yang dikira mencurigakan, langsung saja kalian tindak," kata Fatih bicara lewat earphone.


     Fatih sendiri langsung berganti baju dengan dengan seragam miliknya. Bahkan Bagaskara yang berjaga di rumah utama Khalid ditarik untuk menjalankan penyelamatan Mentari. Begitu juga dengan Billi, dia diminta untuk secepatnya datang ke bandara Internasional. Fatih tidak mau kalau sampai Mentari, bisa lolos dibawa keluar negeri.


"Semuanya, ayo bergerak!" Fatih memberi perintah lewat earphone ke semua pasukan.


     Fatih memilih mengendarai motor miliknya, yang sudah dilengkapi senjata, buatan Arthur. Dengan kecepatan maksimal, Fatih bisa sampai dengan cepat menuju bandara.


******


    Mentari yang tidak sadarkan diri, dan didudukan di kursi roda. Melani mendandaninya agar tidak terlihat seperti Mentari. Dia juga berpenampilan menyamar menjadi wanita berambut pirang. Sedangkan, Thomas dia menyamar menjadi kakek-kakek berambut putih.


     Meski Mentari didandani sedemikian rupa. Para pasukan tim keamanan dapat mengetahuinya. Mereka tahu dari alat pelacak yang bisa dipasang, dan keberadaan Mentari akan diketahui melalui layar yang terpasang di laptop mini yang bisa dibawa kemana-mana.


     Melisa berjalan dengan santai, sementara Thomas berjalan sambil mendorong kursi roda. Saat mereka baru memasuki pintu bandara, ada beberapa orang yang sedang melakukan pengecekan.


"Melisa, jaga dulu Mentari. Bersembunyi 'lah dulu, aku mau mengecek sesuatu," kata Thomas.


"Hm, baiklah." Melisa pun membawa Mentari menuju toilet wanita.


     Thomas menelepon pilotnya dan dia bilang kalau mereka tidak bisa langsung melakukan penerbangan. Pihak bandara menahan sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. Mereka juga bilang akan ada pemeriksaan untuk para penumpang. Mendengar itu, Thomas langsung cepat-cepat pergi dari sana.


"Melisa kita pergi dari sini. Bandara sudah dipenuhi oleh orang-orang Khalid," kata Thomas.


"Kita kemana sekarang?" tanya Melisa.


"Masuk saja dulu ke mobil!" perintah Thomas.


     Kemudian, mereka pergi meninggalkan bandara. Menggunakan mobil dengan kecepatan tinggi.


******


     Fatih yang melihat ada pergerakan dari titik GPS milik Mentari, menjauh dari bandara. Maka dia pun memberi tahu tim keamanan untuk mengikuti titik keberadaan Mentari.


     Bagi Fatih yang menggunakan motor sangat leluasa nyalip kanan kiri. Jadi, dia bisa segera menyusul mobil yang membawa Mentari. Mobil berwarna merah yang berada di depannya, menunjukan titik keberadaan istrinya di sana.


     Fatih pun menyalip mobil berwarna merah itu dan akhirnya, bisa dihadang laju kendaraan itu. Fatih yang berada di atas motor melihat tidak percaya dengan orang yang berada di dalam mobil.


"Thomas? mana mungkin dia?" gumam Fatih.

__ADS_1


     Fatih mengangkat pistolnya saat melihat Thomas mengangkat pistol dan mengarahkan kepadanya. Sedangkan, Melisa menodongkan pistol ke pelipis Mentari.


"Turunkan senjatamu! Atau istrimu akan mati!" teriak Thomas.


     Fatih malah menembak ban mobil Thomas, satu peluru dari senjata yang terpasang di motor menggunakan kakinya. Tanpa sedikit pun mengalihkan perhatian dari gerak gerik Thomas.


     Thomas dan Melisa yang mendapat serangan itu sangat terkejut. Dia yakin kalau Fatih tidak menembakan peluru di pistolnya.


"Apa yang terjadi?" tanya Melisa.


"Aku juga tidak tahu," jawab Thomas.


     Maka Thomas pun melancarkan tembaknya ke arah Fatih. Namun, Fatih bisa menghindarinya.


     Fatih menggunakan satu tangan untuk melajukan motornya satu lagi untuk memegang pistol dan menembak ke arah Thomas. Tembakannya mengenai tangan Thomas.


