Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI - WILLIAM (8)


__ADS_3

    Mentari sedang mengunjungi rumah Cantika. Dialah satu-satunya orang yang selalu Mentari cari saat ingin curhat. Kakak sepupunya itu selalu ada, dan mau mendengarkan apapun yang dia ucapkan.


"Kenapa, kok lesu banget?" tanya Cantika saat melihat Mentari tak bersemangat beda dari biasanya.


"Aku merasa ada yang aneh dari Oppa Willi seminggu belakangan ini," jawab Mentari dengan wajah yang memperlihatkan garis kelelahan dan kesedihannya.


"Kenapa dengan Kakek Willi?" Cantika penasaran apa yang sudah terjadi dengan cerita adik sepupunya itu. Karena Cantika menduga kalau William lagi ngidam seperti suaminya dulu.


"Dia jadi sering melamun, dan suka pergi entah kemana saat jam kerja kantor. Aku mengetahuinya setelah tiga kali ke kantornya Oppa Willi tidak ada di sana." Mentari sedang menahan air matanya agar jangan sampai jatuh.


"Serta yang paling menyakitkan adalah tadi pagi aku membuka pesan masuk dari orang yang bernama my angel."


"Apa! Maksudnya kakek Willi itu sudah selingkuh!" teriak Cantika dengan nada emosi.


    Mentari yang terkejut dengan reaksi dari Cantika. Hanya bisa meringis, karena takut pikirannya salah sangka. Karena William juga mengakunya hanya teman saat dia kuliah.


"Nggak Kak. Hanya saja, aku merasa si my angel ini punya rasa suka sama oppa Willi." Mentari mengibaskan tangannya dengan wajah paniknya.


"Ingat Mentari jangan kasih peluang sama wanita-wanita di luar sana. Untuk mendekati suami kita," nasehat Cantika.


"Tentu saja, Kak. Mana mau aku punya suami yang suka selingkuh!" Mentari berkata dengan penuh emosi.


    Mentari berkunjung di rumah Cantika selama satu jam. Karena Cantika harus mengantarkan makan siang untuk Alex ke kantornya. Mentari pun berencana akan pergi ke kantor William, suaminya.


     Mentari mendatangi kantor William, untuk makan siang bersama. Mereka makan bersama di restoran dekat kantor William. Mentari ingin sekali menanyakan siapa itu my angel.


"Oppa Willi, ada yang mau saya tanyakan?" Mentari menatap ke arah William. 


    Ditatap seperti itu oleh Mentari, William malah memajukan wajahnya dan mencium pipi Mentari karena gemas. Melihat Mentari mengerutkan kening dan memanyunkan bibirnya. William tertawa renyah, dan mencubit pipi Mentari karena merasa gemas sekali kepada istrinya itu.


"Oppa Willi, aku serius!" Mentari memasang muka cemberutnya sambil melipatkan tangan di dadanya.


"Maaf … maaf. Memangnya apa yang mau kamu tanyakan?" tanya William sambil menahan dirinya agar tidak kembali menyerang Mentari karena gemas, melihat wajah dan tingkah lakunya.


"Siapa itu my angel?" Mentari langsung bertanya tentang sebuah nama yang mengganggu di dalam pikirannya.


"Dia teman aku saat duduk di bangku SMP. Kemudian saat SMA, kami pacaran. Kita putus saat acara perpisahan sekolah. Setelah itu kita tidak pernah bertemu lagi. Saat ini dia sudah menjadi mantan kekasihku." William tersenyum geli, karena melihat ekspresi wajah Mentari.


"Lalu kenapa diberi nama my angel, di handphone Oppa Willi?" tanya Mentari masih penasaran.


"Itu karena ada tiga teman seangkatan sekolah yang bernama Angel," jawab William menahan tawanya.


"Terus kenapa Oppa Willi belakangan ini sering melamun?" Mentari terus memberondong pertanyaan kepada William.

__ADS_1


"Hm … apa beneran aku sering melamun?" William malah balik bertanya kepada Mentari.


"Iya, Oppa Willi sering melamun. Juga seri--" ucapan Mentari terhenti karena sebuah kecupan dari William.


"Aku ingin pergi bulan madu keliling Eropa sama kamu. Aku ingin ada hasil saat pulangnya nanti," kata William sambil mengelus pipi Mentari dengan lembut.