"Dasar si-al, kenapa bisa kena?" Thomas mengumpat dengan kesal.


"Apa kita kabur dan jadikan Mentari sandra?" tanya Melisa.


"Percuma kita kabur, mau menggunakan apa?" Thomas malah semakin emosi setelah mendengar pembicaraan Melisa.


     Pertengkaran mereka malah membuat Mentari bangun dari tidurnya. Sering diajarkan oleh William dulu, bila mengalami hal seperti ini, jangan panik. Maka, Mentari pura-pura masih tidak sadarkan diri, untuk mengetahui keadaan yang sedang terjadi. Dia membuka matanya sedikit saat terdengar bunyi tembakan pistol milik Thomas. Mentari hampir saja menjerit karena Melisa juga ikut menembakan pelurunya ke arah Fatih.


     Reaksi singkat Mentari itu di sadari oleh Thomas lewat kaca spion. Maka, Thomas pun langsung terlintas sebuah ide.


"Melisa bawa Mentari keluar dari mobil. Kita jadikan dia sandera!" perintah Thomas.


     Melisa yang awalnya tidak mengerti karena melihat Mentari masih tidak sadarkan diri. Akhirnya, memukul kepala Mentari.


"Aww, sakit tahu!" Mentari membalas memukul kepala Melisa.


"Aww, sakit! Kamu itu sandera, jangan banyak macam-macam kalau tidak mau di bunuh!" Bentak Melisa sambil menodongkan pistol ke wajah Mentari.


"Kamu pikir aku takut, sama kamu!" Mentari dengan cepat menarik pistol milik Melisa dan membuang pistol itu keluar lewat jendela mobil.


"Hei! Apa yang kamu lakukan?" Melisa membentak Mentari lagi kini lebih emosi.


"Aku hanya membalas apa yang kamu lakukan kepadaku!" balas Mentari.


"Kalian berdua mau mati ditembak olehku!" Thomas mengarahkan pistolnya ke arah Mentari dan Melisa.

__ADS_1


     Billi datang dengan mengendarai mobilnya. Dia melihat Fatih menodongkan pistolnya ke arah mobil berwarna merah. Dia yakin kalau Mentari berada di dalam mobil itu.


     Thomas menyuruh Melisa untuk keluar terlebih dahulu. Sedangkan dia pindah ke kursi belakang dan menjadikan Mentari sandera. Dia melihat ada mobil yang berhenti di dekat mereka. Thomas tidak tahu kalau mobil itu milik Billi, ajudan Mentari.


"Turun!" perintah Thomas kepada Mentari.


     Maka Mentari pun mau tidak mau, harus turun dari mobilnya dan dijadikan sandera. Billi yang melihat itu langsung keluar dari mobilnya. Dia juga menodongkan pistol ke arah Thomas.


"Lepaskan Mentari!" Teriak Billi.


Mentari dan Fatih sangat terkejut mendengar Billi bisa bicara. Selama ini yang mereka tahu, Billi itu bisu tidak bisa bicara. Namun, kini dengan lantang dia bicara.


"Thomas, lepaskan Mentari!" teriak Billi.


"Oppa," lirih Mentari, yang mengenali suara mantan suaminya.


"Kakek Willi!" Fatih tidak percaya saat mendengar suara Billi yang mirip William.


"Siapa kamu?" tanya Melisa setelah dia berhasil memungut kembali pistol yang tadi dibuang oleh Mentari keluar lewat jendela. Melisa pun mengarahkan pistolnya ke arah Billi.


******


Nah, sudah tahu sekarang identitas asli Billi. Dulu yang menebak Billi adalah Kakek Willi, itu benar.


Teman-teman aku mau kasih give away untuk kalian.


Caranya: kirim vote dan hadiah sebanyak-banyaknya. Sampai satu bulan ke depan. Urutan 3 tertinggi akan mendapatkan hadiah. Hasil akan diumumkan pada tanggal 8 Maret. Meski karya ini sudah tamat nantinya akan masih ke hitung.



Juara 1: Buku novel karya aku yang terinspirasi dari kisah aku saat masih kecil. Mungkin kita satu zaman. hehehe.


Juara 2: pulsa 30.000


Juara 3: pulsa 20.000


follow Ig aku: santisuki7, agar saat menang hadiah bisa dihubungi.


Terima kasih


     

__ADS_1


__ADS_2