    Mentari yang diperlakukan seperti itu malah jadinya meleleh. Akhirnya pembicaraan tentang Angel, terhenti sampai situ.


     Saat malam harinya, Mentari terbangun. Dia tidak menemukan William berada ada di sisinya. Maka Mentari pun mencari keberadaan William. Ditelusurinya setiap ruangan yang ada di dalam rumahnya.


"Oppa Willi kemana sich perginya?" Mentari menuruni anak tangga menuju ke lantai satu. 


    Saat melewati ruang kerjanya Mentari mendengar William sedang berbicara dengan seseorang. Karena pintu ruang kerja itu terbuka, maka Mentari dapat mendengar apa saja yang diucapkannya dengan orang yang di seberang telepon.


"Antoni … pokoknya aku ingin lakukan yang terbaik untuk Angel!" kata William


"Tentu, aku akan lakukan yang aku bisa. Demi wanita yang menjadi cinta pertama kamu," suara di seberang telepon bisa didengar oleh Mentari karena William me-loudspeaker panggilannya. Karena saat dia teleponan, William sambil bekerja di depan laptopnya.


"Aku akan membayar berapapun asal Angel bisa kembali lagi, seperti dulu." lanjut William.


"Baiklah, meski aku tidak bisa menjaminnya!" jawab Antoni.


"Baiklah. Aku tunggu kabar baiknya darimu!" kata William sebelum menutup teleponnya.


    Dengan langkah perlahan, Mentari kembali kedalam kamarnya. Dilihatnya ponsel milik William yang tergeletak di atas meja balasnya. Tangannya bergetar saat dia ingin mengambil ponsel milik suaminya itu. Ada rasa keragu-raguan di hatinya. Antara ingin melihat dan jangan melihatnya. Dua sisi dalam dirinya sedang bertarung. Pada akhirnya yang menang adalah mengambil ponsel milik William dan melihat isinya.


    Mentari pun membuka ponsel milik suaminya itu. Dilihatnya pesan yang masuk dan terkirim di sana. Air matanya jatuh tidak tertahankan saat dia membaca isi pesan yang tertulis di sana.


     Isi pesan tanggal 12/01/20xx, adalah…


William : Honey, bagaimana kabarmu hari    ini?


Angel : Setelah bertemu dengan kamu, aku menjadi merasa mendapatkan semangat hidup lagi.


William : Bagus. Aku harap kamu bisa hidup lebih bahagia lagi kedepannya.


Angel : terima kasih Sayang. Sudah membuat aku merasakan kebahagian lagi. I love U 😘


William : 😊


Angel : kapan kita bisa bertemu kembali. Aku sungguh sangat merindukanmu, Sayang. Rasanya aku tidak bisa bernapas bila tidak mendapatkan kabar darimu.


William : Aku juga Honey. Selalu merindukanmu.

__ADS_1


Isi pesan tanggal 13/01/20xx, 


Angel : Sayang, apa kamu akan datang ke rumah?


William : Sepertinya tidak bisa Honey, Mentari ikut aku kerja ke kantor.


Isi pesan tanggal 14/01/20xx,


Angel : Sayang hari ini kamu jadikan datang ke rumah?


William : Maaf, hari ini ada rapat dan Alex yang akan memimpin rapat kali ini.


Isi pesan tanggal 15/01/20xx,


William : Honey angkat teleponnya!


William : Kamu marah?


William : Hari ini aku akan datang ke rumah kamu! Tunggu aku!


Isi pesan taanggal 16/01/20xx,


Angel : Sayang, hari ini datang lagi ke rumah ya! I love U


William : ok. 😊


William : Honey, sepertinya aku tidak jadi datang. Ada Mentari datang ke kantor dan mengajak makan siang bersama-sama.


Angel : kamu pembohong!


William : jangan marah, besok seharian aku akan bersama kamu. Aku janji!


Angel : bawa juga pakaian ganti. Aku ingin kamu juga tidur disini.


   Ini pesan yang terakhir yang belum di baca oleh William. Mentari menyimpan kembali handphone itu dia atas nakas. Mentari akan mencegah pertemuan besok. Bagaimanpun dirinya adalah seorang istri yang sah dan akan menjaga keutuhan rumah tangganya.


******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH. 

__ADS_1


__ADS_2